
"Lo cantik sekali Nau," ujar Mayu begitu Naura selesai didandani. Dandanan Naura berbeda dengan Mayu. Naura memilih memakai kebaya putih dan didandani ala pengantin Sunda pada umumnya. Siger yang melekat di kepala Naura terlihat begitu pas dan membuatnya terlihat semakin ayu. Kecantikan Naura memang khas Indonesia sekali.
"Terima kasih Mayu. Gue juga suka sekali sama hasilnya. Gue jadi berasa cantik beneran deh." ujar Naura dan ada senyum di wajahnya. Hasil MUAnya benar-benar sesuai dengan yang diharapkannya.
"Memang lo cantik dan gue yakin mas Alex pasti terpesona melihat lo."
"Dan itu yang gue harapkan Mayu biar dia langsung menyerang gue gitu." ujar Naura dengan senyum genitnya.
"Dasar ge*it lo!"
"Enggak apa-apa dong. Genit sama suami sendiri halal tahu, biar suaminya tidak diambil pelakor. Memangnya lo mau suaminya diambil pelakor? Apalagi Kak Alga itu banyak yang suka loh. Hati-hati Mayu!" ujar Naura mengingatkan.
"Tentu saja gue tidak mau Naura. Lagian kalau kak Alga berani melakukannya, akan gue miskinkan dia." ujar Mayu membuat Naura menatap tidak percaya padanya.
"Memangnya lo bisa?"
"Enggak hehe ...." ujar Mayu diakhiri dengan cengiran khasnya. Mana mungkin dia bisa memiskinkan Alga sekalipun semua kartu keredit dan atmnya dia ambil.
Naura juga ikut tersenyum mendegarnya, aneh-aneh saja ini Mayu. Jelas-jelas Mayu enggak mungkin bisa melakukannya. Pemikiran Mayu sungguh di luar prediksi BMKG.
"May!" panggil Lora.
"Kenapa Ra?"
"Apa Naura sudah siap?"
"Iya sudah, semuanya sudah siap dan tidak adalagi yang kurang." ujar Mayu mantap.
"Baguslah. Itu fotografernya sudah datang. Naura akan melakukan sesi foto dulu."
"Ok," ujar Mayu dan langsung membantu Naura. Mayu sudah cukup berpengalaman dan dia tahu apa yang harus dilakukan.
Setelah sesi foto selesai Naura kembali mempersiapkan dirinya sebentar lagi acara ijab kabul akan dilakukan.
Naura tampak semakin gugup dan tanpa sadar menggenggam tangan Mayu kuat.
Mayu menatap adiknya dan senyum kecil terbit di wajahnya dia mengerti dengan perasaan gugup Naura. Karena dia juga sudah pernah merasakan hal yang sama.
Naura menoleh pada Mayu dan tersenyum tipis pada Mayu dan Mayu juga melakukan hal yang sama.
Genggaman tangan Naura semakin mengerat begitu MC mempersilahkannya memasuki tempat acara.
"Ayo Nau!" ujar Mayu bangun dari duduknya." Naura mengangguk. Dia ikut bangun dari duduknya.
Kali ini yang menjadi pendamping Naira ada Shinta dan Ira. Mereka berdua siap menghantar Naura pada Alex. Alex yang akan menjadi teman hidup Naura.
Naura berdiri di antara kedia temannya itu dan mereka melangkah pelan-pelan ke arah Alex yang sudah siap menunggu kedatangannya.
Naura tersenyum meski jantungnya berdebar lebih cepat dari biasanya dan senyum itu semakin tidak terkontrol begitu dia melihat Alex yang sudah berdiri menghadap padanya dan tampak senyum haru di wajahnya.
Jarak antara Alex dan Naura tidaklah begitu jauh tapi karena Naura jalan pelan, dia tidak langsung sampai di tempat Alex berdiri. Padahal Alex ada rasa tidak sabar. Bahkan kalsu bisa dia ingin memeluk erat Nura detik ini juga.
