
"Hai Tante, Alga." ujar Rahel dan langsung melambaikan tangannya semangat.
Dira juga balas melambaikan tangannya dan tersenyum pada Rahel.
"Ayo Alga!" ujar Dira lagi menarik tangan anaknya dan dengan berat hati Alga mengikuti langkah maminya.
Dira masih memperlihatkan senyum manisnya. Ini balasannya kalau sudah membuat Dira kesal, Dira pasti akan membalasnya bekali-kali lipat, dan lihat saja, kali ini Dira pasti akan berhasil.
"Hai Tante," ujar Rahel lagi dan langsung salim pada Dira. Mereka juga tidak lupa cipika cipiki. Dari cara mereka terlihat sekali kalau hubungan mereka sangat dekat. Sedangkan Alga dia hanya cuek saja dan tidak ada niatan menyapa Rahel. Hanya saja aksi cuek Alga tidak bertahan lama dan itu karena Rahel tiba-tiba memeluknya erat.
Alga melotot dan ingin rasanya mendorong Rahel jauh-jauh dari dia, hanya saja karena banyaknya kamera wartawan serta banyak orang yang melihat ke arah mereka, Alga tidak mungkin melakukannya. Bisa-bisa Alga akan dicap kasar pada perempuan dan berbagai tuduhan negatif lainnya. Apalagi zaman sekarang ini berita negatif itu gampang sekali kesebarnya, dan yang tadinya hanya salah satu bisa jadi salah banyak. Ditambah lagi dia adalah calon peminpin, dia benar-benar harus berhati-hati dalam bertindak.
"Lepaskan pelukan kamu Rahel!" ujar Alga dingin. Dia benar-benar tidak suka dipeluk Rahel, dan dia juga tidak ingin mereka masuk gosip karena ulah Rahel. Rahel seorang artis otomatis apapun yang yang dilakukannya bisa jadi gosip. Apalagi Alga adalah seorang cowok, gosip itu akan semakin menjadi dan semakin cepat menyebarnya.
Rahel bukannya melapas pelukannya tapi semakin memeluk erat Alga.
"Aku sangat merindukan kamu Alga." ujar Rahel lagi membuat tangan Alga terkepal erat. Apalagi Alga juga bisa melihat para wartawan mengambil foto dan video mereka.
Posisi Alga bagai makan buah simalakama, pilihannya sangat sulit. Dia benar-benar sudah terjebak dalam permainan maminya dan Rahel. Harusnya dari awal dia sadar, saat maminya tiba-tiba datang dan minta diantar, dan Alga benar-benar menyesal sudah menuruti keinginan maminya.
Sementara Dira senyumnya semakin lebar. Dia merasa senang melihat antusias para wartawan dan tidak hanya itu para penggemar Rahel yang kebetulan datang juga berlomba-lomba mengambil foto dan video. Ini benar-benar bagus.
"Lepaskan pelukan kamu Rahel, jangan sampai kita sama-sama hancur gara-gara kamu ya, ini aku tidak main-main!" ujar Alga serius dan Alga benar-benar harus menahan amarahnya agar tidak meledak.
Rahel akhirnya melepas pelukannya. Rahel rasa dengan pelukan yang dia lakukan sudah cukup untuk bukti.
Begitu Rahel melepaskan pelukannya dan tanpa bicara sepatah kata pun lagi, Alga langsung pergi meninggalkan Rahel dan maminya. Amarahnya benar-benar sudah membara, dan dia juga tidak mungkin meluapkan kemarahannya saat ini juga pada Dira dan Rahel.
"Jangan lama-lama ya Sayang. I love you." ujar Rahel lagi dan itu benar-benar sengaja.
Alga yang tahu itu hanya semakin mengepalkan kuat tangannya, beda halnya dengan Dira yang mengacungkan jempolnya.
Melihat Alga yang sudah pergi para wartawan langsung buru-buru menghampiri Rahel.
