
"Nah gitu dong, senang kan Mommy kalau kalian menghabiskan waktu libur kalian di sini." ujar Sindi begitu Naura datang bersama Mayu dan nenek Iroh.
"Iya Mom, kami enggak tega sama Mommy, makanya kami datang saja ke sini. Ah iya Mom, kita sekalian barbeque ya, teman-teman juga mau datang katanya." ujar naura yang memang sengaja mengundang teman-temannya untuk merayakan status barunya.
"Boleh banget, gampang saja kalau soal itu. Ngomong-ngomong kalian udah makan siang belum?" tanya Sindi sambil salam pada nenek Iroh.
"Udah doang Mom, kami habis makan nasi padang. Daddy!" seru Naura begitu melihat David menuruni anak tangga.
David tersenyum. Dia juga langsung merentangkan tangannya menyambut kadatangan anaknya.
Naura balas tersenyum lebar dan dia juga berlari ke arah David kemudian memeluk erat daddynya.
"Anak bungsu Daddy terlihat bahagia sekali. Apakah ada kabar baik hari ini?" ujar David yang bisa melihat binar bahagia di wajah Naura.
"Bahagia apaan sih Dad, biasa saja." ujar Naura mengelak. Tentu saja dia belum mau cerita karena mau membuat surprise.
"Yakin biasa saja?" tanya David lagi.
"Yakin dong Dad. Ah iya itu Mayu mau salim." ujar Naura sengaja menghindar karena takut keceplosan.
David diam-diam tersenyum melihat reakai Naura. Dia tahu Naura pasti sengaja menghindar. Walau begitu dia tidak akan mempermasalahkannya karena yang terpenting baginya Naura bahagia.
"Dad," ujar Mayu sambil salim dan tidak lupa memberi pelukan pada daddynya.
David balas memeluk anak sulungnya dan mengecak rambut Mayu. Selanjutnya dia juga salim pada nenek Iroh.
"Ini tumbenan kalian datang, bukannya katanya mau istirahat di sana saja?" ujar David begitu dia duduk di sofa.
"Kami berubah pikiran Dad. Di rumah sana bosan juga lama-lama, enggak bisa renang, enggak bisa menikmati pemandangan dan yang lainnya." ujar Mayu.
"Mommy bilang juga apa, kalau libur itu ya lebih baik di sini. Di sini itu enggak berisik dan kalian juga bisa istirahat dengan tenang. Ah iya Naura, kamu sekalian ke belakang minta bibi buatkan minum sekalian ambil cemilan juga." ujar Sindi.
"Ok Mom,"
"Nau gue mau buah saja, kalau ada anggur hijau ya!" ujar Mayu.
"Siap. Nenek mau apa Nek?" tanya Naura.
"Buah saja Nak Naura!" jawab nenek Iroh.
"Siap Nek, ditunggu ya!"
"Iya." ujar nenek Iroh.
"Mayu!" panggil Sindi.
"Kenapa Mom?" tanya Mayu sambil mengambil bantal dan menyenderkan badannya. Bagi Mayu rumah Naura sudah seperti rumahnya sendiri. Dia bebas melakukan apa saja, asal jangan sering-sering main ponsel saja. David larang anak-anak kebanyakan main ponsel kalau sedang bersamanya terutama Mayu tentunya karena Mayu tidak tinggal bersamanya. David inginnya mereka benar-benar guality time.
"Mommy perhatikan seperti ada yang berbeda dengan Naura. Auranya itu semakin terpancar. Jangan-jangan dia sudah punya pacar ya?" tanya Sindi penasaran. Sindi juga bisa merasakan perubahan pada anak bungsunya.
"Masak sih berbeda Mom, perasaan biasa saja deh." ujar Mayu pura-pura tidak tahu dan ini karena dia juga tidak mau Naura ketahuan sebelum kejutan mereka berhasil.
__ADS_1
"Beda Mayu, kamu perhatikan saja wajahnya. Naura jadi semakin sering tersenyum, seperti orang yang lagi khasmaran. Ibu juga merasakannya kan Bu?" ujar Sindi minta pendapat Nenek Iroh.
Nenek Iroh refleks menatap Mayu, dia bingung harus jawab apa.
"Ibu!" ujar Sindi lagi.
"Ah Iya Nak Sindi, Ibu juga bisa melihat itu, hanya saja Ibu juga enggak tahu apa penyebabnya. Naura tidak pernah cerita pada Ibu." ujar Nenek Iroh tidak sepenuhnya berbohong. Naura memang tidak pernah cerita, tapi dia bisa melihat sendiri kalau belakangan ini hampir tiap malam Alex mendatangi rumahnya. Apalagi kalau lagi malam minggu. Mereka suka keluar berdua.
