
"Kamu enggak pesan makanan?" tanya Alga saat melihat Mayu hanya diam saja.
"Saya bawa bekal kok Kak, nanti saya makan bekal saya saja." ujar Mayu. Sayang uangnya kalau harus makan di kantin.
"Bekal kamu buat nanti saja, kamu lebih baik pesan makanan!"
"Tapi Kak,"
"Tidak ada tapi-tapian Mayu, saya yang bayar." tegas Alga. Alga juga sangat paham kalau Mayu sedang berhemat. Dia cukup tahu keadaan keuangan Mayu.
"Serius Kak?" tanya Mayu seketika semangat.
"Tentu saja."
"Jatah berapa Kak, sepuluh ribu atau dua puluh ribu?"
"Terserah mau berapa saja. Seratus ribu juga boleh."
"Ini beneran Kak?" tanya Mayu semakin semangat. Lumayan ini dia bisa makan enak lagi.
"Tentu saja."
"Terima kasih Honey bunny sweety. Kak Alga memang yang terbaik." ujar Mayu, lebaynya langsung kumat. Senang dia kalau dapat yang gratisan.
"Enggak usah terlalu lebay!"
"Hehe ... maaf Tuan Muda," ujar Mayu dengan senyum di wajahnya.
"Sebentar Kak, Mayu mau pesan dulu." ujar Mayu dan tanpa menunggu persetujuan Alga, Mayu langsung ngacir.
Mayu tersenyum senang dalam hatinya. Ternyata jadi kekasih bayaran seorang tuan muda, tidak seburuk itu. Mayu jadi bisa dapat makan gratisan. Itu sangat berarti bagi seorang Mayu yang hidupnya serba pas-pasan.
"Mang, pesan bakso beranak yang paling besar satu ya, sama jus alpukatnya juga satu." seru Mayu semangat.
"Baik Neng." ujar mamangnya.
"Terima kasih Mang," ujar Mayu dan kembali menghampiri Alga juga Rangga dan Yudha.
"Eh, Kak Alga tidak pesan makan?" tanya Mayu. Mayu baru sadar kalau Alga juga belum pesan makanan.
"Kamu pesanlah, pacar apaan kamu ini hanya pesan buat diri sendiri saja!" ujar Alga jutek. Ini Mayu sudah diteraktir tapi hanya memikirkan dirinya sendiri saja.
__ADS_1
"Oh saya harus pesan buat Kak Alga juga, ya Kak? Maaf Kak saya bulum pernah pacaran, jadi saya tidak tahu kalau saya harus pesan buat pacar juga." ujar Mayu dengan polosnya.
"Ya kamu belajar peka dong Mayu, harusnya dari awal kamu tanyakan saya mau makan apa!" kesal Alga.
"Ya kalau dari awal saya tanya, nanti saya yang bayar dong. Mana punya uang saya, saya ini hanya mahasiswi kere Kak." ujar Mayu cepat.
Mayu pasti enggak maulah kalau dia juga yang harus bayar makanan Alga. Lebih baik uangnya dia belikan makanan enak untuk neneknya. Neneknya pasti sangat senang dibelikan makanan enak. Kemarin saja neneknya sampai nambah, padahal neneknya jarang sekali mau nambah makan.
"Dan kamu bangga gitu jadi mahasiswi kere?"
"Ya enggak lah tapi saya hanya bicara sesuai fakta. Saya ini bukan pombohong Kak, saya menjunjung tinggi kejujuran."
"Banyak omong kamu. Udah sana pesan buat saya juga!"
"Baik Tuan Muda. Kak Alga mau dipesan makanan apa?" tanya Mayu menurut.
"Samakan saja!"
"Serius samakan saja?"
"Iya Mayu." jutek Alga.
"Kak Alga ikut-ikutan Mayu saja. Kak Alga ngefans ya sama Mayu? Wajar sih Mayu kan cantik hihi ...." ujar Mayu sok imut.
"Jangan gengsi dong Kak Alga. Orang gengsi itu hudupnya enggak tenang loh." goda Mayu kemudian pergi pesan lagi.
Alga hanya menatap kesal Mayu, sedangkan Rangga dan Yudha mereka berusaha menahan tawanya mendengar perdebatan Alga dan Mayu. Emang satu-satunya lawan yang pas dengan Alga itu hanya Mayu.
Apa yang terjadi tidak luput dari perhatian para pengunjung kantin dan itu termasuk Naura dan teman-temannya juga Lia dan teman-temannya.
Naura sampai mengepalkan kuat tangannya kesal banget dia melihat Mayu yang terlihat akrab dengan Alga. Padahal dia kenal Alga hampir seumur hidupnya tapi Alga tidak pernah mau bicara sebanyak itu padanya. Alga selalu bicara seadanya saja.
"Sok kecantikan banget itu Mayu, padahal cantikan juga lo kemana-mana Nau. Harusnya lo enggak boleh nyerah begitu saja Nau. Lo harus membalas Mayu dan jangan biarkan dia semakin dekat dengan Kak Alga!" ujar Ira.
"Iya Ira, ini gue juga sedang cari cara untuk menyingkirkan Mayu. Makanya lo berdua bantuin gue mikir dong!"
"Baik Nau, kami juga pasti akan mimikirkan cara supaya lo bisa menyingkirkan peremuan tidak tahu diri itu dari sisi kak Alga. Semangat Nau kita pasti bisa Nau." ujar Yuli.
"Iya."
Suasana hati yang panas juga dirasakan di meja Lia. Lia sampai meremas kuat sendoknya seolah itu adalah Mayu.