"Mbak Rahel, apa laki-laki tadi pacarnya mbak Rahel?" tanya salah satu wartawan sambil merekam dan mengambil video Rahel.
"Ya dia adalah pacar saya, dan ini adalah maminya." ujar Rahel pura-pura malu dan tidak lupa memperkenalkan Dira.
__ADS_1
Dira kembali tersenyum ke arah wartawan.
"Wow, Mbak Rahel ternyata diam-diam sudah punya pacar dan sudah kenal dekat lagi dengan ibu pacarnya, tapi kenapa itu tadi pacarnya buru-buru pergi Mbak?" tanya wartawan lain.
"Dia kebelet dan dia juga baru tahu ada banyak wartawan di sini. Dia itu belum terlalu percaya diri berhadapan dengan banyak kamera, makanya dia memutuskan menunggu di mobil saja." ujar Rahel lagi yang lancar sekali berbohongnya.
"Begitu ya Mbak. Apa pacarnya itu artis juga Mbak Rahel?" tanya wartawan itu lagi.
"Bukan, dia masih mahasiswa, hanya saja dia calon CEO, ya Tante?" ujar Rahel beralih pada Dira.
"Iya." jawab Dira singkat dan pura-pura bersikap jual mahal.
"CEO dimana Tante?" tanya wartawan lain.
"Pratama group." jawab Dira lagi.
"Pratama group yang memiliki mall itu kan tante, juga pemilik sinar mas dan beberapa bidang usaha lainnya?" ujar wartawan lain.
"Iya," jawab Dira lagi.
"Wow, apa dia anak dari pak Pratama?"
"Mbak Rahel selamat ya, ternyata pacarnya calon pebisnis hebat. Kalau boleh tahu Mbak Rahel sudah berapa lama pacaran dengannya?" tanya wartawan lagi.
"Sejak kami SMA. Di ketua OSiS dan saya walinya waktu itu." ujar Rahel lagi membuat para wartawan semakin semangat. Tidak hanya itu para penggar Rahel lebih dari semangat. Mereka benar-benar tidak menyangka idola mereka ternyata punya pacar ada pebisnis hebat. Idola mereka benar-benar tidak salah pilih dan mereka tentunya sangat mendukung pilihan idola mereka. Mereka kemudian berlomba-lomba menyebarkan kabar baik itu ke akun sosial media mereka.
Akun sosial media fansbase Rahel seketika ramai. Apalagi saat para wartawan mulai mengupload gosip yang sama, beritanya semakin heboh lagi.
Rahel dan Dira saling tos begitu melihat usaha mereka berjalan dengan mulus, sangat berbeda dengan Alga, dia menggaruk kasar kepalanya dan menyembunyikan wajahnya. Alga memang bisa menjelaskan ini semua pada Mayu dan Alga yakin kekasihnya itu pasti akan percaya padanya. Hanya saja karena gosipnya sudah menyebar tentu itu akan sangat bahaya untuk Mayu ke depannya. Apalagi kalau gosipnya sudah bawa-bawa nama Pratama grup.
Untuk Pratama grup sendiri gosip itu pasti akan sangat menguntungkan, dengan begitu perusahaan mereka pasti akan semakin dikenal, dan saham mereka juga bisa naik. Hanya saja dibalik suksesnya Pratama grup tentu ada Mayu yang harus dikorbankan. Perusahaan pasti akan berusaha menyembunyikan rapat-rapat soal keberadaan Mayu yang mereka ketahui adalah pacarnya Alga.
Sudah tahu bukan namanya dunia bisnis itu kejam. Mereka akan dengan mudah menyingkirkan seseorang selama seseorang itu tidak menguntungkan bagi mereka, dan mereka juga pastinya tidak akan menyia-nyiakan kesempatan yang bisa mendatangkan keuntungan besar bagi perusahaan.
Berita gosip Rahel dan Alga semakin heboh dan tidak terkendali begitu ada seseorang yang mengupload foto mereka saat SMA, begitu juga foto mereka saat di kantor Pratama waktu itu. Orang-orang semakin percaya kalau Alga dan Rahel memang beneran pacaran.
