Kekasih Bayaran Tuan Muda

Kekasih Bayaran Tuan Muda
Saingan Alga


__ADS_3

Mayu balas tersenyum walau dia tidak kenal pada orang itu. Lagian tidak enak juga rasanya kalau tidak membalas senyum orang lain yang sudah tersenyum pada kita.


"Hai," ujarnya.


"Oh hai," balas Mayu. Mayu sudah terbiasa bersikap ramah. Jadi kalau ada yang menyapa, sudah pasti dia akan menyapa baik. Apalagi kalau orang yang menyapanya bersikap sopan.


"Kamu suka coklat buah?" tanyanya begitu melihat ada 4 tusuk sate buah di piring Mayu.


"Lumayan." jawab Mayu singkat.


"Pantas," ujarnya membuat Mayu menaikkan alisnya.


"Maksudnya?" tanya Mayu bingung.


"Pantas kamu sangat manis, lebih manis dari coklat." ujarnya membuat Mayu tersenyum dan refleks memukul cowok itu dengan sate coklat yang dipegangnya, membuat baju kemeja cowok itu terkena noda coklat.


"Ya ampun, maaf ... maaf!" ujar Mayu merasa tidak enak begitu sadar dengan kesalahannya. Mayu buru-buru meletakkan piringnya dan beralih mengambil tisu yang dari dalam tasnya.


"Maafkan saya, saya benar-benar tidak sengaja." ujar Mayu lagi sambil menghapus noda coklat yang mengenai kemeja cowok itu.


Cowok itu tampak terkejut melihat reaksi Mayu dan tanpa sadar senyum tipis terbit di wajahnya. Entah kenapa dia senang melihat apa yang dilakukan Mayu.


"Tidak apa-apa, hanya coklat ini. Kalau dicuci juga pasti bersih lagi." ujarnya tidak menyalahkan Mayu atau marah pada Mayu.


"Iya saya tahu tapi kemeja kamu jadi kotor." ujar Mayu menyesali kebodohannya.


"Saya tahu, tapi itu bukan masalah. Santai saja." ujarnya lagi membuat Mayu merasa lega.


"Sekali lagi maaf ya," ujar Mayu.


"Iya saya maafkan." ujarnya lagi.


"Terima kasih. Kalau begitu saya duluan." ujar Mayu memilih pergi. Dia takut melakukan kesalahan yang sama, selain itu dia juga tidak mau orang lain jadi berpikir yang tidak-tidak padanya terutama pada orang yang mengenalinya dan tahu kalau dia adalah pacarnya Alga.


"Eh tunggu!" serunya menahan cepat tangan Mayu.


Tidak hanya Mayu yang terkejut melihat apa yang dilakukan oleh cowok itu tapi Naura juga. Apa-apan cowok itu seenaknya saja menarik tangan Mayu.


"Hei Mas, tangannya dijaga dong! Jangan seenaknya saja menarik tangan Mayu!" protes Naura dan melepaskan kasar pegangan tangan cowok itu.


Naura juga menatap kesal pada cowok itu. Dia tidak suka ada yang menyentuh Mayu sembarangan walau hanya tangan saja. Mayu itu hanya milik Alga, dan Naura juga maunya hanya Alga saja yang jadi kakak iparnya, bukan yang lain. Selain itu Alga juga sudah menitipkan Mayu padanya.


Cowok itu menatap tidak suka pada Naura.


"Tangannya yang saya pegang, kenapa kamu yang protes? Dia nya juga biasa saja!" balas cowok itu.


"Kata siapa Mayu biasa saja. Dari wajah Mayu saja, kelihatan kalau dia tidak suka. Sok tahu kamu! Ayo May, sebaiknya kita pergi saja! Jangan mau dekat-dekat sama cowok yang enggak punya sopan santun!" ujar Naura dan beralih menarik tangan Mayu.


"Heh, justru kamu ya yang enggak punya sopan santun, datang-datang langsung main marah saja. Lagian saya juga hanya mau kenalan saja, bukan melakukan hal yang tidak wajar." balas cowok itu lagi.

__ADS_1


"Terus menurut Masnya, Mayu mau gitu kenalan sama masnya? Jangan terlalu percaya diri deh! Saya saja enggak sudi kenal sama Mas." seru Naura tidak mau kalah.


