
Alga dan Mayu serta keluarga Alga beserta Rangga dan Yudha sudah ada di bandara. Mereka semua menghantar Alga yang mau berangkat ke London.
Dari mereka sampai di bandara dia benar-benar tidak mau melepaskan genggamannya pada Mayu. Dia sangat berat berpisah dengan Mayu, tapi dia harus bisa karena ini semua demi masa depannya dan membahagiakan orang tua tentunya. Karena dia sadar kalau dia adalah harapan satu-satunya orang tuanya.
Alga dan Mayu refleks saling menatap begitu melihat sepasang muda mudi yang sama-sama menangis karena harus berpisah. Alga sampai mengeratkan genggamannya pada tangan Mayu karena dia sangat paham perasaan pasangan muda mudi itu.
Alga kemudian mendekatkan wajahnya pada Mayu dan berbisik pada Mayu.
"Walau ini sangat berat, tapi kamu jangan sampai menangis ya Ay. Aku tidak sanggup melihat air mata kamu." pinta Alga lirih.
Mayu menganganggukkan kepalanya.
"Iya Kak, Kak Alga juga sama ya Kak. Kak Alga juga harus tetap semangat pokoknya. Begitu juga kalau sudah di London nanti, makannya enggak boleh telat, enggak boleh terlalu sering begadang juga. Pokoknya Kak Alga juga harus tetap sehat dan bahagia, biar aku di sini juga tenang." balas Mayu.
"Iya Ay dan kamu juga sama Ya. Walau sibuk kerja, istirahatnya harus tetap cukup dan makannya juga harus tetap banyak. Aku pasti akan sangat merindukan makan satu meja dengan kamu Ay." ujar Alga kemudian membawa Mayu ke dalam pelukannya.
"Sama Kak," balas Mayu lagi dan semakin mengeratkan pelukannya begitu mendengar panggilan pesawat untuk Alga.
Mayu sekuat mungkin menahan air matanya. Dia sudah janji kalau dia tidak akan menangis di depan Alga.
Alga juga balas mengeratkan pelukannya pada Mayu. Pelukan Alga benar-benar erat seolah tidak ada lagi hari esok. Alga juga mengecup dalam rambut kepala Mayu.
"Sudah waktunya aku pergi Ay, sampai bertemu lagi Ay." lirih Alga.
Mayu menganggukkan kepalanya.
"Iya Kak, sampai bertemu lagi dan kabari aku begitu Kak Alga sampai." balas Mayu tidak kalah lirihnya.
"Itu sudah pasti Ay." ujar Alga.
Alga kemudian melepas pelukannya dan menatap dalam wajah kekasihnya. Mayu juga melakukan hal yang sama.
Alga kemudian mendekatkan wajahnya dan mengecup dalam kening Mayu.
Alga kembali menjauhkan wajahnya dan mereka kembali saling menatap.
Alga kembali mengecup kekasihnya dan kali ini Alga mengecup dalam sudut bibir Mayu. Mayu refleks memejamkan matanya dan jantungnya berdebar dengan cepatnya. Sama halnya dengan Alga yang jantungnya selalu berdebar lebih cepat dari biasanya setiap kali dia berdekatan dengan Mayu dan dia sangat suka dengan debaran itu.
Alga kembali menjauhkan wajahnya dan kembali memeluk erat Mayu. Sungguh dia benar-benar berat harus berpisah dengan Mayu.
Rangga dan yang lainnya juga hanya diam saja dan tidak protes. Mereka cukup mengerti dengan perasaan Alga dan Mayu.
Alga terpaksa melepas pelukannya dan sebelum melangkah menjauh dari Mayu, dia menyempatkan mengacak gemas rambut kekasihnya dan berusaha tersenyum pada Mayu.
Mayu juga balas tersenyum pada kekasihnya dan senyum itu terlihat dipaksakan. Alga tidak protes karena dia juga melakukan hal yang sama.
