
"Dad, Mayu pulang dulu." ujar Mayu sambil salim kemudian memeluk David.
"Iya kalian hati-hati dan langsung ke hotel, kasihan nenek kamu di hotel sendirian." ujar David.
"Iya Dad, kami pasti langsung pulang." ujar Mayu dan beralih pada Naura yang berdiri di samping daddynya.
"Naura gue pulang ya," ujar Mayu.
"Ya, pulang lo sana. Jauh-jauh lo dari hidup gue! Enek gue melihat wajah lo!" ujarnya jutek dan menatap malas pada Mayu.
"Naura, jangan begitu dong cantik. Nanti cantiknya berkurang loh kalau kamu jutek terus. Apalagi pada kakak kamu sendiri." ujar David mengingatkan anaknya dengan sabar.
"Benar itu Dad karena wajah juteknya itu aura kecantikannya jadi gelap. Makanya enggak heran sampai sekarang dia masih jomblo. Itu karena para cowok-cowok takut duluan mendekatinya. Padahal sebenarnya wajah aslinya itu ayu dan manis. Apalagi kalau lagi tersenyum, sekelas Jeon Jungkook aja bisa jatuh hati padanya." ujar Mayu kompor. Mayu kan tidak pernah takut pada Naura dan aslinya mereka memang enggak pernah akur. Dan mulai sekarang Mayu memutuskan akan tetap jadi dirinya sendiri dihadapan daddynya.
"Eh eh lo berani ngatain aura gue gelap. Aura lo itu lebih gelap ya!" ujar Naura tidak terima dan menatap kesal Mayu.
"Kalau aura gue gelap enggak mungkin laki-laki sekelas Alga Pratama jatuh hati sama gue. Itu berarti aura gue memang bagus. Aura gelap huu seram. Dad bye Dad. Mayu takut sama si pemilik aura gelap." ujar Mayu sambil berlari kearah mobil Alga.
Alga yang sedari tadi menunggu di depan pintu mobilnya hanya tersenyum saja, sedangkan Naura semakin kesal dan mengepalkan kuat tangannya.
David diam-diam tersenyum tipis melihat tingkah kedua anaknya. Dia mulai paham kini kenapa Naura sangat benci pada Mayu. Ternyata Mayu tidak sekalem yang dia pikirkan, dia juga jago melawan. Dan Naura yang selama ini keinginannya dituruti, tentu tidak mudah menerima semua itu.
"Bye bye aura gelap semoga tidurnya nyenyak ya, dan sampai bertemu di lain hari. Bye bye juga Dad, selamat malam dan selamat beristirahat Dad." ujar Mayu sambil melambaikan tangannya dari dalam mobil Alga, yang perlahan tapi pasti mulai meninggalkan Naura dan David.
"Gue bukan aura gelap Mayu! Lihatlah itu Dad, Mayu itu benar-benar menyebalkan dan selalu saja mengatai Naura seenaknya. Makanya Naura benci banget padanya. Pokoknya sampai kapan pun Naura enggak sudi punya kakak seperti dia." ujar Naura mengadu.
David yang sebelumnya melambaikan tangannya pada Mayu beralih mengusap sayang rambut Naura kemudian membawa Naura ke dalam pelukannya.
"Naura, Daddy tidak membenarkan apa yang dikatakan Mayu, tapi Daddy juga tidak akan menyalahkannya karena kalau Naura berpikir secara positif, ada benarnya loh apa yang dikatakan Mayu." ujat David.
Naura melepas cepat pelukan daddynya dan menatap tidak terima pada David.
"Jadi Daddy juga mau mengatai Naura aura gelap? Daddy benar-benar jahat tahu enggak!" kesal Naura.
"No Naura, Daddy enggak mungkin mengatai kamu aura gelap, hanya saja Daddy mau meluruskan perkataan Mayu, itu saja. Begini Naura, kamu ini beneran cantik dan ini bukan karena kamu ini anaknya Daddy, tapi karena kamu memang beneran cantik. Ini Daddy serius. Hanya saja kecantikan kamu ini jadi tertutup karena sering marah-marah, bersikap jutek dan lain sebagainya. Padahal kalau kamu tersenyum, apalagi kalau senyum kamu itu tulus dari dalam hati yakin deh kecantikan kamu akan semakin terpancar, dan aura kamu akan semakin bersinar." jelas David.
"Begitu ya Dad?"
