
Mayu dan Alga sudah kembali ke villa Alga yang ada di Bali. Begitu juga dengan Alex dan Naura. Walau mereka sempat berpisah setelah perjalanan bulan madu mereka di Labuan Bajo tapi mereka memilih kembali di hari yang sama dan itu karena resepsi pernikahan kedua mereka akan diadakan besok.
Untuk pesta kedua keluarga yang diundang baik itu keluarga Alga, Mayu, Naura, dan Alex hanya keluarga terdekat saja yang diundang begitu juga dengan teman-teman mereka, hanya teman terdekat saja yang ikut memeriahkan acara pernikahan mereka. Undangan pernikahan mereka hanya sekitar 200 orang saja.
"Nenek!" seru Mayu begitu melihat nenek tengah bersantai di dekat kolam bersama Tuti juga orang tua Alga. Mereka memang sudah dari beberapa hari yang lalu datangnya karena tidak ingin nenek Iroh kecapekan. Hitung-hitung sekalian liburan juga.
Nenek Iroh dan yang lainnya menoleh. Senyum Mayu mengembang dan langsung mempercepat jalannya. Dia sangat merindukan neneknya. Seminggu lamanya dia tidak bertemu dengan neneknya membuat rasa rindu Mayu menumpuk.
"Pelan-pelan Ay, Nenek tidak akan pergi!" ujar Alga mengingatkan istrinya.
Mayu sempat menoleh dan kembali tersenyum. Setelah mereka menikah Mayu benar-benar bisa merasakan rasa sayang Alga yang semakin besar untuknya dan Mayu pastinya sangat bahagia.
"Nenek!" seru Mayu lagi dan langsung memeluk neneknya dari samping. Mayu juga tidak lupa mengecup pipi kiri dan kanan neneknya.
"Yang habis bulan madu terlihat bahagia sekali." ujar nenek Iroh dan Mayu kembali tersenyum.
"Tentu saja cucu Nenek yang paling cantik ini terlihat bahagia, kan perginya bersama Alga, Nek." ujar Alga dengan percaya dirinya.
"Benar juga ya Nak Alga dan apakah Nenek sudah mendapat kabar bahagianya?" tanya nenek Iroh lagi dan mendapat anggukan antusias dari Dira. Dira setuju dengan pertanyaan nenek Iroh.
"Ya belum lah Nek. Buru juga selesai bulan madunya. Nenek ini ada-ada saja pertanyaannya." ujar Mayu cepat.
"Ya kan siapa tahu nak Alga topcer, kalian menikahnya udah 2 mingguan loh." ujar nenek Iroh lagi membuat Alga dan Mayu saling menatap. Nenek Iroh tidak tahu saja kalau malam pertama mereka terpaksa ditunda seminggu.
"Iya Nek, doakan saja ya semoga secepatnya hasilnya kelihatan." ujar Mayu lagi.
"Amin." ujar Nenek Iroh dan Mayu beralih salim pada mertuanya dan Tuti juga. Walau Tuti hanya pembantu di keluarga Pratama, bagi Mayu Tuti sudah seperti budhenya sendiri karena dia menganggap Tuti ibunya rangga bukan pembantunya Alga.
__ADS_1
"Mbak Vivi dan yang lainnya belum sampai Mi?" tanya Mayu.
"Belum. Mereka masih di jalan dan kemungkinan sebentar lagi akan sampai." jawab Dira.
Mayu mengangguk mengerti dan mereka masih lanjut mengobrol dan membahas beberapa hal, terutama untuk acara besok.
"Ah iya itu koper kamu dan Alga sudah sampai sebaiknya periksa dulu, takutnya ada yang ketinggalan." ujar Dira mengingatkan menantunya.
"Benar juga ya Mi, Mayu priksa dulu Mi,"
"Iya,"
"Ay ikut!" ujar Alga membuat Pratama dan yang lainnya menggelengkan kepalanya. Ini Alga enggak bisa benget jauh-jauh dari istrinya.
"Kami masuk dulu ya Mi dan semuanya." ujar Alga.
"Siap Mi, Alga enggak akan lama Mi." ujar Alga mantap. Alga juga tidak ada niatan melakukan macem-macem niatnya hanya menemani istrinya saja.
