Kekasih Bayaran Tuan Muda

Kekasih Bayaran Tuan Muda
Gara-gara Foto


__ADS_3

Mayu kembali menatap Shinta dan Lora kemudian menarik nafas pelan.


"Baiklah gue tanyakan dulu pada kak Alga, tapi kalau kak Alga menolak lo berdua jangan kecewa ya. Kak Alga itu enggak terlalu suka difoto." ujar Mayu yang tidak ingin membuat temannya kecewa.


"Ok May," kompak Lora dan Shinta sambil mengacungkan jempolnya.


Mayu mengangguk, dia kemudian melangkah perlahan menghampiri Alga yang tengah ngobrol bersama para panita yang lain.


"Mayu!"


Mayu refleks menoleh saat ada yang memanggil namanya.


"Eh Pan, kenapa?" tanya Mayu.


"Mumpung lagi acara bebas kita foto dulu yuk May, buat kenang-kenangan." ujar Irpan penuh harap.


Mayu menatap Ipan, salah satu teman seperjuangannya yang selama ini selalu baik padanya dan yang sudah banyak sakali membantunya.


Mayu menganggukkan kepalanya perlahan, tidak enak juga dia menolak permintaan Irpan, dan sebenarnya dia juga mau foto dengan Irpan.


"Boleh Pan, tapi pakai handphone kamu ya, handphoneku kameranya jelek hehe ...." ujar Mayu diakhiri cengiran kasnya.


Irpan tersenyum, senang dia, Mayu menerima ajakannya.


"Ok May, beres kalau soal itu. Andi tolong fotokan kami dong!" pinta Irpan pada temannya.


"Ok Irpan, tapi sekali foto 10 ribu ya!" goda Andi.


"Seratus ribu juga tidak masalah, tapi bayarnya nanti kalau gue sudah jadi manager di perusahaan besar. Iya enggak May?"


"Yoyoi." ujar Aimee mantap kemudian ngajak tos Irpan.


Irpan dengan semangat menyambut tos Mayu.


"Itu sama saja bohong Irpan, tapi demi lo dan pujaan hati lo tidak apa-apalah, gue foto lo sekarang. Mana sini handphonenya." ujar Andi menengadahkan tanganya.


"Andi jangan asal bicara lo, nanti pawangnya marah." ujar Irpan mengingatkan. Irpan benar-benar tidak mau Mayu sampai kepikiran dan tahu akan perasaannya. Untuk saat ini biarlah perasaannya dia simpan dalam hati saja. Terlalu berbahaya jika sampai Mayu tahu.


"Canda Irpan. Ayo kalian bergaya yang benar!" ujar Andi sambil mengedipkan matanya. Andi juga sangat paham akan perasaan Irpan pada Mayu dan dia cukup kasihan pada teman barunya itu. Dia sudah pernah merasakan cinta dalam diam dan itu rasanya sangat tidak enak.


Irpan hanya menunjukkan kepalan tangannya sebagai balasan.


"May, kita foto banyak gaya ya! Mumpung ada fotografernya May." pinta Irpan.


"Siap Kang Mas Irpan." semangat Mayu. Mayu sama sekali tidak masalah foto banyak gaya dengan Irpan, dia suka foto dan jarang-jarang ini Mayu ada kesempatan foto dengan Irpan.

__ADS_1


"Terima kasih May. May, gaya jempol dulu!"


"Siap." ujar Mayu dan langsung mengacungkan kedua jempolnya.


"Gaya sarangheo May!" pinta Irpan lagi sambil membuat simbol sarangheo kemudian menunjukkannya pada Mayu.


Mayu sampai tersenyum lebar.


"Ok Irpan." semangat Mayu lagi dan melakukan hal yang sama dengan Irpan.


"Love Pan!" gantian Aimee yang minta duluan. Dia jadi keasikan foto sampai lupa dengan tujuannya.


Apa yang dilakukan Mayu dan Irpan cukup menarik perhatian banyak orang, terutama Naura dan teman-temanya.


"Sepertinya antara Mayu dan Irpan ada cinta deh." ujar Ira.


"Gue sependapat Ra, dari tatapan Irpan pada Mayu itu terlihat tidak biasa, dan sepertinya dia suka sama Mayu. Nau, lo harusnya bisa memanfaatkan situasi ini." ujar Yuli.


"Iya ini gue juga sedang berpikir, tapi sebelum dapat ide yang baru, kita akan menjalankan apa yang sudah kita rencanakan terlebih dulu. Pokoknya rencana itu harus berhasil dan tidak boleh gagal." ujar Naura.


"Siap Nau," ujar Ira dan Yuli mantap.


Naura mengacungkan jempolnya, dia sudah tidak sabar memberi pelajaran pada Mayu.


Sama halnya dengan Lia dan Rani, mereka juga terlihat sedang saling mengode begitu melihat kekompakan Mayu dan Irpan. Lia mengode Rani supaya bicara lebih dulu. Rani yang mengerti maksud temannya mengacungkan jemponya.


Alga yang sedari tadi diam-diam memperhatikan Mayu, langsung mengalihkan pandangannya. Beda halnya dengan Rangga dan Yudha yang refleks menatap ke arah Mayu dan Irpan.