"Begitu ya Bu. Padahal saya sangat penasaran kenapa Naura terlihat bahagia. Naura jadi suka main rahasia sekarang." ujar Sinda Lagi.
"Bukan main rahasia Mom, mungkin Nauranya belum siap saja. Jika dia sudah siap, dia pasti akan cerita. Jadi sebagai mommy yang baik, kamu sebaiknya sabar saja. Jangan samapai anaknya jadi tidak nyaman karena rasa kepo kamu." ujar David.
"Nah benar itu Mom, Mayu setuju sama Daddy. Kepo itu enggak baik loh Mom." ujar Mayu dan langsung semangat mendukung daddynya.
"Benar juga sih dan kalau itu memang kabar baik, Mommy sangat berharap Naura akan secepatnya memberitahukan kita." ujar Sindi.
"Amin." ujar Mayu mantap.
"Mayu, lo mau buat es krim enggak?" seru Naura dari arah dapur.
"Mau, tapi gue lagi mager. Lo buatkan untuk gue saja!" jawab Mayu.
"Baiklah, mau rasa apa lo?"
"Stroberi saja!"
"Ok," ujar Naura.
***
Halaman rumah Naura tampak sudah dipenuhi oleh keluarga Naura, teman-temannya dan orang tua Alga tentunya. Mereka semua sedang sibuk dengan tugas masing-masing, sedangkan Mayu sibuk video call dengan kekasihnya. Alga ingin ikutan meramaikan acara barbeque walau hanya dari video call saja.
"Alga ini satenya sangat enak loh, apalagi sambalnya, mantap." ujar Dira menggoda anaknya dan dia juga sengaja menyuapi Mayu.
Alga hanya cemberut melihatnya, dia senang melihat sikap manis Dira pada Mayu dan itu membuat rasa rindunya makin menjadi saja dan Alga ingin pulang rasanya.
Mayu tersenyum melihat wajah manyun kekasihnya, Alga terihat menggemaskan kalau lagi cemberut.
"Yang sabar ya Kak, Kak Alga bisa sekalian makan juga kalau ingin." ujar Mayu.
"Aku enggak ingin makannya Ay, aku ingin kebersamaannya saja terutama kamu tentunya." ujar Alga membuat Mayu kembali tersenyum.
"Makanya cepat-cepat itu selesaikan sekolah kamu Al, biar bisa lamar anak Om. Jadi kamu juga bisa bawa anak Om kemana pun kamu pergi." ujar David ikutan.
"Alga juga inginnya cepat-cepat Om. Andai saja ngambil mata kuliahnya bisa siang malam, Alga pasti sudah melakukannya biar cepat selesai. Alga juga bosan sendirian di sini Om." ujar Alga membuat Mayu dan David tersenyum.
"Sabar ya Kak Alga ya, orang sabar itu di sayang Allah loh." ujar Naura ikutan menggoda.
"Cie yang lagi jatuh cinta, makin berani saja menggodaku." ujar Alga balas menggoda membuat Naura ingin teriak rasanya. Ini Alga menggodanya bukan di saat yang tepat. Jika begini ceritanya kejutan dari Naura bisa gagal total. Sedangkan Mayu langsung buru-buru mengode kekasihnya supaya tidak meneruskan menggoda Naura. Kasihan Naura kalau kejutannya sampai gagal.
Sementara Alga yang langsung mengerti kode dari kekasihnya menutup mulut. Apa yang sudah dia lakukan?
__ADS_1
"Siapa yang lagi jatuh cinta Alga? Naura? Jatuh cinta sama siapa?" tanya Dira penasaran.
Alga menepuk keningnya, dia harus jawab apa? Naura bisa marah padanya kalau sampai kejutannya gagal.
"Itu Mi, jatuh cinta pada dosen pengajar Alga yang sudah 45 tahun. Kata Naura, dia laki sekali dan mirip om David. Kira-kira Mami setuju enggak kalau Naura sama dia?" ujar Alga sengaja mengarang cerita biar Nura tidak ketahuan.
"Hei Alga, enggak ada itu ya! Sekali pun dia itu laki-laki yang super ganteng dan sangat mirip dengan daddynya Naura, Tante enggak akan setuju Naura sama laki-laki yang usianya sepantaran David. Apa-apaan itu! Tante akan melompat dari atas monas kalau sampai itu terjadi." protes Sindi tidak terima. Bagi Sindi dia lebih baik dapat menantu miskin dari pada tua. Apa kata orang nanti kalau anaknya menikah dengan laki-laki seumuran dia dan suaminya?
"Mom, sabar jangan langsung ngegas dong!" ujar David mengingatkan istrinya, walau dia juga ada perasaan khawatir karena tidak rela anaknya pacaran dengan laki-laki seumuran dia. Tidak apa-apa laki-laki itu lebih tua dari Naura tapi maksimal 10 tahun lah. Jangan 25 tahun.
