Kekasih Bayaran Tuan Muda

Kekasih Bayaran Tuan Muda
Semakin Dekat


__ADS_3

Sejak pembicaraan mereka malam itu. Hubungan Alex dan Naura jadi semakin dekat, Alex juga tidak segan-segan lagi memberikan perhatiannya pada Naura dan Naura juga tidak lagi menolaknya.


Selain itu Alex juga semakin sering berkunjung ke rumah Mayu, dan itu tentu saja membuat hubungan Alex dan teman-teman Naura semakin dekat.


Kehadiran Alex di antara mereka seperti menggantikan posisi Alga dan itu membuat Alga terkadang cemburu. Alga jadi sering protes tapi Rangga dan yang lainnya hanya balas menggodanya dan menyuruhnya pulang.


Walau ingin, Alga tidak akan melakukannya, karena dia tahu apa yang dia lakukan saat ini adalah demi masa depannya. Selain itu Mayu juga pastinya tidak akan setuju kalau dia pulang, meski rasa rindu di hati sudah menggunung.


"Ya sudah ya Kak, Mayu mau pulang dulu, nanti malam kita lanjut ngobrol lagi." ujar Mayu mengakhiri obrolan mereka.


"Iya Ay, kamu hati-hati ya pulangnya dan kabari aku kalau kamu sudah sampai di rumah." ujar Alga.


"Ok Kak. I miss you."


"I miss you more Sayang." balas Alga.


Mayu kemudian mematikan sambungan teleponnya dan beralih pada Dira yang sedari tadi ngobrol bersamanya juga Alga. Dira memang sengaja menyuruh Mayu datang karena dia rindu pada anaknya.


"Tante, Mayu pulang dulu ya." pamit Mayu.


"Iya kamu hati-hati dan bawa itu makanan yang sudah di masak chef untuk makan malam kamu dan nenek kamu. Sekalian ambil buahnya juga, kemarin kami dapat banyak kiriman buah dari Jepang. Ambil yang banyak, jangan sungkan-sungkan!" ujar Dira.


"Siap Tante." semangat Mayu. Dia pastinya tidak akan sungkan lagi karena sudah terbiasa mengambil makanan di rumah Alga. Bagi Mayu, baik itu rumah Alga dan rumah David sudah tidak adalagi bedanya. Apalagi akhir-akhir ini, atau lebih tepatnya setelah Alga pergi, Dira semakin royal saja padanya dan paling enggak seminggu sekali, dia pasti mengirim Mayu makanan.


Mayu memasukkan rantang makannya serta satu plastik buah ke dalam mobilnya.


Setelah itu dia pamitan pada orang tuanya.


"Kami pergi dulu ya Mom, Dad." ujar Mayu sambil salim.


"Iya kalian hati-hati, tapi ingat minggu depan, malam minggu di sini saja! Ngapain sih kalian di sana terus? Padahal hari-harinya juga di sana, apa kalian tidak bosan?" ujar Sindi.


Sindi rindu menghabiskan malam minggu dengan anak-anaknya dan itu karena sudah hampir satu bulan, Mayu dan Naura memilih menghabiskan malam minggu mereka di rumah Mayu.


Mayu juga sebenarnya tidak enak pada orang tuanya, tapi karena Naura dan Alex masih dalam tahap pendekatan serta mereka yang masih merahasiakan soal Alex, tentu Mayu juga tidak mungkin menghalangi Alex yang ingin menghabiskan malam minggunya dengan Naura. Terlebih dia ingin mereka secepatnya jadian biar tidak perlu backstreat lagi.


"Ok Mom, minggu depan kami pasti malam mingguan di sini. Jadi Mommy enggak perlu sedih lagi ok." ujar Mayu.


"Iya Mommy tidak akan sedih, tapi ingat loh kalian enggak boleh ingkar janji, awas saja kalau ingkar janji, Mommy akan marah pada kalian."


"Iya Mommy Sayang, kami tidak akan ingkar janji. Makanya mommy doakan saja supaya cepat jadi." ujar Mayu lagi dan langsung dapat senggolan dari Naura karena Naura sangat paham apa maksud Mayu.


"Cepat jadi apa itu? Naura sudah punya gebetan ya?" tebak David yang diam saja dari tadi.


"E-enggak Dad. Gebetan apa sih Dad? Naura enggak punya gebetan." ujar Naura gugup.


"Yakin?" ujar David lagi. Sebagai ayah yang sangat sayang pada anaknya, David tentu bisa melihat banyak perubahan pada Naura belakangan ini. Mulai dari Naura yang semakin sering main handphone. Terkadang dia suka senyum-senyum tidak jelas sambil memainkan ponselnya dan satu yang paling banyak berubah, Naura jadi terlihat lebih bahagia. Aura sedang jatuh cintanya bisa terlihat.


"Ya-yakin Dad," ujar Naura semakin gugup.


"Baguslah kalau yakin. Daddy juga tidak akan mempermasalahkannya karena bagi Daddy yang terpenting kedua anak gadis Daddy selalu bahagia." ujar David memilih tidak memaksa Naura untuk mengaku karena David yakin kalau sudah tiba saatnya, Naura pasti akan memberitahukannya.


