Kekasih Bayaran Tuan Muda

Kekasih Bayaran Tuan Muda
Usaha Mayu bertemu David, Berhasil


__ADS_3

Mayu menghentikan motornya begitu sampai di lampu merah. Sampai sejauh ini belum ada yang membuat Mayu curiga. Para pengendara motor di belakangnya, hampir rata-rata penampilannya bisa saja, sama seperti dirinya.


'Apa jangan-jangan orang yang mengikutiku memakai mobil?' batin Mayu.


Mayu seketika menegapkan tubuhnya begitu ada ide terlintas dalam benaknya.


Mayu kemudian tersenyum tipis, Mayu yakin cara itu pasti sangat ampuh untuk mengetahui siapa orang yang sedang mengikutinya.


Begitu lampu merah berubah hijau, Mayu kembali menjalankan motornya. Hanya saja untuk kali ini Mayu sengaja menjalankan motornya ke arah jalan perumahan yang tidak begitu ramai pengendaranya. Dengan begitu, akan lebih mudah bagi Mayu untuk mengetahui siapa orangnya.


Mayu kembali menoleh ke arah kaca spionnya. Hanya ada beberapa motor yang mengikuti Mayu dan tidak ada mobil sama sekali kecuali mobil yang sedang parkir di pinggir jalan atau mobil yang berpapasan dengannya.


Mayu tersenyum tipis. Mayu yakin orang yang sedang mengikutinya pasti menggunakan kendaraan roda dua. Setidaknya untuk saat ini petinjuk pertama sudah berhasil dia dapatkan.


Mayu tanpa sadar menganggukkan kepalanya begitu dia kembali mendapat ide untuk petunjuk kedua, dan kebetulan sekali ada penjual bensin pinggir jalan.


Mayu menghentikan motornya tepat di depan penjual bensin eceran itu. Mayu beli 1 liter saja karena tujuannya sebenarnya bukan ingin membeli bensin tapi untuk melihat pengendara motor di belakangnya.


Tidak jauh dari tempat Mayu berhenti, Mayu melihat ada pengendara motor yang juga ikut berhenti. Dia memakai jaket warna biru dan untuk wajahnya Mayu tidak bisa melihatnya, itu karena dia memakai helm dan menutup wajahnya.


Mayu yakin itu adalah petinjuk kedua, hanya saja Mayu tidak berani memastikan seratus persen kalau orang itu adalah orang yang sedang mengikutinya.


Setelah melakukan pembayaran, Mayu kembali menjalankan motornya, hanya saja kali ini Mayu memilih mutar balik dan tentu saja untuk memastikan seratus persen apa orang yang memakai jaket biru itu adalah orang yang sudah mengikutinya.


Mayu kembali melirik kaca spion untuk memastikannya.


"Kedapatan kamu," monolog Mayu begitu melihat orang itu juga mutar balik dan kembali mengikuti Mayu.


Kali ini Mayu menjalankan motornya dengan kecepatan sedang, yang terpenting sekarang dia sudah tahu seperti apa orannya yang mengikutinya. Selanjutnya Mayu akan pikirkan caranya supaya itu orang kehilangan jejaknya begitu mereka sudah di mall. Mall itu ramai, Mayu rasa dia tidak akan kesulitan untuk menghilangkan jejak dari orang itu.


***


Mayu mematikan mesin motornya begitu dia sudah sampai di parkiran. Mayu diam-diam melirik pada prang yang mengikutinya. Orang itu juga memarkirkan motornya tidak begitu jauh dari motor Mayu.


Mayu kemudian memilih jalan santai saja masuk ke dalam mall, bersikap seolah tidak ada yang mengikutinya.


Tujuan pertama Mayu adalah lift. Orang itu juga ikut jalan ke arah lift, dan sikapnya juga tidak kalah santainya dengan Mayu. Jika bukan karena daddynya, Mayu tentu tidak akan sadar kalau orang yang sedang berdiri di depannya ini memang sengaja mengikutinya.

