Kekasih Bayaran Tuan Muda

Kekasih Bayaran Tuan Muda
Sidang Skripsi


__ADS_3

"Mayu!" panggil Irpan.


Mayu seketika mengalihkan pandangannya.


"Doakan aku, giliranku yang masuk!" ujar Irpan yang sudah bangun dari duduknya dan minta doa pada teman-temannya.


Mayu langsung mengacungkan jempolnya.


"Iya Pan, aku pasti mendoakan kamu. Semangat Pan, kamu pasti bisa!" ujar Mayu.


Irpan mengangguk dan dia kemudian mengetuk pintu ruang sidang.


Irpan masuk setelah dia dipersilahkan masuk oleh dosen penguji.


Mayu beralih menatap ponselnya dan berhubung belum ada video call dari Alga Mayu memilih menemui temannya yang lain. Hari ini yang akan ikut sidang ada 15 peserta dan 5 diantaranya adalah Mayu dan teman-teman terdekatnya. Beruntung mereka bisa sidang di hari yang sama, beda dengan Riana, Ira serta teman dekat mereka yang lain, mereka masih harus menunggu.


"Lora semangat, Shinta semangat dan lo juga Naura harus tetap semangat!" ujar Mayu. Mayu sangat tahu dari antara mereka semua Naura yang paling gugup.


"Iya Mayu lo juga harus tetap semangat ya dan harus tetap fokus. Gimana kak Alga, apa dia sudah ada menghubungi lo?" tanya Naura dan Mayu menggelengkan kepalanya.


"Belum Nau, dia masih asik tidur kayaknya. Sebal deh gue, padahal ini hari bersejarah gue tapi dia malah melupakannya." ujar Mayu malah curhat.


Naura mengusap punggung Mayu.


"Bukan lupa, mungkin dia habis begadang semalam karena dia juga kan sedang sibuk menyelesaikan skripsinya. Lo kayak enggak tahu kak Alga saja, kalau bukan karena ketiduran atau kurang enak badan mana pernah dia ingkar janji sama lo. Cintanya itu sudah mentok pada lo. Lo lebih baik fokus pada sidang ini saja, jangan sampai lo gagal karena tidak fokus. Gue mau kita wisuda bersama May. Mommy dan Daddy serta nenek juga pasti akan lebih bahagia lagi kalau kita sama-sama lulus dan sama-sama wisuda." ujar Naura.


"Iya Naura gue pasti akan tetap fokus karena bisa menambahkan gelar lain di belakang nama gue bukan hanya impian gue saja, tapi impian nenek juga." ujar Mayu mantap.


"Itu dia. Eh itu Irpan udah keluar itu!" ujar Naura dan langsung bangun dari duduknya dan tanpa menunggu persetujuan dari Mayu dia menarik tangan Mayu mendekati Irpan.


"Gimana hasilnya Pan?" tanya Shinta tidak sabaran.


"Yes, gue berhasil teman-teman. Gue lulus." ujar Irpan dengan wajah bahagianya dan langsung mendapat pelukan hangat dari Mayu dan yang yang lainnya. Mereka ikut bahagia untuk Irpan.


"Selamat ya Pan. Kami bangga pada lo." ujar Lora.


"Terima kasih lora.


"Cie cie yang sebentar lagi jadi sarjana. Selamat!" ujar Mayu.


"Terima kasih Mayu, dan semoga saja kamu juga menyusul ya." ujar Irpan.


"Amin." kompak Mayu dan teman-temannya.


Selanjutnya giliran Lora yang dipanggil dia juga tidak lupa meminta dia pada teman-temannya.

__ADS_1


Mayu kembali milih duduk dan bersiap-siap. Biasanya setelah Lora itu gilirannya dan itu terjadi dari mereka SMA dulu, karena nama Mayu selalu berada di bawah nama Lora.


Mayu tampak terkejut saat ponselnya tiba-tiba bergetar dan Mayu buru-buru memeriksanya.


Senyum manis seketika terbit di wajahnya begitu melihat Algalah yang mengirim pesan padanya. Akgirnya yang Mayu tunggu-tunggu menampakkan dirinya juga.


[Assalamualaikum Ay. Maaf ya aku baru memberi kabar dan maaf juga aku hanya mengirim pesan, aku tidak mau mengganggu konsentrasi kamu. Semangat untuk sidangnya ya Ay, harus tetap fokus, tenang dan jangan mikir macem-macem. Jangan lupa berdoa juga dan satu lagi yang terpenting jangan lupa minum air putih tapi secukupnya saja! Semoga kamu berhasil Ay, doaku akan selalu menyertai kamu. I miss you and i love you. Semangat!] Isi pesan Alga.


