Kekasih Bayaran Tuan Muda

Kekasih Bayaran Tuan Muda
Mayu Jadi Anak Angkat


__ADS_3

Nenek Iroh kembali menatap Dira dan Sindi. Sejujurnya dia sangat senang mendengar permintaan Sindi karena dia sadar dia sudah tua dan kalau dia sudah meninggal tentu Mayu butuh keluarga yang akan selalu bersamanya dalam keadaan suka dan dukanya. Hanya saja dia juga tidak mungkin mengambil keputusan sendiri. Dia harus menanyakan pendapat Mayu dan dia pasti akan mendukung apapun keputusan Mayu.


"Terima kasih untuk tawarannya Sindi dan saya cukup senang kalau kamu mau mengangkat Mayu jadi anak kamu. Hanya saja berhubung Mayu juga sudah dewasa dan dia juga ada di sini, lebih baik keputusannya kita tanyakan pada mayu saja." ujar Nenek Iroh sebijak mungkin.


Sindi dan yang lainnya beralih menatap Mayu.


"Gimana Mayu, apa kamu mau jadi anak angkat Tante dan jadi kakaknya Naura. Tante janji, tante akan berusaha jadi ibu yang baik untuk kamu serta ibu yang adil untuk kamu dan Naura." ujar Sindi tulus.


Sindi sudah menyesali semua perbuatan di masa lalunya. Untuk itu demi menebus kesalahannya, dia mau menyayangi anaknya Marisa selayaknya anaknya sendiri.


Mayu tidak langsung menjawab dia menatap Sindi dan beralih menatap nenek Iroh. Nenek Iroh hanya tersenyum tipis, sebagai tanda dia akan mendukung penuh apapun keputusan Mayu.


Mayu kembali menatap Sindi. Setelah mendengar permintaan maaf Sindi serta melihat perubahan sikap Sindi belakangan ini, tentu dia juga mau jadi anaknya Sindi karena dia juga masih membutuhkan kasih sayang dari sosok orang tua.


Mayu kemudian menganggukkan mantap kepalanya membuat Sindi dan yang lainnya tersenyum.


"Terima kasih Mayu, sini peluk ta eh mommy!" ujar Sindi kemudian merentangkan tangannya.


Mayu kembali mengangguk serta ada senyum haru di wajahnya dan tanpa menunggu berlama-lama lagi dia memeluk Sindi.


"Ta eh Mommy," ujar Mayu.


"Iya Mayu, ini Mommy. Maafkan Mommy ya kalau Mommy pernah menyakiti kamu. Mommy janji untuk ke depannya Mommy tidak akan pernah mengulanginya lagi Mayu. Mommy sangat menyesal dan Mommy akan berusaha lebih baik lagi. KAmu juga kalau misalkan butuh sesuatu bilang saja pada Mommy!" ujar Sindi tulus.


"Iya Mommy, terima kasih, Mayu sangat senang." ujar Mayu tidak kalah tulusnya.


"Iya Mayu," ujar Sindi.


Mereka masih lanjut mengobrol dan obrolan mereka juga terlihat semakin lepas. Begitu juga saat Sindi mengutarakan niatnya pada keluarga besar mereka, mereka semua menyambut senang dan setuju dengan keputusan Sindi. Mereka bahkan berencana mau membuat syukuran untuk Mayu jika dia sudah resmi jadi anak angkat Sindi, tapi sebelumnya mereka semua mau ziarah ke makam Marisa terlebih.


Mayu benar-benar tidak bisa menahan harunya saat dia menabur bunga di atas makam mendiang mamanya.


"Ma, Mayu datang lagi, tapi kedatangan Mayu kali ini tadak hanya berdua dengan nenek saja, tapi sama daddy, Naura, mommy Sindi, Kak Alga dan yang lainnya. Mereka semua adalah keluarga baru Mayu, Ma. Mayu dan nenek tidak lagi kesepian dan kami juga tidak lagi hidup dalam kekurangan. Kami sangat bahagia sekarang Ma. Mayu sangat berharap mama juga bisa tersenyum menatap kami dari surga sana. Mayu sangat merindukan Mama." lirih Mayu sambil menabur bunga.


David yang jongkok di samping Mayu, mengusap sayang bahu Mayu. Dia juga ikut menabur bunga seperti yang Mayu lakukan.