***
__ADS_1
Mayu lagi-lagi menoleh ke arah pintu ini sudah 2 jam dari Alga meneleponnya tapi Alga tidak juga kelihatan batang hidungnya. Kemana kekasihnya itu? Alga memang sempat mengirim pesan padanya kalau dia mau menghantar maminya sebentar, tapi entah kenapa belum datang-datang juga?
Apa Dira minta diantar ke tempat yang sangat jauh atau jangan-jangan Alga terjebak macet? Itu masih jadi pertanyan yang terus berputar-putar dalam benak Mayu.
Mayu kemudian meraih ponselnya, dia ingin menghubungi Alga saja, entah kenapa perasaannya juga enggak enak saat ini.
Tut tut tut
Telepon dari Mayu masuk tapi Alga tidak juga mengangkatnya. Ini beneran tumben, tidak biasanya Alga mengabaikan teleponnya. Perasaan Mayu jadi semakin tidak tenang. Jangan-jangan Alga mengalami kecelakaan?
Sementara itu Alga yang melihat telepon dari Mayu, rasa bersalahnya semakin besar saja. Walau sebenarnya dia tidak salah, tapi tetap saja dia merasa bersalah pada kekasihnya. Hanya karena ulah maminya, dalam waktu singkat keadaannya jadi benar-benar kacau.
Alga yang tidak ingin Mayu menunggu terlalu lama, memutuskan menjalankan mobilnya lagi. Alga juga harus menjelaskan secepatnya pada Mayu. Jangan sampai Mayu jadi salah paham padanya. Bisa makin panjang masalahnya natinya nanti.
Kembali ke toko Maga Wear. Mayu tampak menatap poselnya dan menghembuskan nafasnya panjang. Perasaannya semakin tidak menentu saja rasanya.
"Mayu!" seru Shinta tiba-tiba dan berlari ke arah Mayu.
"Kenapa Shin." ujar Mayu tidak semangat.
"Ini benar-benar gawat Mayu, ada berita buruk Mayu!" seru Shinta lagi kemudian duduk di depan Mayu.
Deg deg deg
Jantung Mayu tiba-tiba berdebar dengan cepatnya. Jangan-jangan firasatnya kalau Alga mengalami kecelakaan itu beneran.
"Berita buruk apa Shin?" tanya Mayu pelan.
"Ini soal Kak Alga, Mayu. Gue juga bisa tahu karena sepupu gue yang memberitahukannya dan gue harap lo bisa sabar ya Mayu dan jangan langsung marah pada Kak Alga. Lo dengarkan baik-baik penjelasannya. Gue yakin berita yang sedang heboh saat ini tidak lah benar, dan gue juga percaya kalau Kak Alga itu tidak mungkin mendua atau pun selingkuh." ujar Shinta membuat Mayu mengerutkan keningnya.
"Maksud lo apa sih Shinta, gue enggak mengerti." ujar Mayu bingung.
Shinta memberikan ponselnya pada Mayu.
"Ini May, Kak Alga sedang digosipkan pacaran dengan Rahel. Bahkan sudah ada juga akun fansbase mereka." ujar Shinta.
Mayu melotot dan lebih melotot lagi begitu melihat video pelukan Alga dan Rahel, dan itu rasanya sangat sakit sekali.
__ADS_1
"May lo harus bisa tenang ok May. Gue sangat yakin Kak Alga tidak mungkin bermain di belakang lo. Lihat saja ini dia tidak ada membalas pelukan Rahel dan tangannya juga terkepal erat. Begitu juga dengan raut wajahnya tidak ada senyum sama sekali May. Gue yakin Kak Alga pasti dijebak May." ujar Shinta lagi.
Mayu hanya menundukkan kepalanya dan sampai memegang kuat ponsel Shinta. Kenapa semuanya jadi begini?