Kekasih Bayaran Tuan Muda

Kekasih Bayaran Tuan Muda
Alga, David dan Mayu


__ADS_3

Alga terlihat semakin khawatir saat dia belum juga menemukan kekasihnya. Berbagai pikiran negatif muncul dalam benaknya. Alga benar-benar takut terjadi sesuatu pada Mayu atau yang lebih parahnya Mayu diculik.


'Ay kamu dimana ay?' batin Alga sambil mencari sekeliling ballroom, tapi tak ada tanda-tanda keberadaan Mayu di sana.


Alga mengambil ponselnya, dia memutuskan menghubungi Mayu.


Tut tut tut


Telepon dari Alga masuk tapi Mayu belum juga mengangkat teleponnya.


Alga tidak menyerah, dia kembali menghubungi Mayu, dan hasilnya sama saja, Mayu belum juga menjawab teleponnya.


"Ay jangan buat aku makin khawatir dong Ay!" monolog Alga.


Alga memutuskan mencari Mayu ke arah lorong toilet kembali.


Alga berlari sambil terus berusaha menghubungi Mayu. Alga benar-benar tidak bisa menyembunyikan perasaan khawatirnya, sampai-sampai dia tidak sadar dengan orang sekitarnya karena yang ada di pikirannya hanya Mayu dan Mayu.


"Alga tunggu! Kamu mau kemana?" ujar Dira menatap heran pada anaknya. Bisa-bisanya Alga melewatinya begitu saja saat mereka papasan.


Alga seketika menghentikan langkahnya dan menurunkan ponselnya begitu mendengar suara yang sangat dia kenali itu. Alga menoleh pada maminya dan berusaha memperlihatkan senyumnya. Alga tidak mau kalau maminya sampai tahu kalau dia sedang mengkhawatirkan Mayu dan mencari keberadaan Mayu.


Maminya bisa curiga dan yang lebih parahnya lagi maminya bisa menuduh Mayu yang enggak-enggak. Maminya kan tidak pernah bisa berpikir positif jika menyangkut Mayu.


"Alga mau ke toilet Mi." bohong Alga.


Dira seketika mengerutkan keningnya.


"Toilet lagi? Bukankah sebelumnya kamu juga dari toilet?" ujar Dira. Dira masih ingat jelas kalau Alga sempat kabur dari sesi foto bersama, dan katanya mau ke toilet.


"Eh itu Mi, gara-gara Alga sebelumnya nahan buang air kecil, Alga jadi ayang-ayangan." ujar Alga kembali berbohong.


Dita menatap menyelidik pada adanya.


"Jangan tatap Alga seperti itu Mi, Alga enggak mungkin bohong masalah begituan. Udah ya Mi, Alga mau ke toilet dulu." ujar Alga dan kembali melanjutkan langkahnya.


"Alga tunggu!" seru Dira lagi.


Alga sampai mengepalkan tangannya dan kembali menoleh pada maminya.


"Kenapa lagi Mi?" tanya Alga berusaha bersikap sesabar mungkin.


"Setelah selesai dari toilet, kamu temani papi kamu. Kamu harus sapa tamu kita yang lain. Ingat kamu itu anak laki-laki satu-satunya keluarga Pratama dan kamu itu adalah penerus papi kamu. Jadi bersikap ramahlah pada mereka. Jangan pada cewek tak tahu diri itu saja, kamu bersikap ramah." printah Dira.

__ADS_1


"Iya Mi. Udah ya Mi," ujar Alga dan tanpa menunggu persetujuan dari maminya Alga langsung pergi meninggalkan maminya. Alga harus mencari Mayu.


Alga kembali menghubungi Mayu sambil memperhatikan setiap lorong yang dilewatinya.


Alga bahkan sudah sampai di lorong yang lain yang bisa nembus ke arah halaman hotel.


Alga mengedarkan pandangannya ke seluruh halaman hotel, tapi lagi-lagi hasilnya sama saja, dia belum juga menemukan Mayu.


Alga sampai menggaruk kepalanya yang tidak gatal, kemana lagi dia harus mencari kekasihnya?


"Ay angkat dong Ay!" guman Alga lagi. Alga benar-benar kahawatir dan dia tidak tahu harus bertanya pada siapa kecuali David Antonius.


Alga sangat yakin orang yang terakhir kali bertemu dengan Mayu adalah David, itu berarti kemungkinan besar yang tahu keberadaan Mayu adalah David. Tapi bagaimana cara Alga menanyakan soal Mayu pada David? David pasti akan curiga kalau Alga tiba-tiba bertanya tentang Mayu padanya.


"Ah biarkan saja om David curiga. Aku bisa menjelaskan semuanya padanya nanti, kalau aku memang sudah tahu semuanya. Lagian aku juga bisa menyimpan rahasia mereka dan tidak ada niatan memberitahukannya pada yang lainnya. Jadi tidak ada yang perlu dia khawatirkan. Saat ini keselamatan Mayulah yang paling penting. Aku benar-benar takut kalau dia diculik." monolog Alga.


Alga kembali berlari ke arah ballroom dan tentu saja tujuannya menemui David.


Alga mengedarkan pandangannya begitu dia masuk ballroom selain David, Alga juga masih mencari sosok Mayu dan berharap Mayu sudah kembali ke ballroom hotel.