"Saya juga lebih enggak sudi lagi kenalan dengan cewek seperti kamu! Memangnya siapa kamu? Saya hanya mau kenalan dengan dia, bukan yang lain." balasnya.


"Oh Ma-"


"Udah Nau, lebih baik kita pergi saja." potong Mayu cepat, dan beralih menarik tangan Naura.


"Kami duluan," ujar Mayu lagi menatap tidak enak pada cowok itu. Harusnya Naura jangan main marah saja, jadi makin panjang kan urusannya.


"Bye cowok tidak sopan dan sok kegantengan." ujar Naura dengan tatapan mengejeknya kemudian pergi meninggalkan cowok itu.


Mayu hanya menggelengkan kepalanya beda halnya dengan cowok itu menatap kesal pada Naura dan mengepalkan kuat tangannya.


Padahal Naura kalau dari dekat ternyata lebih cantik, sayangnya kelakuannya tidak ada cantik-cantiknya sama sekali. Ogah banget dia sama cewek seperti itu. Dia lebih baik jomblo seumur hidup dari pada punya pacar seperti itu.


***


"Mayu, Naura, sini!" ujar Sindi sambil memberi kode pada kedua putrinya.


Mayu dan Naura mengangguk dan mereka juga tersenyum pada sepasang orang tua yang duduk satu meja dengan Sindi.


"Beri salam pada Mas Ahmad dan Mbak Tere!" ujar Sindi lagi begitu mereka sampai.


"Selamat malam Om, Tante. Saya Mayu." sapa Mayu ramah sambil salim dan Naura juga melakukan hal yang sama dan tidak lupa memperkenalkan dirinya.


"Iya selamat malam, kalian berdua cantik sekali." ujar Tere.


"Sama-sama. Apa kalian berdua masih kuliah? Kalian terlihat masih muda sekali?" tanya Tere lagi.


"Iya Tante kami masih kuliah dan baru semester lima." jawab Mayu.


"Pantas saja masih terlihat unyu-unyu, masih muda sekali ternyata." ujarnya lagi.


"Tante bisa saja," ujar Naura.


"Tante serius loh. Padahal kalau dilihat dari kejauhan kalian terlihat seperti wanita karir, tapi begitu dilihat dari wajahnya kalian terlihat seperti anak SMA." ujarnya apa adanya.


"Selain kuliah, mereka berdua memang sedang meniti karir juga Mbak. Mbak pernah dengar Maga Wear?" ujar Sindi.


"Maga Wear? Namanya seperti tidak asing? Apa itu Maga Wear?" ujar Tere balas bertanya.


"Maga Wear adalah nama usaha mereka Mbak dan memproduksi pakaian dalam, bikini, baju tidur, baju, tas dan ada juga Maga Beauty dan itu memproduksi skincare." jawab Sindi.


"Wah bagus dong. Anak kamu masih muda tapi sudah mandiri saja ya." ujarnya dan menatap kagum pada Mayu dan Naura.


"Lumayan Mbak." ujar Sindi dan beralih pada Mayu.


"Ah iya Mayu, ini pak Ahmad ada pabrik pembuat sepatu juga loh. Kamu katanya mau membuat sepatu Maga Wear juga kan? Kamu bisa tanya pada dia saja. Siapa tahu ke depannya bisa menjalin kerja sama. Kalau ada yang kenal, lebih baik sama yang kenal saja kan?" ujar Sindi lagi dan langsung disambut antusias oleh Tere.

__ADS_1


"Benar sekali Sindi. Kalau mau produksi sepatu tinggal bilang saja. Dijamin tidak akan kecewa dengan hasilnya. Ah iya ada anak saya juga ikut bersama kami. Kamu bisa bicarakan dengan dia saja. Dijamin kalian pasti akan saling nyambung dan bisa bekerja sana dengan baik. Nah itu dia orangnya." ujarnya kemudian melambaikan tanganya pada seorang pemuda yang jalan mendekat ke arah mereka.


"Sini Alex!" ujarnya lagi.


Mayu dan Naura sama-sama menoleh. Alis mereka seketika terangkat begitu melihat laki-laki itu. Mayu dan Naura saling menatap. Naura langsung memperlihatkan wajah malasnya dan Mayu hanya tersenyum tipis melihat raut wajah Naura.


