
Dira menatap tidak suka pada Mayu terlebih saat melihat tangan mereka yang saling bergenggaman.
'Bagus Alga, berani juga kamu bawa gadis tidak tahu diri itu. Lihat saja apa yang akan kami lakukan pada gadis kamu itu! Mami pastikan malam ini juga dia akan minta putus.' batin Dira.
Sementara itu para perempuan lainnya seperti Naura, Sindi, para tante Alga dari keluarga mami dan papinya serta calon mertua Vivi(Kak Alga) hanya menatap remeh penampilan Mayu.
Mereka tidak bisa memungkiri kalau Mayu memang cantik, tapi penampilannya itu bagi mereka enggak banget sama sekali. Gaun yang dipakai Mayu model lama dan warna hitamnya juga sudah memudar. Mereka yakin Mayu pasti beli gaunya bekas dan Mayu lagi mujur saja, hingga dapat barang bagus.
Mayu juga tidak memakai perhiasan sama sekali. Benar-benar tidak ada yang menarik dari diri.
Dari semua wanita yang hadir hanya Vivi saja yang menatap biasa padanya juga ada rasa kasihan. Dia sebenarnya udah gemas ingin mendandani Mayu, hanya saja dia tidak berani melakukannya. Bukan karena dia takut pada maminya tapi dia malas saja cari masalah dengan maminya. Ditambah lagi dia tidak lama lagi akan menikah, takutnya pernikahannya jadi batal hanya karena maminya marah padanya Makanya Vivi memilih cari aman saja.
Sementara itu pandangan dari para laki-laki cukup berbeda, ada yang cuek saja tapi ada beberapa yang tidak habis pikir sama Alga. Bisa-bisanya Alga jatuh cinta pada gadis yang levelnya jauh di bawah Alga. Cinta Alga benar-benar tidak ada realistisnya sama sekali alias buta. Jelas-jelas bagi mereka, Naura jauh lebih cocok untuk Alga, yang sudah jelas bibit, bebet dan bobotnya. Naura juga sangat cantik dan seksi, tidak ada yang kurang dari Naura, tapi entah kenapa Alga tidak pernah mau melirik padanya? Memang ada kelainan sepertinya pada putra Pratama itu, sangat berbeda dengan papinya.
Dari semua pandangan laki-laki hanya satu yang berbeda dan itu adalah David Antonius. Davin Antonius sampai tidak berkedip menatap Mayu dan itu bukan karena dia terpesona pada Mayu, tapi saat melihat Mayu memakai baju itu dia merasa seperti dejavu. Ingatannya seketika kembali ke beberapa puluh tahun yang lalu. Dia ingat kekasih yang sangat dicintainya dulu juga pernah memakai gaun yang sama dengan Mayu dan gaya rambut juga sama seperti itu. Dia jadi merindukan mantan kekasihnya.
'Marisa maafkan aku,' batinnya tanpa sadar.
David Antonis juga tanpa sadar menggenggam kuat tangannya menahan rasa sesak di hatinya teringat akan masa lalunya. Masa lalunya yang begitu menyakitkan dan yang membuatnya hidup dalam penyesalan dan itu sampai sekarang.
Mayu yang sedari tadi menatap papa kandungnya, bisa melihat ekspresi yang berbeda dari papa kandungnya dan itu bukan ekspresi biasa seperti yang lainnya.
'Apa papa teringat sesuatu? Apa papa ingat akan mama? Pa, ini Mayu anak papa. Mayu sangat merindukan papa. Kedatangan Mayu ke sini juga hanya untuk papa. Pa, mungkinkah Mayu ada kesempatan memeluk papa? Mayu benar-benar ingin melakukannya pa, walau hanya sebentar saja.' batin Mayu.
Mayu senang bisa melihat wajah papa kandungnya lagi dan Mayu juga tidak bisa mungkiri kalau rindunya itu semakin besar, begitu melihat David Antonius.
"Sayang!" panggil Alga sambil menggerakkan genggaman tangan mereka.
"Eh Iya Kak?" ujar Mayu seketika tersadar dari lamunannya dan kembali menatap Alga.
"Ayo kita hampiri Mami!" ujar Alga.
__ADS_1
"Iya Kak." nurut Mayu dan kembali fokus pada Alga.
Mereka kembali melangkah ke arah Dira.
Dira jelas-jelas memperlihatkan wajah malasnya dan Alga berusaha bersikap biasa saja. Begitu juga dengan Mayu, dia juga sebisa mungkin bersikap biasa dan menghilangkan rasa gugupnya yang kembali muncul.
"Mi selamat ulang tahun. Semoga Mami selalu diberikan kesehatan dan bahagia terus. Alga sayang sama Mami." ujar Alga sambil memberikan pelukan pada Maminya.
"Iya," ujar Dira malas. Gimana dia mau bahagia kalau anak kesayangannya pacaran dengan gadis yang sangat jauh dari kata idamannya.
Selanjutnya Mayu yang mengulurkan tangannya tapi Dira sama sekali tidak mau menyambutnya.
Baik Naura dan mommynya seketika saling tersenyum mengejek melihat tangan Mayu. Mayu terlalu percaya diri, mana sudi Dira berjabat tangan dengan tangan yang penuh dengan kuman dan bakteri itu.
Sedangkan Mayu atau Alga sama-sama menatap tangan yang tidak disambut itu. Alga menganggukkan kepalanya seolah berkata tidak apa-apa sayang, di sini ada aku yang akan selalu ada untuk kamu.