"Marisa maaf. Maaf untuk semua kesalahanku di masa lalu. Maaf juga untuk sikap pengecutku. Begitu juga untuk status Mayu yang hanya sebagai anak angkatku. Aku melakukan itu bukan karena aku tidak sayang pada Mayu. Aku benar-benar menyayangi Mayu sebesar aku menyayangi Naura. Aku melakukan itu semua demi kebaikan kami bersama karena aku juga enggak ingin Mayu dituduh macam-macem jika orang lain tahu kalau dia adalah anak kandungku. Satu lagi anak angkat itu hanya sekedar setatus saja, karena sampai kapan pun Mayu adalah anak kandungku, anak yang sangat aku sayang." ujar David.


Sindi juga menabur bunga dan tidak lupa menyampaikan permintaan maafnya.


"Marisa, saya juga mau minta maaf untuk semua perbuatan tidak baik saya, yang pernah saya lakukan pada kamu. Saya sangat menyesal Marisa. Untuk itu sebagai tanda permintaan maaf saya. Izinkan saya menyayangi Mayu selayaknya anak kandung saya sendiri dan izinkan saya juga merawat ibu kamu selayaknya ibu saya sendiri. Saya benar-benar ingin menebus semua kesalahan saya di masa lalu Marisa. Sekali lagi maafkan saya Marisa." ujar Sindi tulus.


Mayu dan yang lainnya saling menatap begitu melihat seekor kupu-kupu yang cantik terbang diantara mereka dan kupu-kupu itu kemudian hinggap di pundak Sindi.

__ADS_1


Mayu dan yang lainnya sampai tersenyum haru. Apa ini pertanda Marisa memberikan restunya?


'Terima kasih Marisa, saya janji untuk kali ini, saya benar-benar serius menyanyangi Mayu dan ibu kamu, serta David juga tentunya. Izinkan kami hidup bahagia bersama Marisa.' batin Sindi.


Kupu-kupu itu kemudian terbang kembali meninggalkan Sindi dan yang lainnya.


Selanjutnya Dira juga tidak lupa mengucapkan permintaan maafnya. Sementara Alga dan yang lainnya hanya diam. Alga bukan tidak ingin menyampaikan sesuatu hanya saja ini bukan waktunya dia. Nanti saja saat dia ke makan berdua saja dengan Mayu.


Setelah semuanya selesai mereka doa bersama untuk Marissa.


'Ma, Mayu pulang. Semoga kebahagiaan ini akan terus berpihak pada Mayu dan nenek ya Ma. Mayu sangat mencintai Mama." batin Mayu.


Mayu mengecup nisan mamanya sebelum dia pergi meninggalkan makam itu.


***


"Apa kamu bahagia?" tanya Alga sambil mengeratkan genggamannya pada tangan kekasihnya. Saat ini mereka sedang makan di salah satu warung tenda pinggir jalan.


Mayu menatap Alga dan mengangguk mantap.


"Mayu sangat bahagia Kak, Mayu benar-benar tidak menyangka semua kebaikan secara bertubi-tubi datang menghampiri Mayu. Mulai Dari Mayu dipertemukan dengan kak Alga, di pertemukan dengan daddy, Mayu yang akhirnya mendapatkan restu dan yang terakhir Mayu akhirnya mendapat keluarga yang lengkap. Sungguh ini semua adalah keajaiban bagi Mayu. Keajaiban yang tidak pernah Mayu sangka-sangka." ujar Mayu.


"Benar juga ya Ay dan aku pribadi juga baru kali ini melihat keajaiban itu secara nyata di depan mataku. Hanya saja setelah aku pikir-pikir, mungkin itu semua buah dari kesabaran dan kerja keras kamu selama ini. Bagaimana kamu juga yang tidak pernah mengeluh meski dalam keadaan yang sangat berat dan bagaimana kamu yang tidak pernah menyerah dan tetap dijalan yang benar. Padahal zaman sekarang ini banyak sekali orang-orang di luar sana yang memilih jalan pintas, karena tidak tahan menderita terlalu lama." jelas Alga.


"Cinta buat akunya mana Ay!" tagih Alga.


"I love you Kak Alga." ujar Mayu lagi tanpa ragu membuat Alga tersenyum.


"I love you too Ay," balas Alga kemudian membawa Mayu ke bibirnya dan mengecupnya dalam.


Mayu dan Alga sama-sama tersenyum dan saling menatap mesra.


"Permisi Mbak, Mas, pesanannya udah siap." ujar pemilih warung itu sambil membawa nampan berisi makanan pesanan Mayu dan Alga.