"Ya. Satu lagi kamu jangan selalu pandang Mayu dari sisi kekurangannya saja tapi sesekali lihatlah kelebihannya. Dan Daddy sangat yakin, Alga bisa jatuh hati pada Mayu itu karena banyaknya kelebihan yang dia miliki. Salah satunya saja nih ya, Daddy perhatikan dia sangat rendah hati dan tidak ada sikap sombongnya. Kenapa Daddy bisa bilang begitu? Naura bisa lihat sendiri, walau dia memiliki ayah seorang CEO ternama tapi dia tidak pernah pamer soal itu. Dia begitu menjaga privasi daddy. Padahal dia bisa saja pamer pada orang-orang. Dan yang kedua, saat dia posisinya sudah di atas pun, dia tetap perduli pada teman-temannya. Mengajak mereka usaha bersama dan mau sukses bersama mereka. Padahal zaman sekarang ini kebanyakan orang itu kacang lupa kulitnya, tapi Mayu tidak pernah melakukan itu. Makanya tidak heran kalau Alga juga semakin jatuh hati padanya. Alga itu laki-laki baik-baik dan dia tidak banyak tingkah, tentu dia juga akan lebih memilih cewek yang tidak banyak tingkah seperti dia." jelas David lagi.
"Iya Dad, Naura mengerti, tapi kenapa laki-laki sebaik Daddy malah memilih mommy yang banyak tingkah? Makanya Naura ingin jadi seperti mommy biar dapat suami seperti Daddy." ujar Naura apa adanya membuat David ingin tertawa sekaligus ingin menangis. Dan dia tidak mungkin menceritakan apa yang sebenarnya terjadi pada Naura. Semarah-marahnya David pada Sindi, dia tidak ingin Naura juga ikut marah atau benci pada mommynya. David juga tidak ingin Naura kecewa pada mommynya.
"Daddy bisa memilih mommy kamu karena itulah takdirnya Daddy, dan Daddy akan berusaha menerima takdir Daddy. Walau terkadang Daddy mau menyerah rasanya. Hanya saja Daddy ingat kamu, dan Daddy sayang banget sama kamu. Daddy tidak ingin kamu jadi sedih karena Daddy atau mommy kamu." ujar David apa adanya membuat Naura tersenyum haru.
Naura memang bisa merasakan itu, baigaimana besarnya kasih sayang David padanya. David juga tidak pernah marah padanya dan selalu sabar menghadapi tingkahnya yang kekanakan.
"Naura juga sayang banget sama Daddy, dan Naura janji Dad akan belajar lebih baik lagi dan lebih dewasa lagi. Naura juga mau membuat Daddy bangga seperti halnya Mayu." ujar Naura.
David langsung mengacungkan jempolnya.
"Good, ini baru anak cantiknya Daddy."
__ADS_1
"Iya Dad."
"Ah iya, misalkan Daddy ada waktu dan mengajak kamu juga Mayu pergi jalan-jalan, kamu mau tidak? Daddy ingin sekali menghabiskan waktu dengan kedua putri Daddy."
"Mau saja Dad, tapi apa Daddy enggak takut dituduh sugar daddy super hot kalau jalan sama Naura dan Mayu?" tanya Naura membuat David kembali tersenyum. David sudah tidak asing dengan kata-kata itu karena Naura sering cerita, kata-kata teman Naura, dia adalah sugar daddy idaman.
"Tentu saja Daddy tidak takut Naura, justru Daddy akan sangat bangga bisa jalan dengan kedua anak gadis Daddy yang super cantik. Walau yang satunya memiliki aura gelap." goda David.
"Dad!" Naura langsung protes manja pada daddy.
David tersenyum lebar dan mencubit gemas pipi anaknya.
"Bercanda Sayang. Udah ah ayo kita pulang!" ujar David beralih merangkul Naura.
"Iya Dad," nurut Naura. Mareka kemudiam melangkah bersama ke rumah mereka. Rumahnya dekat ini, jadi kalau pun jalan kaki hanya beberapa langkah saja sudah sampai.
***
David membuka perlahan pintu kamarnya dan langsung disambut dengan tatapan marah Sindi.
David kembali menutup pintu kamrnya dan tanpa perduli dengan tatapan Sindi dia membuka jasnya.
"Udah puas hah? Udah puas kamu sekarang?" marah Sindi dan tatapannya semakin marah pada David.
David menggantung jasnya dan masih menatap Sindi dengan santai.
"Tentu saja." jawabnya singkat membuat Sindi mau meledak rasanya.
"Kamu benar-benar kurang a*jar David! Bisa-bisa kamu mengenalkan anak tidak tahu diri itu, tanpa meminta persetujuanku." seru Nindi lagi.
Sindi semakin mengepalkan kuat tangannya. Tubuhnya sampai jatuh ke lantai.
Dia memukul marah kasurnya.
