
Naura tersenyum lebar kemudian menghampiri Alex. Dia kemudian menggandeng tangan Alek dan membawanya mendekat pada yang lainnya.
"Kejutan!" seru Naura lagi dengan wajah bahagianya.
Sindi sangat terkejut. Dia benar-benar tidak menyangka kalau Naura pacaran dengan Alex, padahal seingatnya waktu itu, Alex jelas-jelas menunjukkan ketertarikannya pada Mayu.
Sedangkan Alex dia tersenyum hangat pada Sindi dan yang lainnya, kemudian salam pada mereka.
"Ini kamu serius Naura, kok bisa kamu dengan Alex?" tanya Sindi yang belum sepenuhnya percaya.
"Ya bisa dong Mom, namanya juga sama-sama jomblo, apa salahnya kami menjalin hubungan. Gimana Mommy setuju enggak dengan pilihan Naura?" ujar Naura minta pendapat mommynya.
"Ya kalau soal setuju sih sudah pasti Mommy setuju. Mommy sudah kenal Alex dan mommy juga tahu orang tuanya. Hanya saja Mommy masih sulit percaya kalau kamu dengan Alex pacaran." jujur Sindi membuat Naura dan Alex tersenyum termasuk Mayu.
"Sebenarnya saya dan Naura bisa bersama dan akhirnya memutuskan pacaran juga berkat bantuan Mayu dan Alga, Tante. Mereka berdualah yang sudah mendekatkan kamu." ujar Alex apa adanya.
Mayu langsung melambaikan tangannya dengan bangganya begitu juga dengan Alga yang masih setia melakukan video call.
"Ya ampun jadi ini ulah kalian, pantas saja Alga hampir keceplosan. Terima kasih ya Alga, Mayu, senang deh mommy." ujar Sindi.
Alga mengacungkan jempolnya sedangkan Mayu memberi pelukan pada mommynya.
"Gimana Mom, Dad, kejutan dari Naura berhasil enggak?" tanya Mayu.
"Berhasil/Setengah berhasil." ujar Sindi dan David bersamaan tapi mereka beda pendapat membuat Naura dan yang lainnya menatap pada David.
"Kok setengah berhasil sih Dad?" protes Naura.
"Ya habisnya kamu itu terlalu norak kalau lagi jatuh cinta Naura dan Daddy sudah sangat paham itu. Melihat kamu yang tiba-tiba ingin barbeque, Daddy yakin kamu ingin mengenalkan seseorang dan benar saja dugaan Daddy. Hanya saja Daddy cukup surprise melihat Alex. Daddy enggak nyangka kalau kamu mendapat pacar sesuai dengan kriteria kamu selama ini. Hebat!" jelas David mengecangkan jempolnya dan senyum Naura mengembang.
David memang paling tahu Naura dan pastinya Naura sangat senang dengan pujian daddynya.
"Berarti Daddy setuju Naura sama mas Alex, Dad?" tanya Naura.
"Tentu saja Daddy setuju, karena Daddy pasti akan mendukung siapa pun itu laki-lakinya yang bisa membuat kamu tersenyum setiap harinya dan yang tulus mencintai kamu. Terlebih lagi laki-lakinya itu Alex yang sudah jelas bibit bebet dan bobotnya. Untuk Alex juga, Om harap kamu tidak mengecewakan kami." ujar David mantap yang akan selalu mendukung keputusan ananknya.
"Iya Om, Alex berjanji akan selalu berusaha membuat Naura bahagia dan tidak mengecewakan Om dan tante tentunya." ujar Alex mantap. Sedangkan Naura dia sudah memeluk daddynya. Naura sangat bahagia David memberi restunya.
"Om tunggu janji kamu Alex!" ujar David.
"Siap Om." ujar Alex semakin mantap.
"Cie cie ...selamat ya Naura, akhirnya enggak jomblo lagi." goda Rangga dan yang lainnya.
__ADS_1
"Terima kasih teman-teman," ujar Naura dengan senyum bahagianya.
