Kekasih Bayaran Tuan Muda

Kekasih Bayaran Tuan Muda
Siapakah Dia


__ADS_3

Mayu menjalani hari-harinya masih tetap semangat seperti biasanya, walau ada kalanya dia juga merasa galau karena merindukan Alga. Apalagi kalau melihat teman-temannya pergi kencan, rasa rindunya pada Alga makin menjadi saja. Hanya saja karena Naura masih jomblo, Mayu tidak begitu galau karena ada temannya menggalau.


Apalagi mereka juga sering jalan bersama, Mayu juga tidak punya alasan untuk menggalau berlama-lama. Seperti yang sedang terjadi saat ini. Mereka pergi ke salon bersama untuk merawat diri sekaligus untuk mempersiapkan diri mereka yang akan menghadiri acara syukuran Pratama group.


"May, lo enggak mau rambutnya diwarnai gitu biar terlihat lebih fresh?" ujar Naura yang tengah mewarnai rambutnya.


"Enggak deh Nau, gue takut tambah cantik kalau rambutnya diwarnai." ujar Mayu yang saat ini juga sedang menjalani perawatan rambutnya.


Naura dan mbak salonnya refleks menatap pada Mayu.


"Hei Mayu lo masih waras kan? Bukannya bagus gitu kalau lo terlihat tambah cantik. Aneh-aneh saja lo!" protes Naura dan mbak salonnya juga ikut menganggukkan kepalanya. Ada gitu ya cewek takut tambah cantik, aneh-aneh saja pemikiran anak zaman now.


"Tentu saja gue masih waras Naura. Lo kan tahu kak Alga sedang di London, dia suka protes kalau gue tampil cantik. Bawaannya jadi suka curigaan saja dia. Ini saja dia langsung was-was waktu gue bilang pergi ke salon. Katanya gue enggak perlu tampil cantik, dia takut ada yang melirik gue." ujar Mayu apa adanya.


Sejak mereka LDR Alga makin cerewet soal penampilannya karena Mayu juga sama. Mayu tidak mau Alga memperlihatkan kegantengannya pada cewek-cewek di London sana. Zaman sekarang ini dimana-mana ada cewek penggoda dan Mayu takut ada lagi cewek penggoda yang mendekati pacarnya.


"Ya ampun, segitunya itu Kak Alga, tapi wajar juga sih dia kan cinta mati sama lo, pasti dia takut lo diambil orang." ujar Naura maklum.


"Itu dia, makanya gue enggak mau mewarnai rambut, takutnya dia jadi mikir macam-macam. Sebagai pacarnya yang sangat sayang padanya tentu gue enggak ingin dia jadi berpikir macam-macem, karena gue juga di sini tidak pernah melakukan hal aneh-aneh dan hidup gue juga lurus-lurus saja." jelas Mayu.


"Bagus ... bagus lo memang sangat cocok dengan kak Alga, pantas Kak Alga itu sampai cinta mati pada lo." ujar Naura.


"Itu dia," ujar Mayu mantap.


Setelah selesai dengan rambut mereka, mereka juga minta di make up dan Mayu tetap konsisten dengan pendiriannya. Dia maunya make upnya yang alami saja. Walau dia tidak ingin tampil cantik, tapi dia juga tidak mau tampil jelek karena dia hadir sebagai anaknya David, tentu dia tidak mau membuat daddynya malu.


Selesai di make up, Mayu dan Naura memakai gaun mereka. Gaun yang senada dan beda model saja. Gaun Mayu lebih panjang dan tertutup tapi tetap meninggalkan kesan elegan, sedangkan gaun Naura lebih pendek dan lebih terbuka, hanya saja masih sopan dan menginggalkan kesan yang lebih se*si dan elegan.


"Sudah siap berangkat?" ujar Naura begitu mereka selesai.


"Iya siap, tapi kita singgah dari rumah sebentar ya Nau. Gue mau menghantar makan malam untuk nenek sekalian pamitan." ujar Mayu.

__ADS_1


"Iya, kita juga sekalian lewat ini." ujar Naura mantap dan tidak keberatan sama sekali.


***


Naura dan Mayu sudah sampai di hotel tempat diadakannya acara. Mereka langsung ke ballroom karena David dan yang lainnya sudah sampai di tempat acara.


"Nau, sebaiknya kita enggak usah gandengan deh, takutnya kita dikira pasangan." ujar Mayu mengingatkan.


"Benar juga dan gue normal ya, ogah gue pasangan sama lo." ujar Naura.


"Gue apa lagi, lo enggak ada apa-apanya ya, bila dibandingkan dengan kak Alga. Dan gue tidak sesakit jiwa itu." balas Mayu dan langsung mendapat lirikan maut dari Naura.


"Hehe ...." Mayu tertawa kecil dan menujukkan jari salam damainya.


"Udah ah, ayo kita masuk!" ujar Naura.


Mayu mengangguk.


Naura jalan terlebih dulu dan diikuti oleh Mayu.