Naura begitu cantik. Dia terlihat sangat Ayu membuat Alex tidak bisa berpaling sedetik pun darinya.
Alex kemudian mengulurkan tangannya begitu Naura sudah sampai di depannya.
Naura menyambut dengan senang hati uluran tangan calon suaminya. Mereka kembali sama-sama tersenyum dan senyum itu menular pada beberapa tamu undangan Mereka yang duduk dengan tenang di kursi masing-masing.
Mayu dan Alga juga yang duduk di samping Sindi ikut tersenyum. Mereka merasakan kebahagiaan yang sama dengan kedua calon pengantin itu.
Alga bahkan ikut meraih tangan istrinya dan menggenggamnya dengan erat. Mareka saling menatap dan kembali saling tersenyum.
__ADS_1
Genggaman Alga dan Mayu mengerat begitu Alex menjabat tangan David erat. Alga dan Mayu seakan ikut merasakan kegugupan Alex. Sedangkan Alex sebisa mungkin terlihat biasa walau rasa gugupnya semakin menjadi. Padahal Alex sudah sangat hapal ijab yang akan diucapkannya tapi tetap saja dia tidak bisa menghilangkan rasa gugupnya. Apalagi saat melihat tatapan David. Sungguh tatapan David membuat deg-degan setengah mati tapi ada rasa haru juga karena dari awal dia berjabatan tangan dengan David, jabatan tangan kali inilah yang paling dia tunggu.
Sementara David juga perasaannya sulit digambarkan dengan kata-kata. Ada rasa haru dan ada rasa sedih sedih juga ada rasa bahagia dan rasa bahagia. David sedih karena setelah ini dia bukan lagi menjadi laki-laki prioritas Naura dan posisinya akan diganti oleh Alex, tapi dia juga sangat bahagia karena dia masih diberi kesempatan menjabat erat tangan laki-laki yang akan menggantikan tugasnya menjaga Naura selama 22 tahun ini.
Alex dan David saling menatap dan tatapan mereka terlihat sama-sama tulus. David menyerahkan anaknya pads Alex dengan tulus dan Alex juga menerima Naura dengan tulus dan penuh cinta tentunya. Cinta yang dia harapkan akan terus tumbuh dan tidak pernah pudar. Alex juga ingin seperti ayah dan bundanya yang selalu bersama sampai usia tua mereka.
"Saya nikahkan dan kawanikan engkau ananda Alex Syahputra Ahmad dengan putri saya yang bernama Naura Amalia binti David dengan mas kawin seperangkat alat sholat serta satu buah Villa dan uang tunai sebesar 20.230.818 dibayar tunai." ujar David mantap.
Mas kawin Naura memang hampir sama dengan Mayu dan itu karena keinginan mereka berdua. Bahkan Villa yang Alex dan Alga berikan itu jaraknya tidak jaud dan ada di puncak Bogor. Sebagai laki-laki yang sangat mampu dan sangat mencintai perempuan mereka tentu mereka juga tidak keberatan sama sekali. Alex dan Alga bahkan menawarkan lebih, hanya saja Mayu dan Naura menolak karena bagi mereka itu sudah cukup.
"Saya terima nikah dan kawinnya Naura Amalia binti David dengan mas kawin tersebut dibayar tunai." ujar Alex mantap dan satu kali tarikan nafas saja.
"Bagaimana para saksi, apakah sah?" tanya pak penghulu.
"Sah!" kompak Mayu dan yang lainnya semangat dan tepuk tangan meriah.
"Allhamdulillah." ujar pak penghulu juga Alex dan Naura.
Alex menatap Naura yang kini menjadi istrinya dan Naura juga melakukan halnya sama. Mereka sama-sama tersenyum bahagia. Senyum yang begitu tulus. Rasa gugup yang sebelumnya sempat menyerang juga seketika hilang entah kemana.
