Kekasih Bayaran Tuan Muda

Kekasih Bayaran Tuan Muda
Perjuangan Demi Mendapatkan Restu


__ADS_3

Hari demi hari berlalu hari-hari Mayu berjalan dengan lancar terutama untuk ujian semesternya. Mayu senang dia bisa menjawab soal dengan baik, dan walaupun hasilnya belum keluar, Mayu yakin nilai IPKnya pasti cukup memuaskan. Tidak jauh berbeda dengan nilai IPK Alga. Dan seperti yang sudah Mayu dan yang lainnya rencanakan, setelah selesai ujian semester maka mereka akan mengerjakan bisnis yang sudah mereka rencanakan sebelumnya.


Berhubung persiapan mereka sudah matang dan modal juga sudah ada, maka mereka bisa gerak cepat.


Di hari pertama, mereka mengerjakan untuk bagian sembakonya terlebih dulu. Mereka memang sengaja buka mini agen sembako untuk menarik para pembeli, dan yang bertanggung jawab untuk sembako adalah Yudha, Irpan dan nenek Iroh. Walau begitu yang lainnya juga tetap saling membantu.


Di hari kedua mereka sudah mulai belanja bahan dan perlatan untuk buka usaha konveksi. Mereka mau membuat pakaian dalam dengan merek sendiri dan mereka namakan Maga Wear yang berarti memakai Mayu dan Alga. Pakaian dalamnya juga tersedia untuk laki-laki dan perempuan dan tentunya dengan bahan yang berkualitas.


Mayu dan teman-temannya tampak begitu kompak dan fokus dengan tugas masing-masing. Ada yang sibuk interview karyawan baru, ada juga yang sibuk melayani penjualan online juga offline dan ada juga yang sibuk di bagian konveksi tentunya.


Tidak ada yang malas-malasan, semuanya terlihat begitu bersemangat dan sangat antusias.


Untuk produk Maga Wear sendiri memang belum mulai produksi tapi Mayu sudah stok barang yang banyak untuk mereka jual, baik itu offline maupun online. Jadi tidak ada itu kata santai untuk mereka. Apalagi Shinta dan Lora juga terlihat begitu bersemangat jualannya, jadi barang yang terjual pun cukup banyak.


"May hari ini untung kita lumayan banyak loh, ini untungnya mau dimasukkan ke rekening atau mau dijadikan tambahan modal lagi?" tanya Lora selaku bendahara umum.


"Kalau menurut gue sih untungnya dikumpulkan dulu saja, dan nanti kalau sudah banyak kita sumbangkan buat ke masjid sebagian juga untuk panti asuhan sebagian, sekaligus kita adakan makan bersama dengan mereka juga. Hitung-hitung sebagai ucapan syukur kita dan biar kedepannya juga usaha diperlancar dan jalannya juga dipermudah. Tapi kalau yang lainnya ada pendapat lain juga silahkan saja, di sini kita bebas berpendapat dan kita akan pilih suara terbanyak." ujar Mayu.


"Gue setuju sama lo May, gue belum pernah berbagi, dan gue ingin sekali berbagi. Hanya saja, gue juga ingin berbagi pada orang tua gue. Walau hanya seratus atau dua ratus ribu juga tidak masalah. Seenggaknya gue bisa memberikan hasil kerja keras pertama gue pada orang tua gue. Gue ingin membuat orang tua gue bangga juga bahagia atas pencapaian gue." usul Shinta.


"Usul diterima, bagaimana dengan yang lain?"


"Kalau aku juga setuju sama Shinta, May tapi kalau boleh sih tambah 100 ribu lagi buat traktir pacar." ujar Irpan dan diakhiri dengan senyum malunya.


"Huu ... dasar si Irpan bucin." goda Rangga membuat Irpan semakin malu.


"Tapi enggak apa-apa juga sih Kak, kita lebihkan buat pacarnya Irpan. Pacarnya Irpan juga sudah bantu banyak loh. Dia juga semangat banget promosi jualan kita, dan dia sama teman-temannya juga beli banyak kemarin." ujar Lora membela temannya.


"Iya gue juga setuju, ikhlas gue kalau buat Riana." ujar Mayu mantap.


