Kekasih Bayaran Tuan Muda

Kekasih Bayaran Tuan Muda
Cemburu Tanda Cinta


__ADS_3

Setelah pertemuan tidak terduga dan Frans menolong Mayu, hubungan Frans dan Mayu juga Alex dan Naura jadi semakin baik. Frans juga jadi sering ikut gabung di acara mereka. Seperti saat acara wisuda Mayu dan teman-temannya beberapa hari lalu, Frans ikut hadir memeriahkan acara mereka.


Mayu dan Naura tentu saja menyambut senang kehadirannya, apalagi hubungan Frans dan Alex benar-benar semakin mencair dan tidak ada lagi amarah serta rasa iri diantara mereka. Walau Frans juga tidak bisa membohongi dirinya kalau dia ada keinginan memiliki pasangan seperti Alex dan yang lainnya. Hanya saja dia tidak akan memaksakan diri dan tidak asal pilih perempuan lagi. Dia juga ingin fokus memperbaiki dirinya, supaya mendapat gadis yang baik, seperti yang dibilang Naura tempo hari padanya.


"Mas! Mas Frans!" panggil Mayu.


"Iya, kenapa Mayu?" jawab Frans.


"Katanya, Kak Rani akan datang diacara lamaran Naura." seru Mayu.


"Siapa itu?" tanya Frans.


"Itu loh Mas, cewek yang ingin aku kenalkan itu." ujar Mayu lagi.


"Benarkah? Bagus dong."


"Iya Mas dan semoga saja kalian bisa nyambung ya! Dia itu pasti cocok sama Mas Frans, soalnya kalian itu punya masa lalu yang sama." ujar Mayu lagi.


"Masa lalu gimana maksudnya Mayu?" tanya Frans bingung.


"Masa lalu kalian itu sama-sama menyebalkan, gitu loh Mas."


"Berarti dia bukan cewek baik dong?" seru Frans lagi.


"Baik kok Mas. Dia tidak baiknya dulu saja dan itu juga khusus pada saya saja." cerita Mayu.


"Kenapa bisa begitu?"


"Semua gara-gara cowok Mas atau lebih tepatnya karena kak Alga. Dulu itu dia suka sama kak Alga, tapi kak Alga malah sukanya sama saya, ya dia enggak terima. Secara dia lebih cantik dan kaya dari saya." jelas Mayu.


"Berarti dulu saingan kamu banyak sekali dong. Bukannya Naura juga katanya dulu suka sama pacar kamu itu? Sampai-sampai dia berbuat jahat pada kamu." ujar Frans teringat akan cerita Naura.


"Banyak Mas. Waktu kuliah kak Alga itu pangeran kampus. Banyak sekali cewek-cewek yang suka padanya. Makanya saya patut berbangga diri karena bisa menaklukkan sang pangeran kampus itu." ujar Mayu malah membanggakan diri.


"Benar juga hebat memang kamu, tapi saya juga tidak kaget. Kamu juga cewek idaman. Saya juga mau sama kamu kalau kamu masih jomblo." balas Frans dan langsung mendapat lirikan dari Mayu.


"Hei Mas, jangan bicara begitu dong, nanti pacar saya cemburu lagi." protes Mayu teringat pada Alga yang akhir-akhir ini suka cemburu pada Frans.


"Memangnya pacar kamu itu suka cemburu sama saya?" tanya Frans.


"Ya gitu deh Mas, namanya juga cinta."


"Benar juga ya, cemburu tanda cinta, kalau tidak cemburu berarti tidak cinta."


"Nah itu dia Mas. Eh Mas, pacar saya telepon, panjang umur sekali dia. Sebentar ya Mas, saya angkat dulu." ujar Mayu begitu melihat ada nama Alga memanggil.


"Iya Mayu," ujar Frans kemudian ikut gabung bersama Rangga dan yang lain.


"Assalamualaikum Kak," ujar Mayu.


"Waalaikumsalam Ay. Miss you." ujar Alga membuat Mayu tersenyum.


"Miss you too Kak. Kak Alga lagi apa?"


"Video callan sama kamu Ay." ujar Alga membuat Mayu lagi-lagi tersenyum.


"Bisa saja Kak Alga."


"Iya dong. Gimana acara lamaran Naura apa persiapannya sudah selesai?" tanya Alga.


"Sudah selesai semua Kak, tinggal pelaksanaannya saja besok."


"Syukurlah. Salam pada semuanya ya Ay!" ujar Alga. Ada perasaan sedih di hatinya karena sering kali tidak bisa hadir dia acara penting Mayu, Naura dan yang lainnya.


"Iya Kak. Kak Alga jangan sedih ya di sana. Sebentar lagi Kak." ujar Mayu seakan mengerti perasaan kekasihnya.


"Iya Ay, aku tidak akan sedih hanya mau nangis saja." ujar Alga membuat Mayu tertawa ngakak.


