Kekasih Bayaran Tuan Muda

Kekasih Bayaran Tuan Muda
Penjelasan dan Keputusan Alga


__ADS_3

Shinta dan Lora seketika saling menatap begitu melihat Alga dan Mayu jalan mendekat ke arah mereka, dengan Alga yang masih menggenggam kuat tangan Mayu.


"Kalian bayar stroberi milik Mayu juga punya kalian, dan ini uangnya!" ujar Alga sambil memberikan kranjang stroberi Mayu serta uang seratus ribuan beberapa lembar.


"I-iya Kak," kompak Lora dan Shinta gugup.


"Saya pinjam Mayu sebentar." ujar Alga lagi dan tanpa menunggu jawaban Lora dan Shinta, Alga kembali menarik tangan Mayu.


Mayu ngikut saja kemana Alga membawanya karena kalau dia menolak pun tidak akan ada gunanya. Terlebih lagi di sekitar mereka masih banyak mahasiswa yang berkaliaran.


"Gue makin yakin deh Shin, kalau Mayu dan Kak Alga pasti sedang ada masalah." ujar Lora.


"Setuju gue, dan gue makin kagum loh sama Kak Alga, saat dia sedang ada masalah dengan Mayu, dia langsung menyelesaikan masalahnya, enggak menunggu sampai lama dulu gitu. Sikapnya benar-benar jentel. Dia memang laki-laki idaman." balas Shinta. Mereka berdua masih sangat yakin kalau hubungan Mayu dan Alga benar-benar pacaraan.


"Nah itu dia, dan yang buat gue makin terkagum-kagum lagi. Steoberi kita juga dibayarin dong. Lumayan, gue bisa beli banyak stroberi buat oleh-oleh. Adik-adik gue pasti senang banget ini." ujar Lora girang.


"Dasar matre lo."


"Kayak lo enggak saja. Lo juga pasti senang kan stroberinya dibayarin kak Alga? Ngaku saja lo!" balas Lora.


"Ya iyalah." ujar Shinta ngaku juga.


"Dasar." ujar Lora menyentil gemas hidung Shinta. Mereka berdua kemudian saling tersenyum.


Sementara itu Mayu dan Alga sudah sampai di tempat yang cukup sepi. Mayu memilih duduk diatas rerumputan dan Alga juga melakukan hal yang sama.


"Kak Alga mau bicara apa?" tanya Mayu tanpa menatap pada Alga. Dia masih kesal pada Alga.


"Jadi kejadian kempes ban yang kamu alami saat di tanah abang, Lia pelakunya?" tanya Alga menatap lurus ke depan.

__ADS_1


"Iya mereka pelakunya dan saya juga sudah menganggap masalah itu sudah selesai jadi enggak perlu dibahas lagi, ok. Saya juga sudah melupakan kejadian, itu." ujar Mayu apa adanya. Mayi memang tidak mau mau lagi mengingat kejadian itu.


"Ok, tapi kejadian yang kamu tenggelam dan kami para panitia menganggap itu sudah selesai, kamu belum bisa terima kan?" tanya Alga lagi.


"Itu juga saya sedang berusaha mengikhlaskannya Kak, jadi tidak perlu diungkit-ungkit lagi. Lagian saya juga sudah bisa menebak siapa pelakunya dan udah pasti orangnya itu-itu saja." jawab Mayu lagi.


Mayu masih sangat yakin kalau pelakunya adalah Naura cs dan Mayu tidak mungkin membalas mereka. Percuma kalau pun Mayu membalas mereka, yang ada mereka juga akan mebalas Mayu lagi, capek Mayu.


"Ok kalau kamu tidak mau mengungkit masalah itu lagi. Jadi kita anggap masalah itu juga selesai." ujar Alga.


"Iya memang sudah selesai Kak, terus Kak Alga mau bicara apa lagi dengan saya?" tanya Mayu dan kali ini menatap Alga.


Alga memejamkan matanya sejenak dan menarik nafas pelan. Alga sudah memikirkan semuanya. Dia akui, dia memang sudah mulai memiliki rasa pada Mayu, dia juga senang berada dekat Mayu, apa lagi saat mendengar ocehan Mayu yang kadang membuatnya kesal juga gemas.


Hanya saja Alga juga harus berpikir Realistis antara dia dan Mayu itu tidak mungkin bersatu. Keluarganya sudah pasti tidak akan menerima Mayu, terutama maminya. Mayu sudah dapat masalah cukup banyak di kampus, itu karena dia, dan Alga tidak ingin menambah masalah Mayu karena keluarganya. Alga tidak setega itu menambah masalah Mayu. Oleh karena itu Alga harus secepatnya mengambil keputusan, sebelum mereka melangkah terlalu jauh atau Mayu sampai jatuh cinta padanya.


"Begini Mayu, ini soal perjanjian kerja sama kita." ujar Alga dan kembali menarik nafas pelan.


'Apa, kak Alga ingin mengakhiri perjanjian kerja sama kami?' batin Mayu. Seketika perasaan Mayu jadi campur aduk. Satu sisi dia merasa senang, itu berarti dia bisa kuliah dengan tenang tanpa adanya gangguan dari para perempuan yang menyukai Alga. Tapi di sisi yang lain, terselip rasa sedih di hati Mayu kerana akan kehilangan perhatian dari seorang Alga. Tidak bisa dipungkiri, sejak Mayu jadi pacar bayaran Alga, kehidupan Mayu jadi lebih berwarna. Ada banyak pengalaman baru yang diadapatkan. Terutama saat kegiatan makrab.


