
"Saya yakin Kak Alga pasti setia pada saya, karena cintanya itu bukan cinta main-main. Udah deh Mas Alex jangan menakut-nakuti saya. Jangan sampai sampai saya jadi berpikir negatif pada kak Alga gara-gara Mas Alex. Pacaran jarak jauh itu enggak enak loh Mas Alex." ujar Mayu.
"Kalau kamu tahu tidak enak, kenapa kamu memilih bertahan? Lebih baik pisah saja! Di sini juga banyak yang mau sama kamu, terutama saya tentunya." ujar Alex memuat Mayu kesal padanya.
"Mas!" seru Mayu dan tanpa sadar teriak.
"Udah deh Mas, lebih baik saya pergi saja. Menyesal saya menerima ajakan Mas Alex!" ujar Mayu lagi dan tidak lagi bersifat sopan pada Alex.
Alex benar-benar sudah membuatnya kesal.
"Mayu tunggu!" seru Alex dan langsung menahan tangan Mayu.
Mayu kembali menoleh dan melepaskan kasar tangan Alex. Biar Alex sadar kalau Mayu enggak suka dengan apa yang Alex lakukan.
"Maaf Mayu, saya tidak sengaja dan saya juga tidak benar-benar serius dengan apa yang saya katakan." ujar Alex akhirnya membuat tatapan Mayu jadi melembut.
"Maksud Mas Alex apa?" tanya Mayu.
"Sebaiknya kamu duduk lagi, saya akan jelaskan semuanya. Saya juga tidak ada niatan berantem dengan kamu Mayu, saya bukan orang jahat." ujar Alex menyuruh Mayu duduk kembali.
"Baiklah saya duduk, tapi awas saja kalau Mas Alex berkata yang tidak-tidak lagi. Saya tidak akan segan-segan menyiram wajah Mas Alex dengan miniman ini." ujar Mayu dan tidak lagi menahan dirinya. Terserah Alex mau bilang dia tidak sopan, toh Alex duluan yang memulainya.
"Wow, kamu ini kalau lagi marah, ternyata seram juga ya." ujar Alex dan masih bersikap santai.
"Tentu saja. Saya ini mantan pedang pinggir jalan Mas. Menghadapi preman saja sudah biasa bagi saya. Prinsip hidup saya, lo jual ya gue beli. Jadi kalau Mas Alex bersikap tidak sopan maka saya akan lebih tidak sopan lagi." seru Mayu yang benar-benar menunjukkan siapa dirinya pada Alex.
"Seriusan kamu mantan pedang pinggir jalan?" tanya Alex seakan tidak percaya.
"Tentu saja sangat serius, saya tidak mungkin berbohong soal itu pada Mas Alex." ujar Mayu mantap.
"Apa Alga tahu soal itu?"
"Tentu saja. Semua tentang saya kak Alga tahu. Dia bahkan pernah menemani saya jualan dipinggir jalan. Bahkan terkadang dia juga yang menggantikan saya jualan. Dia juga pernah belanja dengan saya di tanah abang dan membantu mengangkat barang jualan saya. Kak Alga itu benar-benar menemani saya dari nol Mas. Dari yang tadinya saya dihina hingga akhirnya saya dipuji. Makanya tidak ada alasan bagi saya untuk tidak setia padanya, karena bagi saya kak Alga itu tidak hanya sekedar pacar tapi dia juga adalah sosok pahlawan dalam hidup saya." jelas Mayu lagi membuat Alex mengerti.
"Ya Mayu saya mengerti dan saya juga harus mengakui kalau kamu dan Alga memang pasangan yang cocok. Jujur saja, saya memang sempat tertarik pada kamu bahkan saya juga sempat ada pikiran kalau saya ingin merebut kamu dari pacar kamu, karena jujur saja, saya sangat kagum padaku. Hanya saja beberapa hari yang lalu, ibu saya tiba-tiba mengajak saya bicara, dan dia mengingatkan saya supaya tidak mengambil milik orang lain. Karena itu saya sengaja menemui kamu dan ingin minta maaf pada kamu sekalian mau ngetes kamu, sebesar apa cinta kamu pada Alga dan ternyata cinta kamu memang sangat luar biasa pada Alga. Jadi tidak ada lagi alasan bagi saya untuk tetap ngejar-ngejar kamu, bukan?" jelas Alex.
Mayu tanpa sadar tersenyum lega mendengarnya, benar kan firasatnya kalau Alex adalah orang baik.
"Terima kasih untuk penjelasannya Mas dan terima kasih juga sudah menyerah pada saya." ujar Mayu tulus.
"Saya yang harusnya terima kasih Mayu. Terima kasih sudah mengeajarkan arti cinta serta kesetiaan pada saya. Kamu memang perempuan hebat Mayu dan pantas saja Alga juga bisa cinta mati itu pada kamu." uja Alex membuat Mayu kembali tersenyum.
