
Keesokan harinya, Mayu dan yang lainnya melanjutkan acara siraman. Alga melakukan siraman di rumahnya, begitu juga dengan Mayu yang melakukannya di rumah David.
Senyum Alga tampak mengembang saat Pratama menggendongnya dan membawanya ke tempat siraman.
Sama halnya dengan Mayu, Mayu juga tidak bisa berhenti tersenyum saat David menggendongnya dan membawanya ke tempat siraman.
David juga ikut tersenyum senang. Setidaknya dia bisa melakukan tugasnya sebagai seorang ayah untuk Mayu.
Naura dan teman-teman meraka hanya berseru girang saat David menggendong Mayu dan tentu saja semua serangkaian acara itu diabadikan oleh sang fotografer dan timnya.
"Yey Daddy masih kuat! Hore!" seru Naura senang saat David berhasil menggendong Mayu dari dalam rumah sampai di halaman belakang rumah.
Tidak hanya David yang tersenyum tapi Mayu dan yang lainnya juga. David senang dia berhasil melakukannya. Tidak seperti saat mereka jalan-jalan dulu, pinggang David langsung encok menggendong kedua anak gadisnya, yang sebentar lagi akan manjadi istri dari laki-laki yang mereka cintai.
Begitu Mayu sudah duduk di tempatnya. David mengecup dalam kening anaknya. Selanjutnya mereka melakukan doa bersama sebelum melakukan proses siraman.
__ADS_1
Untuk yang pertama kali menyiram Mayu dilakukan oleh nenek Iroh, selanjutnya David dan diikuti oleh Sindi, keluarga mereka, para perias dan yang terakhir adalah para bridesmaid Mayu.
Mayu dan teman-temannya tertawa girang begitu Mayu diserbu oleh para cewek-cewek cantik ini. Hanya saja keseruan diatara mereka sempat terganggu begitu kedatangan Rangga, Alex dan yang lainnya atau mereka-mereka yang menjadi groomsmen Alga.
Enaknya nikah sama tetangga ya begitu, saudara atau teman mereka bisa mendatangi rumah kedua mempelai.
Suasana di belakang rumah Mayu tampak semakin heboh dan Mayu juga tidak bisa berhenti tersenyum. Dia begitu bahagia dengan suasana meriah yang diciptakan oleh teman-temannya.
Nenek Iroh juga sana bahagianya, dia begitu senang cucunya banyak yang sayang.
Sebagai orang tua tentu itu adalah kebahagian yang tidak ternilai harganya.
***
Malam hari tiba, setelah acara Mayu selesai dengan keluarganya. Dia bersama dengan para bridesmaid berangkat ke hotel duluan. Mereka sengaja melakukannya supaya tidak terlalu terburu-buru dan Mayu juga bisa istirahat dengan cukup. Walau itu tidak mungkin rasanya. Mayu terlalu gugup mengingat akan hari esok.
__ADS_1
Sama halnya dengan Alga. Alga juga tidak bisa tidur. Padahal orangtuanya sudah menyuruhnya tidur dari setengah jam yang lalu.
Alga tanpa sadar menghembuskan nafasnya kasar dan kembali membuka matanya. Lagi-lagi dia kepikiran pernikahannya.
"Apa sebaiknya aku hubungi Mayu saja?" monolog Alga.
Alga butuh mendengar suara kekasih. Alga juga sangat merindukannya. Spesial untuk hari ini mereka memang dilarang bertemu juga komunikasi. Mereka sedang dipingit.
Alga tanpa sadar menggelengkan kepalanya. Walau rasa rindunya sudah menggunung, dia harus bisa menahan dirinya karena itu demi kebaikannya dan Mayu juga.
"Ay aku rindu." monolog Alga lagi. Untuk kali ini kesabaran Alga juga kembali diuji, bagaimana dia yang harus menahan rasa rindunya yang semakin menjadi.
Alga yang tidak kunjung bisa tidur, memutuskan memainkan ponselnya. Di membuka galeri dan melihat foto dan video kebersamaannya dengan Mayu.
Alga lagi-lagi tanpa sadar tersenyum begitu melihat foto preweednya bersama Mayu. Senyum Alga semakin mengembang begitu melihat foto kiss pertamanya dengan Mayu. Alga benar-benar tidak menyangka kiss pertama mereka diabadikan begitu indah juga tersimpan indah di dalam hati.
__ADS_1
Alga mengusap perlahan fotonya dengan Mayu. Ingin rasanya dia mengulang kembali, tapi dia harus mehahan diri, karena untuk saat ini jangankan mau kiss, komunikasi saja tidak diperbolehkan. Hanya saja setelah ini, Alga tidak akan menahan dirinya lagi karena Mayu, sebentar lagi akan jadi miliknya seutuhnya.