
Alga diam-diam memperhatikan Mayu yang sedang menanam cabai, daun bawang dan kangkung di lantai 3 rumahnya.
Wajah Mayu terlihat lebih santai dan tidak ada beban.
Alga benar-benar penasaran, sejak acara lamaran Vivi 3 hari yang lalu, Mayu belum pernah lagi membicarakan tentang daddynya. Mayu juga tidak ada menyuruh Alga menjual perhiasan atau jam tangan. Padahal sebelumnya setiap kali Mayu bertemu dengan daddynya, Mayu selalu menyuruhnya menjual barang branded.
Apa jangan-jangan David, tidak lagi memberikan Mayu barang mahal untuk dia jual? Tapi kenapa dia melakukannya? Apa dia tidak tahu kalau saat ini Mayu sedang membutuhkan modal yang cukup besar untuk mengembangkan usahanya? Dan satu-satunya yang bisa membantu Mayu hanya David, atau bisa jadi juga mereka memang tidak ada bicara hari itu?
Padahal Alga sudah berusaha keras untuk mempertemukan mereka.
"Huh!"
Alga tanpa sadar menghembuskan nafas panjang membuat Mayu seketika menoleh padanya.
"Kak Alga kenapa? Kak Alga lagi ada masalah? Cerita saja Kak sama Mayu, kalau memang ada masalah. Sebisa Mayu pasti akan membantu Kak Alga." ujar Mayu kemudian mencuci tangannya.
"Aku tidak ada masalah apa-apa Ay." ujar Alga menatap Mayu yang sudah duduk di sampingnya.
"Kak Alga yakin tidak ada masalah?" tanya Mayu menatap tidak yakin pada Alga.
Alga meraih tangan Mayu kemudian menggenggamnya.
"Sangat yakin Sayang." ujar Alga mantap.
"Baguslah kalau memang Kak Alga tidak ada masalah, aku senang mendengarnya." ujar Mayu sambil memainkan jari-jari tangan Alga.
"Iya Ay." ujar Alga sambil menarik Mayu supaya semakin dekat padanya dan membawa kepala Mayu bersandar di pundaknya. Alga juga ikut menyenderkan kepalanya di kepala Mayu.
"Rasanya nyaman ya Kak," ujar Mayu tiba-tiba membuat Alga tersenyum.
"Tentu saja karena aku pasti akan selalu memberi kenyamanan untuk kamu. Jadi saat hati kamu merasa tidak nyaman atau sedih, segeralah datang padaku karena aku pasti akan memberikan kamu kenyamanan." ujar Alga dengan percaya dirinya membuat Mayu tersenyum dan menggelengkan kepalanya.
"Kenapa kamu menggeleng Ay, kamu tidak percaya padaku?" tanya Alga beralih menatap Mayu yang masih bersandar padanya.
"Tentu saja aku percaya Kak, aku hanya tidak menyangka saja kalau Kak Alga makin ke sini makin pintar saja menggombalnya." ujar Mayu.
"Aku enggak ngegombal ya Ay, aku beneran serius. Lama-lama aku nikahin juga kamu Ay, biar kamu percaya kalau aku itu beneran serius sama kamu."
Mayu kembali tersenyum dan mengangkat kepalanya kemudian menatap Alga.
__ADS_1
"Kak Alga akhir-akhir ini, omongannya mulai sering deh mengarah ke sana. Kak udah ngebet ya mau nikah?" tanya Mayu.
Gantian Alga yang tersenyum. Dia kemudian mencubit gemas pipi Mayu.
"Tidak juga Ay, aku hanya bercanda saja. Aku sangat sadar baik aku atau kamu, masih banyak banget yang harus kita raih, sebelum kita melangkah ke jenjang yang lebih serius lagi. Aku juga mau membuktikan pada mami, kalau kita ini benar-benar pasangan yang serasi juga saling melengkapi. Aku juga masih berjuang untuk mendapatkan restu itu, dan aku sangat yakin, suatu saat nanti kita pasti akan mendapatkan restu dari mami." jelas Alga.
"Amin." ujar Mayu mantap dan mereka kemudian sama-sama tersenyum.
"Ah iya Ay, nanti kalau kita menikah kamu maunya di mana? Mau di Jakarta atau mau di Bali di Jogja juga boleh, aku terserah kamu saja." ujar Alga lagi membuat Mayu kembali menggelengkan kepalanya.
"Kak, itu masih lama banget ya Kak, jadi stoplah bahas yang tidak penting. Masih banyak hal penting yang bisa kita bicarakan." protes Mayu.
"Eh itu juga hal penting loh Ay, supaya aku juga bisa mempersiapkannya dari sekarang." ujar Alga tidak mau kalah.
Mayu sampai menggenggam gemas tangan Alga.