"Saya tidak sehebat itu Mas Alex. Mas Alex jangan berlebihan dong!"
"Saya tidak berlebihan Mayu, saya hanya berkata apa adanya saja."
"Kalau begitu terima kasih untuk pujiannya Mas dan saya juga mendoakan semoga secepatnya Mas Alex bisa menemukan perempuan hebat yang lain yang kelak akan menjadi pendamping Mas Alex." ujar Mayu tulus.
"Terima kasih Mayu dan saya juga ikut mendokan, semoga kamu dan Alga hubungannya langgeng sampai ke jenjang pernikahan." balas Alex.
"Amin. Terima kasih Mas."
"Sama-sama, berarti kita teman sekarang?" tanya Alex.
__ADS_1
Mayu menatap Alex dan mengangguk mantap. Enggak ada alasan baginya menolak berteman dengan Alex toh sebentar lagi mereka juga jadi rekan bisnis.
"Terima kasih Mayu. Kamu bisa lanjut makan kalau begitu!"
Mayu kembali mengangguk dan lanjut memakan makanannya.
"Ah iya Mas, Mas Alex kan masih jomblo nih, kira-kira kalau saya jodohkan dengan seseorang mau tidak?" tanya Mayu dan kembali ke rencana awalnya.
"Saya tidak suka dijodohnkan Mayu. Saya masih bisa cari jodoh sendiri, tapi kalau orangnya seperti kamu, ya bolehlah." ujar Alex sambil makan makanannya.
"Orangnya lebih dari saya loh Mas, lebih cantik juga lebih kaya." ujar Mayu mantap.
"Bagaimana soal setia?"
"Pastinya sangat setia dong Mas, dia bahkan belum pernah pacaran karena dia juga enggak mau asal punya pacar saja. Dia inginnya punya pacar yang setia, cara berpikirnya dewasa, tidak neko-neko dan pekerja keras tentunya." jelas Mayu.
"Wah ada di saya semua dong." ujar Alex dengan percaya dirinya.
"Itu dia Mas. Saya juga yakin kalian akan jadi pasangan yang cocok dan sebenarnya Mas Alex juga sudah kenal dia sih." ujar Mayu lagi.
"Sudah kenal padanya? Siapa? Naura?" tebak Alex dan langsung disambut anggukan mantap Mayu.
"Iya Mas, gimana?" tanya Mayu menatap Alex dan Alex menarik nafas dalam.
"Saya tidak yakin Naura sebaik kamu, dia bahkan suka marah-marah." ujar Alex. Alex tidak suka cewek pemarah, dia juga tidak suka cewek liar, dia sukanya cewek yang kalem dan tidak banyak tingkah seperti Mayu.
"Naura itu juga baik loh Mas. Kalau dulu saya akui Naura itu memang jahat, karena sebenarnya Naura itu adalah musuh saya dulunya. Dia juga saingan saya, karena dia tadinya suka sama kak Alga. Hanya saja karena sesuatu hal, hubungan saya dan Naura jadi membaik. Dia juga sudah mengikhlaskan saya dengan Kak Alga. Dia bahkan banyak sekali membantu saya. Apa lagi saya juga diangkat anak oleh orang tuanya, hubungan kami benar-benar seperti kakak adik pada umumnya yang saling saya juga saling perduli." jelas Mayu dan tentu saja soal dia yang sebenarnya anak David dia skip.
"Berarti story kalian cukup panjang juga ya?"
"Benar juga,"
"Terus gimana Mas? Mas Alex mau sama adik saya? Percaya pada saya Mas, walau Naura itu suka marah-marah tapi sebenarnya dia baik, apalagi pada orang yang bersikap baik padanya, maka dia akan lebih baik lagi."
"Saya sebenarnya mau saja mencoba mendekatinya Mayu karena saya juga harus mengakui kalau Naura itu cantik. Hanya saja saya tidak yakin dia mau sama saya, mengingat pertemuan pertama kami yang kurang menyenangkan dan beberapa waktu lalu dia juga sempat sangat marah pada saya." cerita Alex.
"Ya Mas Alex coba saja melakukan pendekatan, ya kalau pun pada akhirnya nanti kalian tidak bisa bersatu, itu berarti kalian memang tidak jodoh. Ini mumpung Naura juga masih sendiri loh Mas dan saya juga sangat berharap adik saya dapat jodoh yang baik, yang tulus mencintainya dan yang bisa membuatnya bahagia." ujar Mayu.
"Kamu sesayang itu ya pada Naura?"
"Tentu saja saya sangat sayang padanya Mas. Saya bahkan rela melakukan apa saja demi kebahagiannya, asal tidak kak Alga saja. Kak Alga itu hanya untuk saya seorang Mas." ujar Mayu membuat Alex tersenyum tipis.
"Posesif sekali kamu pada Alga."
