
"Iya Mas Frans, aku mau jadi istri kamu." ujar Rani mantap dan langsung mendapat sorakan girang dari Mayu dan yang lainnya. Mayu bahkan langsung memeluk suaminya. Kebahagiaannya hari ini begitu lengkap.
Frans juga tersenyum dengan bahagianya. Dia tidak menyangka hari bersejarah untuk Alga dan Mayu bisa menjadi hari bersejarah untuknya juga. Dia tidak akan pernah melupakan hari ini.
Frans kemudian memakaikan cincinnya di jari tangan Rani. Cincinnya begitu pas dan terlihat cantik di jari Rani. Frans kemudian mengecup tangan Rani kemudian membawa Rani kepelukannya.
"Terima kasih Sayang. I love you so much." ujar Frans.
"I love you too Mas," balas Rani.
Frans melepas pelukannya dan kembali menatap Alga dan Mayu.
"Terima kasih Mayu, Alga dan maafkan kami yang sudah mengganggu acara spesial kalian." ujar Frans merasa tidak enak tapi dia juga sangat bahagia.
"Tidak apa-apa Frans, santai saja. Justru kami yang mau berterima kasih. Terima kasih sudah mau membuat kesan istimewa di hari pernikahan kami. Dan semoga rencana kalian kedepannya dilancarkan dan ditunggu undangannya." ujar Alga mantap.
"Iya Alga. Kalau begitu kami turun dulu."
Alga dan Mayu menganggukkan kepalanya dan sebelum turun, tidak lupa Frans dan Rani memeluk Alga dan Mayu serta mengambil foto bersama. Mereka mau mengabadikan momen indah hari ini.
"Selamat untuk calon pengantin. Ditunggu undangan MCnya, nanti di diskon deh." ujar MCnya dan mendapat acungan jempol dari Frans.
Acara kembali mereka lanjutkan. Mayu dan Alga kembali ke kursi pengantin mereka dan mereka juga kembali menyalami tamu yang hadir.
"Al, ajak istri kamu makan dulu!" ujar Pratama perhatian. Kasihan dia melihat menantunya yang sudah mulai lemas. Ini sudah jam delapan malam tapi mereka belum makan malam juga karena tiap mau makan, ada saja halangannya.
"Tamunya gimana Pi?" ujar Alga merasa tidak enak kalau harus pergi meninggalkan kursi pelamainan mereka.
"Biar kami saja yang menyalaminya, itu bukan masalah. Istri kamu pingsan baru jadi masalah." ujar Pratama lagi dan Alga membenarkannya.
"Baiklah Pi, kalau begitu kami makan dulu."
Pratama mengangguk.
***
"Ak lagi Ay!" ujar Alga sambil menyuapi istrinya.
Mayu membuka mulutnya dan menerima suapan suaminya dengan senang hati. Setelah itu dia juga menyapi Alga dan jadilah mereka suap-suapan.
Alga dan Mayu saling tersenyum sambil mengunyah makanannya.
"Apa sudah lebih baik?" tanya Alga begitu melihat wajah Mayu yang mulai ceria lagi.
"Iya Kak sudah mendingan. Ternyata jadi raja dan ratu sehari itu sangat capek ya Kak tapi sangat membahagiakan." ujar Mayu.
"Kamu benar Ay dan aku cukup kali ini saja mengalami apa yang terjadi hari ini dalam hidupku." ujar Ajar Alga membuat Mayu mengerutkan keningnya.
"Kenapa Kak? Kak Alga kapok ya?"
"Bukan kapok Ay, tapi karena aku memang tidak mau menikah lagi. Cukup sekali saja aku menikah." ujar Alga dan diakhiri dengan senyumannya. Mayu juga ikut tersenyum karena baru mengerti maksud suaminya.
"Aku juga sama Kak. Ak lagi Kak!" ujar Mayu apa adanya. Benar kata Alga sekali pun hari ini begitu menyenangkan, cukup sekali ini saja mereka melangsungkan pesta pernikahan.
Alga mengangguk dan kembali menyuapi istri tercintanya.