Selanjutnya Alga memeluk erat maminya dan Dira juga melakukan hal yang sama. Dia pasti akan sangat merindukan Alga. Walau mereka suka berdebat tapi percayalah rasa sayang Dira itu sangatlah besar untuk Alga dan dia juga pastinya akan sangat merindukan Alga.
__ADS_1
"Baik-baik ya kamu di sana. Belajar yang serius dan harus jaga kesehatan." ujar Dira.
"Iya Mi. Mami juga ya, Mami harus tetap sehat dan sering-seringlah kunjungi Alga di London." pinta Alga.
"Iya Alga, Mami pasti akan sesering mungkin mengunjungi kamu ke sana."
"Alga tunggu ya Mi dan Alga titip Mayu. Walau Alga tidak lagi bersamanya Alga harap Mami tetap bersikap baik padanya, bila perlu harus lebih baik lagi. Alga enggak mau mendengar kalau Mayu sampai sedih gara-gara Mami. Alga akan pulang saat itu juga kalau Mami melakukannya." pinta Alga.
Dira mengusap pungung anaknya. Sepertinya Alga memang belum bisa percaya seratus persen padanya.
"Iya Alga, Mami pasti akan bersikap lebih baik lagi pada Mayu. Bila perlu Mami akan mengunjunginya seminggu sekali menggantikan kamu. Lagian Mayu juga sudah masuk keriteria menantu idaman Mami, jadi mana mungkin Mami bersikap tidak padanya. Justru Mami juga akan berusaha agar dia jadi menantu Mami dan tidak berpaling dari kamu." ujar Dira membuat Alga tersenyum lega.
"Terima kasih Mi. Alga sangat sayang pada Mami dan Alga pasti akan merindukan Mami." ujar Alga.
"Mami juga sangat sayang pada kamu." balas Dira. Mereka saling menatap untuk beberapa detik dan Alga juga tidak lupa mengecup kening mamanya.
Alga juga tidak lupa pamitan pada Pratama dan yang lainnya dan taklupa juga memeluk mereka satu persatu. Selain itu Alga juga tidak lupa berpesan pada Rangga dan Yudha supaya menjaga Mayu.
"Pokoknya lo berdua terus awasi Mayu dan jangan sampai terjadi sesuatu padanya. Tegur dia kalau dia lupa makan karena keasikan bekerja, begitu juga kalau dia lagi sakit atau sejenisnya, langsung telepon dokter!" ujar Alga menitipkan kekasih pada kedua sahabatnya.
"Iya Alga, lo enggak perlu khawatir soal itu. Mayu itu sudah seperti adik kami sendiri tentu kami juga pastinya akan melakukan yang terbaik untuk dia. Lo lebih baik fokus pada kuliah lo saja." ujar Rangga mantap.
Alga mengangguk dan sebelum pergi dia menatap pacarnya kembali. Alga kembali menghampiri Mayu dan memeluk Mayu sekali lagi sebelum dia pergi.
"Aku pergi Ay. Aku pergi semua." lirih Alga begitu melepas pelukannya.
Alga juga ikut melambaikan tangannya. Perlahan tapi pasti Alga semakin jauh meninggalkan mereka semua.
Mayu masih terus melambaikan tangannnya dan itu sampai Alga tidak lagi terlihat olehnya.
Tes
Tanpa sadar air mata Mayu jatuh begitu Alga menghilang dari pandangannya dan Mayu buru-buru menghapusnya. Dira yang melihatnya menghampiri calon menantunya dan membawa Mayu ke pelukannya.
"Kamu yang sabar ya, dua tahun itu tidak akan lama, setelah itu tidak akan ada lagi yang bisa memisahkan kamu dan Alga." ujar Dira.
Mayu mengangguk.
"Iya Tante," ujar Mayu dan balas memeluk Dira erat.
***
Mayu terbangun dari tidurnya tepat jam 3 dini hari dan yang pertama kali dilakukannya adalah melihat ponselnya.
Mayu langsung duduk di kasurnya saat dia melihat ada beberapa pesan dari Alga. Senyum manis seketika terbit di wajah Mayu.
