Kekasih Bayaran Tuan Muda

Kekasih Bayaran Tuan Muda
Mayu vs Lia


__ADS_3

"Mayu tunggu!" panggil Alga tiba-tiba.


Langkah Mayu terhenti. Mayu menarik nafas pelan dan dengan malas menoleh ke belakang.


"Kenapa Kak?" jawab Mayu malas.


Alga tidak menjawab tapi malah merogoh sakunya dan mengambil dompetnya. Alga mengeluarkan beberapa lembar uang seratus ribuan kemudian memberikannya pada Mayu.


"Ini ambil! Kami bisa gunakan uang ini untuk membeli stroberi." ujar Alga dengan raut wajahnya yang sangat datar.


Kening Mayu seketika berkerut. Kenapa Alga memberinya uang, apa Alga pikir dia tidak punya uang untuk membeli stroberi? Kalau hanya untuk membeli stroberi uang Mayu masih sangat cukup. Sedangkan Lia dan Rani yang sebelumnya menatap mengejek pada Mayu berubah jadi iri. Enak banget itu Mayu mau jajan stroberi saja langsung dibayarin sama Alga. Ini juga Alasannya kenapa mereka ingin mendapatkan Alga, mereka juga mau dibayarin dan diperhatikan sama Alga.


"Enggak perlu, Mayu juga punya uang." ujar Mayu dan kembali meneruskan langkahnya.


Tidak hanya alis Alga yang terangkat tapi Lia dan Rani juga, sok jual mahal banget itu Mayu.


"Mayu!" panggil Alga. Ada sisi dalam diri Alga tidak suka Mayu menolak pemberiannya.


Mayu cuek saja dan terus melanjutkan langkahnya.


"Mayu berhenti Mayu!" seru Alga lagi.


Mayu tidak mau berhenti dan terus melanjutkan langkahnya. Dia sudah terlanjur kesal sama Alga.


Sementara itu Rangga dan Yudha yang sedari tadi hanya diam saling menatap dan mengangkat bahu mereka. Kelakuan Alga dan Mayu, sudah seperti pacar beneran saja, yang suka marahan hanya karena masalah sepele.


"Loh May, itu tadi kak Alga memberikan lo uang jajan kan? Kenapa enggak diambil May? Lumayan loh May itu uangnya." ujar Lora.


"Gue punya uang dan gue juga masih bisa cari uang. Lagian kak Alga itu bukan bokap gue, jadi untuk apa dia memberikan gue uang? Udah ah ayo jalan, malas gue di sini." ujar Mayu dan kembali melangkah meninggalkan Shinta dan Lora.


Shinta dan Lora langsung menyusul langkah Mayu.


"Kami tahu, lo punya uang May, tapi enggak ada salahnya juga kalau lo menerima uang pemberian Kak Alga. Udah biasa kok itu dalam hubungan berpacaran. Rejeki itu jangan ditolak Mayu, enggak baik loh menolak rejeki." ujar Lora lagi.


"Tapi Kak Alga itu bukan pa-" Mayu seketika menghentikan ucapannya. Hampir saja dia keceplosan.


"Bukan apa Mayu?" tagih Lora.

__ADS_1


"Bukan apa-apa, udah ah sebaiknya kita berhenti bahas Kak Alga, capek gue." ujar Mayu yang tidak ingin bahas Alga terus.


"Eh kenapa lo capek Mayu, harusnya senang dong bahas pacar lo yang ganteng itu. Apa lo cemburu Mayu, kita bahas kak Alga?" tebak Shinta.


Alis Mayu seketika terangkat.


"Kenapa gue cemburu dan atas dasar apa gue cemburu? Ada-ada saja lo berdua."


"Ya ya kan namanya cinta itu suka cemburu buta, Mayu." ujar Shita lagi.


"Sayangnya gue enggak buta." ujar Mayu cepat.


"Kami juga enggak tahu Mayu, udah ah kita ganti topik pembicaraan saja. Capek juga gue lama-lama." ujar Shinta memilih menyerah.


"Nah harusnya dari tadi juga begitu." ujar Mayu merasa lega. Untuk saat ini, Mayu benar-benar malas bahas tentang Alga, apa lagi saat mengingat sikap Alga beberapa menit lalu, Mayu jadi kesal sendiri.


***


Mayu tampak asik memetik buah stroberi. Sesekali Mayu lirik kiri dan kanan, saat tidak ada yang memperhatikannya Mayu makan dengan cepat.


Harusnya Mayu bayar dulu baru makan, tapi karena tidak tahan melihat buah stroberi yang pada merah-merah itu, ya enggak apa-apalah Mayu makan satu atau dua buah. Lagian pemiliknya juga pasti udah untung banyak itu. Mereka tanpa perlu capek-capek metik stroberi dan harga jualnya lebih mahal lagi. Untung banyak mereka, tapi itulah yang namanya rejeki, jadi kita tidak boleh sirik.


Mayu tersenyum saat melihat stroberi yang besar dan benar-benar merah. Neneknya pasti mau kalau yang besar dan merah begitu. Dengan semangat Mayu mengulurkan tangannya.


"Eh!" kaget Mayu saat ada tangan yang medahuluinya.


Tangan itu kemudian memetik stroberi incaran Mayu, kemudian memasukkannya ke dalam mulutnya dengan santainya tanpa perduli dengan orang-orang sekitarnya.