__ADS_1
"Sampai sekarang gue masih bingung, apa menariknya itu Mayu dan kenapa Alga mau pacaran dengannya? Padahal dia hanya mahasiswi kurang mampu dan kalau tidak salah dia juga pedagang kolor dan bh pinggir jalan. Pekerjaannya saja sangat memalukan. Gue aja ilfil sama dia." ujar Rani.
"Seriusan lo Ran kalau Mayu hanya pedagang kolor dan bh pinggir jalan?" tanya Lia.
"Serius. Banyak gosip yang bilang begitu. Bahkan dari gosip yang beredar, Mayu itu hanya tinggal berdua dengan neneknya, dan katanya lagi, dia itu anak haram. Bapaknya enggak jelas, dan kemungkin ibunya dulu mantan peliharaan om-om." jelas Rani lagi.
Mata Lia membola mendengarnya.
"Ya ampun separah itu ternyata Mayu, tapi ini gosip lo bisa dipercaya kan?"
"Soal ibunya mantan peliharaan om-om itu gue kurang yakin, tapi kalau soal Mayu anak haram itu adalah kabar fakta. Gue sudah mencari tahu kabar itu dari sepupu gue yang satu SMP dengan Mayu, dan kata sepupu gue, soal anak haram itu sudah bukan rahasia lagi. Hampir semua teman sekolah juga tetangganya tahu kalau Mayu itu tidak jelas siapa ayahnya. Ibu kandungnya juga tidak pernah menikah."
Lia tersenyum lebar mendengarnya.
"Ini benar-benar berita bagus Rani, gue jadi punya ide untuk memberi pelajaran pada Mayu. Supaya dia sadar dia siapa, dan orang seperti dia sangat tidak layak berada di samping Alga. Lo mau kan bantu gue?"
"Tentu saja gue sangat mau, dan gue akan dengan senang hati membantu lo. Mari kita saling bekerja sama untuk menyingkirkan upik abu itu dari sisi pangeran kita! Kita harus singkirkan jauh-jauh si kuman itu." jawab Rani mantap.
"Ok." ujar Lia semangat.
Lain halnya di meja yang terjadi di meja Shinta, Lora dan Irpan. Perasaan mereka antara senang dan sedih melihat Mayu bersama pacar barunya. Terlebih Irpan, rasanya ternyata masih sesakit itu melihat pujaan hatinya bersama laki-laki lain. Irpan bahkan ingin pergi saja rasanya, dia tidak mau melihat pemandangan itu lebih lama lagi, sayangnya dia tidak mau Lora dan Shinta jadi curiga padanya, karena tentang perasaannya pada Mayu hanya dia yang tahu, selama ini dia mencintai Mayu dalam diamnya.
Lora menari nafas pelan dan melirik ke arah meja Mayu dan Alga.
"Apa ini berarti kita akan kehilangan Mayu? Mayu sudah punya pacar itu berarti dia pasti akan menghabiskan waktu lebih banyak dengan pacarnya. Apalagi pacarnya seganteng kak Alga. Mayu tentu harus menjaganya ketat supaya tidak diambil orang. Gue bahagia tapi gue juga sedih." ujar Lora.
"Ya enggak kehilangan juga Lora. Mayu itu tidak akan semudah itu melupakan kita. Hanya saja untuk saat ini biarkan dulu Mayu menghabiskan waktunya dengan pacarnya. Mayu masih butuh pendekatan dengan kak Alga. Gue pribadi sangat mendukung Mayu, walau sebenarnya gue khawatir juga padanya." ujar Shinta.
Irpan yang sedang asik memainkan sedotan minumannya seketika menoleh.
"Khawatir kenapa Shin?" tanya Irpan.
"Khawatir karena semakin banyak yang membenci Mayu dan ingin menyingkirkan Mayu dari kampus ini. Lo enggak tahu ya Pan gosip yang sedang berkembang. Katanya Mayu kemarin menampar Naura dan hari ini juga Mayu menyiram Naura pakai air. Banyak mahasiswi yang bilang kalau Mayu itu kasar dan tidak punya attitude. Jika itu terus berlajut, gue khawatir beasiswa Mayu akan dicabut." jelas Shinta.
Irpan seketika menegakkan tubuhnya.
"Lo serius Shin dengan gosip itu?"
"Tentu saja sangat serius Pan, para mahasiswi di kampus ini hampir semua tahu masalah itu. Gue pribadi percaya dengan gosip itu, hanya saja gue sangat tahu seperti apa Mayu, Mayu tidak mungkin menampar Naura kalau bukan karena Naura yang mancing duluan. Mayu kan perinsipnya lo jual ya gue beli. Mana bisa diam saja dia kalau ada orang yang berbuat jahat padanya." jelas Sinta lagi.
"Iya gue juga percaya, Mayu tidak akan berbuat kasar kalau bukan orang itu duluan yang mulai." ujar Irpan dan menoleh pada Mayu. Setelah ini dia harus bicara dengan Mayu.
__ADS_1
Irpan sangat tahu bagaimana perjuangan Mayu untuk bisa sampai kuliah di UI dan Irpan tidak mau perjuangan Mayu berakhir sia-sia karena pacaran dengan seorang Alga. Lagian entah apa yang merasuki temannya itu, kenapa tiba-tiba dia mau pacaran? Padahal Mayu sendiri pernah bilang padanya kalau dia baru akan cari pacar kalau sudah kerja dan bisa membahagiakan neneknya.
'Apa jangan-jangan terjadi sesuatu antara Mayu dan kak Alga, sehingga Mayu harus pacaran dengan kak Alga? Aku harus mencari tahunya.' batin Irpan.