Kekasih Bayaran Tuan Muda

Kekasih Bayaran Tuan Muda
Kecupan Pertama


__ADS_3

"Cup,"


Mayu yang sedang asik memainkan ponselnya, di taman belakang perpustakaan kampusnya seketika menoleh saat ada yang mengecup pipinya.


"Kak!" seru Mayu dan langsung melihat sekelilingnya, takutnya ada yang melihat Alga mengecup pipinya.


"Biasa saja Ay, hanya kecup pipi ini, bukan kecup bibir." ujar Alga kemudian duduk di samping kekasihnya.


"Hehe ... takutnya ada yang iri gitu loh Kak." ujar Mayu tersenyum malu.


"Bisa saja kamu." ujar Alga kemudian mengacak gemas rambut kekasihnya.


"Lagi mengerjakan apa kamu?" tanya Alga lagi.


"Ini Kak, aku hanya sedang mencari harga laptop murah. Sebentar lagi tugas akan semakin banyak dan aku butuh laptop. Selain itu aku juga harus belajar banyak soal laptop karena laptop bisa mempermudah pekerjaanku." ujar Mayu.


"Kamu benar sekali Ay, sebagai seorang mahasiswa, laptop itu memang penting sekali untuk kita. Terlebih kita yang notabennya jurusan manajemen bisnis." ucap laki-laki berparas tampan itu.


"Itu dia Kak makanya aku ingin beli laptop. Kak Alga ada rekomendasi, laptop yang harganya murah tapi kualitasnya ok?" tanya Mayu.


Alga seketika menatap kekasihnya.


"Bukannya kata kamu, ada harga ada kualitas ya Ay?" goda Alga.


Mayu seketika tersenyum mendengarnya.


"Kak Alga ingat saja."


"Tentu saja aku ingat Ay, karena apa yang kamu katakan memang benar adanya." ujar Alga.


"Itu dia Kak, makanya aku jadi galau ini. Aku perhatikan harga laptopnya kebanyakan di atas 5 jutaan. Kalau misalkan aku beli laptop yang harga 5 jutaan, rasanya kok sayang banget. Uang 5 juta itu kalau aku gunakan buat nambah modal, dapat banyak banget itu, dan aku bisa seminggu sekali saja belanjanya." ujar Mayu kepikiran uangnya. Sekali pun tabungannya masih banyak, Mayu tidak ingin boros.


"Harusnya kamu jangan pikirkan ke arah sana Ay, tapi pikirkanlah manfaat jangka panjangnya. Apalagi nanti kalau sudah mulai nyusun skripsi, laptop itu adalah salah satu barang yang paling kamu butuhkan Ay. Tidak perlu menunda-nunda untuk satu hal yang memang kita butuhkan. Ditambah lagi kamu memang punya uangnya, kalau tidak punya ya mau tidak mau, harus ditunda bukan?" saran Alga.


"Benar juga ya Kak, kalau begitu aku akan beli laptopnya. Kak Alga nanti temani Mayu beli laptop ya, Kak Alga kan sudah mengerti tentang laptop." putus Mayu akhirnya.


"Gampang kalau soal itu. Sekarang kamu mau belajar cara menggunakan laptop?" tanya Alga.


"Laptopnya kan belum ada Kak." ujar Mayu polos.


Alga tersenyum tipis mendengarnya.


"Sayang, kamu lupa pacar kamu yang ganteng ini punya laptop yang canggih?" ujar Alga narsis.


Mayu lagi-lagi tersenyum.


"Benar juga. Kalau begitu aku mau belajar Kak, mumpung masih ada waktu." semangat Mayu

__ADS_1


"Ok, tapi sebelumnya, berani bayar berapa kamu?" goda Alga.


"Kak Alga kok bayar sih? Kak Alga kenapa jadi perhitungan begini? Sama pacarnya itu enggak boleh perhitungan loh Kak. Mayu saja enggak pernah perhitungan sama Kak Alga." protes Mayu.


Alga menunjuk pipinya dan tidak perduli protesan kekasihnya.


"Maksudnya?" bingung Mayu.


"Kamu bisa kecup pipiku saja sebagai bayarannya." ujar Alga sambil menaikturunkan alisnya.


"Kak Alga apaan sih?" ujar Mayu kembali tersenyum malu.


"Ayolah Ay kecup pipiku! Aku enggak pernah perhitungan loh kecup pipi kamu. Bahkan tanpa kamu minta pun, aku selalu memberikannya dengan tulus. Bahkan kalau kamu minta aku kecup bibir kamu pun, aku pasti akan dengan senang hati memberikannya Ay." ujar Alga lagi semakin semangat menggoda kekasihnya.


"Itu sih maunya Kak Alga,"


"Hehe ... Ayo Ay! Mau belajar menggunakan laptop tidak?" ujar Alga kembali menunjuk pipinya.


Mayu menatap menatap Alga dan beralih menatap sekitarnya.


Setelah memastikan keadaan sekitarnya aman, Mayu langsung mengecup cepat pipi Alga.


Mayu seketika melotot begitu sadar kalau bibirnya bukan mengenai pipi Alga, tapi bibir Alga.


Alga memang sengaja memalingkan wajahnya begitu tahu Mayu akan mengecupnya.


"Kurang berasa sih Ay, tapi buat nagih. Lagi dong Ay!" goda Alga dan tersenyum penuh kemenangan.


"Haha ...." Alga sampai tertawa ngakak melihat tingkah kekasihnya. Padahal itu hanya sekedar kecupan loh, bukan ci*man yang sesungguhnya. Walau begitu, Alga tidak bisa memungkiri kalau hati Alga bisa bergetar karenanya dan rasanya itu sungguh menyenangkan.