Mayu balas menganggukkan pelan kepalanya, dan menurunkan pelan tangannya. Mayu cukup mengerti kenapa Dira tidak mau menyambut uluran tangannya. Mayu juga tetap berusaha tersenyum tipis, walau itu rasanya sakit. Jelas-jelas dia yang minta Mayu datang, tapi begitu Mayu datang, Mayu malah diabaikan. Sudah kelihatan jelas kalau niatnya tidak baik bukan?
"Selamat ulang tahun Tante," ujar Mayu akhirnya dan singkat saja. Mayu cukup sadar diri karena dia tahu apa pun yang akan dia katakan tidak akan didengarkan oleh Dira. Jadi untuk apa berkata panjang kali lebar, bukan?
Dira hanya melirik sinis pada Mayu dan kembali fokus pada anaknya.
"Mana kado kamu?" tagih Diri.
"Ini Mi, kami berdua sudah menyiapkan kado spesial untuk Mami, dan kami yakin Mami sangat membutuhkan ini." ujar Alga mantap sambil memberikan kadonya.
"Yakin kamu kado yang dibutuhkan oleh Mami? Awas saja kalau kalau kado kamu hanya buat memenuhi tong sampah saja." ujar Dira menatap remeh pada anaknya.
Dira sangat yakin, Alga tidak akan mampu membeli kado sesuai dengan yang diinginkannya dan Dira sudah tidak sabar mempermalukan Alga juga Mayu. Supaya Mayu itu sadar kalau dia itu hanya benalu yang bisanya membuat Alfa malu saja dan tidak punya harga diri di hadapan keluarganya.
Dira kemudian membawa kotak kadonya ke meja dan siap membukanya. Beberapa tante Alga bahkan sudah menyipakan posel mereka dan mengambil video begitu juga dengan Naura dan mommynya. Seniat itu mereka ingin mempermalukan Alga dan Mayu.
__ADS_1
Hanya Vivi saja yang tidak mau ikutan dan lagi-lagi dia hanya menatap kasihan pada Alga dan Mayu. Dia juga sudah pernah diposisi itu hingga akhirnya mantan pacarmya memilih menyerah. Seegois itu memang maminya tapi Vivi juga tidak bisa menyalahkan maminya karena berkat maminya, dia akhirnya bertemu dengan pacarnya yang sekarang, yang sudah berhasil membuat Vivi bangkit kembali, dan tentu saja membuatnya jauh lebih bahagia dari hubungannya yang sebelumnya.
"Kita lihat ya, kado apa yang diberikan Alga dan pacarnya padaku, dan semoga saja kado yang diberikannya tidak akan merusak hari bahagiaku." ujar Dira sambil membuka cepat bungkus kadonya.
"Naura ikut mendoakan Tante, tapi kalau Tante mau buang, di situ ada tong sampah kok Tante." ujar Narua menunjuk tong sampah.
"Iya Naura, terima kasih sudah menunjukkan tong sampahnya Naura." ujar Dira.
"Sama-sama Tante." ujar Naura sambil memberikan tatapan mengejeknya pada Mayu.
Mayu hanya diam saja dan semakin mengeratkan genggamannya di tangan Alga.
"Inilah dia kadonya!" ujar Dira lagi dan seketika terdiam begitu melihat ada Al-Qur'an. Tangan Dira yang hendak melempar hadiah itu seketika tertahan.
Dira tahu kado itu harganya tidak sampai puluhan juta bahkan bisa dibilang sejuta saja tidak sampai, tapi Dira tidak mungkin membungnya karena itu adalah kitab suci agama yang dianutnya.
Tidak hanya Dira yang terdiam, Naura dan yang lainnya juga sama dan seketika menurunkan ponsel mereka masing-masing. Mereka tidak mengkin merendahkan Alga dan Mayu soal kadonya itu karena bisa dibilang kado sangatlah berharga walau harganya tidak semahal kado mereka.
Alga tersenyum melihat maminya yang terdiam begitu juga dengan yang lainnya. Padahal sebelumnya raut wajah mereka sangat meremehkan.
"Gimana Mi, Alga dan Mayu sangat tahu kan Mi, apa yang paling Mami butuhkan? Alga dan Mayu juga sengaja membeli itu karena kami tahu, Mami sudah punya banyak koleksi tas, perhiasan, baju, sepatu dan lain sebagainya. Jadi untuk apa lagi kami beli barang-barang itu kalau untuk memenuhi lemari saja. Bagaimana menurut Mami, apa Mami suka kado kami?" ujar Alga dengan senyum di wajahnya.
Dira menatap kesal padanya anaknya. Dia benar-benar tidak menyangka kalau Alga akan memberikan kado itu padanya dan tidak mungkin bilang tidak suka. Bisa-bisa Allah marah padanya.
"Iya Mami suka," ujar Dira terpaksa.
Senyum Alga mengembang.
"Apa kata Alga Mi, Alga tahu apa yang Mami mau." ujar Alga benar-benar merasa menang atas kadonya.
Mayu juga tersenyum tipis.
__ADS_1
Vivi juga diam-diam menggelengkan kepalanya. Ternyata adiknya selangkah lebih pintar dari dia. Dulu dia juga pernah di posisi itu dan kadonya benar-benar dilempar ke tong sampah waktu itu. Vivi masih ingat banget bagaimana malunya mantan pacarnya dulu, harga dirinya benar-benar dijatuhkan oleh Dira.