Kekasih Bayaran Tuan Muda

Kekasih Bayaran Tuan Muda
Alga, I Miss You


__ADS_3

"Naura mau kemana kamu?" tanya Sindi cepat begitu melihat Naura keluar dari kamarnya sambil membawa koper berukuran sedang.


"Mau ke rumah Mayu, Mom." jawab Naura santai dan tanpa perduli ekspresi Sindi yang langsung melotot.


"Kamu ngapain ke rumah Mayu bawa koper begitu? Mau minggat kamu?" tanya Sindi cepat.


"Ya enggak lah Mom, untuk apa juga Naura minggat ke rumah Mayu. Aneh-aneh saja Mommy."


"Lalu untuk apa kamu bawa koper ke sana?" tanya Sindi lagi.


"Oh ini. Naura hanya ingin memberikan baju dan beberapa sepatu Naura yang sudah jarang dipakai Mom. Biar penampilan Mayu bisa lebih baik lagi gitu loh Mom. Kasihan Mayu, penampilanya itu sangat kampungan." ujar Naura lagi membuat Sindi kembali melotot.


"Kamu mau memberikan baju itu pada Mayu? Jangan gila kamu Naura, lebih baik bajunya kamu simpan kembali." seru Sindi tidak terima.


"Naura tidak gila Mom. Apa salahnya Naura berbagi pada kakak, Naura? Lagian baju dan sepatu Naura juga sangat banyak. Dari pada di lemari juga buat penuh saja, lebih baik dibagikan bukan? Udah ah Naura mau pergi." ujar Naura dan kembali menarik kopernya.


"Tunggu dulu Naura, Mommy belum selesai bicara. Itu baju kamu kalau memang mau dibagikan, lebih baik dibagikan pada panti asuhan saja, dan jangan pada si Mayu itu!" ujar Sindi lagi berusaha menahan anaknya.


"Ya enggak lah Mam, justru bajunya lebih baik diberikan pada orang terdekat Naura dulu, karena dia juga membutuhkan." ujar Naura bersikukuh.


"Kamu ini kenapa sih Naura? Kenapa kamu tiba-tiba jadi baik pada Mayu, apa kamu sedang merencanakan sesuatu padanya?"


"Enggak Mom, Naura enggak merencanakan apa pun pada Mayu. Naura memang mau berbuat baik pada Mayu karena dia adalah kakak Naura." ujar Naura lagi.


"Enggak salah kamu mau berbuat baik pada Mayu? Naura, dengarkan Mommy baik-baik, saat ini saja Mayu sudah merebut daddy kamu dari kamu, dan mungkin sebentar lagi dia juga akan merebut semua harta daddy kamu. Harta yang harusnya jadi bagian kamu. Jangan bodoh dong Naura, Mayu itu hanya wanita ular!" ujar Sindi lagi. Mau marah rasanya dia pada anaknya. Makin ke sini kelakuan Naura kenapa malah semakin ikut-ikutan daddynya?


Naura menggelengkan cepat kepalanya.


"Enggak Mom, Mayu itu bukan wanita ular. Justru dia adalah perempuan baik, makanya Naura juga ingin belajar jadi perempuan baik seperti Mayu. Mayu juga tidak pernah merebut daddy dari Naura, kalau daddy juga sayang pada Mayu ya wajar, Mayu itu juga anak kandungnya daddy. Mayu itu juga bukan perempuan serakah Mom, dia bahkan langsung menolak kartu kredit yang daddy berikan padanya. Satu lagi, kalau pun Mayu pada akhirnya nanti dapat bagian dari harta daddy, itu juga suatu yang wajar, karena dia juga anak kandungnya daddy. Naura tidak akan mempermasalahkan itu. Naura percaya pada daddy, dia pasti tahu apa yang terbaik untuk kedua anaknya." jelas Naura membuat Sindi terdiam dan mengepalkan tangannya.


Ada apa dengan Naura, kenapa dia berubah setelah pergi jalan-jalan dengan David dan Mayu. Sepertinya David dan Mayu sudah mencuci otak anaknya.