"Hai istriku," ujar Alex pelan.
"Hai juga suamiku," balas Naura dan mereka kembali sama-sama tersenyum.
***
"Dasar Alex!" kesal Alga begitu Alex mengusirnya keluar dari kamarnya. Padahal kedatangan Alga hanya mengantarkan ponsel Alex yang dia pegang sebelumnya.
"Kenapa Kak?" tanya Mayu yang muncul di belakang dan membawa tas Naura.
Mayu juga ingin memberikan barang-barang Naura yang dititipkan padanya.
Alga menatap istrinya juga tas yang dibawa Mayu.
"Iya Kak,"
"Sebaiknya tasnya dibawa ke kamar kita saja!" ujar Alga kemudian merangkul istrinya.
"Kenapa Kak? Naura membutuhkan tasnya. Ada ponselnya juga di dalam." ujar Mayu.
"Saat ini, Naura lebih membutuhkan Alex sayang dan begitu juga sebaliknya. Aku tidak mau kamu ikutan diusir seperti aku. Udah biarkan saja mereka, sebaiknya kita ke kamar kita saja." ujar Alga lagi.
"Tapi mereka sudah harus mengganti baju dan mandi Kak. Mereka tidak punya banyak waktu." ujar Mayu berusaha menahan Alga.
Mayu mengerti kalau mereka ingin melepas rindu tapi saat ini bukanlah saat yang tepat. Mayu tentu tidak ingin tamu undangan mereka menunggu terlalu lama.
"Mereka memang mau mandi katanya Ay. Mereka juga minta waktu setengah jam saja. Tidak terlalu lama kok. Jadi kamu enggak perlu khawatir. Sekarang sebaiknya kita juga mandi, aku gerah. Kita mandi bersama saja biar menghemat waktu." ujar Alga sambil menaikkan alisnya.
"Enggak!" seru Mayu cepat.
"Kenapa enggak Ay? Pokoknya harus mau Ay!" seru Alga lagi.
"Pokoknya enggak!" ujar Mayu lagi.
Mayu sangat tahu seperti apa suaminya. Jika mereka mandi bersama yang harusnya 15 menit bisa jadi satu jam. Mana cukup mandi saja kalau sama Alga.
"Ay! Jadi kamu nolak aku Ay." seru Alga lagi tidak senang dengan penolakan istrinya.
"Aku bukannya menolak Kak, tapi aku enggak Kak Alga sampai kebablasan. Hari ini ada banyak hal yang garus kita urus Kak dan aku enggak mau yang lain sampai menunggu kita. Lagian kita masih punya banyak waktu untuk melakukan itu. Bahkan nanti malam juga bisa." ujar Mayu membuat Alga tidak jadi kesal pada istrinya. Apa yang dikatakan Mayu memang benar adanya. Mereka tidak seharusnya mencari kesempatan dalam kesempitan.
"Iya Ay aku mengerti, jangan marah dong Ay. Aku kan niatnya ingin bermain cepat saja Ay, aku penasaran seperti apa rasanya bermain cepat katanya lebih nik-"
__ADS_1
"Dasar laki-laki, pikirannya enggak pernah bisa jauh-jauh dari yang satu itu." ujar Mayu memotong ucapan Alga dan mempercepat langkahnya.
Alfa hanya tersenyum melihat tingkah istrinya. Dia suka Mayu yang sering sekali jual mahal kesannya istrinya itu adalah perempuan mahal dan itu memuat Alga selalu tertantang.
Sementara itu Alex dan Naura sedang bersenang-senang di kamar pengantin mereka. Baju sudah berserakan dimana-mana dan mereka tidak memperdulikan itu. Mereka terlalu asik melepas rindu.
Alex dan Naura tersenyum dibalik c*iuman mereka mereka sama-sama senang melakukannya.