__ADS_1
Mereka terus makan sambil mengobrol, di pelaminan mereka tidak punya banyak kesempatan untuk mengobrol.
Mayu kembali tersenyum begitu Alga mengusap sudut bibirnya menggunakan tisu. Dia begitu senang dengan perhatian kecil suaminya.
"Terima kasih Kak," ujar Mayu.
"Sama-sama Sayang," ujar Alga dan mereka lagi-lagi tersenyum.
"Ehem ... Ehem yang pengantin baru bermesraan terus." ujar Naura sambil meletakkan potongan buah untuk Alga dan Mayu.
"Sirik saja," ujar Alga cuek dan beralih mengambil buahnya dan kembali menyapi isyri tercintanya.
Naura hanya memanyunkan bibirnya melihat Alga dan Mayu.
"Yang sabar ya Nau!" ujar Mayu dan balas menyuapi Alga.
"Iya Mayu, gue pasti akan selalu sabar menghadapi kakak ipar gue yang menyebakkan itu." ujar Naura dan ikut nyomot buahnya.
"Menyebalkan tapi ngangenin loh Nau," ujar Mayu membela suaminya membuat Alga melayang. Senang dia dengan pembelaan istrinya.
Naura memutar matanya malas.
"Suami istri sama saja." serunya membuat Alga dan Mayu kembali tersenyum.
"Ah iya May ini sudah jam setengah sembilan, kalian mau ganti gaunnya sekarang saja atau gimana?" ujar Naura. Mayu dan Alga memang sengaja menyiapkan 2 gaun untuk pesta dan gaun kedua lebih ringan juga lebih simple. Mereka sengaja melakukannya supaya Mayu merasa lebih nyaman.
"Langsung ganti saja deh Nau. Gaun yang ini terlalu berat dan terlalu ribet." ujar Mayu mengingat gaunnya yang modelnya ball gown dan memiliki ekor cukup panjang. Mayu juga suka kesusahan kalau jalan, untungnya ada Naura atau para bidesmaidnya yang lain, yang selalu sigap membantu mengangkat gaunnya.
"Ok." ujar Naura dan langsung menghubungi tim perias Mayu. Hanya ganti gaun saja tidak akan memakan waktu yang lama. Apalagi kalau yang menangani ahlinya, tidak sampai setengah jam juga selesai.
***
"Masih kuat kan Ay?" bisik Alga. Alga sampai heran, ini tamunya makin malam malah makin ramai dan makin heboh juga. Padahal pihak keluarga inti serta teman-teman mereka belum menyampaikan ucapan selamanya.
"Masih dong Kak," ujar Mayu mantap dan mendapat acungan jempol dari Alga.
Baik Alga atau Mayu sama-sama tersenyum begitu melihat Ibunya Irpan dan pasukannya datang dan itu lebih dari 50 orang. Barisannya sampai panjang. Mereka memang sengaja datang barengan supaya bisa foto bareng. Maklum kebanyakan dari mereka ibu-ibu facebook. Sayang kalau tidak bisa pamer. Jarang-jarang mereka bisa menghadiri pesta anak konglomerat.
"Mayu selamat Mayu. Budhe sangat senang akhirnya kamu menikah juga dengan Alga." ujar ibunya Irpan dan langsung memberi pelukannya pada Mayu.
"Iya budhe, terima kasih budhe."
"Sama-sama Mayu, semoga pernikahan kamu langgeng ya. Diberikan momongan di waktu yang tapat dan selalu bahagia pokoknya." ujarnya lagi dan diangguki oleh Mayu.
Selanjutnya papanya Irpan juga menyalami Mayu, begitu juga dengan para tetangga Irpan atau tetangga Mayu dulu dan hampir semuanya tetangga Mayu datang bersama pasangan masing-masing. Mereka semua ikut bahagia untuk Mayu. Setelah itu mereka lanjut foto dengan gaya hebohnya dan itu sampai beberapa kali. Baik itu Prarama dan David hanya maklum saja karena bukan baru kali ini saja tamu Mayu buat heboh dan datangnya rembongan. Sebelumnya sudah ada rombongan ibu-ibu pengajian nenek Iroh. Rombongan tetangga Mayu yang sekarang, rombongan pak RT, rombongan orang tua teman-teman Mayu, rombongan karyawannya dan rombongan pelanggan setianya.