Senyum Mayu semakin mengembang dan hatinya juga jadi lebih tenang setelah membaca pesan dari Alga.


[Waalaikumsalam Kak. Tidak apa-apa Kak, Mayu mengerti. Doain Mayu ya Kak, setelah ini giliran Mayu yang masuk. Irpan sudah berhasil dan aku juga berharap segera menyusulnya Kak. I love you tok Kak Alga.] balas Mayu.


Benar saja setelah Lora, tibalah giliran Mayu dan tentunya Lora juga berhasil membuat semangat Mayu semakin bertambah lagi.


Begitu masuk Mayu tidak lupa menyapa dosen penguji dan dosen pembimbingnya. Mayu juga tidak lupa memperkenalkan dirinya. Mayu terlihat lebih tenang dan itu bukan karena pengaruh dari Alga saja tapi sebelumnya Alex, Rangga dan Yudha memang pernah uji coba sidang skripsi dengan mereka berlima dan itu sampai beberapa kali mereka melakukannya. Alex bahkan bersikap selayaknya dosen penguji karena dia memang sudah cukup berpengalaman dan ajaibnya beberapa pertanyaan yang Alex ajukan saat itu ditanyakan oleh dosen penguji Mayu. Tentu saja Mayu bisa menjawabnya dengan tenang dan pasti karena jawabanya memang sudah di luar kepalanya.


Dosen penguji Mayu tampak puas dengan semua jawaban Mayu, bahkan dosen pembimbingnya juga sampai mengacungkan jempol padanya.


"Selamat ya Mayu, kamu memang termasuk salah satu mahasiswa yang sangat membanggakan. Di usia kamu yang masih muda dan dengan status kamu yang masih mahasiswi, kamu bahkan sudah mampu membuka banyak lapangan pekerjaan. Ilmu yang kamu dapat, langsung bisa kamu praktekkan secara nyata. Saya selaku dosen kamu ikut bangga atas pencapaian kamu. Kagumnya lagi saya pada kamu, walau sudah sukses kamu tetap serius dengan skripsi kamu dan bisa lulus tepat waktu. Sekali lagi selamat untuk kamu dan semoga usaha kamu juga semakin berkembang lagi dan cabangnya semakin banyak." ujar dosen penguji Mayu membuat Mayu merasa terharu.


"Terima kasih banyak Pak. Saya doakan semoga Bapak juga selaku diberikan kesehatan dan sukses tentunya." ujar Mayu mantap.


"Iya Mayu, terima kasih kembali."


"Mayu, saya juga mengucapkan selamat untuk kamu dan selamat juga untuk Maga Wear kamu. Sebagai dosen kamu yang sebentar lagi akan jadi mantan, boleh lah produk Maga Wearnya dibagi sebagai kenang-kenangan. Ini bukan karena kami enggak mampu beli ya Mayu, Ibu bahkan cukup sering belanja Maga Wear, hanya saja Ibu akan merasa lebih bangga kalau kamu sendiri yang memberikannya pada Ibu. Ibu mau pamer Mayu, kalau ada mahasiswa Ibu yang sudah sukses dan kamu sangat layak dijadikan insfirasi untuk mahasiswa yang lain." ujar dosen penguji yang lain.


"Nah itu dia Mayu, kami tunggu Mayu. Sukses terus untuk kamu, Mayu!" ujarnya lagi.


"Iya Ibu terima kasih." ujar Mayu.


***


"Mayu kenapa lo lama sekali. Lo berhasil kan Mayu?" tanya Lora tidak sabaran begitu Mayu keluar dari ruang sidang.


Mayu seketika tersenyum lebar.


"Berhasil dong! Mayu gitu loh!" ujar Mayu dan langsung disambut dengan pelukan hangat teman-temannya.


"Selamat Mayu. Lo memang best Mayu!" seru Shinta.


"Terima kasih Shinta dan semoga lo juga berhasil."


"Itu yang kita harapkan Mayu." ujar Shinta.


Setelah Mayu, giliran Naura yang masuk dan tentu saja Naura juga berhasil. Walau sebelumnya dia sempat merasa gugup tapi karena pembawaan dosen pengujinya juga cukup santai Naura jadi ikut santai dan tenang. Terlebih lagi Naura sendiri juga cukup berprestasi dan sudah memliki pengalaman berbisnis sesuai jurusannya tentu para dosen pengujinya juga tidak ada niatan mempersulitnya.

__ADS_1


Sama halnya dengan Shinta yang kebagian paling akhir diantara mereka semua. Shinta juga lulus dan mendapat nilai yang memuaskan.


"Yey kita semua berhasil yes ... yes!" kompak Mayu dan teman-temannya dan mereka semua saling berpelukan dan tersenyum dengan bahagianya.