"Iya Ran setuju gue dan kalau tidak salah mereka juga tetanggan. Dari bahasa tubuh Mayu juga terlihat kok kalau dia itu sangat nyaman dengan Irpan. Dia juga bisa jadi dirinya sendiri saat bersama Irpan. Tidak seperti saat bersama ... eh ada Alga(pura-pura baru sadar akan keberadaan Alga). Maaf Alga bukan maksud menggosipkan Mayu, tapi gue pribadi nih ya Alga, sebagai seorang perempuan, gue bisa mengartikan gerak gerik perempuan lain, dan gue juga bisa tahu perempuan itu nyaman atau tidak? Untuk kasusnya Mayu, gue juga bisa melihat kalau Mayu itu merasa terpaksa berada di samping lo. Jelas tidak ada raut bahagianya saat bersama lo. Lagian untuk apa sih lo menjalani suatu hubungan tanpa ada rasa cinta di dalamnya. Ingat Alga yang namanya cinta itu tidak bisa dipaksakan." ujar Lia ikut memanasi Alga.


"Setuju gue Lia." ujar Rani lagi.


Alga yang sedari tadi diam tetap memilih diam. Dia juga melipat tangannya di dadanya dan tidak perduli sama sekali dengan apa yang dikatakan Rani dan Lia, karena dia sangat tahu apa maksud Rani dan Lia.


Katanya cinta tidak bisa dipaksakan, tapi kenapa mereka masih saja berusaha menarik perhatian Alga, yang jelas-jelas tidak ada rasa cinta pada mereka. Alga terkadang suka bingung dengan jalan pikiran mereka. Ibaratnya mereka itu bisanya menasehati saja, tapi mereka sendiri tidak mau melakukannya. Itu sama saja nol besar bagi Alga.


Sementara itu Shinta dan Lora yang sedari tadi menunggu Mayu, saling menatap melihat Mayu keasikan foto sama Irpan.


"Si Mayu malah foto sama Irpan, gimana sih Mayu? Bukannya ngajak foto kak Alga dulu." protes Lora.


"Tahu itu Mayu. Eh tapi gua juga belum ada foto deh sama Irpan. Gue mau ikutan foto ah." ujar Shinta dan lansung bangun dari duduknya.


"Gue juga mau Shin." ujar Lora tidak mau ketinggalan.


"Mayu, Irpan, ikutan foto dong!" seru Shinta.

__ADS_1


"Boleh. Sini Shinta, Lora, kita foto bersama." ujar Mayu semangat. Sedangkan Irpan hanya tersenyum tipis saja. Sebenarnya dia belum puas foto bersama Mayu, tapi lumayanlah dia sudah dapat foto yang banyak.


Empat sekawan itu asik foto dengan berbagai gaya dan terkadang mereka sampai tertawa ngakak karena gaya lucu dan norak mereka sendiri.


"Dari tadi gue jadi kang foto terus, gue juga ikutan foto dong!" ujar Andi tidak mau ketinggalan.


"Boleh. Minta difotokan sama yang lain saja Andi." ujar Irpan.


"Ok. Fajar, fotokan kami dong!" pintanya pada temannya yang lain.


"Siap, tapi nanti gue juga ikut foto ya?"


"Beres." ujar Andi mengacungkan jempolbya.


"Kami ikutan foto juga dong!" ujar yang lainnya yang sebelumnya teman satu kelompok dengan Mayu.


"Boleh banget. Sini makin ramai makin asik." ujar Mayu semangat banget.


"Ok."


Mayu dan teman-temannya kembali foto dengan cerianya dan berbagai gaya, sampai-sampai mereka tidak sadar kalau Alga berdiri depan mereka dan menatap pada mereka.


"Apa kalian tidak mau foto dengan saya?" tanya Alga datar.


Mayu dan teman-temannya refleks menatap padanya.


"MAU!" seru mereka kompak. Apa lagi Shinta dan Lora langsung melompat-lompat girang. Mimpi apa mereka, Alga sendiri yang menawarkan foto dengan mereka?


"Ok, tapi sebelum foto dengan kalian, izinkan saya foto terlebih dulu dengan Mayu." ujar Alga lagi.


Mata Mayu seketika membola. Ada apa dengan Alga, kenapa Alga tiba-tiba mau foto dengannya? Apakah ini cara Alga supaya semua teman-temanya semakin yakin kalau mereka pacaran?


"Tentu saja kami memberi izin Kak. Silahkan Kak Alga!" kompak mereka semangat kecuali Irpan. Irpan sampai menahan nafas. Dia sangat tidak ikhlas tapi dia juga tidak punya hak untuk melarang, dan kalau sampai dia melakukannya, itu hanya akan mempermalukan dirinya saja.


"Terima kasih semua. Sini Mayu!" ujar Alga lagi sambil mengode Mayu supaya mendekat padanya.


"I-iya Kak." ujar Mayu sedikit gugup. Sebenarnya dia tidak nyaman dengan situasi ini, Mayu tidak begitu suka jadi pusat perhatian. Sayangnya Mayu tidak mungkin menolak keinginan Alga.


'Tidak apa-apa Mayu, anggap saja ini sebagai ucapan terima kasih.' batin Mayu.


Mata Mayu kembali membola begitu Alga merangkulnya.


"Cie cia Mayu, mau juga dong dirangkul ehem ehem ...." Lora dan Shinta begitu bersemangat menggoda temannya.


Mayu sampai salah tingkah dan jantungnya tiba-tiba berdebar lebih cepat dari biasanya. Padahal selama ini, Mayu suka seenaknya bersikap depan Alga tapi karena rangkulan Alga, tubuh Mayu seketika jadi kaku.

__ADS_1


"Cup,"


Mata mayu kembali membola dan untuk sejenak dia sampai lupa nafas saat Alga mengecup pipinya.


__ADS_2