"Malas banget ya May," bisik Naura begitu Alex duduk diantara Mayu dan Ahmad.


"Jangan begitu, Nau. Harus tetap sopan!" bisik Mayu mengingatkan Naura. Terlebih lagi cowok itu kemungkinan akan menjadi rekan bisnis mereka, tentu mereka harus jaga sikap.


"Ah Iya Alex kenalkan ini Sindi dan kedua gadis ini adalah putrinya. Kalian kenalan saja!" ujar Tere.


Alex menganguk dan dia kemudian bangun dari duduknya kemudian mengulurkan tangannya pada Sindi.


"Hallo Tante, saya Alex." ujar sopan.


"Hallo juga Alex." balas Sindi dan menyambut hangat uluran tangan Alex.


"Sok sopan." gumam Naura dan masih didengar oleh Mayu. Mayu langsung menyenggol tangan Naura supaya menjaga sikapnya. Enggak enak kalau sampai terdengar orang tua Alex.


"Hallo," ujar Alex lagi beralih mengulurkan tangannya pada Mayu.


"Iya hallo, saya Mayu." ujar Mayu menyambut uluran tangan Alex.


"Nama yang cantik, secantik orangnya." ujar Alex membuat Tere tersenyum dan sangat berbeda dengan Sindi yang senyumnya langsung memudar. Itu Alex playboy atau memang tertarik pada Mayu? Bisa gawat kalau dia tertarik pada Mayu. Padahal sebelumnya Sindi sempat berharap Alex tertarik pada Naura. Alex ganteng dan gagah, selain itu anak pebisnis lagi cocoklah dengan Naura anaknya.


"Terima kasih," ujar Mayu dan buru-buru menjaukan tangannya. Mayu tidak suka dengan pujian itu.


"Sama-sama." ujarnya dan beralih mengulurkan tangannya pada Naura dengan malas.


Naura juga menyambutnya dengan setengah hati.


"Naura," ujar Naura singkat dan buru-buru melepaskan jabatan tangan mereka.


Alis Sindi sampai terangkat melihat reaksi Naura. Tidak biasanya Naura bersikap jutek begitu pada cowok ganteng. Apalagi ini anak pengusaha loh, bukan anak CEO lagi. Ada apa dengan Naura?


"Ah iya Alex katanya mereka ini ada bisnis loh, dan mau memproduksi sepatu juga. Siapa tahu kalian bisa bekerja sama." ujar Tere.


"Benarkah, mau produksi sepatu apa?" tanya Alex pada Mayu.


"Inginnya sih sepatu kets dulu Mas." jawab Mayu apa adanya dan tetap bersikap sopan. Walau Mayu juga tidak begitu suka pada Alex, tapi dia tidak akan memperlihatkannya. Dia harus tetap sopan


"Bagus itu. Sepatu kets memang paling banyak peminatnya. Bisa saya minta nomor kamu, kita bisa bicarakan lebih lanjut nanti." ujarnya gerak cepat sekali membuat Mayu seketika terdiam , sedangkan Tere diam-diam tersenyum mendengarnya. Sepertinya anaknya benar-benar tertarik pada Mayu. Ini benar-benar bagus. Dia juga semakin suka pada Mayu.


Mayu menoleh pada Sindi dan Sindi juga diam saja. Dia ingin melarang Mayu memberikan nomornya jelas tidak mungkin, karena dia merasa tidak enak pada Tere dan Ahmad. Sedangkan kalau Mayu sampai memberikan nomornya, bisa-bisa Alga marah nanti, mengingat Alex yang sepertinya tertarik pada Mayu.


Mayu beralih pada Naura.


"Berikan saja!" bisik Naura. Walau dia tidak suka pada cowok tapi Naura juga tidak setega itu, dan dia juga percaya pada Mayu. Mayu pasti setia pada Alga dan tahu bagaimana caranya menghadapi Alex.

__ADS_1


Saat ini mereka tidak mungkin berbuat banyak karena ada orang tua Alex. Biar bagaimana pun, mereka harus menjaga sikap dihadapan orang tua. Apalagi mereka itu kenal dekat dengan Pratama.


__ADS_2