Ada perasaan kagum juga di hati David dan Pratama melihat kekompakan mereka dan tidak bisa dipungkiri juga pernikahan Alga dan Mayu jadi lebih berwarna gara-gara mereka.
"Mayu ini kado dari kami semua. Jangan dilihat dari harganya ya Mayu, tapi lihatlah ketulusan kami." ujar bibi Asih tetangga Mayu dulu.
"Iya Bibi, terima kasih ya Bibi. Bibi sehat-sehat terus ya dan rejekinya juga semakin mengalir deras." ujar Mayu, ada perasaan haru dihatinya melihat perhatian mereka semua.
"Iya Mayu. Mayu sebenarnya kami juga ingin foto dengan nenek kamu, dimana dia?" tanyanya lagi membuat Mayu seketika menatap sekitarnya. Mayu juga tidak lagi melihat neneknya setelah dia kembali dari mengganti gaunnya.
"Kemungkinan dia sudah istirahat di kamarnya Bibi," ujar Mayu tidak yakin. Biasanya nenek Iroh selalu izin padanya jika dia ingin ke kamar atau kemana pun itu.
__ADS_1
"Sepertinya juga begitu. Ya sudah tidak apa-apa, kami mengerti, dia pasti kelelahan. Kalau begitu kami pulang dulu ya Mayu." ujarnya lagi.
"Iya Kalian hati-hati Bibi,"
"Iya Mayu."
Mayu masih memperhatikan sekitarnya begitu rombongan bibi Asih pergi dari pelaminan. Apa yang dilakukan Mayu tidak luput dari perhatian suaminya.
"Kamu mencari siapa Ay?" tanya Alga.
"Nenek, Kak. Nenek kemana ya? Aku tidak lagi melihatnya." ujar Mayu beralih menatap suaminya.
Alga ikutan melihat sekitarnya juga kursi yang sempat nenek Iroh duduki. Dia juga baru sadar kalau Nenek Iroh tidak ada bersama mereka. Ini karena dia terlalu sibuk menyalami tamu-tamunya.
"Iya nenek tidak ada. Sebentar Ay!" ujar Alga dan langsung mengambil ponselnya. Dia memilih menghubungi Rangga. Rangga juga tidak kelihatan batang hidungnya, padahal Lora masih suka mondar mandir di sekitar mereka karena terkadang Lora dan yang lainnya juga suka melayani kebutuhan Sindi dan yang lainnya. Entah itu mengambilkan minum atau yang lainnya, mereka sama sekali tidak keberatan melakukannya.
Tut tut tut
Alga kembali menatap isterinya begitu Rangga tidak menjawab teleponnya. Ini tumbenan sekali Rangga tidak menjawab teleponnya.
Alga kembali menelepon Rangga dan hasilnya tetap sama membuat Alga tambah bingung. Ada apa dengan temannya.
"Kamu menghubungi siapa Al?" tanya David saat dia melihat Alga memainkan ponselnya.
"Ini Dad, Rangga tidak bisa dihubungi." ujar Alga. Alga juga sudah mengganti panggilannya pada David.
"Untuk apa kamu menghubungi Rangga?" tanya David.
"Mau menanyakan soal nenek Iroh, Dad. Kami tidak lagi melihat nenek Iroh. Apa sebelumnya nenek Iroh ada pamitan pada Daddy?" tanya Alga lagi dan itu berhasil membuat raut wajah David berubah. Hanya saja dia sebisa mungkin bersikap biasa karena tidak ingin Alga dan Mayu curiga.
"Tidak ada Alga. Ah iya itu tamunya sudah datang lagi, sebaiknya kalian salam mereka dulu." ujar David dan tampak lega di wajahnya karena bisa dengan mudah mengalihkan pembicaraan mereka tanpa Alga dan Mayu sadari.
Alga dan Mayu mengangguk dan kembali menyalami tamu mereka.
