Kekasih Bayaran Tuan Muda

Kekasih Bayaran Tuan Muda
Hari Pernikahan


__ADS_3

"Hayo, habis ngapain kalian?" ujar Naura seakan menuduh kakak iparnya.


Alga hanya menatap malas adik tirinya. Mau mereka melakukan apapun, terserah mereka dong. Mereka sudah sah ini.


"Mayu lo belum diperawanin Kak Alga kan?" ujar Shinta ikutan membuat Alga semakin kesal saja pada mereka. Walaupun Alga sudah lama menginginginkannya tapi dia masih tahu waktulah dan dia juga tidak mau terburu-buru, mengingat ini pertama kali untuknya dan Mayu.


"Tidak secepat itu juga Shinta. Kalian ada apa ke sini?" ujar Alga akhirnya buka suara juga.


"Kami bawa perlengkapan Mayu, Kak. Itu periasnya juga sudah datang. Kalian sudah harus bersiap-siap." ujar Shinta lagi.


Alga mengangguk dan mempersilahkan mereka masuk.


"Cie cie yang sudah jadi nyonya Alga, seperti apakah rasanya?" ujar Lora masih lanjut menggoda Mayu.


Alga hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah para bridesmaid istrinya. Sedangkan Mayu hanya tersenyum malu saja. Tentu saja rasanya sangat bahagia, hanya saja Mayu terlalu malu mengayakannya.


"Senyum-senyum saja lo! Pasti rasanya sangat membahagiakan ya May?" ujar Riana sambil meletakkan sepatu untuk Mayu.


"Ya gitu deh," ujar Mayu akhirnya dan langsung mendapatkan sorakan dari teman-temannya.


"Cie cie ... Mau juga dong!" seru mereka membuat senyum Mayu semakin mengembang.


"Udah ... udah! Kalian ini jangan menggoda istri saya terus dong! Kasihan dia," ujar Alga membela Mayu.


"Cie cie, istri nie ...." goda mereka lagi membuat Alga juga ikutan tersenyum. Beginilah kalau dia duluan yang menikah diantara teman-temannya yang lain, pasti yang namanya godaan itu, tidak akan terelakkan.


"Iya dong istri. Kalian pasti sirik ya karena belum ada yang memanggil istri? Kasihan," ujar Alga balas menggoda mereka membuat Naura dan yang lainnya kembali bersorak dan tidak terima dengan apa yang dikatakan Alga walau itu memang benar adanya.


"Ih Kak Alga, jangan bilang kasihan dong, doain kek biar kami juga secepatnya dilamar!" protes Shinta.


"Yakin mau secepatnya dilamar?" ujar Alga lagi.


"Nanti saja deh hehe ...." ujar Shinta tertawa kecil. Dia bukannya belum siap jadi istri, tapi dia masih ada 2 adik lagi yang masih menempuh pendidikan, yang satunya masih kuliah dan satu lagi masih SMA. Dia ingin membantu orang tuanya terdulu, seenggaknya sampai adiknya yang nomor 2 lulus kuliah. Selain itu Yudha pacarnya juga masih harus bayaran cicilan rumah untuk Alga. Untuk itu dia mau fokus pada itu dulu, walau Alga juga tidak pernah menagih cicilannya dan terserah mau bayar kapan saja. Lagian mereka berdua juga tidak ada niatan ingin buru-buru menikah, beda dengan Mayu yang sangat memikirkan neneknya yang sudah tua dan ingin melihatnya segera menikah. Selain itu semuanya juga sudah ada, jadi tidak ada alasan bagi Mayu menunda pernikahannya.


"Plin plan kamu. Ah iya, untuk acara resepsi nanti, apa kalian punya sendal yang nyaman untuk Mayu? Saya tidak ingin kaki Mayu sakit karena kelamaan berdiri pakai heels." ujar Alga perhatian dan langsung mendapat tatapan menggoda dari para bidesmaid Mayu.


"Sendalnya ada kok Al, tenang saja. Kami sudah meletakkannya di bawah kursi pengantin kalian." ujar Rani mantap.


"Baguslah, kalian memang bisa diandalkan."


"Iya dong,"


"Nenek gimana, apa dia sudah makan siang?" tanya Mayu tiba-tiba. Mayu tidak pernah bisa berhenti memikirkan neneknya.


"Sudah dong May, calon mertua gue tidak pernah jauh-jauh dari dia. Selain itu Ira dan Yuli juga, selalu siap siaga untuk mambantunya." ujar Lora.


"Baguslah," ujar Mayu merasa lega. Dia merasa beruntung memiliki bridesmaid yang selalu siap membantunya, bukan bridesmaid yang numpang eksis saja.