"Naura pergi Mom. Mommy juga sebaiknya enggak usah marah-marah lagi. Lebih baik Mommy pergi olahraga atau ambil waktu untuk bersantai, biar pikiran Mommy juga lebih fresh gitu loh Mom. Bye Mom." ujar Naura lagi dan kembali menarik kopernya.


Sindi semakin mengepalkan tangannya melihat kepergian Naura. Gara-gara Mayu, suaminya sudah berani menujukkan pemberontakannya dan sekarang Naura anaknya juga malah tidak lagi berdiri dipihaknya. Jika begini terus dia benar-benar tidak akan memiliki teman di rumah ini lagi. Dan parahnya lagi kesempatanya untuk membalas Mayu juga semakin tertutup rapat, karena jika dia berani melakukannya, yang marah tidak hanya David saja tapi Naura juga pastinya.


***


"Loh Naura, lo ngapain datang ke sini?" tanya Shinta begitu melihat Naura masuk toko Maga Wear sambil memvawa koper.


"Gue mau bertemu Mayu lah, ngapian lagi? Ah iya ini gue bawa burger untuk lo dan yang lainnya, silahkan diambil!" ujar Naura sambil memberikan satu plastik makanan berukuran cukup besar.


Shinta tidak langsung mengambilnya. Dia hanya menatap heran pada Naura. Ini Naura enggak salah makan obat kan? Kenapa tiba-tiba jadi baik? Jangan-jangan dia sedang merencanakan sesuatu lagi untuk Mayu?


"Tatapannya biasa saja dong Shinta! Lo enggak mau ya makanannya? Ya sudah gue bawa masuk saja." ujar Naura dan kembali menurunkan kantong kereseknya.


"Ya gue mau lah, hanya saja gue heran saja, kok lo tiba-tiba bawa makanan untuk kami? Jangan bilang lo mau berbuat jahat lagi pada Mayu?" ujar Shinta dan mengambil cepat plastik makanannya. Walau dia masih curiga pada Naura, tetap saja dia enggak akan nolak kalau soal makanan.


"Pikiran lo itu negatif saja. Gue sudah baikan dengan Mayu. Gue bahkan rencananya mau bekerja sama dengan Mayu." ujar Naura membuat alis Shinta seketika terangkat. Gimana ceritanya, Naura dan Mayu tiba-tiba baikan? Perasaan saat di kampus mereka biasa saja, walau beberapa kali Shinta sempat melihat Naura memberikan sesuatu pada Mayu.


"Serius lo sudah baikan dengan Mayu? Sejak kapan? Ini bukan akan-akalan lo saja kan?"


"Ya enggaklah Shinta, gue serius sudah baikan dengan Mayu, kalau lo enggak percaya, tanya saja kak Alga. Kak Alga juga sudah tahu kalau gue sudah baikan dengan Mayu."


"Baguslah kalau lo serius baikan dengan Mayu, dan gue harap ini beneran serius tanpa embel-embel lagi di belakangnya. Kasihan Mayu itu Naura, dia bahkan baru-baru ini saja bisa hidup enak dan tenang. Tidak seperti lo yang hidupnya enak dari lahir." ujar Shinta serius.


"Iya Shinta, gue tahu itu, dan lo enggak perlu khawatir soal itu karena gue juga ingin berubah jadi lebih baik lagi." ujar Naura mantap.


"Serius lo ingin berubah jadi lebih baik lagi?" tanya Shinta lagi.


"Tentu saja serius."


"Mantap, gue dukung lo kalau lo ingin berubah jadi lebih baik lagi. Kalau begitu ayo kita masuk!" ujar Shinta.


Naura mengangguk, dia kemudian mengikuti langkah Naura sambil menarik kopernya kembali.

__ADS_1


"Mayu, ada musuh lama lo datang nih!" seru Shinta begitu mereka sampai di rumah, dia juga tidak lupa membagikan oleh-oleh Naura pada karyawan Mayu.


Mayu yang sedang sibuk packing barang seketika menoleh.