***
Alga dan Mayu serta Alex dan Naura tampak puas melihat dekorasi pernikahan mereka. Dekorasinya tampak simpel tapi kesannya sangat romantis dan langsung menghadap ke arah laut.
"Gimana menurut lo Al?" tanya Alex.
"Sudah pas dan sesuai dengan yang gue harapkan." ujar Alga mantap.
"Sama gue juga. Untuk istri kami tercinta, bagaimana pendapat kalian?" tanya Alex lagi.
__ADS_1
Baik Mayu atau Naura sama-sama mengacungkan jempolnya.
"Semuanya sudah pas Mas," ujar Naura mantap.
"Baguslah, kalau begitu kita sudah bisa kembali ke villa." ujar Alex lagi. Naura dan yang lainnya mengangguk.
Naura dan Mayu juga menggandeng tangan pasangan masing-masing dan mereka melangkahkan kaki bersama. Villanya tidak begitu jauh dari tempat diadakan pesta dan mereka milih jalan kaki saja.
"Alga!" seru seseorang tiba-tiba membuat keempat anak manusia menoleh.
Mata Mayu seketika melotot begitu melihat orang itu tiba-tiba berlari pada Alga dan langsung memeluk Alga erat.
Tidak hanya Mayu yang melotot, Alga, Alex dan Naura juga ikutan terkejut melihat aksi tiba-tiba orang itu.
"I miss you Alga. Aku tidak menyangka kita akan bertemu kembali di Indonesia. Apakah ini yang dinamakan jodoh." ujarnya membuat mata Mayu mau keluar sedangkan Alga melambaikan tangannya cepat. Alga tentu saja tidak setuju dengan apa yang dikatakan temannya itu. Dia sudah punya istri dan dia sangat mencintai istrinya.
"Maaf Vira, tolong lepaskan pelukan kamu, isteri saya ada di sini. Jangan sampai dia salah paham pada kita." ujar Alga dan melepaskan pelukan temannya yang bernama Vira itu. Vira adalah salah satu teman Alga saat di London. Mereka kuliah di kampus yang sama. Mereka tidak satu jurusan hanya saja karena sesama dari Indonesia mereka jadi sering bertemu dan itu karena mereka memiliki perkumpulan mahasiswa sesama dari Indonesia.
Vira melepas pelukannya dan menatap tidak percaya pada Alga.
"Istri, Alga?" ujarnya seakan tidak percaya. Di London Alga terkenal dengan mahasiswa yang alim, dia juga sangat menjaga jarak dan pandangan pada para wanita di sekitarnya dan karena itu juga banyak yang diam-diam mengaguminya dan berharap Alga bisa jadi pacarnya. Sayangnya jangankan jadi pacar, mereka mau pendekatan saja selalu gagal, karena respon Alga sangat dingin. Sempat juga ada yang berpikir Alga punya kelainan dan Alga juga cuek saja.
"Iya istri saya, Mayu namanya. Mayu sini Ay!" ujar Alga sambil menarik tangan Mayu supaya dekat dengannya. Alga tentu saja tidak mau istrinya salah paham. Bisa gawat kalau Mayu marah padanya. Bisa-bisa dia tidak dapat jatah malam.
Mayu yang sebelumnya sangat terkejut dan ingin marah rasanya seketika mengurungkan niatnya begitu Alga menarik tangannya. Selain Itu Mayu tentu tidak mau marah pada Alga di hadapan perempuan lain, bisa-bisa kesenengan perempuan itu. Mayu harus tetap elegan.
Perempuan itu menatap Mayu dari atas sampai bawah dan menilai Mayu. Bukan Mayu yang merasa kesal tapi Naura. Apa maksud perempuan itu menatap kakaknya seperti itu? Apa dia tidak tahu siapa Mayu? Penampilan Mayu memang jauh dari kata mewah tapi kesan elegan dan mahalnya tetap kelihatan karena Mayu juga sudah pintar memilih busana yang cocok untuk dia sebagai menantu Pratama.
__ADS_1
"Seriusan perempuan ini istri kamu Alga? Tidak salah kamu?" ujarnya menatap remeh pada Mayu.