__ADS_1


***


"Terima kasih Naura," ujar Alga begitu Naura memberikan makanan untuknya dan Mayu.


"Sama-sama Kak. Kak Alga misal butuh apa-apa lagi langsung bilang saja!" ujar Naura.


"Ok," ujar Alga kemudian menarik kursi ke samping istrinya yang tengah didandani.


"Makan dulu Ay!" ujar Alga kemudian menyuapi Mayu.


Mayu dengan senang hati menerima suapan Alga walau ada sedikit perasaan malu juga. Ada banyak orang disekitar mereka dan tidak semuanya kenal dekat dengan Mayu terutama tim dari periasnya.


"Kak Alga juga makan!" suruh Mayu disela-sela mengunyah makanannya.


"Tentu aku juga makan Sayang," ujar Alga dan langsung disambut dengan deheman keras perias Mayu, Ivan namanya. Dia sudah kenal dekat dengan Mayu. Sadangkan Mayu lagi-lagi tersenyum malu.


"Ehem ... ehem! Maklum deh sama pengantin baru, makan saja saling suap-suapan, saling sayang-sayangan, tapi ingat loh Alga, suap-suapannya jangan hari ini saja, kalau bisa sampai kakek nenek gitu." ujar Ivan laki-laki yang sedikit kemayu itu.


"Maunya sih begitu Mas. Doakan kami ya biar langgeng selamanya. Saya inginnya hanya Mayu yang jadi istri saya selamanya dan begitu juga sebaliknya. Saya sangat mencintai istri saya Mas dan berharap cinta ini tidak pernah pudar untuknya." ujar Alga dan langsung mendapat sorakan dari tim perias Mayu.


"So sweet!" seru mereka.


Alga tersenyum lebar sedang Mayu wajahnya sudah mirip kepiting rebus. Suaminya ini memang paling bisa membuatnya senang.


"Apanya yang so sweet?" ujar Dira dari arah pintu membuat Mayu dan yang lainnya menoleh padanya.


"Mi!" kompak Mayu dan Alga. Dira tersenyum lembut pada mereka. Dira memang sudah meminta mayu memanggilnya mami karena Mayu sudah jadi anaknya juga.


"Iya Mi," ujar Alga.


Dira menganggu, dia mengusap pelan pipi Mayu dan beralih pada Ivan yang sedang merapikan sanggul Mayu. Kali ini sanggulannya berbeda lagi dan menyesuaikan dengan tema gaun Mayu.


"Van!"


"Iya Mbak,"


"Untuk makeup sebelumnya memang sangat cantik dan buat pangling, tapi saya kurang suka makeup bagian mata Mayu. Terlalu tajam dan Mayu juga jadi terlihat lebih dewasa. Saya malah lebih suka makeup Mayu waktu pengajian, disitu matanya kelihatan lebih bercahaya dan kesan imutnya tetap kelihatan. Menantu saya baru 23 tahun Van, belum tua, begitu juga dengan Alga. Saya enggak ingin saja Mayu terlihat lebih dewasa dari Alga." ujar Dira. Ivan adalah langganannya dan dia tidak akan segan-segan protes jika dirasanya ada yang kurang berkenan.


"Ok Mbak, saya mengerti keinginan Mbak. Saya akan perbaiki bagian matanya dan kalau sudah selesai nanti saya kirim fotonya pada Mbak." ujar Ivan.


"Ok, saya tunggu! Ya sudah saya juga mau lanjut make up lagi." ujarnya dan kembali beralih pada Alga dan Mayu.


"Alga, Mayu, Mami ke kamar dulu. Kalian jangan lupa habiskan itu makanannya!" ujar Dira.


"Iya Mi," kompak Alga dan Mayu.


"Maaf ya Mas, kalau mami saya terlalu cerewet." ujar Alga merasa tidak enak melihat maminya yang datang dan langsung protes.

__ADS_1


"Tidak apa-apa Alga. Itu udah biasa. Lagian ini adalah hari yang paling bersejarah untuk kalian, tentu semuanya menginginkan yang terbaik untuk kalian. Beruntung memang kalian. Kisah cinta kalian tidak hanya mendapat restu dari semesta, tapi orang tua kalian dan keluarga kalian juga." ujarnya membuat Alga dan Mayu saling menatap kemudian saling tersenyum. Ivan tidak tahu saja kalau perjalanan awal cinta mereka begitu berat. Hanya saja karena semesta sudah merestui, mereka akhirnya bisa melewati setiap cobaan itu.