"Hai Nau, masuk Nau!" ujar Mayu santai membuat Shinta mengangguk mengerti. Dari nada suara Mayu sepertinya dia memamg sudah benar-benar baikan dengan Naura. Baguslah kalau begitu, Shinta senang melihatnya.


"Iya Mayu. Barang pesanan lo banyak Banget Mayu." ujar Naura begitu melihat banyaknya barang yang sudah dipacking.


"Iya Nau, itu pesanan untuk Pratama group dan baru besok akan dikirim." jawab Mayu.


"Oh untuk Pratama group? Untung besar dong lo May?"


"Ya lumayan, bisa lah buat shoping sepuasnya."


"Gaya lo mau shoping. Shoping saja enggak ngerti lo. Ah iya, ini gue bawa baju dan sepatu bekas gue untuk lo. Walau bekas ini masih terlihat baru ya, paling baru sekali atau dua kali gue pakai. Di terima ya May, ini gue tulus memberikannya untuk lo." ujar Naura sabil mendekatkan kopernya pada Mayu.


"Serius ini buat gue? Tapi gratis kan?" ujar Mayu memastikan.


"Ya gratislah Mayu, gue bukan penjual barang bekas." ujar Naura cepat.


"Terima kasih Naura. Sering-sering ya Naura, bila perlu sampai seisi lemari lo, lo bawa ke sini."


"Maruk lo!"


"Hehe ... Ah iya itu nenek gue udah keluar dari kamar mandi. Lo beri salam dulu Nau!"


"Iya," ujar Naura kemudian menghampiri nenek Iroh yang sedang jalan parlahan ke arahnya.


"May lo mau burger enggak?" tanya Shinta.


"Ya mau dong, kalau soal makan enggak akan nolak gue. Dapat burger dari mana lo?" tanya mayu sambil mengulurkan tangannya menerima burger dari tangan Shinta.


"Naura yang bawa. Eh gue penasaran deh May, kok lo bisa tiba-tiba baikan dengan Naura?" tanya Shinta yang masih saja penasaran.


"Ada sesuatu yang terjadi saat di rumah kak Alga, dan gue enggak bisa menceritakannya pada kalian, yang jelas gue dan Naura memang sudah saling maafkan dan kami memutuskan untuk berteman baik. Gue juga sangat berharap, lo dan yang lainnya juga mau menerima Naura sebagai teman, seperti gue menerima Naura sebagai teman, karena kali ini Naura serius ingin berubah jadi lebih baik dan tanpa ada modus di dalamya." jelas Mayu dan masih menyembunyikan soal setatusnya dengan Naura.


"Gue jamin itu," ujar Mayu kemudian mengacungkan jempolnya.


"Eh ngomong-ngomong ini burgernya, yang di atas sudah kebagian?" tanya Mayu lagi.


"Sudah Mayu. Nauranya membawa burgernya cukup banyak, dan ini juga masih ada sisa 3 lagi. Kita bisa dapat jatah 2 May." ujar Shinta diakhiri dengan berbisik pada Mayu dan langsung disambut dengan senyuman Mayu.


"Mantap dong, eh tapi nenek belum kebagian loh." ujar Mayu.


"Iya ini yang satu buat nenek, dan yang dua lagi buat kita. Masing-masang dapat tambahan satu."


"Good," ujar Mayu kemudian mengacungkan jempolnya.


"Iya dong."


"Mayu, Shinta kalian bisik-bisik apa itu?" ujar Lora.


"Bukan apa-apa Lora, kepo saja lo." ujar Shinta.


"Gue enggak kepo ya, gue yakin ini pasti karana lo berdua dapat jatah burgernya lebih banyak kan? Memang enggak adil ini Naura, bawa burgernya tanggung banget." protes Lora.


"Kenapa, burgernya masih kurang, mau gue beli lagi?" tanya Naura.


"Ya maulah, kalau makanan enak enggak cukup satu gue. Habis kerja rodi ini Nau. kami butuh asupan lebih." ujar Lora lagi.


