Kekasih Bayaran Tuan Muda

Kekasih Bayaran Tuan Muda
Usaha Alga Mempertemukan Mayu dengan David


__ADS_3

"Mi jalan pikiran Mami makin ke sini semakin tidak masuk akal saja. Bisa-bisanya Mami kepikiran mau ambil rumah itu dari Mayu. Jika Mami berani melakukannya, itu sama saja mempermalukan diri Mami sendiri. Ingat Mi, sertifikat rumah itu atas nama Mayu dan sudah terbukti keasliannya. Jadi siapa pun tidak akan bisa mengambil rumah itu dari Mayu. Mau Mami bawa ke pengadilan sekali pun, Mami tidak akan bisa menang. Udah ah, capek Alga bicara dengan Mami, bisa-bisanya Mami sibuk mengurusi harta Mayu terus. Padahal harta Mami jauh lebih banyak dari harta Mayu." ujar Alga dan kembali melangkahkan kakinya.


"Tunggu Alga, Mami belum selesai bicara!" seru Dira lagi menahan anaknya.


Alga kembali menghentikan langkahnya dan menghembuskan nafas kasar.


"Bicara apa lagi Mi? Apalagi yang harus dibahas?"


"Tentu saja soal Mayu. Mami tidak akan berhenti selama Mami belum mendapat kejelasan soal rumah itu. Jadi, kalau kamu mau Mami berhenti membahas soal Mayu dan rumah itu, lebih kamu jujur saja pada mami!" ujar Dira lagi.


Alga kembali menghembuskan nafasnya kasar dan menatap maminya.


"Ok Mi, Alga akan berkata sejujur-jujurnya pada Mami biar Mami puas. Rumah itu, tentu saja bukan pemberian Alga. Seribu perak pun tidak ada uang Alga dalam rumah itu. Mayu bisa membeli rumah dari pemberian seseorang yang sangat sayang pada Mayu, dan dari awal Alga juga Alga sudah bilang ini pada Mami. Ini Alga tidak bohong Mi. Alga juga tahu siapa orangnya tapi sampai kapan pun Alga tidak akan memberitahukannya pada Mami, karena itu privasi Mayu, dan Mami seharusnya tahu diri. Satu yang pasti orang itu sangat baik. Dia juga sangat kaya. Hartanya bisa dibilang sudah mencapai ratusan milyar, jadi kalau hanya memberikan Mayu beberapa miliyar, kecil saja bagi dia. Satu lagi yang terpenting, kenapa dia bisa memberikan uang itu pada Mayu, itu karena mereka masih ada hubungan darah. Entah itu hubungan mereka kakak adik atau kakak sepupu, Mami tidak perlu tahu. Sampai di sini sudah jelas kan semuanya? Alga harap setelah ini Mami tidak lagi mempermasalahkan soal uang dan rumahnya Mayu, karena uang dan rumahnya Mayu, dia dapatkan dengan cara yang halal dan itu memang haknya Mayu." jelas Alga.


"Kalau memang uang itu dari keluarganya, kenapa dia harus menyembunyikannya, dan kenapa juga dia harus berbohong pada rektor kalian dan mengaku kalau rumah itu dia dapatkan dari kamu?" ujar Dira yang belum juga mau menyerah.


Alga lagi-lagi menghela nafas, rasa kepo maminya sudah mencapai level paling tinggi.


"Ok, kalau soal itu Mayu memang sengaja melakukannya karena Alga lah yang menyuruhnya berbohong. Alga hanya enggak mau masalah Mayu jadi kemana-mana hanya karena perkara rumah. Padahal rumah itu sudah jelas area pribadi Mayu dan tidak ada hubungannya dengan kampus. Masih banyak hal yang harus Mayu urus dan itu jauh lebih penting dari masalah rumah. Udah paham kan Mami sekarang?" jelas Alga lagi.


Dira menatap anaknya, tentu saja dia sudah paham. Dia tidak sebodoh itu untuk mengartikan apa yang Alga katakan. Hanya saja yang jadi masalahnya, Dira malah semakin penasaran pada keluarga Mayu itu? Kenapa susah sekali menemukannya? Ini bahkan sudah sebulan lebih orang suruhannya mencari tahu, tapi jangankan namanya, jenis kelaminnya saja mereka tidak tahu.


Dira juga semakin yakin kalau keluarganya itu adalah titik terlemah Mayu makanya Mayu berusaha keras menyembunyikannya, dan sekarang Alga juga ikutan mau melindunginya. Bukankah ini sangat mencurigakan?


"Iya sudah paham, kamu bisa pergi dan ingat jangan keluar lagi. Kamu itu harus belajar yang benar Alga, jangan pacaran mulu kerjaan kamu!"


"Iya Mi," ujar Alga dan kembali melanjutkan langkahnya.


***

__ADS_1


"Assalamualaikum Ay, kamu lagi apa?" ujar Alga begitu Mayu menjawab video callnya.


"Waalaikumsalam Kak," ujar Mayu tersenyum manis kemudian mengarahkan layar ponselnya pada laptopnya, juga buku pelajarannya.