Tidak hanya mereka yang bahagia. Keluarga dan pasangan, serta teman-teman mereka juga sama bahagianya. David bahkan memeluk erat kedua anaknya dan berusaha mengangkatnya.


"Daddy sangat bangga pada kalian berdua." ujar David kemudian mengecup kening kedua anaknya.


"Makasih dad," kompak Mayu dan Naura.


Mayu juga tidak lupa menghampiri Neneknya yang duduk di kursi roda. Mayu memeluk neneknya dan mengecup pipi kiri dan kanan neneknya.


Nenek Iroh tersenyum haru dia juga membalas mengecup pipi cucunya.


"Ini untuk kamu Nak, selamat ya, Nenek sangat bangga pada kamu." ujar nenek Iroh sambil memberikan buket bunga pada cucunya.


"Terima kasih Nenek. Mayu juga sangat bangga pada nenek. Nenek harus sehat-sehat terus ya biar nanti Nenek bisa ikutan pakai toganya Mayu." ujar Mayu dan ada senyum di wajahnya.


"Iya Nak." ujar Nenek Iroh dan kembali memeluk erat cucunya. Sampai habis kata dia untuk mengungkapkan betapa bangganya dia pada cucunya.


Setelah semuanya selesai mereka memilih foto bersama terlebih dulu. Tidak hanya foto bersama keluarga atau teman-teman. Mayu dan keempat temannya juga foto berbagai macam gaya karena apa yang mereka lalu hari ini adalah salah satu sejarah penting dan tidak akan mereka lupakan seumur hidup mereka.


Setelah acara foto selesai. Mereka semua berangkat ke ancol atau lebih tepatnya salah satu restoran mewah di ancol yang sudah disewa oleh David untuk mereka merayakan bersama keberhasilan Mayu dan teman-temannya. Dira dan keluarganya serta beberapa anggota keluarga lain serta teman dan beberapa karyawan perwakilan Maga Wear juga sudah menunggu di sana. Mereka semua ingin ikut serta merayakan keberhasilan Mayu dan teman-temannya.


"Kamu kenapa Mayu?" tanya Sindi begitu melihat Mayu tampak kesal pada ponselnya. Saat ini Mayu bersama neneknya ikut mobil David berangkat ke restorant, sedangkan Naura ikut mobil Alex dan beberapa teman mereka.


"Ini Mom, Kak Alga. Hobbynya ngilang-ngilang mulu deh. Kesal Mayu. Dia bahkan belum mengucapkan selamat pada Mayu." ujar Mayu mengadu.


"Kamu yang sabar ya, mungkin dia sedang menyiapkan surprise untuk kamu." ujar Sindi berusaha menghibur Mayu.


"Surprise apaan Mom? Dia bahkan jauh di London sana. Padahal dengan dia menghubungi Mayu dan mengucapkan selamat untuk Mayu sudah membuat Mayu senang." ujar Mayu lagi.


"Ya siapa tahu dia sedang membuatkan makanan spesial untuk kamu."


"Untuk apa Mom? Mayu juga tidak akan bisa memakannya. Saat ini Mayu hanya butuh ucapan selamatnya, bukan yang lain."


"Mommy tahu Mayu, tapi kan pacar kamu ini suka aneh-anah saja tingkahnya. Udah lah, kamu jangan terlalu galau mikirin dia. Nanti juga dia pasti akan menghubungi kamu. Alga tidak mungkin melupakan kamu atau bertingkah macam-macam di belakang kamu." ujar Sindi menasehati anaknya.


"Iya Mom," ujar Mayu dan sebelum menyimpan kembali ponselnya dia menyempatkan mengirim pesan pada Alga sekali lagi.


***


Mayu dan yang lainnya sudah sampai di restoran yang dituju.


Restoran mewah itu jadi terlihat lebih cantik dan terkesan romantis dan itu karena di bagian halaman resto yang menyatu dengan pantai sudah dihias beberapa meja dan kursi, selain itu ada banyak bunga serta ada 2 papan bunga yang dijadikan satu dan bertuliskan selamat pada Mayu dan teman-temannya.

__ADS_1


Mereka juga menyiapkan panggung kecil dan itu ide dari Alex. Dia sengaja mengundang temannya yang penyanyi untuk memeriahkan acara Naura dan teman-temannya.


Mayu dan teman-temannya tampak takjub melihat apa yang tersaji di depan mata mereka. Terlebih lagi untuk tamu-tamunya sungguh di luar ekspetasi mereka. Itu restoran dua lantai terisi penuh semua dan sampai ke halamannya. Bahkan beberapa teman serta orang tua Alex juga datang. Mayu bahkan sempat curiga, jangan-jangan Alex mau melamar Naura.


__ADS_2