"Nggak nangis juga dong Kak, malu dilihat tetangga."


"Tetanggaku tidak akan melihat Ay, jadi santai saja."


"Tapi tetap saja aku tidak mau melihat kak Alga menangis." ujar Mayu cepat membuat Alga tersenyum haru.


"Kenapa tidak mau melihatku menangis?"


"Ya tidak suka saja."

__ADS_1


"Tapi kalau menangis bahagia boleh enggak Ay?"


"Kalau itu boleh, tapi menangis bahagia karena apa itu?" ujar Mayu. Mayu seringkali menangis bahagia tentu dia juga tidak masalah sama sekali. Justru Mayu juga ikut senang kalau Alga menangis bahagia.


"Ada deh, mau tahu saja." ujar Alga membuat Mayu gemas pada kekasihnya.


"Dasar." ujar Mayu.


"Ay!" panggil Alga.


"Kenapa Kak?"


"Besok di acara Naura dandannya jangan terlalu cantik ya Ay, biasa saja." ujar Alga membuat Mayu lagi-lagi tersenyum.


"Enggak bisa gitu dong Kak, memangnya Kak Alga enggak mau pacarnya dipuji cantik gitu?"


"Ya pasti mau lah Ay, tapi dengan catatan ada aku di samping kamu."


Mayu lagi-lagi tersenyum mendengarnya.


"Kak Alga makin cemburuan,"


"Namanya juga makin cinta."


"Cie cie yang makin cinta. Sama dong." balas Mayu dan gantian Alga yang tersenyum. Dia senang melihat Mayu yang tidak pernah merasa gengsi mengakui perasaan cintanya.


Mayu juga ikut tersenyum. Beginilah kalau bersama Alga, hanya obrolan sederhana saja bisa membuat hatinya bahagia.


"Ay!" panggil Alga lagi.


"Kenapa Kak?"


"Ingin cepat-cepat lusa." ujar Alga membuat Mayu kembali tersenyum dia sangat mengerti maksud Alga. Setelah lamaran Naura atau lebih tepatnya Lusa, Mayu akan terbang je London bersama orang tua Alga. Mereka akan menghadiri acara wisuda Alga sekaligus melakukan foto prewed.


"Sama Kak, Mayu juga sudah tidak sabar tapi Mayu juga deg degan." jujur Mayu.


"Deg degan karena ingin bertemu denganku ya Ay?"


"Iya hehe ...." ujar Mayu membuat senyum Alga semakin mengembang.


"Sama aku juga Ay, tapi aku lebih banyak bahagianya." balas Alga.


"Amin." ujar Alga mantap. Mereka masih terus ngobrol sampai lama dan sampai Mayu dapat teguran dari Naura karena Mayu masih saja suka lupa waktu kalau ngobrol bersama Alga.


***


Hari lamaran Naura dan Alex pun tiba. Lamarannya akan diadakan di hotel milik om tua Alex.


Pagi-pagi sekali Naura dan yang lainnya sudah bersiap-siap, mereka mau terlihat cantik dan tampan di acara spesial itu. Bahkan nenek Iroh sendiri tidak mau ketinggalan, dia mau terlihat cantik di acara Naura.


"Nenek, cantiknya," ujar Mayu begitu neneknya sudah selesai didandani.


"Kamu juga tidak kalah cantiknya Nak." balas nenek Iroh.


"Berarti kita sama-sama cantik dong Nek, mana bajunya juga samaan lagi. Kita selfie dulu yuk Nek!" ujar Mayu lagi. Mayu dan Nenek Iroh memang mamakai baju seragam yang sama dengan orang tua Naura.


"Boleh Nak," ujar Nenek Iroh tanpa penolakan.


"Siap Nenek." semangat Mayu. Mayu kemudian mengambil beberapa foto dan tidak lupa mengirimkannya pada Alga.


Alga sempat protes katanya Mayu terlalu cantik dan Mayu hanya tersenyum menanggapinya.


Setelah selesai dengan neneknya, Mayu beralih menghampiri Naura dan memastikan Naura sudah siap semuanya.


"May," ujar Naura.


"Kenapa?"


"Gue deg degan," ujar Naura sambil menggenggam tangan Mayu.


"Deg degan tapi bahagia kan?" goda Mayu.


"Kalau itu jangan ditanya lagi. Gue benar-benar bahagia May. Doakan ya May, supaya acaranya lancar." ujar Naura.


Mayu tersenyum dan mengeratkan genggaman tangannya.


"Itu sudah pasti Naura, gue pasti mendoakan acara lo supaya berjalan dengan lancar."

__ADS_1


"Terima kasih May," ujar Naura.


"Sama-sama Naura."


Tidak lama setelah itu terdengar suara MC yang mempersilahkan Alex dan keluarga besarnya untuk memasuki tempat acara. Naura semakin mengeratkan gengganan tangannya, dia semakin gugup tapi dia sangat penasaran setampan apakah kekasihnya memakai baju formalnya.