__ADS_1


Mayu kemudian nengambil ponselnya dan pura-pura menghubungi Shinta.


"Assalamualaikum Shin." ujar Mayu bicara sendiri dengan ponselnya.


"Shin, ini gue sudah sampai di mall, lo dimana?"


"Oh, lo di lantai 3."


"Ok gue akan ke lantai tiga, tapi gue singgah sebentar di lantai satu ya, ada pesanan kak Alga yang mau gue beli. Takut kelupaan gue, enggak apa-apa kan Shin?" ujar Mayu lagi sengaja. Biar capek itu orang mencarinya sampai ke lantai 3.


"Mantap Shinta, ini baru teman gue. Ya sudah gue matikan sambungan teleponnya ya, ini lifnya sudah buka." ujar Mayu dan pura-pura mematikan sambungan telepon. Mayu juga buru-buru masuk ke dalam lift yang sudah terbuka.


Orang yang mengikuti Mayu juga ikut masuk lift.


Selama dalam lift, Mayu kembali bersikap santai seperti biasanya dan begitu lift sampai lantai satu, Mayu tentu saja keluar seperti yang sudah direncanakannya.


Orang yang mengikut Mayu juga tidak mau ketinggalan, dan terus mengikuti Mayu. Hanya saja kali ini dia jalannya agak sedikit jauh dari Mayu. Dia tentu tidak mau, Mayu jadi curiga padanya.


Mayu mempercepat jalannya dan begitu sampai di tempat deretan para penjual baju, Mayu sengaja menunduk hingga kepalanya tidak lagi terlihat. Setelah mememukan tempat yang pas, Mayu kemudian bersembunyi di deretan baju-baju yang dipajang.


Orang yang mengikuti Mayu sampai berlari. Dia mulai kebingungan begitu tidak lagi menemukan keberadaan Mayu. Dia menatap kiri dan kanan, dia benar-benar bingung harus melangkah ke kiri atau ke kanan? Dia sampai menggaruk kepalanya, gawat banget ini kalau dia sampai kehilangan jejak Mayu, bosnya bisa marah padanya.


Mayu tersenyum lega dibalik persembunyiannya.


Mayu kemudian keluar terburu-buru dari persembunyiannya, dan berjalan cepat ke arah lift kembali.


'Aman,' batin Mayu lega begitu orang itu tidak ikut masuk lift bersamanya.


'Selamat mencari Mayu, masnya.' batin Mayu lagi. Mayu tersenyum dalam hatinya. Berhasil juga caranya mengelabui orang itu.


Mayu keluar begitu sampai lantai dasar dan kali ini Mayu memilih jalan cepat keluar dari mall. Mayu bukan takut ketahuan orang itu lagi tapi Mayu tidak ingin, daddynya mengunggu terlalu lama.


Begitu sampai di restoran, Mayu kembali mencari sosok supir dan bodyguard daddynya.. Mayi tampak bernafas legi begitu melihat kedua orang itu sedang duduk di bangku parkiran rostoran. Itu berarti Mayu tidak perlu main kucing-kucingan lagi. Cukup dengan dia memakai masker, Mayu rasa kedua orang itu tidak akan mengenalinya karena mereka juga sebenarnya tidak saling kenal.


Setelah memakai maskernya, Mayu kembali melangkah dengan santainya, meski tidak bisa dipungkiri jantungnya berdebar lebih cepat dari biasanya.


Mayu kembali bernafas lega begitu dia sudah sampai di dalam restoran. Restoran pilihan daddynya ternyata restoran besar dan mewah.

__ADS_1


Mayu tidak heran kenapa daddynya memilih restoran ini, dia baru saja bertemu dengan temannya dan Mayu rasa temannya juga bukan orang sembarangan.


Setelah menanyakan pelayannya, Mayu kembali melangkah ke private room, tempat dimana daddynya berada.