Berhubung Alga belum juga melihat Mayu, Alga memutuskan melangkah ke arah David yang sedang ngobrol dengan kerabat terdekat Alga.


Keputusan Alga benar-benar sudah bulat kali ini, kalau dia harus bertanya pada David soal Mayu.


"Om David!" panggil Alga pelan.


David yang sedang ngobrol dengan kerabat terdekat pratama seketika menoleh.


"Ada apa Alga?" tanya David dan terlihat biasa saja.


"Bisa kita bicara sebentar Om?" tanya Alga.


"Tentu saja bisa, kamu mau bicara apa?" tanya David lagi.


"Alga maunya bicara berdua saja Om, ada hal penting yang ingin Alga tanyakan." ujar Alga lagi.


Alis David sampai terangkat, hanya saja dia belum ada rasa curiga sama sekali.


"Iya boleh. Sebentar Om pamit dulu pada mereka." ujar David.


Alga mengangguk.


"Ayo, kamu mau bicara dimana?" ujar David lagi begitu dia sudah bangun dari duduknya dan berdiri di depan Alga.

__ADS_1


Alga menatap David dan menelan ludah gugup. Padahal rahasia ini adalah rahasia David dan Mayu, tapi entah kenapa Alga bersikap seolah rahasianya yang mau terbongkar.


"Alga!" panggil David saat Alga hanya diam saja. Kening David sampai berkerut melihat sikap Alga yang sedikit berbeda dari biasanya. Seakan ada sesuatu yang sangat penting dan rahasia yang mau diungkapkannya.


"Ah iya Om, kita bicara di sini saja, hanya sebentar ini, hanya saja ini memang sangat penting, Om." ujar Alga kembali berusaha bersikap sebiasa mungkin walau tidak mudah.


"Iya Alga, apa itu?"


Alga sampai menggenggam kuat tangannya sendiri. Mulutnya seakan sulit sekali mengatakannya.


"Be-begini Om, ini soal Ma-"


"Kak Alga!" panggil Mayu dari belakang Alga membuat Alga seketika terdiam dan menghentikan ucapannya. Alga tidak salah dengar bukan? Orang yang baru saja memanggilnya beneran Mayu kan?


Baik Alga tau David sama-sama menoleh pada Mayu. Tatapan yang berbeda terlihat jelas dari dua laki-laki beda generasi itu.


Tatapan Alga terlihat begitu lega, sedangkan David mulai curiga, jangan-jangan Alga tahu soal dia dan Mayu?


Alga tanpa sadar langsung membalikkan badannya dan melangkah pada Mayu. Alga juga memeluk erat kekasihnya. Alga benar-benar lega melihat kekasihnya baik-baik saja dan tidak kurang suatu apa pun.


"Kak!" ujar Mayu merasa bingung melihat tingkah kekasihnya.


Alga hanya diam saja dan semakin mengeratkan pelukannya. Aga juga tidak sadar sama sekali dengan tatapan David yang semakin curiga padanya.


Begitu juga dengan tatapan marah Dira dari kejauhan.


'Anak itu, kelakuannya selalu saja membuat malu. Apa maksudnya coba itu berpelukan di tempat ramai? Kayak enggak ada tempat lain saja. Benar-benar tidak tidak ada rasa sopan sama sekali, dan itu pasti karena ulah gadis kampungan itu. Lihat saja Mayu akan aku balas kamu!' batin Dira sangat kesal.


Sementara Mayu, dia yang semula bingung seketika merasa tidak enak begitu sadar dengan sekitarnya. Tidak seharusnya Alga memeluknya di sini apa kata orang-orang nanti?


"Kak Alga lepas Kak! Banyak orang, aku enggak enak dilihatin sama mereka." ujar Mayu berusaha melepas pelukan Alga.


Mata Alga tampak membesar mendengarnya dan refleks melepaskan pada Mayu. Apa yang sudah dilakukannya? Ini karena dia terlalu senang melihat Mayu sampai-sampai dia lupa pada sekitarnya.


"Ma-maaf Ay, sebaiknya kita pergi saja. Aku mau bicara dengan kamu." ujar Alga dan tanpa menunggu persetujuan Mayu, Alga menarik tangan Mayu dan membawa Mayu pergi dari ballroom.


Alga juga tidak sadar kalau dia kembali membuat kesalahan dan itu adalah melupakan keberadaan David yang sedari tadi masih memperhatikannya.


Mayu berusaha menahan Alga dan itu karena dia melihat daddynya sedari tadi memperhatikan mereka, hanya saja karena tarikan Alga yang cukup kuat Mayu akhirnya ngikut saja kemana Alga membawanya.


David yang sedari tadi masih diam di tempatnya perasaannya tampak campur aduk melihat Alga dan Mayu yang perlahan tapi pasti semakin jauh meninggalkannya. Satu sisi dia ada rasa khawatir, mengingat Alga yang sepertinya tahu sesuatu tentang dia dan Mayu, tapi di sisi lain David juga tidak bisa menyembunyikan perasaan senangnya, melihat sikap Alga yang terlihat begitu mencintai anak sulungnya.


David sangat yakin, Alga pasti bisa membahagiakan anak sulungnya dan Davin semakin mantap lagi untuk membantu mereka, agar bisa bersatu dan kisah cinta mereka berakhir dengan bahagia.

__ADS_1


__ADS_2