Kekasih Bayaran Tuan Muda

Kekasih Bayaran Tuan Muda
Cara Mayu Mengatasi Galau


__ADS_3

"Spesial untuk Ayang tersayang." ujar Alga sambil meletakkan 1 cup es krim di depan Mayu.


Mayu yang sedang asik dengan pikiranya seketika menoleh.


"Hei Kak Alga sudah datang. Kak Alga enggak kerja?" tanya Mayu.


"Kamu sendiri kenapa enggak kuliah?" ujar Alga balas bertanya.


"Ya kan hari sabtu Kak. Ah iya Kak Alga juga libur ya? Hehe ...." ujar Mayu tersenyum sadar akan pertanyaan bodohnya.


Alga juga ikut tersenyum dan mengacak gemas rambut kekasihnya, setelah itu merapikannya lagi dan diakhiri dengan mengecupnya membuat Mayu kembali tersenyum.


"Makanya pikiran kamu itu jangan terlalu jauh Ay, yang enggak perlu dipikirkan enggak usah dipikirkan! Lebih baik kamu makan itu es krim biar mood kamu jadi lebih baik." ujar Alga kemudian membantu membuka tutup es krim Mayu.


Mayu menatap pada Alga dan beralih pada es krimnya.


Benar kata Alga moodnya memang kurang baik akhir-akhir ini dan itu sudah pasti karena gosip Alga yang semakin menjadi. Walau tidak ada klarifikasi dari Alga dan begitu juga dengan orang-orang sekitar Alga termasuk Pratama group tapi tetap saja gosip itu akan terus panas selama Rahel masih tetap sibuk klarifikasi. Bahkan tidak hanya di stasiun televisi, untuk konten youtube juga jalan terus dia. Benar-benar panen cuan dia itu.


"Hei Ay, kok malah bengong sih. Ini makan dulu!" ujar Alga sambil menyendok es krimnya dan menyuap Mayu.


Mayu kembali menatap Alga begitu es krimnya berhasil dia telan.


"Es krimnya enak Kak, rasanya beda." ujar Mayu dan beralih mengambil sendok dari tangan Alga dan lanjut makan es krim.


"Es krim gelato rasa dark chocolete itu Ay. Katanya kan es krim itu bagus buat meningkatkan mood cewek, dark chocolate juga sama. Makanya aku beli saja sekalian. Biar pacarku yang cantik ini jadi semangat lagi." ujar Alga dan berakhir mengecup pipi Mayu membuat Mayu kembali tersenyum.


Alga juga ikut tersenyum. Suka dia melihat senyum kekasihnya.


"Makasih ya Kak,"


"Sama-sama. Suap dong Ay!" ujar Alga membuka mulutnya.


Mayu bukannya menyuap Alga tapi kembali makan sendiri es krimnya.


"Ay!" ujar Alga lagi dan tetap membuka mulutnya.


"Ya kan mood Kak Alga lagi bagus, enggak perlu lah makan es krim. Es krimnya enak banyak soalnya sayang kalau dibagi-bagi." ujar Mayu dan langsung dapat kecupan gemas dari Alga. Alga sampai menahan bibirnya di pipi Mayu.


"Kak Alga, modus banget deh!" seru Mayu.


"Itu akibatnya kalau pelit sama pacar. Makanya ayo suap! Jangan sampai aku ambil dari sisa di bibir kamu ya Ay!" ujar Alga sambil menaik turunkan alisnya.


"Iya Kak Ala iya, Mayu suap." ujar Mayu cepat membuat Alga tersenyum lebar.


"Gitu dong, itu baru pacar Alga Pratama." ujar Alga dan kembali membuka mulutnya.


Mayu hanya menggelengkan kepalanya kemudian menyuapi Alga.


"Es krimnya beneran enak ternyata Ay, apalagi kalau makannya sambil disuapi ayang, aku jadi ingin lagi. Lagi dong Ay!" ujar Alga kembali membuka mulutnya.