"Kami juga ikhlas kok May." ujar Yudha.


"Mantap, terus untuk yang lainnya gimana?" tanya Mayu lagi.


"Saya juga setuju dengan Shinta, May." ujar Rangga.


"Saya juga," ucap Yudha.

__ADS_1


"Gue juga." jawab Lora tidak mau kalah.


"Kalau Nenek, gimana Nek?" tanya Rangga pada nenek Iroh yang diam saja dari tadi.


"Nenek ikut saja Nak, asal kalian senang, Nenek juga senang." ujar Nenek Iroh dan senyum di wajahnya. Nenek Iroh tak perduli masalah untung. Dengan adanya teman-teman Mayu di rumahnya juga sudah untung bagi dia, karena sejak ada mereka, nenek Iroh tidak pernah kesepian lagi ditambah lagi teman-temannya Mayu juga saling bergantian bawa oleh-oleh untuknya, tentu itu menjadi kebahagiaan tersendiri bagi nenek Iroh. Dia benar-benar merasa bahagia diusia tuanya.


"Cie Nenek manis banget sih. Kami juga senang kok, kalau nenek senang. Benar enggak teman-teman?" ujar Shinta.


"Tentu saja." kompak mereka, membuat senyum nenek Iroh semakin lebar, dan senyum itu juga menular pada Mayu tentunya. Mayu benar-benar senang bisa memberikan kebahagian yang berlimpah pada neneknya di usia tuanya. Ini adalah salah satu cita-cita Mayu dari dulu, dan Allah mewujudkannya di saat yang tepat.


"Wah ... wah ada apa ini? Kompak banget kalian." ujar Alga dari arah pintu sambil membawa 2 kotak pizza dan 1 kotak dunkin donuts.


Mayu dan yang lainnya seketika menoleh.


"Wih Kak Alga datang bawa makanan, mantap." seru Shinta dan langsung menyambut antusias makanan yang dibawa Alga, sedangkan Mayu senyumnya makin melebar lagi. Mayu sangat senang melihat kedatangan kekasihnya. Sejak Alga masuk kantor, baru kali ini Alga bisa berkunjung lagi. Mayu bener-benar merindukan kekasihnya.


Alga juga balas tersenyum pada kekasihnya. Dia memberikan makananya pada Shinta kemudian mendekat pada Mayu. Alga memberi pelukan hangatnya pada Mayu dan tak lupa mengecup dalam kening Mayu.


Rasa rindu Alga juga sangat besar untuk Mayu. Sejak mereka pacaran baru kali ini mereka tidak bertemu sampai berhari-hari dan itu membuat rasa rindu Alga semakin menjadi. Hanya saja dia harus menahan dirinya karena ini demi masa depannya juga Mayu, dan juga demi mendapatkan restu maminya.


"Ehem ehem ...." Rangga sengaja berdehem keras menggoda Alga dan Mayu.


Setelahnya dia kembali duduk di samping Mayu kemudian merangkul kekasihnya. Alga masih merindukan Mayu. Mayu hanya tersenyum saja melihat kelakuan kekasihnya karena dia juga merasakan hal yang sama.


"Kebiasaan deh lo Al, kalau ikut gabung pasti maunya nempel Mayu terus." protes Yudha.


"Udah enggak usah bacot makan saja itu pizza! Nek silahkan dimakan Nek, mupung masih hangat. Rangga bantu nenek mengambilkan pizzanya!" ujar Alga dan sifat bossynya langsung keluar. Padahal sekarang yang jadi bosnya Rangga adalah Mayu, tapi Alga sepertinya lupa diri.


"Iya Alga, ini gue juga mau ambilkan buat Nenek. Nenek itu calon cucu mantunya enggak sabaran banget ya Nek, pecat saja Nek! Mending Rangga saja yang dijadikan calon cucu mantu. Dijamin penyabar dan perhatian." ujar Rangga sambil mengambilkan pizza untuk nenek Iroh.


"Eh sembarangan lo. Ini cucu mantu idaman loh. Benar enggak Nek?" ujar Alga tidak terima.


"Iya benar sekali Nak Alga." ujar nenek Iroh mantap membuat senyum Alga semakin lebar.


"Terima kasih Nenek."