"Iya Dad, makasih Dad. Daddy memang ayah paling pengertian. Ya sudah kami pergi ya Dad, Mom." ujar Naura.


"Iya kalian hati-hati!" ujar David.


***


Sesampainya di rumah, Mayu langsung membatu Naura dandan.


Malam ini Alex akan mengajaknya ke reuni teman SMAnya, untuk itu Naura ingin tampil secantik mungkin.


"Ehem ehem cewek! cantiknya," goda Rangga dari arah tangga.

__ADS_1


"Kak Rangga apaan sih? Naura beritahu Lora nih!" seru Naura.


"Beritahu apa Nau?" tanya Lora dari arah dapur sambil membawa potongan buah.


Rangga secepat mungkin mengode Naura supaya tidak mengadu.


Naura tersenyum kecil.


"Ini Ra, Kak Rangga bilang gue sangat cantik dan lebih cantik dari lo." ujar Naura malah sengaja memanasi Lora.


Baik Lora dan Rangga sama-sama melotot.


"Ihh Kak Rangga!" protes Lora tidak terima. Rangga melambaikan cepat tangannya kalau apa yang Naura katakan tidak benar. Sedangkan Naura hanya memperlihatkan senyum mengejeknya. Itu akibatnya kalau berani menggoda Naura.


"Enggak Sayang, aku enggak ada berkata seperti itu!" ujar Rangga berusaha membela diri.


"Ada Lora, periksa saja CCTV kalau tidak percaya!" ujar Naura semakin kompor.


"Tuh kan. Kenapa Kak Rangga jahat sekali? Walaupun kenyataannya Naura memang lebih cantik ya spesial untuk Kak Rangga, harusnya bilang Lora yang lebih cantik. Udah ah, buahnya enggak jadi aku bagi dengan Kak Rangga." ujar Lora dan memilih putar balik.


"Hei Sayang jangan marah dong! Aku memang bilang Naura cantik, tapi lebih cantik kamu Sayang. Beneran deh. Naura jangan dipercaya Sayang!" ujar Rangga dan langsung mengejar kekasihnya.


"Rasain!" seru Naura kemudian tertawa ngakak.


"Naura! Naura! Senang banget lo buat orang berantem. Awas kualat lo!" ujar Shinta sambil packing.


"Yah jangan dong!" ujar Naura cepat.


Naura kembali merapikan penampilannya dan tidak lama setelah Itu Alex datang menjemput.


"Kami pergi dulu ya semua, kalian semangat kerjanya!" ujar Alex.


"Iya Mas hati-hati dan pastikan Naura pulang dalam keadaan tidak kurang suatu apa pun!" ujar Mayu.


"Aman kalau soal itu." ujar Alex sambil mengacungkan jempolnya.


"Bye bye juga Naura." kompak Mayu dan yang lainnya. Mayu dan teman-temannya memang sengaja memilih lembur karena pesanan barang cukup banyak.


***


"Silahkan Baby!" ujar Alex sambil membukakan pintu mobil untuk Naura.


"Apaan sih Mas!" ujar Naura tersenyum malu karena panggilan Alex baru lagi.


Alex jugs ikut tersenyum. Die kemudian menutup pintu mobilnya dan berlari ke arah pintu kemudi.


"Sudah siap berangkat?" tanya Alex sambil memakai sabuk pengamannya.


"Iya sudah Mas," ujar Naura.


"Ok," ujar Alex kemudian menjalankan mobilnya.


"Kamu tahu enggak kenapa aku panggil kamu baby?" tanya Alex dan melirik sebentar pada Naura.


"Tidak Mas," ujar Naura.


"Karena aku ingin, malam ini kita bersikap selayaknya pasangan kekasih pada umumnya. Aku juga inginnya, panggilan kita diganti jadi aku dan kamu dan bukan saya dan kamu." jawab Alex dan tanpa Naura sadari, Alex memang sengaja sudah mengganti panggilannya.


"Kenapa begitu?" tanya Naura. Jelas-jelas Alex belum ada menyatakan cinta padanya.


"Ya karena aku ingin semua teman-temanku tahu kalau kamu adalah milikku Naura. Aku juga enggak mau temanku ada yang cari perhatian pada kamu. Selain itu biar mantanku tahu kalau aku sudah menemukan penggantinya. Kamu tahu, beberapa hari ini, di sengaja cari perhatian padaku, dan teman-teman di grup juga suka menggoda kami karena yang mereka tahu, aku masih jomblo. Aku enggak nyaman dengan godaan itu Naura dan aku benar-benar tidak sabar ingin menunjukkan pada mereka kalau hatiku ini sudah ada penghuninya." jelas Alex.


Naura diam-diam merasa senang mendengarnya. Kelihatan memang kalau Alex sangat serius padanya. Alex bahkan sudah ingin memgenalkannya pada orangtuanya. Hanya saja Naura belum siap karena mereka memang belum jadian. Alex belum pernah mengatakan cinta padanya.