[Assalamualaikum Ay, aku sudah sampai di London dalam keadaan sehat dan tak kurang satu apa pun.]
__ADS_1
[Maaf Ay aku enggak telepon, aku yakin kamu pasti sedang tidur. Aku enggak mau mengganggu tidur kamu.]
[Ay aku sudah sampai di apartemen. Aku mau istirahat dulu Ay.]
[Ay selesai kamu sholat subuh, telepon aku saja!]
[Aku sudah merindukan kamu Ay.]
[I love You Ay.]
"Ai miss you and i love you Kak." monolog Mayu begitu dia membaca semua pesan dari Alga.
Mayu merasa lega Alga sudah sampai di London. Mayu putuskan menyimpan poselnya kembali dan dia juga memilih tidur kembali. Lumayan dia masih bisa tidur sejaman lagi sebelum sholat subuh tiba waktunya.
"Kak Alga!" seru Mayu begitu Alga mengangkat video callnya.
Alga melambaikan tangannya dan tersenyum manis pada kekasihnya.
"Iya Sayang, kamu sudah selesai sholat?"
"Iya Kak, baru saja. Begitu menyimpan sajadah dan mukena aku langsung menghubungi Kak Alga." cerita Mayu.
"Pintar." ujar Alga.
"Iya dong, pacarnya Kak Alga gitu loh." ujar Mayu membuat Alga tersenyum.
"Bisa saja kamu Ay." balas Alga.
"Hehe ... Ah iya Kak, Mayu mau melihat apartemennya dong!" pinta Mayu penasaran.
"Boleh Ay, kita mulai dari kamar dulu ya." ujar Alga kemudian memperlihatkan seisi kamarnya.
Kamar apartemen Alga terhitung kecil, hanya muat untuk satu kasur dan 1 lemari dan tidak ada kamar mandi di dalamnya. Begitu juga dengan dapur, kamar Mandi dan ruang depannya, tidak begitu luas. Hanya saja karena barang-barangnya tidak begitu banyak, jadi terlihat lega dan ada balkonnya juga, lumayanlah untuk tempat bersantai.
"Kak Apartemennya kecil ya, kenapa Kak Alga pilih apartemen yang kecil?" ujar Mayu begitu Alga selesai menunjukkan seisi kamarnya.
"Ini juga sudah besar Ay, kan hanya aku sendirian di sini. Aku capek bersih-bersih kalau apartemennya terlalu besar." cerita Alfa membuat Mayu melotot.
"Kak Alga sendiri yang bersih-bersih? Bukannya ada penyedia jasa bersih-bersih gitu kak?"
"Ya ada tapi kalau aku bisa melakukannya sendiri, kenapa aku harus menyuruh orang lain. Hitung-hitung belajar mandiri gitu loh Ay. Aku bisa nyapu loh, aku juga bisa ngepel, apalagi kalau lap meja dan sejenisnya, gampang saja." ujar Alga lagi membuat Mayu kembali tersenyum.
"Ya Kak, aku tahu itu, tapi kan Kak Alga enggak bisa masak dan enggak bisa nyuci juga."
"Aku bisa masak ya Ay, sebelum berangkat aku ada les masak bersama chef di rumah. Papi juga bilang padaku minimal aku harus bisa memasak nasi dan masak makanan simple lainnya karena kan kalau pesan makanan itu cukup makan waktu, belum lagi kalau ada hujan atau yang lainnya. Makanya kata papi minimal untuk sarapan pagi, usahakan masak sendiri saja. Dulu dia juga begitu." cerita Alga.
"Bagus dong Ay. Aku baru tahu itu."
__ADS_1
"Iya Ay, aku kan calon suami idaman. Jadi kamu nanti enggak usah khawatir, jika kamu jadi istriku, kamu pasti tidak akan pernah merasakan kelaparan." ujar Alga membuat Mayu tertawa ngakak. Memang paling bisa ini kekasihnya, dan Mayu jadi makin rindu saja padanya. Andai dia di sana bersama Alga, maka dia pasti akan mengajak Alga masak bersama, pasti itu sangat menyenangkan.