"Selamat juga ya Naura, Tante juga senang kamu akhirnya melepas masa jomblo kamu." ujar Dira.
"Terima kasih Tante."
"Sama-sama Tante,"
"Selamat juga ya Naura, akhirnya kamu enggak gigit jari lagi melihat teman-teman kamu pada kencan." ujar Pratama.
"Terima kasih Om,"
"Sama-sama Naura dan jangan dilepas lagi itu. Bila perlu nanti kamu nikahnya barengan sama Mayu dan Alga saja, biar David enggak perlu repot dua kali." ujar Pratama lagi.
"Setuju!" kompak Dira dan Sindi.
"Tidak setuju!" kompak Mayu, Alga, Naura dan Alex.
"Loh kenapa orang tuanya sudah setuju tapi anak-anaknya malah tidak setuju? Padahal pernikahan kalian nanti bisa jadi pernikahan unik loh. Jarang-jarang kan adik kakak nikahnya barengan." ujar Pratama lagi.
"Ya jarang sih Pi, tapi kami juga maunya jadi raja dan ratu sehari. Jangan bilang Papi sengaja biar bisa menghemat biaya. Ini anak laki-laki satu-satunya loh Pi. Sejak kapan Papi jadi orang pelit." protes Alga dan langsung disambut senyum Pratama.
"Papi tidak pelit Alga. Sejak kapan Papi perhitungan soal uang pada kamu. Papi hanya memikirkan uniknya saja. Selain itu acaranya pasti akan lebih meriah tentunya." ujar Pratama lagi.
"Tetap saja Alga tidak suka Pi, terutama untuk acara akadnya karena itu sakral, tapi kalau acara resepsinya boleh lah. Itu juga untuk acara resepsi kedua." ujar Alga dan langsung diangguki Mayu, Naura dan Alex.
"Iya Pi, eh tapi itu Naura jangan langkahi Mayu loh nanti Mayuku jadi sedih." seru Alga lagi membuat Mayu tersenyum senang. Ini Alga memang paling tahu apa yang dirasakannya. Mayu bukan tidak rela kalau misalkan Naura nikah duluan, tapi setidaknya sampai Alga balik dari London. Ditinggal Naura pacaran saja dia kesepian, apalagi ditinggal nikah.
"Iya Kak Alga, lagian Naura juga masih kuliah dan sebentar lagi kami akan skripsi. Belum ada kepikiran itu soal nikah." ujar Naura mantap.
"Bagus itu baru calon adik ipar yang baik." ujar Alga.
"Tentu saja." balas Naura.
"Ya sudah ya Kak, kami mau lanjut ngobrol dengan Mas Alex. Kak Alga baik-baik di sana." ujar Mayu.
"Ok Ay. Kabari aku kalau kalian sudah selesai!"
"Siap. Bye Kak."
"Iya Ay, bye Ay bye semua." ujar Alga sambil melambaikan tangannya.
"Bye juga Al," ujar Rangga dan yang lainnya.
__ADS_1
Mayu mematikan sambungan telepon mereka dan kembali fokus pada Alex dan Naura.
Alex dan Naura terlihat sangat bahagia malam ini. Hubungan mereka mendapat restu dari semuanya dan Alex juga diterima sangat baik. Sindi dan David bahkan meminta Alex supaya mengajak orang tuanya makan malam bersama karena Sindi ingin kenal lebih dekat lagi dengan orang tua calon menantunya itu.
Alex tentu saja tidak keberatan, karena dia yakin, orang tuanya juga pasti sangat senang, terutama mamanya.
***
Teman-teman Naura sudah pada pulang, begitu juga dengan orang tua Alga. Mayu dan orang tuangnya serta nenek Iroh juga sudah masuk rumah dan tinggal lah sepasang kekasih yang baru jadian itu saja.