Jika sebelumnya senyum Mayu begitu tulus menyalami tamu-tamunya, kali ini tidak lagi dan itu bukan karena dia tidak suka melihat tamu-tamunya datang, tapi karena dia mulai kepikiran pada neneknya.
"Mayu selamat menempuh hidup baru dan selamat datang di keluarga Pratama. Harus betah pokoknya. Bahagia juga. Semua doa terbaik untuk kamu dan Alga." ujar Vivi kemudian memberi pelukan pada adik iparnya.
Mayu tersenyum dan balas memeluk kakak iparnya. Ada perasaan lega di hati Mayu, pihak keluarga sudah mulai naik ke pelaminan itu berarti tidak lama lagi acara akan selesai. Mayu bukan tidak betah menyalami tamu-tamunya, dia hanya tidak sabar ingin segera melihat neneknya dan memastikan dia baik-baik saja karena sesunggunya ada perasaan tidak tenang di hati Mayu. Apalagi saat dia bertanya pada Naura dan yang lainnya dan jawaban mereka benar-benar tidak memuaskan bagi Mayu.
"Terima kasih Mbak dan terima kasih juga untuk semua bantuan Mbak selama ini. Aku benar-benar puas sama hasilnya Mbak." ujar Mayu. Vivi memang banyak sekali membantu Mayu, terutama dalam mengurus gaun, sepatu dan yang lainnya.
"Syukurlah kalau kamu puas, Mbak senang mendengarnya." ujarnya dan beralih pada Alga. Dia juga memberi pelukan hangatnya pada adiknya.
"Selamat Alga, sekarang kamu sudah jadi suami. Jadilah suami yang bertanggung jawab serta sukses. Sukses bukan dalam artian bisa memberikan Mayu materi yang berlimpah, tapi sukses membuat Mayu bahagia lahir dan batin. Bisa jadi suami yang bisa dia andalkan dan selalu bersama dalam suka dan dukanya." ujar Vivi.
"Iya Mbak, terima kasih." ujar Alga.
"Sama-sama." ujar Vivi.
Setelah Vivi masih ada suaminya, mertuanya dan saudara iparnya yang memberi ucapan selamat pada Alga dan Mayu. Selanjutnya para om, tante serta sepupu Alga juga, memberi selamat, begitu juga dengan keluarga dari David dan Sindi. Teman-teman mereka juga tidak ketinggalan, semuanya naik ke pelaminan mengucapkan selamat pada Alga dan Mayu. Mereka juga tidak lupa foto bersama, mengabadikan momen bersejarah Agla dan Mayu.
Untuk sejenak Mayu sempat melupakan neneknya karena tinggkah konyol teman-temannya. Apalagi Lora dan Shinta juga meminta mereka membuat tiktok bersama untuk kenang-kenangan.
"Selamat menempuh hidup baru untuk Alga dan Mayu dan semoga secepatnya kami diberikan keponakan yang lucu-lucu!" kompak mereka semua ke arah kamara. Mereka semua bersorak girang dan itu membuat Alga dan Mayu tersenyum lebar.
__ADS_1
"Untuk teman-teman semua terima kasih sudah mau berpartisipasi di acara pernikahan kami. Terima kasih juga untuk kalian yang sudah rela meluangkan waktu serta tenaga untuk kami. Tanpa kalian acara pernikahan kami tidak akan seistimewa ini. Kami mungkin tidak akan bisa membalasnya satu persatu tapi kami yakin Allah pasti akan membalas yang terbaik untuk kalian. Kami juga berdoa, semoga teman-teman yang sedang mencari pasangan dimudahkan jalannya dan secepatnya dipertemukan dengan pasangan yang tepat. Bagi yang sudah punya pasangan, semoga langgeng dan secepatnya menyusul kami. Kami juga berdoa semoga kalian selalu diberi kesehatan dan dilancarkan karir dan usahanya. Kami sayang kalian semua." ujar Alga menyampaikan rasa terima kasihnya.
"Amin," kompak mereka dan mereka semua saling merangkul membentuk lingkaran. Mereka bernyanyi dan bergoyang bersama sebagai penutup acara.