Mayu membuka pintunya perlahan, Davin yang sedang memainkan ponsel seketika meloleh begitu melihat pintu terbuka.


David langsung bangun dari duduknya begitu melihat Mayulah pelakunya. Begitu juga dengan Mayu, Mayu masuk dengan cepat dan menutup kembali pintunya.


"Dad!" seru Mayu dan langsung berkaca-kaca. Rasa lelah Mayu seketika hilang begitu melihat wajah ayahnya.


David merentangkan tangannya dan tanpa menunggu berlama-lama Mayu langsung berlari kepelukan daddynya dan memeluk daddynya sangat erat.


Untuk beberapa menit mereka hanya saling berpelukan melepas rasa rindu yang terpaksa mereka pendam selama ini. Mayu sangat senang, akhirnya dia bisa memeluk daddnya lebih lama lagi.


"Mayu rindu Dad," ujar Mayu mengutarakan isi hatinya.


"Daddy juga sangat merindukan kamu Mayu, dan maafkan Daddy yang baru bisa menemui kamu sekarang. Daddy sangat sibuk, selain itu Daddy juga tahu kalau kamu diikuti oleh seseorang. Untuk itu Daddy harus lebih berhati-hati lagi, jika ingin bertemu dengan kamu. Daddy benar-benar tidak ingin keberadaan kamu diketahui, sebelum Daddy bisa berbuat banyak pada kamu." ujar David sambil mengusap rambut Mayu.


"Iya Dad, Mayu mengerti, dan Mayu yakin Daddy melakukan ini semua pasti demi kebaikan Mayu, tapi bagaimana Daddy bisa tahu kalau ada orang yang mengikuti Mayu?" tanya Mayu melepas pelukannya dan menatap daddynya.


"Daddy bisa tahu dari Sindi istri Daddy. Beberapa hari ini Daddy diam-diam mencari tahu soal kamu dari Sindi dan Sindi bilang kalau mbak Dira menyuruh seseorang mengikuti kamu karena curiga kamu tiba-tiba punya uang yang banyak. Merela penasaran dari mana kamu mendapatkan uang itu karena sampai sejauh ini mereka sangat yakin kalau kamu mendaoatkan uang itu dari Alga" jelas David.


Mata Mayu tampak membesar mendengarnya.


"Jadi orang yang mengikutiku itu adalah orang suruhan tante Dira, Dad?" seru Mayu. Terjawab sudah rasa panasaran Mayu.


"Ya dan biar kamu tahu, Sindi dan Mbak Dira itu adalah orang yang jahat, dan yang akan melakukan segala cara agar keinginannya tercapai." jawab Davin lagi.


Mayu kembali menatap David.


"Apa maksud Daddy berkata seperti itu?" tanya Mayu penasaran.


"Kamu lebih baik duduk, biar Daddy jelaskan semuanya. Supaya semuanya jelas dan kamu juga tahu seperti apa cerita sebenarnya. Daddy juga tidak ingin kamu jadi salah paham pada Daddy." ujar David mempersilahkan Mayu.


"Iya Dad," ujar Mayu kemudian duduk di samping daddynya.


"Kalau kamu mau sambil makan dan minum silahkan saja! Santai saja sama Daddy. Daddy juga sengaja pesan makanan dan minuman itu untuk kamu, dan maafkan daddy kalau kamu tidak menyukai makanan pesan Daddy. Daddy sengaja pesan itu karena itu semua adalah makanan kesukaan mendiang mommy kamu jika makan di restoran, dan semua makanan itu sekarang ini adalah makanan kesukaan Daddy." jelas David lagi.

__ADS_1


Mayu lagi-lagi menatap daddynya dari penjelasan David, Mayu bisa mengambil kesimpulan kalau daddynya memang beneran mencintai mommynya, tapi kenapa dulu dia menyuruh mommynya menggugurkan kandungannya?


__ADS_2