Kekasih Bayaran Tuan Muda

Kekasih Bayaran Tuan Muda
Liburan Ke Bali


__ADS_3

Selesai lebaran keesokan harinya keluarga Alga dan keluarga Naura, pagi-pagi sekali sudah berangkat ke bandara. Berhubung mereka juga kebagian dapat libur 4 hari tentu mereka tidak ingin menyia-nyiakan waktu itu begitu saja. Mereka juga ingin menikmati masa liburan mereka dan mereka mau liburan ke Bali, di villa milik mereka tentunya.


Mayu diam-diam tidak bisa menyembunyikan senyumnya. Dia benar-benar tidak menyangka bisa liburan bersama satu keluarga besar. Padahal dulunya bermimpi saja dia tidak berani mengingat dia tidak memiliki keluarga terdekat selain neneknya saja.


"Loh Kak, itu om Pratama dan yang lainnya kok pergi duluan." ujar Mayu begitu melihat rombongan keluarga Alga pergi duluan meninggalkan mereka. Ada orang tua Alga beserta Vivi dan suami juga orangtuanya.


"Memang begitu biasanya Ay. Misalkan naik pesawat, keluargaku tidak akan mau berangkat satu pesawat walaupun tujuan kami sama. Takutnya terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, dan kalau pun itu terjadi otomatis tidak semua keluarga mengalami celaka." jelas Alga.


"Benar juga ya Kak, apalagi kecelakaan pesawat pada dasarnya jarang ada yang selamat." ujar Mayu.


"Itu dia Ay. Makanya aku dan Papi juga enggak pernah lagi satu pesawat sejak opa meninggal."


"Kak Alga sedih enggak?" tanya Mayu.


"Enggak lah biasa saja. Apa lagi sekarang ada kamu. Aku enggak kenal apa itu sedih." ujar Alga dan langsung dapat pukulan gemas dari Mayu. Bisa saja ini pacar tersayangnya.


"Alga ayo jalan, pesawat kita sudah dipanggil itu !" ujar Rangga mengingatkan dari arah belakang.


Selain keluarga, Rangga dan teman-teman Mayu juga ikut karena mereka sekalian ingin melakukan fotoshoot untuk produk bikini mereka di sana. Mereka benar-benar tidak mau melewatkan kesempatan yang ada.


"Ok," ujar Alga mengacungkan jempolnya dan kembali mendorong kursi roda nenek Iroh.


"Nenek, kita akan naik pesawat Nenek. Akhirnya impian kita yang lain, kesampaian juga Nenek." bisik Mayu begitu mereka sampai di pesawat dan mereka duduk di kelas ekonomi barsama Rangga dan teman Mayu yang lainnya, tapi walaupun di kelas ekonomi tetap saja bangku pesawatnya cukup luas dan nyaman, meski tidak senyaman kelas bisnis.


Alga sengaja pilih ekonomi bukan karena perhitungan soal uang, tapi karena dia tidak mau pisah tempat duduk dengan Mayu dan nenek Iroh. Mengingat ini pertama kalinya mereka naik pesawat, tentu Alga ingin memastikan mereka tetap merasa nyaman sampai di tempat tujuan.


"Iya Nak dan ternyata pesawatnya sangat besar ya, nenek sangat senang Nak." ujar nenek Iroh balas berbisik.


"Mayu juga sangat senang Nek, tapi Mayu ada perasaan deg degan juga." ujar Mayu lagi.


"Sama Nak. Pokoknya kita harus bergenggaman tangan!" ujar nenek Iroh dan Mayu langsung mengangguk mantap.


"Nek Ay, apa kalian sudah pakai sabuk pengaman?" tanya Alga begitu dia duduk di sisi kanan nenek Iroh.


"Sabuk pengaman Kak," beo Mayu.


"Iya Ay. Ini!" ujar Alga sambil memakai sabuk pengamannya.


"Oh itu. Belum Kak hehe ...." ujar Mayu diakhiri dengan senyum malunya dan nenek Iroh juga hanya tersenyum saja.


"Kamu ini gimana sih Ay? Harusnya dipastikan dulu sabuk pengannya. Terutama sabuk pengaman nenek." ujar Alga mengingatkan.


"Maaf Kak, Mayu lupa. Mayu terlalu antusias dan gugup juga." ujar Mayu apa adanya dan Alga tersenyum menanggapinya. Dia cukup maklum karena dia sangat tahu ini pertama kalinya untuk Mayu dan nenek Iroh.


"Tidak apa-apa Ay. Ya sudah kamu pakai sabuk pengaman dulu." ujarnya kemudian beralih pada nenek Iroh.


"Nek, Alga bantu ya memakaikan sabuk pengaman!"


"Iya Nak Alga." ujar nenek Iroh.


"Apa duduknya sudah nyaman Nek?" tanya Alga.


"Iya Nak sudah,"


"Baguslah." ujar Alga sambil memperhatikan nenek Iroh. Dia sudah memakai topi dan baju hangatnya. Dua juga memakai celana panjang serta memakai kaos kami juga.