"Iya Kak, Mayu juga belum makan, gantian dong!" ujar Mayu dan kembali makan es krimnya.


"Itu kamu sudah 2 suap ya Ay!" protes Alga.


"Ya kan perbandingannya itu 5 banding 1 Kak, gimana sih?"


"Peraturan dari mana itu, enggak ada itu ya!" protes Alga lagi dan kali ini sambil menarik tangan Mayu dan membawa sendok berisi es krim itu ke mulutnya.


"Haha ...." Mayu hanya tertawa ngakak melihat tingkah mereka yang seperti anak kecil, tapi tidak bisa dipungkiri karena kelakuan dan es krim dari Alga, mood Mayu jadi baik lagi. Memang paling bisa diandalkan ini pacar gantengnya.


"Terima kasih ya Kak," ujar Mayu tiba-tiba membuat Alga yang sedang asik makan es krim kembali menatapnya.


"Makasih untuk apa Ay?"


"Makasih untuk es krimnya. Sekarang Mayu sudah semangat lagi dan siap kerja lagi." ujar Mayu menunjukkan kepalan tangannya dan ada senyum di wajahnya.

__ADS_1


"Bagus dong kalau begitu dan aku juga siap membantu kamu, biar nanti malam kita bisa malam mingguan." ujar Alga kembali menaik turunkan alisnya.


"Memangnya kita bisa pergi malam mingguan Kak, bukannya kita lagi backstreet sekarang?"


"Tentu saja bisa dong Ay, kita akan buat makan malam romantis di atap saja, dan kita akan pesan makanan kesukaan kamu dan kesukaanku. Gimana kamu setuju?" usul Alga.


"Setuju Kak. Bagi Mayu dimana pun itu tempatnya enggak masalah asal bersama Kak Alga." ujar Mayu semangat.


"Benaran dimana pun tempatnya enggak masalah? Bagaimana kalau kita makan malam romatis dalam kamar saja?" goda Alga.


"Ok enggak masalah, tapi enggak boleh lebih dari sekedar makan malam ya!" tantang mayu.


"Enggak jadi deh!" ujar Alga cepat. Takut Alga kalau ujung-ujungnya dia harus bermain solo.


Mayu kembali tertawa melihat ekspresi Alga dan Alga hanya tersenyum dan menggaruk kepalanya. Kalah dia kali ini.


Setelah selesai makan es krim mereka lanjut kerja lagi. Walau hari ini tidak ada kiriman barang tapi tetap saja pesanannya menumpuk dan pembeli yang datang ke toko juga lumayan ramai.


Mayu juga tidak lupa mendatangi ruko pertamanya dan tidak lupa juga sekalian bawa barang serta makanan untuk karyawannya di sana. Karyawan Mayu di ruko lama sudah 2 orang dan Mayu pasti rutin datang seminggu sekali, dan untuk hasil penjualan Irma yang datang ke rumahnya 2 hari sekali.


"Aku enggak ikut mampir ya Ay, aku tunggu di mobil saja." ujar Alga begitu mereka selesai menurunkan barang.


Alga sebenarnya rindu ikut jualan di toko ini, salah satu toko Mayu yang banyak kenangan. Hanya saja karena tidak mau ada yang kenal padanya dan diam-diam mengambil fotonya, Alga memilih cari aman saja.


"Ok Kak. Kak Alga kalau bosan sekalian mutar enggak apa-apa Kak, dari pada bosan di mobil saja."


"Siap Ay. Aku pergi ya Ay!"


"Ok Kak, hati-hati!" ujar Mayu.


Mayu langsung membantu membereskan barang yang yang dibawanya. Barang jualan mereka memang cukup banyak sekarang dan toko itu hampir penuh, makanya pelanggannya juga pada betah karena banyak pilihan, tapi tetap saja Maga Wear jadi best seller mereka.