"Sama-sama Nak Alga,"

__ADS_1


"Terima kasih juga Sayang," ujar Alga karena Mayu memberikan sepotong pizza untuknya.


"Sama-sama Kak," balas Mayu.


"Kak Alga, ini tumbenan banget Kak alga datang bawa oleh-oleh. Oleh-oleh mahal lagi. Kak Alga enggak kere lagi sekarang?" tanya Lora sambil makan donat.


"Masih. Hanya saja ini makanan bukan saya yang membelikannya tapi om David." ujar Alga apa adanya membuat Mayu dan nenek Iroh seketika menoleh padanya.


"Kok bisa om David yang membelikan ini untuk lo Al?" tanya Yudha yang mewakili isi hati Mayu.


Alga tidak langsung menjawab tapi dia melirik sebentar pada Mayu. Mayu pura-pura menggigit pizza meski sebenarnya dia sangat butuh jawaban dari Alga.


"Kebetulan gue pulang bareng sama om David dan saat gue bilang mau singgah ke rumah Mayu, dia menawarkan makanan itu untuk kalian. Ya, gue enggak mungkin dong menolak rejeki, apa lagi om David itu sangat ikhlas memberikannya. Dia juga bareng sama gue ke sini, hanya saja dia langsung pulang." cerita Alga membuat Mayu lagi-lagi menatap padanya.


Daddynya sudah datang ke rumahnya, itu berarti daddynya sudah melihat secara langsung seperti apa rumahnya. Mayu benar-benar senang mendengarnya. Andai saja Mayu tahu Alga akan datang bersama daddynya, Mayu pasti dengan senang hati menunggu depan rumah. Dalam hati Mayu, dia mengucapkan terima kasih untuk Alga.


Sementara Alga juga diam-diam tersenyum tipis melihat wajah senang Mayu, karena itu adalah kejutan yang dipersiapkanya secara diam-diam dan tanpa Mayu sadari. Sebesar itu memang cintanya pada Mayu. Dia membantu Mayu secara diam-diam dan tanpa pernah mengharapkan balasan dari Mayu. Bagi Alga cukup dibayar dengan senyum Mayu saja, sudah lebih dari pada cukup.


"Kalau begitu sampaikan rasa terima kasih kami pada om David ya Al, bilang juga padanya, sering-sering gitu!" ujar Rangga.


"Kak Rangga ngelunjak ihh, tapi saya juga setuju sih, lumayan makan enak hehe ... Eh tapi bukannya om David itu papanya Naura ya?" ujar Lora.


"Iya Lora, dia daddynya Naura," jawab Alga.


'Dan juga daddynya Mayu.' lanjutnya dalam hati.


"Wah baik ya dia. Padahal dia enggak kenal kita loh tapi dia mau berbagi pada kita. Benar-benar om-om idaman banget, sangat berbeda dengan anaknya." ujar Shinta.


Alga hanya tersenyum sambil menggelengkan kepalanya. Sedangkan Mayu seketika memberikan lirikan mautnya. Ingin rasanya Mayu berteriak, kalau ada anaknya juga di sini dan Mayu tidak jauh beda dengan daddynya, tapi apalah daya Mayu, dia tidak mungkin mengatakan itu pada teman-temannya.


"Hus Beb, enggak boleh bicara seperti itu! Kalau mau memuji ya puji saja tapi jangan sampai merendah orang lain juga, apalagi itu masih menyangkut orang terdekatnya." ujar Yudha mengingatkan kekasihnya.


"Nah benar Shinta, gue sangat setuju dengan kak Yudha." ujar Mayu semangat yang diam saja dari tadi membuat Alga tersenyum penuh arti.


"Iya Mayu iya," ujar Shinta kemudian menggigit besar pizzanya.


"Ah Iya Al, produk Mega Wear kemungkinan besok udah jadi dan kami sudah membuat keputusan kalau kami ingin menggunakan lo dan Mayu sebagai modelnya. Lo mau kan Al membantu kami?" ucap Rangga.

__ADS_1


"Loh kenapa harus kami, memangnya kalian enggak ada lagi uang buat bayar model?" tanya Alga dan seketika menatap Mayu.


__ADS_2