Alga beralih merapikan topi nenek Iroh dan Mayu diam-diam tersenyum melihatnya. Dia suka melihat perhatian Alga pada neneknya.


"Nek, Alga ada membawa penutup telinga, misalkan Nenek nanti mau memakainya atau mau tidur, bilang saja ya Nek." ujar Alga.

__ADS_1


"Iya Nak Alga."


"Ok Nek." ujar Alga dan beralih pada kekasihnya.


"Ay, kamu sendiri apa sudah merasa nyaman?" tanya Alga.


"Sudah Kak," jawab Mayu mantap.


"Baguslah." ujar Alga mengacungkan jempolnya dan Mayu balas tersenyum.


Tidal lama setelah itu terdengar suara pilot kalau mereka akan segera tinggal landas.


Baik Alga atau Mayu sama-sama menggenggam tangan nenek Iroh begitu pesawat mulai jalan. Nenek Iroh yang sebelumnya masih merasa deg degan jadi merasa nyaman, dia bahkan sampai tidak sadar kalau pesawat yang mereka naiki sudah terbang di udara.


"Nenek, kita terbang Nenek." bisik Mayu lagi.


"Kita sudah di atas Nak?" tanya nenek Iroh.


"Iya Nek sudah. Itu lihat awannya sudah kelihatan. Awannya sangat cantikya Nek." tujuk Mayu ke arah kaca. Mayu juga tidak menyangka kalau naik pesawat tidak semenakutkan yang dia bayangkan. Bahkan bisa dibilang tidak begitu terasa. Apa ini karena mereka naik pesawat bagus atau karena cuacanya lagi bagus, Mayu tidak tahu. Satu yang pasti dia sangat bahagia bisa merasakan naik pesawat untuk pertama kalinya, bersama orang-orang yang sangat dia sayang dan sangat berarti dalam hidupnya.


***


"Selamat datang di Bali Nenek. Selamat datang di Bali juga Mayu." seru Naura begitu mereka sampai di villa.


"Iya Naura terima kasih, villanya sangat bagus." ujar Mayu.


"Iya dong. Di belakangnya itu lebih keren, lagi ada kolam renang dan pemandangannya langsung menghadap ke pantai dong." ujar Naura.


"Berarti dari sini kita bisa langsung ke pantai?" tanya Mayu antusias.


"Tentu saja bisa, kalau mau ke pantai tinggal jalan kaki. Dari sini ke pantai hanya 300 meter saja."


"Mantap dong, gue mau berenang di pantai Nau." ujar Mayu semakin antusias.


"Iya dong mau uji kemampuan gue. Lo mau tanding sama gue enggak?" ujar Mayu tidak mau kalah.


"Ok, siapa takut, tapi besok saja ya."


"Siap." seru Mayu.


Begitu semua sampai di villa ada yang memilih istirahat sambil menikmati pemandangan. Ada yang sibuk menyiapkan makanan dan ada yang sibuk pacaran juga. Walau begitu mereka tetap kompak dan bersenang-senang.


"Dad, semua makanan sudah kami siapkan, Mayu boleh tidak jalan-jalan dengan kak Alga?" ujar Mayu minta izin.


"Tentu saja boleh, silahkan saja nikmati waktu kalian!" ujar David pengertian.


"Terima kasih Dad." ujarnya dan beralih pada Naura.


"Nau titip Nenek ya!" ujar Mayu.


"Iya Mayu, lo enggak usah khawatir soal nenek, di sini ada banyak orang yang menemani Nenek. Nenek pasti aman bersama kami. Lo bisa pergi sana!" ujar Naura malah ngusir.


"Terima kasih Naura. Lo memang adik yang baik dan pengertian." ujar Mayu memberi pujian.


"Tentu saja Naura gitu loh!" ujar Naura dengan percaya dirinya.


"Dasar lo. Ya sudah ya semua kami pergi dulu. Dadah Nenek." ujar Mayu sambil melambaikan tangannya.


"Iya kalian hati-hati dan pulangnya jangan malam. Kita makan malam bersama!" ujar Sindi mengingatkan.

__ADS_1


"Ok Mom," ujar Mayu kemudian menggandeng tangan Alga. Tidak hanya Mayu dan Alga yang pergi tapi, Rangga, Yudha, Irpan beserta pasangan mereka juga ikut pergi.


"Kumu enggak sirik sama mereka Naura. Kamu sendirian loh yang enggak ada pasangannya." ujar Vivi.


"Kenapa Naura harus sirik, nenek Iroh saja enggak ada pasangan santai saja." ujar Naura santai sambil memakan kue khas Bali.


"Ya kan nenek Iroh sudah tua, nah kamu masih muda, udah gitu cantik dan kaya lagi. Kok bisa masih jomblo? Enggak ada cowok yang mendekati atau gimana? Apa peru Mbak kenalkan dengan teman Mbak. Ada banyak juga loh yang dokter." ujar Vivi lagi.