"May kamu tahu toko pakaian dalam yang dekat jualan bakso?" tanya Irma sambil membereskan barang.


"Katanya itu ruko mau dijual sama barang-barangnya juga jual modal saja katanya. Siapa tahu kamu mau nambah toko lagi. Tempatnya strategis itu May, bahkan lebih bagus dari ini, dan sekalian ada rumahnya juga. Bagus lah buat nyetok barang atau sekalian buat jualan online juga." ujar Irma.


Mayu menghentikan sejenak aktivitasnya dan menatap Irma.


"Kira-kira rukonya kenapa di jual ya Teh?"


"Dia mau pindah ke kampung katanya. Anaknya udah pada kerja semua dan enggak ada yang mau meneruskan usahanya. Dia juga udah capek dan mau istirahat. Udah lama juga dia jualan disitu, sekitar 30 tahunan. Makanya wajar kalau dia udah capek." jelas Irma.


"Begitu ya Teh,"


"Iya May, tapi harga rukonya memang lumayan mahal May dan dia juga minta cash."


"Katanya dijual berapa Teh?"


"Dia menawarkan 1,8 miliyar tapi kalau ditawar 1,7 miliar kayaknya dia bakal ngelepas itu."


"Boleh juga itu Teh. Entar deh Mayu lihat dulu tempatnya."


"Iya May, kalau mau, bilang saja. Bibi Teteh kenal dekat dengannya, biar dia yang bantu nego harga nanti."


"Ok Teh." ujar Mayu mantap.


Mereka kembali fokus pada kerjaan mereka dan sesekali mereka juga melayani pembeli yang datang.


***


Mayu tersenyum lega. Setelah dia melihat ruko yang mau dijual, dia langsung suka dan bagusnya lagi David juga langsung setuju, begitu juga dengan Naura. Dia langsung semangat 45. Prinsip Naura memang sudah mulai berubah akhir-akhir ini, dia jadi ingin koleksi aset saja dari pada koleksi barang mewah. Sudah mulai ketularan Mayu dia.


"Hebat memang anak sulung Daddy, saat lagi ada masalah saja, bisa nambah aset." ujar David begitu Mayu sampai di rumahnya dan membawa Mayu ke dalam pelukannya.


"Iya doang Dad, Mayu harus tetap semangat. Mumpung bank pusatnya juga masih banyak setokan duit." ujar Mayu membuat David tersenyum.

__ADS_1


"Bisa saja kamu Mayu." ujar David beralih mengusap rambut panjang Mayu. David merasa senang sekaligus bangga. Mayu yang lebih memilih fokus pada pekerjaannya dari pada galau karena gosip pacarnya dengan cewek lain.


"Iya dong Dad. Eh tapi Dad, tante Sindi, enggak marah-marah kan, Mayu minta dibelikan ruko itu?"


"Enggak Mayu. Justru dia dukung Daddy. Dia bahkan mewarkan supaya mobilnya dijual saja satu, dari pada di rumah juga buat pajangan doang dan jarang sekali dipakai. Lebih baik dijadikan aset kan? Sudah pasti harganya makin mahal tiap tahun, tidak seperti kendaraan yang harganya makin turun selain itu butuh biaya perawatan juga, belum lagi pajaknya yang harus dibayar tiap tahun." jelas David membuat Mayu tersenyum lega.


"Nah benar sekali itu Dad." ujar Mayu lagi-lagi merasa lega. Senang dia melihat Sindi yang makin ke sini semakin baik dan semakin perduli padanya.


"Iya. Eh tapi kamu juga sudah pantas beli mobil itu, minimal mobil pick up lah. Supaya kamu juga enggak terlalu repot kalau mau belanja, apalagi sekarang rukonya mau nambah kan. Otomatis belanjaannya juga pasti nambah." saran David.


"Rencananya juga begitu Dad, tapi Mayu mau belajar setir mobil dulu. Mayu enggak bisa bawa mobil Dad."