"Mas!" lirih Naura dengan suara s*ksinya saat Alex menyentuh area sensitifnya. Alex tersenyum dan semakin bersemangat menyentuh istrinya.
Tatapan Alex begitu ber*airah tidak jauh berbeda dengan Naura. Andai saja tidak ada respsi setelah ini mungkin Alex tidak akan menahannya lagi dan segera menyatu dengan istrinya. Istri yang membuatnya ingin menjadi lelaki yang sesungguhnya. Laki-laki gagah dan perk*sa
"Lebih cepat Mas!" ujar Naura dalam dan memejamkan matanya.
"Siap Sayang," ujar Alex dan langsung menuruti keinginan istrinya. Alex begitu suka melihat Naura yang sedang ber*irah. Naura begitu menggoda.
"Kak ah ...." seru naura lagi begitu mendapat pelepasannya.
Alex lagi-lagi tersenyum melihatnya dan kembali menyatukan bibirnya dengan Naura.
"Giliran kamu Sayang," lirih Alex disela-sela ci*uman mereka dan membawa tangan Naura ke pusat tubuhnya.
Naura tersenyum dan tanpa menunggu diperintah 2 kali Naura melakukan perintah suaminya.
Alex sampai memejamkan matanya begitu merasakan jari-jari lembut istrinya. Jari-jari lembut yang bisa membuatnya merasa n*kmat.
"Lebih cepat By!" pinta Alex dan Naura menganggukkan kepalanya.
"Terima kasih sayang," ujar Alex merasa lega setelah Naura berhasil menidurkan si joni.
"Sama-sama Mas, sebaiknya kita mandi. Aku tidak mau Mayu dan yang lainnya datang dan menemukan kita yang belum mandi." ujar Naura.
"Kamu mandi duluan saja By, aku tidak yakin kita hanya mandi saja jika kita mandi bersama dan itu akan lebih bahaya." ujar Alex.
Naura mengangguk mengerti.
"Baiklah Mas, aku mandi duluan ya." ujar Naura dan sebelum beranjak dari kasur dia menyempatkan menyatukan bibirnya sebentar dengan Alex.
Alex tersenyum. Naura memang paling tahu apa yang dia mau dan dia sangat suka dengan sisi liar dari istrinya.
***
Acara resepsi Naura dan Alex sudah berlangsung. Tamu undangan sudah banyak yang datang dan itu saling bergantian.
Suasana pesta terlihat begitu meriah dan tidak jauh dari kata mewah tentunya. Pengantinnya juga terlihat sangat tampan dan cantik. Mereka kelihatan cocok sekali.
Alex dan Naura juga terlihat begitu bahagia hingga tidak jarang mereka memamerkan senyum terbaik mereka pada tamu undangan mereka.
"Mas," panggil Naura.
"Iya By,"
"Terima kasih." ujar Naura.
"Terima kasih untuk apa Sayang?" tanya Alex.
"Terima kasih sudah mewujudkan mimpiku membuat pernikahan yang begitu indah untukku. Terima kasih juga sudah menjadikanku wanita yang sangat spesial. Aku sangat bahagia Mas." ujar Naura.
"Sama-sama By, aku juga sangat bahagia sayang bisa mewujudkan impian kamu. Aku juga berharap untuk seterusnya bisa mewujudkan impian kamu yang lain. Untuk itu kamu jangan pernah sungkan padaku ya By, apapun itu keinginan kamu, katakan saja padaku. Sebisa mungkin aku pasti akan mengabulkannya." balas Alex.
"Siap Mas. Sebenarnya mimpi aku yang lain tidak susah kok Mas. Aku ingin menjadi istri satu-satunya Mas Alex, istri yang Mas Alex cintai dan sayangi." ujar Naura mantap.
__ADS_1
"Detik ini juga impian kamu itu aku kabulkan Sayang, karena impian kita sama." ujar Alex tidak kalah mantapnya.
Mereka akhirnya saling tersenyum senyum yang begitu manis.