"Namanya juga cinta Mas. Ini karena Mas Alex belum ketemu sama orang yang tepat saja. Kalau sudah ketemu juga saya yakin Mas Alex tidak kalah posesifnya."
"Benar juga. Saya memang belum pernah jatuh cinta sedalam itu. Ditambah lagi saya juga hampir 7 tahun ngejomblo." jujurnya membuat Mayu menatap tidak percaya padanya.
"Serius 7 tahun ngejomblo, itu berarti Mas Alex terakhir kali pacaran saat SMA?" tanya Mayu penasaran.
Alex mengangguk mantap.
"Ya, saya terakhir kali pacaran waktu SMA. Begitu kuliah saya memang enggak pernah ada niatan mau pacaran, saya hanya fokus kuliah dan kerja saja."
__ADS_1
"Bisa begitu juga ternyata ya? Apa karena Mas Alex sempat disakiti terlalu dalam atau gimana?" tanya Mayu.
"Dibilang terlalu dalam tidak juga karena rasa cinta saya waktu itu juga hanya sebatas cinta monyet. Hanya saja saya memang sempat sangat kecewa karena saya diselingkuhi. Parahnya lagi selingkuhan mantan saya itu adalah sahabat saya sendiri. Itu juga alasannya kenapa saya memilih kuliah di luar negeri karena saya tidak ingin bertemu mereka lagi. Waktu itu mood saya langsung jelek kalau bertemu mereka." cerita Alex.
Itu juga alasannya kenapa Alex langsung menyerah pada Mayu begitu ibunya mengingatkannya kalau di tidak boleh mengambil milik orang lain. Alex sudah pernah di posisi itu dan dia sangat paham seperti apa rasanya dikecewakan.
"Ya ampun Mas, menyedihkan juga kisah cintanya Mas Alex. Saya pikir orang seganteng mas Alex tidak akan dikhianati, tidak tahunya sama saja."
"Orang ganteng juga hanya manusia biasa Mayu. Lagian saya juga sudah melupakan masa sedih itu dan hidup saya juga tidaklah semenyedihkan itu. Justru saya sangat bersyukur saya akhirnya bisa lepas dari teman yang munafik serta pacar yang tidak tahu diri." ujar Alex mantap.
"Benar juga ya Mas. Terus setelah Mas pergi, apa kalian masih pernah bertemu lagi?"
"Tidak pernah, saya tidak masuk grup teman SMA dan saya juga tidak pernah ikut reuni. Selama kuliah di luar negeri saya jarang pulang dan seringnya orang tua saya yang datang mengunjungi saya. Hanya saja dari yang saya dengar, bulan depan akan diadakan reuni, makanya saya mulai pusing memikirkan soal pasangan. Saya bukan mau pamer, tapi saya hanya enggak mau dituduh enggak bisa move on, mengingat saya belum pernah pacaran lagi. Padahal faktanya bukan saya enggak bisa move on, sebelumnya saya memang belum ada niatan pacaran saja." cerita Alex.
"Berarti Mas Alex bawa Naura saja kalau begitu. Naura itu sangat layak dijadikan teman kondangan atau teman ke reuni loh Mas. Dijamin dia tidak akan membuat malu Mas Alex. Nanti saya yang bantu bicara deh dan Mas Alex juga bisa mulai pendekatan tipis-tipis saja biar Naura juga tidak curiga." saran Mayu.
"Saran kamu boleh juga. Baiklah saya aksn mencoba mendekati Naura perlahan." putus Alex.
"Mantap. Eh sebentar Mas, kak Alga video call, saya jawab dulu enggak apa-apa kan?"
"Iya Mayu, silahkan saja."
Mayu mengangguk dan menjawab video call kekasihnya.
"Assalamualaikum Ay,"
"Waalaikumsalam Kak." jawab Mayu sambil melambaikan tangannya.
"Kamu sepertinya sedang di tempat makan, kamu belum pulang?" tanya Alga membuat Mayu tersenyum dan menggelengkan kepalanya.
"Belum Kak, Mayu habis ketemu dengan seseorang dan dia mengajak Mayu makan." ujar Mayu.
"Siapa orangnya?" tanya Alga cepat.
"Mayu akan kasih tahu, tapi Kak Alga janji, tidak cemburu buta atau mikir macam-macam."
"Apa orangnya cowok?" tanya Alga lagi.
"Iya."
"Siapa?"
"Kak Alga harus janji dulu!" pinta Mayu.
"Iya aku janji." ujar Alga.
"Ok. Ingat ya Kak Alga sudah janji dan enggak boleh ingkar janji!"
"Iya Ay." ujar Alga lagi.
"Ok." ujar Mayu kemudian mengatur kamera ponselnya jadi kamera belakang.
Alga sampai melotot begitu melihat cowok ganteng dan masih muda itu.
__ADS_1
"Siapa dia Ay, kamu enggak selingkuh kan Ay?" tanya Alga cepat.