__ADS_1


"Yakin hati Mas Alex sudah ada penghuninya?" tanya Naura sengaja memancing.


"Sangat yakin dong Baby dan itu adalah kamu." ujar Alex mantap membuat Naura tersenyum.


Naura ingin sekali berkata "Terus kenapa tidak nebak?" Hanya saja Naura tidak mungkin berkata seperti itu karena dia terlalu gengsi.


"Bisa saja Mas Alex gombalnya?" akhirnya hanya kata itu yang keluar dari mulut Naura.


"Aku enggak gombal Baby. Aku berkata apa adanya. Ah iya aku mau mengatakan sesuatu pada kamu!" ujar Alex membuat Naura seketika menatap padanya. Apa Alex akan nembak dia? Tapi masa ia nembaknya di mobil, enggak asik banget. Serba salah memang sama Naura.


"Apa itu?" tanya Naura.


"Kamu sangat cantik malam ini dan aku suka." ujar Alex membuat senyum Naura mengembang, memang paling bisa ini Alex dan itu juga alasannya kenapa Naura bisa cepat nyaman bersamanya. Alex adalah sosok orang yang suka berterus terang. Dia akan mengatakan suka kalau memang suka dan begitu juga sebaliknya.


Naura dan Alex masih terus ngobrol hingga tidak terasa sampai juga mereka di hotel tempat diadakan reuni.


Naura tidak heran kenapa reuninya diadakan di hotel karena Alex memang mantan siswa internasional school yang mana para siswanya hampir rata-rata orang berada semua. Tidak jauh berbeda dengan sekolah Naura dulu.


Alex kemudian turun dari mobilnya dan dia kembali membukakan pintu untuk Naura.


"Terima kasih Mas," ujar Naura dan ada senyum di wajahnya.


"Sama-sama Baby. Apa kamu gugup?" tanya Alex.


"Tidak Mas biasa saja," ujar Naura apa adanya. Dia sudah biasa datang ke suatu acara, tentu Naura juga sudah terbiasa dengan semua itu.


"Baguslah, itu yang aku harapkan. Sini tangannya!" ujar Alex kemudian mengangkat lengan kirinya.


"Untuk?" tanya Naura.


"Ya biar terlihat mesra dong Baby." jujur Alex membuat Naura tersenyum.


"Dasar modus." ujar Naura, meski begitu dia tetap menggandeng tangan Alex.


Mereka kemudian melangkah bersama ke arah ballroom. Langkah Alex terlihat begitu percaya diri dan tentu saja karena ada Naura bersamanya.


Alex kemudian menunjukkan undangannya pada panitia dan mereka kembali melangkah.


Di dalam ballroom sudah dipenuhi oleh orang-orang seusia Alex dan tentu saja penampilan mereka semua tidak jauh dari kata elegan. Sepadan dengan acaranya yang memang dibuat mewah. Selain makanannya mewah, tentu mereka juga ada hiburan. Mereka mengundang salah satu penyanyi terkenal, selain itu ada beberapa penyanyi dari alumni sekolah mereka.


Alex mulai mencari-cari keberadaan teman-temannya. Beberapa masih ada yang dia kenal, tapi hanya sekedar kenal wajah saja. Alex sudah lupa namanya.


Alex melambaikan tangannya begitu melihat teman satu kelasnya dan teman yang satu band dengannya.


"Bima!" seru Alex.


"Alex!" balas Bima dan langsung menghampiri Bima.


Mereka kemudian berpelukan ala cowok.


"Apa kabar lo Bro? Sombong ya lo mentang-mentang sudah jadi bos besar." ujar Bima.


"Maaf Bro, gue bukan sombong, tapi lo tahu lah gue stay 6 tahun di luar negeri dan baru kali ini gue di Indonesia. Ah iya kenalkan cewek gue." ujar Alex dan dengan bangganya mengenalkan Naura.


Tatapan Bima beralih pada Naura dan alisnya seketika terangkat.


"Seriusan cewek lo? Kenapa cantik sekali? Jangan-jangan lo sengaja sewa selebgram ya? Biar kelihatan sudah move on di hadapan mantan?" ujar Bima dan tidak percaya begitu saja pada Alex. Soalnya dari yang dia tahu Alex masih jomblo.


"Enak saja belum move on. Gue bukan cowok sebodoh itu. Bagi gue mantan hanya masa lalu dan gue enggak mungkin kembali ke masa lalu." ujar Alex mantap.


"Bagus ... bagus, memang seharusnya begitu, apalagi itu mantan lo sudah nyakitin lo. Hanya saja gue masih kurang yakin dia ini cewek lo, soalnya dia terlalu cantik untuk lo." ujar Bima jujur sekali membuat Alex ingin menonjoknya, sedangkan Naura, dia hanya tersenyum mendengarnya.


"Ini beneran cewek gue Bima, kalau lo tidak percaya tanyakan saja padanya!" ujar Alex lagi.

__ADS_1


"Beneran kamu pacarnya Alex? Pertama kali ketemu Alex dimana?" tanya Bima.


"Di hotel." jawab Naura membuat Alex dan bima terkejut.


__ADS_2