Naura dan Alex memilih duduk di kursi di kursi malas teras rumah Naura. Naura menyenderkan kepalanya di bahu Alex sedangkan Alex merangkul kekasihnya. Diam-diam mereka tersenyum. Mereka sangat nyaman dengan posisi ini.
"Aku tidak menyangka By orang tua kamu sewellcome itu. Begitu juga dengan orang tua Alga mereka juga sangat baik." ujar Alex.
"Iya Mas, tapi dulunya enggak begitu loh, semua itu berkat Mayu tentunya." ujar Naura apa adanya.
"Jadi karena itu orang tua kamu menganggap Mayu seperti anak kandung mereka sendiri walau setatusnya anak angkat?" tanya Alex.
Naura menegapkan tubuhnya dan menarik nafas pelan memuat Alex seketika menoleh padanya.
"Sebenarnya ada rahasia tentang Mayu yang ingin kusampaikan Mas dan aku harap Mas Alex bisa menjaga baik-baik rahasia ini karena rahasia ini hanya keluarga besar saja yang tahu. Teman-temanku dan Mayu bahkan tidak tahu." ujar Naura.
"Tentu saja aku bisa menjaga rahasia kamu Ay, kamu bisa percaya padaku." ujar Alex mantap.
"Terima kasih Mas dan aku percaya pada Mas Alex. Jadi sebenarnya Mayu itu bukan hanya kakak angkatku Mas, tapi dia adalah kakak tiriku dia juga anak kandungnya daddy, darah daging daddy." ujar Naura membuat alis Alex terangkat.
"Seriusan kamu Ay?"
"Tentu saja. Mayu itu adalah anak dari pacar daddy dulunya dan itu sebelum dia menikah dengan mommy tentunya. Aku tidak tahu cerita jelasnya seperti apa dan itu juga bukan suatu yang penting lagi karena yang terpenting bagiku, aku punya kakak seperti Mayu dan aku sangat bahagia memiliki kakak seperti dia." cerita Naura dan Alex menganggukkan kepalnya. Pantas saja Mayu juga suka bersikap manja pada David dan hubungan mereka benar-benar seperti anak dan ayah pada umumnya.
"Kelihatan sih By, kamu terlihat sangat sayang pada Mayu dan begitu juga sebaliknya. Kalian memang sudah ditakdirkan jadi kakak dan adik walau dilahirkan dari rahim yang berbeda. Dan aku pribadi sangat kagum dengan sikap dewasa kalian berdua dan kalian yang sama-sama tidak egois. Padahal di luaran sana adik kakak yang dilahirkan dari rahim yang sama saja banyak uang tidak akur tapi kalian tidak melakuan itu. Kalian berdua memang best dan cocok jadi panutan." ujar Alex mengacungkan jempolnya.
"Terima kasih Mas, tapi ini semua berkat Mayu sih Mas. Mayu itu benar-benar mewarisi sifat baik dan pemaaf Daddy. Begitu juga dengan sifat tidak dendam daddy, makanya kami akhirnya bisa saling akur dan saling sayang." ujar Naura membuat David kembali menganggguk.
"Mawarisi rupanya juga sih By. Mayu itu lebih mirip sama Om David, makanya aku juga tadinya berpikir kamu yang anak angkat." ujar Alex apa adanya.
"Itu dia Mas, Allah itu memang adil."
"Benar sekali dan karena adilnya Dia. Dia mempertemukan aku dan kamu disaat yang sangat tepat dan aku sangat bahagia By." ujar Alex dan kembali menarik Naura bersandar padanya.
"Aku lebih bahagia lagi Mas dan aku juga merasa sangat beruntung Pokoknya kita harus sama-sana terus ya Mas, jangan buat Naura patah hati. Naura tidak siap kalau harus patah hati lagi." pinta Naura.
"Iya By, aku juga sangat berharap kita bisa bersama selamanya. I love you so much By."
__ADS_1
"I love you more Mas," balas Naura.
Alex kemudian mengecup dalam kening Naura dan semakin mengeratkan pelukannya. Sungguh dia sangat bahagia.