"Ya sudah gue pesan lagi burgernya. Mau burger saja atau mau makan lain?"


"Ya gue buger juga sudah cukup Nau, tapi tanya nenek, siapa tahu dia mau makanan lain." ujar Lora, walau dia ingin makanan lain, tapi dia juga cukup sadar diri.


"Nenek mau makan apa?"

__ADS_1


"Maunya sih martabak telor saja nak Naura. Nenek enggak suka buger, rasanya enggak cocok dengan lidah Nenek."


"Ok Nenek." ujar Naura.


"Eh Nau, kalau nenek enggak mau burgernya, burger bagian nenek buat gue saja dan lo pesan martabak telor saja, tapi kalau bisa martabak telornya uang spesial ya Nau." ujar Lora lagi.


"Iya Lora, lo ini rakus sekali." ujar Naura.


"Kalau soal itu, lo enggak perlu heran lagi Naura, siap-siap bangkut saja lo, karena Lora itu pasti akan semakin sering minta traktiran sama lo." ujar Mayu.


"Kalau hanya soal makan, enggak akan bangkrut gue. Harta mommy dan daddy gue sangat banyak dan enggak akan habis kalau hanya buat beli makan." ujar Naura dan langsung dapat sorakan dari Lora dan Shinta.


"Huu Sombong!"


Naura hanya tersenyum tipis menanggapinya.


***


Sejak kedatangan Naura ke rumah Mayu, hubungan Naura dan Mayu semakin akrab lagi. Naura semakin sering datang berkunjung ke rumah Mayu dan begitu juga sebaliknya, Mayu juga sesekali datang berkunjung ke rumah Naura dan itu untuk latihan renang. Naura dan David, benar-benar menepati janji mereka untuk melatih Mayu berenang.


"Mayu pulang ya Dad," ujar Mayu sambil salim. Mayu sudah selesai latihan renang bersama Naura dan daddynya.


"Iya kamu hati-hati ya, dan minta pada Alga supaya jangan ngebut bawa mobilnya!" ujar David mengingatkan.


"Ok Dad." ujar Mayu kemudian beralih pada Sindi yang sedari dia datang hanya menujukkankan tatapan tidak sukanya.


"Mayu, pulang Tante. Terima kasih sudah mengizinkan Mayu berenang di sini." ujar Mayu.


"Iya," ujar Sindi terpaksa. Dia sebenarnya belum ikhlas melihat Mayu berenang di rumahnya, tapi karena Naura dan David ada di pihak Mayu. Apapun pendapatnya sudah tidak berlaku lagi. Jadi mau tidak mau dia harus mengizinkan Mayu.


"Naura antar Mayu ke depan Dad, Mom." ujar Naura.


"Iya Naura." jawab David.


"Ayo Mayu!"


Mayu mengangguk dan mereka kemudian melangkah bersama keluar dari rumah Naura.


"Kapan-kapan lo harus nginap di sini ya May, ajak nenek juga. Biar kita bisa maraton nonton drakor." ujar Naura.


"Iya Naura, kalau sudah enggak sibuk lagi gue pasti mau nginap di sini."


"Gue tunggu ya May!"


"Iya. Eh itu kak Alga sudah menunggu gue di depan gerbang rumahnya. Gue pulang ya Nau!"


"Iya, hati-hati lo!"


Mayu mengangguk kemudian berlari kecil menghampiri Alga yang tersenyum manis padanya.


Alga mengulurkan tangannya dan Mayu langsung menyambutnya.


"Langsung pulang atau mau mampir dulu?"


"Langsung pulang saja Kak!"


"Ok," ujar Alga dan membawa Mayu ke mobilnya.


Tin tin


Langkah kaki Alga dan Mayu begitu mendengar suara klakson mobil.


Mayu dan Alga sama-sama menoleh. Tatapan mereka tampak biasa saja begitu melihat mobil Dira yang datang.


"Alga, i miss you!" ujar seseorang dari dalam mobil.

__ADS_1


Alga seketika menoleh dan matanya seketika melotot begitu melihat orang itu.


__ADS_2