Mayu melotot, apalagi saat melihat mulut itu memakan stroberi dengan cara mengejek pada Mayu.


"Kenapa, lo ingin ya?" tanyanya menatap remeh pada Mayu.


"Tidak juga, masih banyak kok pilihan stroberi yang lain. Hanya saja Kak Lia harusnya bayar dulu baru makan. Apalagi stroberinya yang besar begitu Kak, kasihan pedagangnya." ujar Mayu. Walau mayu sudah makan beberapa stroberi tapi yang Mayu makan itu yang kecil-kecilnya saja, dia tidak setega itu makan yang besar.


"Haha ... Heh udik, lo itu kalau mau jadi pahlawan enggak usah kesiangan! Lo dengarkan baik-baik ya. Kami para panitia sudah kenal baik dengan pemilik kebun ini, dan mereka juga sudah membebaskan kami makan di tempat. Kecuali kalau bawa pulang baru bayar. Kenapa lo sirik ya sama gue? Makanya jadi panitia dong!" ujar Lia menatap Mayu dengan tatapan mengejek.


"Kenapa gue harus sirik? Atas dasar apa gue sirik sama lo? Justru kalau gue jadi panitia seperti lo gue malu ya. Ada junior yang dapat masalah tapi tidak mau diurusin. Senior macam apaan itu? Lo itu enggak pantas disebut senior tahu enggak." balas Mayu akhirnya mengungkapkan apa yang menjadi uneg-uneknya dari kemarin. Mayu juga tidak lagi panggil Lia dengan sebutan kak tapi lo.

__ADS_1


"Heh lo berani ya sama gue? Dasar lo junior enggak tahu sopan santun." kesal Lia dan menatap marah Mayu.


"Tentu saja gue berani sama lo. Ingat ya Kak Lia yang terhormat. Mulai sekarang ini tidak ada lagi yang namanya junior dan senior. Masa senior dan junior itu sudah selesai. Sekarang status kita itu sama, sama-sama mahasiswi UI. Sama-sama cari ilmu, bukan cari muka. Jangan karena gue diam selama ini, lo pikir gue enggak tahu semua kebusukan lo. Apa perlu gue tunjukkan CCTV atas apa yang terjadi di pasar Tanah Abang waktu itu? Biar semua orang tahu, seperti apa lo sebenarnya." tantang Mayu.


Gantian Lia yang melotot, dan refleks menatap kiri dan kanan, takutnya ada mahasiswa atau mahasiswi lain yang mendengar pembicaraan. mereka.


"Kenapa, Kak Lia takut ya ada yang mendengar? Takut isi topengnya ketahuan? Tenang saja Kak, gue enggak selicik itu, tapi ingat kalau lo terus mengusik hidup gue, gue tidak akan segan-segan menyebarkan CCTV itu. Ingat itu!" ujar Mayu kemudian pergi meninggalkan Lia. Mayu kesal lagi-lagi ketenangan hidudnya diganggu. Padahal Mayu tidak pernah mengusik hidup mereka, tapi kenapa mereka senang sekali mengusik hidup Mayu?


Lia menatap kesal pada Mayu dan mengepalkan kuat tangannya. Dia benar-benar tidak menyangka kalau Mayu tahu atas apa yang sudah dia perbuat tempo hari.


'Dari mana Mayu bisa tahu soal itu? Jangan-jangan dia sudah mengadukannya pada Alga. Sialan kamu Mayu.' batin Lia kesal. Niatnya ingin mengejek Mayu, malah dia yang dibuat tidak berkutik.


Sementara itu Mayu terus melangkah dengan kesal.


'Enggak Alga, enggak Lia. Semuanya menyebalkan.' batin Mayu kesal. Entah kapan dia bisa merasakan ketenangannya kembali. Padahal Mayu hanya ingin kuliah dengan tenang tapi kenapa sulit sekali.


Bruk


Langkah Mayu terhenti karena tidak sengaja menabrak tubuh seseorang yang lebih tinggi juga besar darinya.


Mayu mengangkat perlahan wajahnya. Wajah kesal Mayu jadi makin kesal, begitu melihat wajah yang paling tidak ingin dilihatnya saat ini.


Mayu melangkah ke kiri, orang itu ikut melangkah ke kiri. Mayu kembali melangkah ke kanan, orang itu ikut melangkah ke kanan.


Mayu sampai mengepalkan tangannya.


"Kak Alga bisa tidak, tidak mengikuti langkah saya?" seru mayu kesal.


"Enggak." jawab Alga dengan wajah datarnya.


Tangan Mayu semakin terkepal erat, dan karena tidak sedang mood untuk berdebat, Mayu membalikkan badannya dan pergi meninggalkan Alga.


Lagi-lagi langkah Mayu terhenti karena tarikan tangan Alga.


"Kita bicara sebentar." ujar Alga langsung to the poin.


"Bicara apa lagi sih Kak? Tidak ada yang perlu dibicarakan di antara kita." ujar Mayu dan masih ada raut kesal di wajahnya. Jujur saja Mayu lelah.

__ADS_1


"Ada Mayu, dan kita harus bicara!" tegas Alga dan tanpa persetujuan Mayu, Alga menarik kuat tangan Mayu.


__ADS_2