Acara demi acara terus berlangsung, hingga tiba saatnya Naura disuruh memasuki tempat acara.


"Ayo Nau," ujar Mayu. Mayu yang bertugas sebagai pendamping, menggandeng tangan Naura dan mereka berdua kemudian melangkah bersama memasuki tempat acara.


Mereka melangkah dengan cara perlahan-lahan.


Naura sampai menelan ludahnya. Dia benar-benar gugup. Semua mata kini menatap padanya dan Alex juga termasuk salah satunya.


Alex menatap haru pada kekasihnya. Jantungnya juga tidak kalah berdebar cepatnya. Apalagi penampilan Naura hari ini benar-benar cantik dengan kebaya ungu pastelnya. Alex benar-benar tidak bisa mengalihkan pandangannya dari Naura.


Sama halnya dengan Naura, dia juga tidak bisa mengalihkan pandangannya dari Alex. Alex benar-benar tampan memakai jas modern yang senada dengan kebaya yang dipakainya.


Mayu yang menjadi saksi diantara kedua anak manusia yang tengah berbahagia itu juga tidak bisa menyembunyikan senyum harunya. Mayu ikut merasakan kebahagiaan yang sama dengan mereka.


Mayu kemudian memilih pergi dengan perlahan begitu dia menghantarkan Naura sampai di hadapan Alex.


Mayu memilih duduk dekat neneknya dan acara kembali dilanjutkan.


Selama acara berlangsung, Mayu benar-benar tidak bisa menyembunyikan perasaan bahagianya. Apalagi saat Naura menjawab iya, Mayu tanpa sadar meneteskan air matanya. Dia sangat terharu melihat adiknya.


"Bahagia terus Naura dan mas Alex dan semoga rencanana pernikahan kalian dilancarkan sampai hari H." monolog Mayu.


Begitu serangkaian acara lamaran resmi selesai, Mayu memilih menemui teman-temannya dan memberi pelukan hangat pada mereka. Begitu juga dengan Frans, dia ikut menjabat erat tangan calon saudara iparnya itu.


"Mayu dimana dia?" tanya Frans tidak sabaran ingin bertemu dengan gadis yang dikenalkan Mayu padanya.


"Dia ada kok Mas. Ayo ikut saya!" ujar Mayu yang sangat mengerti keinginan Frans.


"Ok," ujar Frans.


Mereka kemudian melangkah bersama menghampiri Rangga dan yang lainnya.


"Hai ... hai kami datang lagi." ujar Mayu.


"Hallo semua," ujar Frans ikut menyapa.


"Hallo juga Mas Frans." ujar Lora dan yang lainnya kemudian menyalami Frans. Sedangkan Mayu dia memilih berdiri di dekat Rani.


Rani sampai menyenggol lengan Mayu.


"Siapa May? Bukan selingkuhan kamu kan?" ujar Rani pelan.


"Ya enggaklah Kak. Mayu enggak mungkin selingkuh dari kak Alga. Dia itu sepupunya mas Alex, Kak." ujar Mayu mantap.


"Serius? Masih jomblo tidak?" ujar Rani antusias membuat Mayu tidak bisa menyembunyikan senyumnya.


"Memangnya kalsu dia masih jomblo, Kak Rani mau sama dia?" bisik Mayu.


"Ya maulah ganteng begitu," jawabnya lagi membuat senyum Mayu semakin mengembang. Sepertinya dia bakalan sukses jadi mak comblang lagi kali ini.


"Dasar gadis penyuka cowok ganteng." goda Mayu.


"Hehe ... Ya kan saya juga cantik May, lebih cocok sama yang ganteng lah biar terlihat serasi gitu loh May." ujar Rani lagi.


"Bisa ... bisa dan kebetulan sekali dia masih jomblo." ujar Mayu dan kembali mendapat tatapan antusias dari Rani.


"Serius?"


"Tentu saja. Sebentar ya!" ujar Mayu Kemudian memanggil Frans.


"Mas sini!" seru Mayu.


Frans mengangguk dan mendekat pada Mayu.


"Mas kenalkan ini kak Rani," ujar Mayu sambil memberi kode pada Frans kalau cewek yang duduk di sampingnya adalah cewek yang dia maksud.


Frans mengangguk dan tidak bisa menyembunyikan senyum. Ini benar-benar suatu kebetulan atau jodohnya memang sudah dekat? Sejujurnya Frans diam-diam suka curi-curi pandang pada teman-teman Mayu dan Rani adalah salah satu gadis yang berhasil menarik perhatiannya.


Frans kemudian mengulurkan tangannya dan Rani menyambutnya hangat.


"Frans," ujar Frans.

__ADS_1


"Rani." balas Rani.


"Cantik," ujar Frans lagi membuat Mayu dan Rani tersenyum. Bisa saja ini Frans membuat cewek jomblo senang bukan main.


__ADS_2