Alga kemudian membawa Mayu kedalam pelukannya dan memeluk Mayu gemas.


"Enggak perlu malu Ay. Santai saja!" ujar Alga.


Gimana Mayu bisa santai kalau gara-gara kecupan itu, jantung Mayu berdebar lebih cepat dari biasanya.


"I love you Ay," ujar Alga pelan dan tanpa melepas pelukannya.


"I love you too Kak." balas Mayu.


Alga tersenyum senang, rasanya selalu menyenangkan jika bisa menghabiskan waktu dengan Mayu, dan Alga semakin mencintai kekasih ini.


***


Alga dan Mayu melangkah bersama masuk toko elektronik atau lebih tepatnya toko laptop.


Alga menggenggam tangan kekasihnya dan memperhatikan laptop yang dipajang.

__ADS_1


"Kamu mau yang bentukannya seperti apa Ay, mau yang lebih tipis atau ringan?" tanya Alga.


"Aku bentuknya mau seperti apapun tidak masalah Kak, yang penting kualitasnya ok dan harganya tidak terlalu mahal." ujar Mayu.


"Ok aku mengerti. Kalau begitu kita tanya penjualnya saja." ujar Alga.


Alga menanyakan laptop sesuai dengan bajet Mayu. Pemilik toko memberikan beberapa contoh.


Alga memperhatikan masing-masing laptopnya dan menanyakan beberapa hal terpenting, termasuk kapasitas baterai, Ram, sistim operasi, CPU yang digunakan dan lain sebagainya. Walau uang Mayu pas-pasan, Alga tentu ingin Mayu mendapatkan laptop dengan kualitas terbaik.


Sedangkan Mayu hanya diam saja, dan mendengarkan dengan serius pembicaraan Alga dan penjualnya.


Mayu tanpa sadar tersenyum tipis, saat sedang serius, Alga itu auranya sangat berbeda dan tentu saja semakin ganteng. Beruntung dia punya pacar paket komplit seperti Alga.


Mayu seketika tersadar dari lamunannya begitu mendengar ponselnya berbunyi. Tanpa menunggu lebih lama lagi, Mayu merogoh sakunya dan mengambil ponselnya.


Kening Mayu berkerut begitu melihat ada pesan dari dari nomor baru. Mayu kemudian membuka pesannya.


[Mayu ini Daddy. Daddy ingin bertemu, apa kamu bisa bertemu dengan Daddy? Balas cepat jika bisa. Ini Daddy pinjam posel teman Daddy.]


'Daddy,' batin Mayu. Tanpa pikir panjang Mayu langsung balas cepat pesan daddynya. Mayu ingin bertemu dengan daddynya. Mayu sangat merindukan daddynya.


[Tentu saja bisa Dad, Daddy ada dimana?]


[Daddy akan tunggu kamu di restoran RA yang letaknya tidak begitu jauh dari mall C. Jika kamu datang ke sana, kamu bisa parkirkan motor kamu di mall C saja. Ada seseorang yang suka mengikuti kamu dan pastikan seseorang itu tidak tahu kamu datang ke restoran RA. Begitu juga saat kamu sampai di restoran RA, pastikan supir dan bodyguard Daddy tidak tahu kamu masuk private room.]


Alis Mayu seketika terangkat begitu membaca pesan daddynya. Mayu baru tahu kalau diam-diam ada yang mengikutinya. Siapa yang mengikutinya dan ada tujuan apa dia mengikuti Mayu? Mayi jadi penasaran.


[Baik Dad, Mayu mengerti, tapi Mayu tidak kenal supir dan bodyguard Daddy. Bagaimana Mayu bisa pastikan mereka tidak akan melihat Mayu masuk ruang private?]


[Foto dikirim.]


[Foto dikirim.]


[Mereka berdua adalah supir dan bodyguard Daddy.]


[Ok Dad. Ini Mayu langsung ke sana Dad, tunggu Mayu.] balas Mayu lagi.


"Ay! Ay! Mayu!" panggil Alga menyadarkan Mayu yang tengah asik berkirim pesan dengan Daddy.


"Eh iya Kak. Kak Alga maaf banget ya Kak, urusan beli laptopnya kita tunda dulu, Mayu ada urusan penting Kak. Maaf juga Mayu tidak bisa antar Kak Alga pulang. Mayu harap Kak Alga bisa mengerti. Mayu duluan ya Kak. Kak Alga hati-hati pulangnya!" ujar Mayu terburu-buru.


Mayu kemudian meraih tangan Alga dan langsung salim dan tanpa persetujuan Alga, Mayu pergi meninggakkan Alga.


Alga menatap bingung kekasihnya. Urusan penting apa yang Mayu maksud? Apakah saat ini ada yang lebih penting dari dia?


Apa jangan-jangan Mayu menyembunyikan sesuatu dari dia? Tapi apa yang disembunyikan Mayu dari dia? Apa jangan-jangan ini menyangkut ayah kandungnya?

__ADS_1


Sementara itu Mayu sudah dalam perjalanan menuju mall C. Mall C tidaklah begitu jauh dari kampusnya dan tidak begitu jauh juga dari toko tempat dia dan Alga ingin membeli laptop.


Selama menjalankan motornya, Mayu sesekali melirik ke kaca spion. Mayu ingat kata-kata daddynya dan Mayu ingin mencari tahu siapa yang sudah mengikutinya. Apakah dia naik motor atau naik mobil?


__ADS_2