***


Mayu sudah selesai didandani dan sudah mandapat acungan jempol juga dari Dira dan Mayu tidak bisa memungkiri kalau dia juga lebih suka dengan makeupnya yang sekarang. Jika menyangkut makeup, pilihan Dira memang tidak pernah salah yang namanya pengalaman memang tidak bisa bohong.


"Hei Alga, tatapannya biasa saja dong!" seru Alex saat mendapati Alga yang lagi-lagi terpesona pada isterinya. Pesona istrinya memang enggak pernah luntur dan selalu berhasil menarik perhatian Alga.


"Lo seolah mau makan Mayu hidup-hidup, sabar dong!" seru Alex lagi hanya saja kali ini lebih pelan dan dekat dengan telinga Alga.


Alga tampak salah tingkah. Jika menyangkut Mayu dia memang suka lupa diri. Apalagi akhir-akhir ini, rasa cintanya semakin besar pada istrinya itu.


"Lo pasti sudah enggak sabar?" goda Alex lagi.


"Tentu saja dan lo juga pasti sama kan? Kasihan masih harus menunggu lagi." balas Alga dan kali ini gantian Alex yang mati kutu karena apa yang Alga katakan memang benar adanya. Melihat Alga dan Mayu menikah, dia juga ingin cepat-cepat menikah. Apalagi calon istrinya hari ini kelihatan cantik sekali.


"Sialan lo," seru Alex dan Alga hanya tertawa mengejek.


Alga kemudian mendekati Mayu yang sudah siap dengan bunga tangannya. Bunga tangan yang nantinya akan dia lempar pada para lajang yang yang berharap akan segera bertemu dengan jodohnya.


Mayu tersenyum begitu Alga sudah berdiri di sampingnya.


Alga juga balas tersenyum dan ingin rasanya mengecup pipi istrinya yang begitu cantik, sayangnya dia harus menahan diri karena tidak ingin mendapat sorakan dari tamu mereka.


Alga akhirnya hanya memberikan lengannya untuk digandeng Mayu dan Mayu juga menyambutnya dengan senang hati.


Tidak lama setelah itu terdengar suara MC kalau pengantin akan masuki tempat acara.


Para bidesmaid dan groomsmen memasuki tempat acara terlebih dulu. Mereka ada 6 pasang dan berdiri saling berhadapan. Pemandangan cukup indah terlihat diantara mereka karena hampir semuanya dengan pasangan masing-masing kecuali Lia dan Albert. Albret adalah teman Alga saat dia kuliah di London.


Tampak senyum di wajah mereka semua karena mereka ikut bahagia menyambut pengantin baru itu.


Suara MC kembali terdengar dan mempersilahkan Alga dan Mayu memasuki tempat acara.


Alga dan Mayu saling tersenyum dan mereka melangkah perlahan mengikuti para bocil yang berjalan di depsn mereka sambil melempar bunga. Ada Rio juga di sana bersama anak sepupu Alga yang lain serta anak dari keluarga Mayu.


Mayu dan Alga sampai tertawa kecil melihat antusias mereka yang terkadang sesama mereka saling melepar bunga.


Tidak hanya Mayu dan Alga yang tersenyum tapi para orang tua serta keluarga yang berjalan di belakang Alga dan Mayu juga ikut tersenyum.


Alga tampak mengangkat tangannya semangat dan tersenyum dengan lebarnya begitu mereka melewati para bridesmaid dan groomsmen mereka yang sedang melempar bunga pada mereka.


Acaranya memang sakral tapi terlihat santai dan menyenangkan juga, itu karena Alga dan Mayu tidak ingin terlalu tegang di hari pernikahan mereka.


Mayu juga melambaikan tangan kirinya dan tersenyum manis pada mereka semua.


"Joget-joget!" seru Lora begitu Mayu dan Alga melewatinya.

__ADS_1


Alga dan Mayu menggoyangkan sedikit badannya membuat keluarga mereka juga senyum-senyum saja, termasuk nenek Iroh. Walau nenek iroh harus duduk di kursi roda dan didorong oleh Tuti, senyum bahagia tidak pernah hilang sedikit pun dari wajahnya. Pernikahan cucunya selain sangat mewah tapi disambut bahagia oleh semua orang. Nenek Iroh yakin, anak juga pasti tersenyum melihat putrinya dari surga sana.


'Selamat untuk kita Marisa. Mayu kita, kini sudah memiliki keluarga yang utuh dan yang sangat menyayanginya. Kita tidak perlu khawatir padanya lagi. Dia sudah bahagia.' batin nenek Iroh.


__ADS_2