"Ya gimana Mommy enggak ngegas Dad, anaknya mau sama laki-laki seumuran Daddy loh. Pokoknya kalau sampai itu terjadi, Mommy akan tuntut Alga." seru Sindi lagi tidak terima.
"Kamu tenang saja saja Sindi aku juga akan marah pada Alga kalau sampai itu terjadi. Lagian ini Alga apa-apaan sih menjodohkan Naura kok sama laki-laki tua. Alga kamu itu jangan buat pusing deh." ujar Dira ikutan protes.
Alga menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Gara-gara cerita karangannya malah dia yang diserang. Padahal kan niatnya biar kejutan Naura tidak gatal.
Sementara itu Naura dan Mayu, hanya menaham tawa mendengarnya. Udah tahu masalah kalau madalah jodoh di keluarga mereka cukup sensitif, ini Alga malah mancing, ya pasti di serang. Sedangkan Rangga dan yang lainnya hanya senyum-senyum saja mendengarnya, dan entah siapa yang harus dikasihani dalam kasus ini.
"Udah Mom, Tante kalian yang tenang ya, Kak Alga hanya bercanda Kok. Naura enggak mungkin lah menjalin hubungan dengan laki-laki seumuran daddy. Lagian tipe lagi-laki idaman Naura itu sekelas Jeon Jongkook, masa pacarannya sama om-om sih? Naura tidak segila itu." ujar Naura membuat Sindi dan Dira merasa tenang.
"Benar itu Naura. Kamu itu gadis muda cantik, kaya dan karinya bagus. Kamu harusnya cari yang sepadan dengan kamu saja. Enggak apa-apa kamu masih jomblo, enggak usah malu, dari pada punya pacar juga sudah bau tanah. Lagian kamu tenang saja, kalau kamu sudah lelah menjomblo, kamu tinggal bilang saja sama Tante, anak teman tante banyak yang masih jomblo dan tante yakin mereka juga pasti mau sama kamu." ujar Dira.
"Iya Tante, terima kasih untuk perhatiannya, tapi Tante kayaknya enggak perlu deh cari jodoh untuk Naura karena Naura sudah punya pilihan sendiri. Tentunya yang masih muda, baik, ganteng dan karirnya juga oklah." ujar Naura akhirnya memilih mengaku karena melihat ada mobil Alex yang baru saja datang dan berhenti tepat di depan pintu gerbang rumahnya.
Alex bisa langsung tahu karena dia sudah pernah menghantar Naura, hanya saja dia tidak pernah mampir karena Naura masih menyembunyikan tentang dia.
"Serius kamu Naura, siapa orangnya dan kenapa kamu enggak pernah cerita pada Mommy?" tanya Sindi tidak sabaran.
"Naura akan cerita kalau Mommy minta maaf pada Kak Alga. Mommy sempat marah-marah loh sama dia, padahal kak Alga tidak salah apa-apa." seru Naura membuat Sindi kembali mentap layar ponsel Mayu.
"Alga, Tante minta maaf, Tante sempat protes pada kamu. Kamu juga lain kali bercandanya jangan begitu dong Alga. Tante tidak suka." ujar Sindi.
"Iya Tante, Alga maafkan. Alga juga minta maaf ya Tante." balas Alga.
"Iya Alga, Tante juga sudah memaafkan kamu. Baik-baik kamu di sana Alga!"
"Ok Tante." ujar Alga.
"Sekarang kamu bisa cerita Naura!" ujar Sindi lagi begitu dia mengembalikan ponsel Mayu.
"Siap Mom dan bagaimana kalau Naura tidak usah cerita saja, tapi Naura menghadirkan orangnya secara langsung?" ujar Naura.
"Menghadirkan orangnya secara langsung?" beo Sindi dan langsung menatap orang sekitarnya. Saat ini laki-laki muda diantara mereka hanya Rangga, Yudha dan Irpan. Naura enggak mungkin pacaran dengan mereka kan karena mereka masing-masing sudah punya pacar. Apa jangan-jangan Naura pacaran dengan satpam baru di komplek mereka. Dia kan masih muda dan suka menggoda Naura karena tahu Naura masih jomblo.
"Iya Mom, orang sudah ada di sini loh Mom." ujar Naura lagi.
"Siapa orangnya, yang mana dia?" tanya Sindi lagi yang rasa penasarannya sudah sampai ke ubun-ubun.
"Itu," ujar Naura santai dan menunjuk ke arah Alex yang sudah berdiri di samping mobilnya.
Sindi dan yang lainnya mengikuti arah pandang Naura dan mata Sindi langsung terbelalak.
__ADS_1
"Alex!" serunya.