"Aku ingin menghapus beberapa poin Mayu." ujar Alga lagi.


Mayu lagi-lagi menatap Alga.


"Apa itu Kak?" tanya Mayu cepat.


"Poin pertama, kamu tidak perlu lagi datang ke ruangan BEM. Para Mahasiswa sudah tahu kita pacaran, jadi kita tidak perlu lagi sering-sering bertemu untuk meyakinkan mereka kalau kita beneran pacaran. Poin kedua, kamu juga bisa dekat dengan cowok lain, tapi dengan catatan bukan di arena kampus. Kamu juga bisa menjalin hubungan sembunyi-sembunyi dengan dia, yang terpenting para mahasiswa di kampus kita, jangan sampai tahu saja. Dan saya juga ingin menabahkan satu poin tambahan, kamu jangan sampai jatuh cinta pada saya." jelas Alga dengan berat hati.


'Saya melakukan ini semua demi kebaikan kamu, meski saya sendiri merasa kehilangan.' batin Alga.

__ADS_1


Tidak hanya Mayu yang merasa kehidupannya semakin berwarna sejak perjanjian kerja sama itu, tapi Alga juga. Kadang dia, merasa senang, cemburu, marah, dan khawatir dalam satu waktu, yang mana perasaan itu sudah lama tidak lagi pernah dirasakannya.


Mayu lagi-lagi menatap Alga, apa maksud Alga mengatakan itu semua?


"Ok Kak saya bisa terima dengan poin yang dihilangkan itu, tapi saya masih tidak mengerti dengan poin tambahan itu. Apa Kak Alga berpikir, saya jatuh cinta pada Kak Alga?" tanya Mayu memastikan.


Alga menggelengkan kepalanya.


"Saya sama sekali tidak berpikir kamu sudah jatuh cinta pada saya. Saya hanya tidak mau kamu terluka karena saya. Saya tidak mau kamu patah hati karena Saya. Ini bukan karena saya tidak mungkin menyukai kamu, karena yang namanya perasaan itu tidak bisa dipaksakan juga tidak bisa dicegah. Saya berkata seperti itu karena kita memang tidak mungkin bisa bersatu kecuali kalau ada keajaiban. Saya tidak bisa mengatakan alasannya, tapi saya harap kamu bisa mengerti." jelas Alga lagi.


"Saya sangat tahu kok Kak alasannya. Ini pasti karena status sosial kita, kan? Saya juga sangat mengerti kok Kak, dan saya juga sangat sadar diri. Siapalah keluarga saya bila dibandingkan dengan keluarga kak Alga. Saya mengatakan ini tidak ada maksud apa-apa ya Kak, intinya saya hanya mau bilang, saya juga sangat berharap jangan sampai saya jatuh cinta pada Kak Alga, itu saja."


"Iya Mayu baguslah kalau kamu mengerti. Kalau begitu mari kita lanjutkan perjanjian kerja sama ini, selayaknya pacar bayaran pada umumnya. Tanpa ada yang melibatkan perasaan dan hanya sekedar senang-senang saja." ujar Alga lagi-lagi dengan berat hati, karena dialah yang sudah melibatkan perasaanya.


"Ok Kak Alga, Mayu terima dengan senang hati." ujar Mayu mantap. Mayu merasa lega beberapa pertanyaan yang sebelumnya berputar-putar dalam benaknya kini terjawab sudah dan Mayu tidak merasa sedih sama sekali. Justru Mayu berterima kasih pada Alga.


Apa yang baru saja Alga sampaikan seolah seperti alaram pengingat untuk Mayu. Supaya dia tetap sadar dia siapa, dan jangan sampai lupa diri karena seorang Alga Putra Pratama tidak mungkin bisa Mayu gapai.


"Ah iya Kak Alga, Mayu boleh tidak minta foto berdua dengan Kak Alga?" tanya Mayu tiba-tiba.


"Untuk apa?"


"Ya untuk kenang-kenangan Kak dan sebagai pengingat juga. Siapa tahu suatu saat nanti Mayu sampai lupa diri, dan begitu melihat fotonya Mayu bisa kembali sadar siapa Mayu. Dan siapa tahu juga kita jodoh loh Kak. Jadi saya bisa perlihatkan fotonya dan mengatakan pada kak Alga kalau keajaiban itu beneran ada." ujar gadis berparas cantik itu.


"Ngarep kamu!" ujar Alga sadis.


"Ye enggak apa-apa dong itu berarti Mayu normal. Jangan-jangan Kak Alga juga berkata dalam hati, semoga saya berjodoh dengan Mayu, amin." balas Mayu.


"Mimpi kamu!" ujar Alga tersenyum tipis. Inilah yang membuatnya selalu nyaman dekat Mayu. Mayu selalu bisa mengubah suasana hatinya.

__ADS_1


'Semoga sampai selamanya kita bisa menjalin hubungan baik seperti ini Mayu, walau kita tidak mungkin menjadi teman hidup, tapi saya berharap suatu saat nanti bisa jadi teman kerja.' batin Alga.


Alga sangat berharap, kelak Mayu bisa jadi orang hebat tentunya. Siapa tahu dengan begitu Mayu bisa diterima oleh keluarga besarnya. Eh kok, jadi dia yang ngarep berjodoh dengan Mayu.


__ADS_2