"Kamu ikut les saja!"


"Tadinya juga ingin begitu Dad, tapi kata kak Alga, dia mau mengajari Mayu katanya, lumayan lah Dad, gratis." ujar Mayu membuat David tersenyum.


"Dasar kamu ini, selalu saja suka yang gratisan."


"Hehe ... namanya juga cewek Dad. Ya sudah, Mayu mau latihan renang dulu ya Dad. Mumpung belum panas."


"Iya," ujar David.


David masih menatap Mayu hingga Mayu menghilang dari pandangannya. Dia benar-benar bersyukur punya anak seperti Mayu yang selalu ceria dan semangat. Padahal David sempat khawatir padanya karena gosip-gosip tidak jelas itu, tapi untungnya rasa khawatir David tidak terjadi pada Mayu.


Sementara itu Mayu sudah sampai di dekat kolam dan dia langsung berseru senang begitu melihat kekasihnya sedang asik berenang.


"Kak Alga!" seru Mayu.


"Ay! Sini Sayang kita berenang!" ujar Alga.


"Ok Kak, Mayu ganti baju dulu sebentar ya Kak." ujar Mayu mantap.


Alga mengacungkan jempolnya.


Setelah selesai berenang, Naura malah mengajak Mayu, Alga dan orang rumahnya rujakan.


Mayu tentu saja menyambut senang. Dia dan Alga enggak mungkin pergi jalan-jalan keluar rumah, dan menurut Mayu mereka lebih baik menghabiskan waktu bersama keluarga saja. Jarang-jarang juga dia bisa kumpul bersama keluarganya. Benar memang kata orang di luar sana selalu ada hikmah disetiap cobaan.


"Dad makan rujak yang ini saja Dad, yang ini buahnya khusus manis semua." ujar Naura yang sangat tahu daddy enggak suka buah yang asem.


"Ok Sayang," ujar David.


"Mau pakai sambal Dad?" tanya Mayu.


"Mau, tapi Daddy enggak mau sambel yang pedas." ujar David membuat Mayu dan yang lainnya seketika tertawa.


"Yang nama sambel sudah pasti pedas lah Dad, gimana sih?" ujar Sindi. Hubungannya memang sudah semakin membaik dengan David.


"Aku tahu, tapi aku maunya yang pedasnya, level setengah saja." ujar David lagi membuat Mayu dan yang lainnya kembali tertawa.


"Dad, mana ada itu pedas level setengah, kayak anak bayi saja." ujar Naura ikutan protes.


"Daddy hanya bercanda Naura. Daddy mau sambal yang depan Alga, kayaknya enak itu." ujar David.


"Memang enak Om, Alga juga suka yang ini. Ini Om." ujar Alga kemudian berbagi dengan calon mertuanya.


David mengangguk.


Mereka asik makan rujak dan sambil ngobrol seru, dan tak hanya soal bisnis saja yang mereka bicarakan, tapi acara liburan juga. Tidak bisa dipungkiri, walau mereka hanya sekedar acara rujakan biasa tapi suasana kekeluargaannya sangat terasa.


David bahkan tidak bisa menyembunyikan perasaan senangnya. Selama dia menikah baru kali ini dia benar-benar merasakan kehangatan sebuah keluarga. Mayu memang membawa pembawa kebahagiaan dalam hidupnya.


Beda halnya dengan Dira. Dira yang tadinya ingin mengajak Sindi shooping. Tampak terlihat kesal melihat kekompakan Sindi dan yang lainnya. Apalagi Sindi juga terlihat sangat senang, terlebih saat David mau menyuapinya sepotong jambu dan langsung mendapat sorakan dari Alga dan yang lainnya. Naura juga terlihat sangat bahagia, apalagi Mayu.


"Sabal! Sebal! Sebal!" batin Dira kesal. Keberadaannya benar-benar tidak dianggap lagi belakangan ini. Dia mulai kesepian.

__ADS_1


__ADS_2