Kedatangan Mayu dan Naura cukup menjadi pusat perhatian terutama di mata para bujang dan lagi-laki buaya yang tak cukup hanya satu wanita di sisinya. Ada yang sampai saling memberi kode dengan temannya dan ada juga yang langsung bisik-bisik. Penampilan Mayu dan Naura terlihat sangat berkelas, mereka yakin pasti Mayu dan Naura pasti dari kalangan atas, tidak jauh berbeda dengan mereka para tamu yang hadir.


Sementara itu Naura dan Mayu hanya cuek saja terutama Mayu. Dia sama sekali tidak perduli dengan lirikan-lirikan itu, karena yang ada di kepalanya hanya ada Alga dan Alga.


Naura dan Mayu sama-sama tersenyum begitu melihat Sindi melambaikan tangannya dari arah mejanya. Sindi juga balas tersenyum, senang dia melihat kedatangan kedua putrinya dan sesuai dengan yang diharapkannya. Soal penampilan Naura memang tidak pernah gagal. Apalagi makin ke sini penampilannya terlihat semakin mahal, tidak jauh berbeda dengan Mayu.


"Selamat malam semua," ujar Naura dan dia kemudian salim pada orang tuanya dan orang tua Alga, tentunya Mayu juga melakukan hal yang sama.


"Wah udah cantiik dan berkelas, sopan lagi, boleh lah itu jadi menantu." ujar seorang laki-laki berusia matang dan duduknya tidak begitu jauh dari meja Sindi. Si istri yang sempat salah fokus pada Naura dan Mayu juga menganggukkan kepalanya.


"Setuju Yah cocok itu untuk Alex. Hanya saja Bunda jadi penasaran, kenapa mereka duduk satu meja dengan pak Pratama? Bukannya anak pak Pratama sudah menikah dan yang satunya adalah laki-laki." ujar istrinya.

__ADS_1


"Kalau tidak salah, mereka itu anaknya David, CEO Pratama group, dan seingat Ayah salah satu dari kedua gadis itu adalah anak angkat." jawab suaminya.


"Begitu ya Yah, pantas tidak mirip tapi kalau dilihat dari penampilan mereka, David sepertinya sangat menyayangi kedua putrinya dan tidak membedakan mereka. Bunda suka sama yang penampilannya lebih kalem itu Yah, kalau Ayah suka yang mana?"


"Pastinya yang lebih se*si lah Bun." jujurnya dan langsung mendapat pelototan istrinya, tapi itu tidak serius, karena se*sinya juga masih terlihat wajar dan tidak norak sama sekali dan dia juga suka saja melihatnya.


Dia kemudian beralih pada anaknya.


"Kamu sukanya yang mana Lex?" tanyanya pada anaknya.


"Sama seperti Bunda," ujarnya tanpa ragu membuat sang istri tersenyum lebar. Dia tersenyum bukan karena pilihannya sama dengan anaknya, tapi kerana anaknya terlihat tertarik dengan gadis yang mereka bicarakan. Padahal selama ini, mana pernah dia perduli soal cewek, dia bahkan suka marah kalau ibunya suka menjodohkannya. Dia memang tinggal lama di luar negeri dan baru pulang ke Indonesia setelah dia menyelesaikan S2nya.


"Serius kamu Lex? Berarti kalau Bunda mengajak kamu kenalan dengan mereka, kamu mau?" tanyanya antusias.


Laki-laki yang bernama Alex itu mengangguk mantap membuat senyum bundanya semakin lebar.


Sementara itu di meja Mayu juga tampak terjadi obrolan yang hangat antara Mayu dan yang yang lainnya. David sedang menjelaskan satu hal, sedangkan Mayu dan yang lainnya tampak serius mendengarkan sampai akhirnya mereka sama-sama diam begitu MC naik ke panggung. Acara akan segera dimulai.


Tepuk tangan meriah terdengar begitu Pratama menyampaikan kata sambutannya. Begitu juga saat David menyampaikan kata sambutannya. Naura dan Mayu tampak tersenyum bangga pada daddy mereka. Kharisma David benar-benar tidak terbantahkan saat sedang memberi kata sambutan.


Acara demi acara masih terus berlangsung hingga sampai lah mereka ke acara hiburan dan dimeriahkan oleh salah satu penyanyi terkenal. Saat acara huburan berlangsung. Pratama dan David mulai sibuk menyapa tamu mereka, begitu juga dengan Sindi dan Dira ikutan sibuk menyapa teman-teman mereka. Sedangkan Mayu dan Naura memilih makan saja.


"Nau, gue mau chocolate fountain deh." ujar Mayu.


"Ambil saja, sekalian untuk gue satu ya!" ujar Naura sambil mengambil udang.


"Siap Nau," ujar Mayu kemudian mengambil sate buahnya dan tak lupa juga Mayu mengambil piring kecil, tempat satenya.


Mayu tanpa sadar tersenyum tipis begitu melihat coklat yang membentuk air mancur itu. Mayu jadi teringat pada Alga, karena Alga yang mengenalkannya pada Mayu waktu itu. Mayu jadi merindukan kekasihnya lagi. Rasanya ada yang kurang kalau tidak ada Alga bersamanya.


"Eh!" kaget Mayu begitu melihat ada tangan lain yang ikut mencelupkan sate buahnya ke dalam chocolate fountain itu.

__ADS_1


Mayu menoleh dan orang itu tampak tersenyum pada Mayu.


__ADS_2