"Yang mau sama Naura banyak Mbak, tapi ya gitu, kebanyakan hanya sekedar main-main. Naura malas pacaran kalau hanya sekedar main-main. Naura juga ingin punya pacar seperti kak Alga. Pacarannya serius tapi dibawa santai. Dia juga baik, fokus pada masa depannya dan best lah pokoknya. Naura juga banyak belajar dari Kak Alga dan Mayu, kalau pada dasarnya laki-laki yang baik itu akan cari perempuan yang baik juga, karena itu Naura juga ingin memparbaiki di Naura dulu biar dapat cowoknya juga yang baik." ujar Naura dan langsung diajak tos sama David.


Senang David melihat cara berfikir Naura yang makin dewasa. Padahal sebelumnya dia yang paling sering merengek minta dicarikan cowok kaya.


"Kamu memang semakin berubah Naura dan semakin dewasa juga cara berpikirnya. Suka Mbak sama kamu yang seperti ini. Lanjutkan Naura!" ujar Vivi.


"Ok Mbak Vivi. Eh tapi kalau Mbak Vivi ada kenalan yang seperti Kak Alga, boleh lah dikenalkan ke Naura tapi ingat ya Mbak harus yang muda, kalau yang berumur Naura takutnya diajak nikah dan Naura pastinya belum siap untuk itu." pinta Naura.


"Ok Naura."


"Makasih Mbak Vivi."


"Sama-sama Naura."


Sementara itu Alga dan Mayu sudah sampai di pantai. Mereka memilih duduk di salah satu bangku sambil menikmati kelapa muda. Alga dan Mayu juga sengaja memilih pisah dengan Rangga dan yang lainnya karena ingin kencan tentunya.


Alga membawa Mayu bersandar di pundaknya dan tak lupa memainkan tangan Mayu seperti biasanya.


"Suasananya benar-benar nyaman ya Kak, senyaman hatiku saat bersama kak Alga." ujar Mayu membuat Alga seketika menoleh padanya.


"Sejak kapan ayangku ini pintar ngegombal?" ujar Alga kemudian menyatukan kepalanya dengan kepala Mayu.


"Sejak pacaran dengan Kak Alga atau lebih tepatnya sejak hubungan kita direstui." ujar Mayu membuat Alga lagi-lagi tersenyum.


"Bisa saja kamu Ay, tapi aku harus mengakui kalau aku suka, lanjutkan ya Ay!" pinta Alga.


"Siap Kak Alga." ujar Mayu semangat.


"Semangat banget kamu Ay." ujar Alga sambil menegakkan kepalanya dan Mayu juga melakukan hal yang sama.


"Habisnya aku sangat bahagia Kak. Aku benar-benar tidak menyangka kalau kita bisa mencapai titik ini, dan tidak hanya aku yang diterima baik oleh keluarga Kak Alga tapi nenek juga." ujar Mayu apa adanya.


"Dan aku juga pastinya lebih bahagia lagi Ay, tapi di sisi yang lain aku juga ada sedihnya."


"Kenapa Kak Alga sedih?" tanya Mayu bingung.


"Ya Karena sebentar lagi kita akan berpisah Ay. Setelah mendapat restu dari mami dan papi, aku juga pastinya tidak ingin mengecewakan mereka. Aku sudah memutuskan, kalau aku akan lanjut S2 di London. Kamu enggak apa-apa kan Ay kalau aku tinggal sebentar? Aku janji akan menyelesaikan S2 ku secepatnya dan pulang dari sana kita akan menikah." ujar Alga.


"Aku enggak apa-apa kok Kak karena aku tahu ini demi masa depan Kak Alga juga, tapi Kak Alga harus ingat, Kak Alga enggak boleh mendua. Aku enggak mau ada orang ketiga diantara kita Kak." ujar Mayu.


"Kalau soal itu kamu enggak usah khawatir Ay, sebisa mungkin aku pasti akan selalu setia pada kamu karena tujuanku ke sana juga untuk belajar bukan cara pacar." uhar Alga berusaha meyakinkan kekasihnya.


"Aku percaya pada Kak Alga, tapi siapa tahu Kak Alga khilaf kan."


"Tidak akan Ay. Lagian perjuangan kita untuk mendapatkan restu bukanlah hal yang mudah dan aku tidak akan menyia-nyiakan kesempatan itu. Ditambah lagi daddy kamu juga idolaku, tentu aku juga tidak akan mengecewakannya." ujar Alga mantap.


"Iya Kak, aku percaya pada Kak Alga, tapi Kak Alga harus menghubungiku setidaknya dua kali sehari ya!" pinta Mayu.


"Itu sudah pasti Ay, bila perlu aku akan menghubungi kamu 3 kali sehari."


"Kayak minum obat ya kak?"

__ADS_1


"Iya Itu dia karena kamu itu adalah obatku." ujar Alga membuat Mayu tersenyum.


Alga juga ikut tersenyum kemudian membawa Mayu kedalam pelukannya dan memeluk Mayu erat. Dia benar-benar cinta pada perempuan yang sedang dia peluk saat ini.


__ADS_2