Mayu dan Alga refleks menoleh dan sama-sama tersenyum malu.


"Ah iya Mas maaf. Letakkan saja pesanannya Mas!" ujar Alga mempersilahkan.


"Iya Mas, tidak apa-apa saya mengerti." ujar pemilik warungnya pengertian.


Alga dan Mayu kembali saling menatap begitu di masnya pergi.


"Selamat makan Sayang," ujar lagi.

__ADS_1


"Iya Kak, selamat makan juga." balas Mayu.


Mereka kemudian makan sambil mengobrol dan sesekali saling menyuapi juga dan itu karena mereka memang sengaja pesan makanan yang berbeda dan tentu saja tujuannya supaya bisa berbagi makanan.


Setelah selesai makan Alga tidak lupa membayar tentunya dan dia sengaja membayar lebih karena dia juga mau membagi kebahagiaannya tentunya.


Mereka kemudian keluar bersama dari warung tenda itu sambil bergenggaman tangan. Mereka juga memilih jalan kaki karena warungnya tidak begitu jauh dari rumah Mayu.


"Akhirnya ya Kak, kita enggak perlu backstreet lagi." ujar Mayu.


"Iya Ay, kita bebas sekarang. Apalagi masa magangku juga sudah mau selesai, setelah ini kita bisa bertemu di kampus setiap hari." ujar laki-laki berparas tampan itu.


"Benar juga ya Kak, Mayu rindu pacaran di belakang perpustakaan dengan Kak Alga."


"Apalagi aku Ay, rindu pakai banget pokonya." ujar Alga tidak mau kalah.


"Kita memang selalu sehati Kak,"


"Tentu saja kita kan jodoh."


"Amin." kompak mereka dan mereka sama-sama tersenyum.


Mareka terus melangkah sambil berpegangan tangan. Terkadang Alga juga sampai mengayunkan genggaman tangan mereka membuat Mayu tersenyum.


"Ah iya Kak, untuk acara syukuran nanti kita enggak jadi pakai baju couple ya. Naura maunya kami pakai baju seragam, sekalian mau buat foto keluarga juga katanya." ujar Mayu tiba-tiba teringat dengan pesan Naura.


"Iya Ay, tidak masalah. Aku malah lebih suka melihat kamu memakai baju yang sama dengan Naura dan sudah sepantasnya kalian memiliki foto keluarga karena kalian memang keluarga." ujar Alga pengertian.


"Iya Kak, Daddy juga katanya mau dipajang di kantor, dan Mayu tentunya juga mau dipajang di rumah Mayu. Mayu mau buat foto yang besar nanti, biar semua orang tahu kalau Mayu sudah punya keluarga yang lengkap." ujar Mayu lagi.


"Bagus Ay, aku dukung. Memang semuanya ada hikmah ya Ay, walau orang-orang mungkin tahunya om David hanya papa angkat kamu, tapi dengan begitu kalian tidak perlu lagi menyembunyikan setatus kalian sebagai anak dan ayah."


"Iya Kak, mommy Sindi juga ada berkata seperti itu padaku. Apalagi kan zaman sekarang ini, orang-orang itu gampang sekali berkomentar negatif. Takutnya Mayu dan daddy enggak sengaja tertangkap kamera saat kami sedang jalan atau dilihat oleh karyawan daddy dan yang lainnya. Tapi dengan setatus Mayu sebagai anak angkat, tentu orang-orang juga enggak akan mikir macam-macam." jelas Mayu.


"Setuju Ay, ternyata Tante Sindi itu memang benar-benar mempehatikan kamu ya."


"Iya Kak, dan Mayu benar-benar merasa terharu dengan perhatiannya. Apalagi kemarin dia juga membelikan tongkat baru untuk nenek, tentunya tongkat yang lebih bagus. Dia juga membelikan beberapa baju dan tas untuk nenek. Nenek benar-benar senang dapat perhatian mommy Sindi. Mommy Sindi juga sempat mengajak nenek tinggal bareng, hanya saja nenek enggak mau karena dia memang sangat nyaman tinggal di rumah yang sekarang. Selain itu dia juga enggak pernah kesepian." jelas Mayu lagi.


"Syukurlah kalau begitu Ay, aku sangat senang mendengarnya. Aku juga sangat berharap, nenek benar-benar bahagia disisa umurnya."


"Amin." ujar Mayu mantap.


Mereka kembali mengeratkan genggaman tangan mereka dan sama-sama tersenyum.

__ADS_1


__ADS_2