"Wih mantap, sekarang mengerjakan tugas, sudah pakai laptop ya." ujar Alga.


Mayu kembali tersenyum.


"Iya dong Kak. Mayu kan sudah pintar menggunakan laptopnya, dan tentu saja itu berkat Kak Alga. Terima kasih pacarku yang paling ganteng." ujar Mayu.


Gantian Alga yang tersenyum.


"Sama-sama pacarku yang paling cantik."


"Asik, Mayu dipanggil cantik dong, terbang ini Mayu hehe ...."


Alga juga kembali tersenyum mendengarnya.


"Sama Nenek." ujar Mayu cepat.


"Yah jangan dong Ay. Aku mau sama cucunya saja, bukan yang lain." ujar Alga tidak kalah cepatnya dan mereka akhirnya tertawa bersama.


"Ah iya Ay, aku mau cerita." ujar Alga lagi setelah tawanya mereda.


"Cerita apa Kak?" ujar Mayu menatap wajah kekasihnya. Rambut Alga terlihat berantakan tapi anehnya lagi, Alga terlihat makin ganteng kalau rambutnya berantakan.


"Aku habis berdebat lagi dengan Mami."


"Pasti gara-gara aku lagi ya Kak?" tebak Mayu.

__ADS_1


"Ya, dan itu menyangkut rumah kamu juga. Mami masih sangat penasaran Ay, dan aku rasa dia tidak akan berhenti sebelum mendapatkan jawaban sesuai dengan yang dia inginkan. Untuk itu kalau kamu mau bertemu dengan ayah kamu, kamu harus lebih hati-hati lagi ya Ay, sekarang mata-mata ada dimana-mana, sedikit saja kamu lengah kamu bisa ketahuan." ujar Alga.


"Iya Kak, Mayu tahu. Mayu juga tidak ingin kejadian rumah terulang kembali. Mayu capek Kak. Lagian beberapa jam yang lalu Daddy juga sempat menghubungi Mayu, dan dia minta maaf karena belum bisa menemui Mayu lagi."


"Baguslah kalau Daddy kamu sudah menghubungi kamu lagi. Apa kamu bicara lama dengannya?" tanya Alga ingin tahu.


"Tidak lama Kak, hanya 10 menit saja tapi itu juga sudah lumayan Kak, seenggaknya Mayu bisa mendengar suara Daddy dan tahu dia baik-baik saja. Itu saja sudah lebih dari cukup untuk Mayu."


"Iya Ay, sukurlah kalau daddy kamu baik-baik saja. Ah iya Ay, sebenarnya minggu depan adalah acara lamaran Mbak Vivi, nanti kamu temani aku ya!" ujar Alga.


Ini salah satu cara Alga mempertemukan Mayu dengan daddynya, dan Alga rasa caranya cukup aman.


Mata Mayu tampak membesar mendengarnya dan ada binar bahagia juga di sana.


"Ini beneran Kak Alga, Mayu boleh ikut datang bersama Kak Alga ke acara lamaran itu?" tanya Mayu antusias.


Mayu yakin daddnya juga pasti akan datang ke acara itu, itu berarti dia akan bertemu dengan daddynya lagi dan tanpa ada yang mencurigainya.


Alga diam-diam tersenyum tipis melihat wajah antusias kekasihnya. Alga merasa senang dia bisa berbuat sesuatu yang berarti pada Mayu, tanpa Mayu sadari.


"Tentu saja boleh dong Ay. Aku bahkan sudah minta izin sama Mbak Vivi dan Mbak Vivi juga sudah memberi izin. Dia bahkan bersedia membelikan gaun, tas dan sepatu untuk kamu dan itu tanpa sepengetahuan mami tentunya. Jadi udah amanlah semuanya dan enggak ada yang perlu kamu khawatirkan lagi." jelas Alga.


Wajah Mayu semakin berbinar mendengarnya, tapi beberapa detik kemudian binar itu seketika memudar begitu teringat Dira.


"Lalu bagiamana dengan tante Dira Kak, dia kan tidak mengundangku?" ujar Mayu.


"Mami mau mengundang kami atau tidak itu bukanlah suatu masalah Ay, yang terpenting itu mbak Vivi sudah memberi izin itu sudah lebih dari cukup. Lagian kamu kan tamu undangan spesialku, jadi tidak akan ada yang berani melarang kamu masuk tempat acara."


"Benar juga ya Kak. Kalau begitu aku juga akan mempersiapkan diri sebaik mungkin, biar tidak malu-maluin Kak Alga nantinya. Terima kasih Kak Alga. I love you so much." ujar Mayu senang. Dia juga jadi tidak sabar menunggu hari itu tiba. Mayu benar-bebar tidak sabar ingin melihat wajah daddynya.

__ADS_1


"I love you too Ay." balas Alga. Alga juga ikut tersenyum.


'Aku janji Ay, aku akan selalu berusaha membuat kamu tersenyum setiap harinya. Aku suka senyum kamu dan kamu sangat cantik saat tersenyum.' batin Alga.


__ADS_2