"Sialan! Sialan! Sialan!" marahnya. Dia benar-benar sudah kalah telak kali ini, dan Sindi sudah pasti tidak mau David pergi meninggalkan rumahnya, karena biar bagaimana pun dia masih bisa bersikap sombong itu sudah jelas karena David. Sindi tak bisa memungkiri kalau David itu adalah sosok suami yang sangat bisa dibanggakan.
***
Alga dan Mayu sudah sampai di hotel tempat nenek Iroh menginap. Hanya dia sendirian dan kenapa dia bisa sendirian, itu karena Algalah yang mengatur semuanya, dan itu atas perintah David tentunya.
"Kak Alga enggak langsung pulang?" tanya Mayu begitu melihat Alga juga ikut turun dari mobilnya.
"Aku mau menghantar kamu sampai masuk kamar dulu Ay, dan mau minta maaf juga pada nenek karena sudah menculik kamu satu harian ini." ujar Alga kemudian meraih tangan kekasihnya kemudian menggenggamnya.
"Benar juga, Kak Alga memang sudah seharusnya minta maaf pada nenek walau Kak Alga, tidak salah apa-apa." balas Mayu.
"Gimana ceritanya harus minta maaf tapi tidak punya salah apa-apa? Ada-ada saja kamu." ujar Alga.
"Ya begitulah Mayu, tapi Kak Alga cinta kan?" goda Mayu.
"Enggak." jawab Alga cepat membuat Mayu seketika menatap padanya.
__ADS_1
"Enggak salah lagi maksudnya," balas Alga menggoda kekasihnya.
"Kak Alga bisa saja," ujar Mayu tersenyum malu.
Alga juga ikut tersenyum dan menyenggolkan kepalanya dengan kepala Mayu.
Mereka terus mengobrol hingga mereka sampai di depan kamar nenek Iroh.
Tok tok tok
Mayu mengetuk perlahan pintunya.
Nenek Iroh yang memang sengaja menunggu kepulangan cucunya langsung membukakan pintu untuk Mayu.
"Assalamualaikum Nenek," ujar Mayu tersenyum pada neneknya.
"Waalaikumsalam Nak." balas nenek Iroh. Mayu langsung salim dan diikuti Alga.
"Maaf ya Nek, kami pulangnya terlalu malam." ujar Alga.
"Tidak apa-apa Nak, Nenek mengerti, yang terpenting, masalahnya sudah selesai kan?" ujar nenek Iroh.
"Iya Nek, masalahnya sudah selesai, dan Nenek tidak perlu merasa khawatir lagi." ujar Alga mantap membuat nenek Iroh tersenyum.
"Syukurlah kalau masalahnya sudah selesai. Nenek benar-benar lega."
"Iya Nek, dan berhubung Mayu juga sudah sampai dengan selamat dan tidak kurang suatu apa pun, Alga pulang dulu ya Nek." ujar Alga lagi.
"Iya Nak, kamu hati-hati ya!"
"Ok Nenek, selamat malam dan selamat tidur ya Nek, semoga mimpi indah." ujar Alga membuat nenek Iroh lagi-lagi tersenyum, manis sekali calon cucu menantu ini.
"Iya, Nak Alga juga."
"Iya Nek," ujar Alga kemudian beralih pada Mayu.
"Aku pulang Sayang, selamat beristirahat juga untuk kamu. I love you." ujar Alga kemudian mengecup kening Mayu.
"Iya Kak, Kak Alga hati-hati dan seperti biasa kabari Mayu kalau sudah sampai di rumah.
"Ok Sayang. Dah Mayu dah Nenek." ujar Alga melambaikan tangannya kemudian pergi meninggalkan cucu dan nenek itu.
Mayu dan nenek Iroh masih berdiri di tempatnya dan menunggu Alga sampai hilang dari pandangan mereka.
Mayu kemudian membawa neneknya masuk dan tidak lupa menutup pintu kembali.
Mayu memeluk erat neneknya.
"Mayu sangat senang Nek, akhir status Mayu sebagai anak Daddy terungkap juga, dan setelah ini, Mayu tak perlu sembunyi-sembunyi lagi jika mau bertemu Daddy." ujar Mayu di pelukan neneknya.
"Iya Nak, Nenek ikut bahagia untuk kamu. Selamat ya Nak, akhirnya apa yang jadi impian kamu dari kecil terwujud juga."
__ADS_1
"Iya Nek, terima kasih Nenek. Mayu sangat sayang pada Nenek."
"Nenek juga sangat sayang pada kamu." ujar Nenek Iroh mengeratkan pelukannya. Mereka juga sama-sana tersenyum dibalik pelukan mereka.