"Jangan terlalu belebihan Kak, ingat segala sesuatu yang berlebihan itu tidak baik." ujar Mayu mengingatkan membuat Alga lagi-lagi tersenyum mendengarnya.
"Bercanda Sayang, tapi kalau pun kamu mau mengatakannya malah bagus loh. Siapa tahu aku benar-benar bisa mewujudkannya suatu saat nanti."
"Aku belum pernah kepikiran ke arah sana Kak dan menurutku pribadi masalah tempat itu bukanlah suatu yang terpenting. Dimana pun itu tempatnya tidak masalah yang terpenting tempatnya layak, itu sudah lebih dari cukup. Aku juga tidak pernah berharap dibuatkan pesta yang sangat mewah, karena aku tidak ingin jadi beban Kak." jelas Mayu.
"Jadi beban gimana maksud kamu Ay?" tanya Alga bingung.
"Ya Kak Alga tahulah bagaimana keadaanku. Aku tidak hanya miskin harta tapi aku juga miskin keluarga dan aku hanya punya nenek Iroh seorang. Jika kalau aku menikah tentu aku tidak akan punya keluarga yang mau diundang. Otomatis itu pasti akan jadi beban dari keluarga pihak laki-laki bukan? Apalagi kalau pestanya dibuat besar-besaran." jelas Mayu lagi.
"Kamu kan punya daddy kamu Ay, memangnya kamu mau selamanya menyembunyikan soal daddy kamu?" tanya Alga.
"Kalau soal itu aku tidak mau berharap banyak Kak, dan aku menunggu keputusan daddy saja. Misalkan daddy selamanya mau menyembunyikan tentang kami, Mayu akan menerimanya. Mayu tidak ingin membebani daddy Kak. Meski Mayu juga tidak bisa membohongi diri Mayu sendiri, misalkan Mayu menikah nanti, Mayu ingin daddy hadir di sana sebagai keluarga Mayu, walau daddy enggak akan bisa jadi wali nikah Mayu." ujar Mayu.
"Kamu yang sabar ya Ay, tapi aku yakin banget daddy kamu tidak akan selamanya menyembunyikan tentang kamu. Suatu saat nanti, dia pasti akan akan mengungkapkannya meski hanya dihadapan keluarganya atau di saat dia memutuskan berhenti dari pekerjaannya." ujar Alga beralih mengusap sayang rambut Mayu.
"Semoga saja ya Kak. Kata hati Mayu juga selalu mengatakan itu karena daddy memang sedang berusaha keras mempersiapkan Mayu. Daddy juga bukan tidak mau mengungkapkan tentang Mayu, tapi karena keadaanlah yang memaksanya. Ah iya Kak, sebenarnya aku belum lama ini bertemu loh dengan daddy, aku juga sempat kangen-kangenan dengan dia. Aku senang sekali Kak." ujar Mayu dan raut wajahnya seketika berbinar.
Alis Alga seketika terangkat dan kembali menatap Mayu. Dia tahu soal itu.
"Apa kamu ada bicara dengannya?" tanya Alga. Akhirnya dia punya kesempatan juga untuk menanyakan pertanyaan yang dari kemarin membuatnya penasaran.
"Ada dong Kak, Mayu juga sempat memeluknya erat." ujar Mayu lagi dan masih ada senyum di wajahnya. Senyum itu juga menular pada Alga. Ternyata usahanya waktu itu tidak sia-sia dan berjalan sesuai dengan yang diharapkannya.
__ADS_1
"Syukurlah kalau begitu Ay, aku ikut senang mendengarnya. Berarti enggak ada lagi kata galau dong?"
"Tentu saja enggak Kak, apalagi kan sebentar lagi kita ujian semester. Mayu harus lebih semangat lagi belajarnya. Mayu mau mendapatkan nilai yang bagus. Mayu mau membuat nenek dan daddy bangga, juga Kak Alga tentunya hehe ...." ujar Mayu diakhiri dengan tawa khasnya.
Alga juga kembali ikut tersenyum dan mengacak gemas rambut kekasihnya.
"Aku pasti akan selalu bangga pada kamu Ay, mau berapa pun itu nilai kamu." ujar Alga mantap.
"Ya enggak bisa begitulah Kak, misal Kak Alga dapat IPK 3,8 sedangkan Mayu hanya dapat IPK 2,5 ya Mayu pasti malu lah. Apa kata orang nanti? Percuma dong Mayu punya pacar yang pintar tapi enggak bisa nular pada Mayu."
Alga kembali tersenyum mendengarnya.
"Benar juga ya Ay, tapi aku percaya kamu tidak akan dapat IPK 2,5 pasti dapat lebih dari itu, kamu kan pintar. Apalagi soal mengatur uang, top banget kamu, enggak ada lawan." ujar Alga mengacungkan jempolnya.
Mayu tersenyum lebar mendengarnya, senang dia dipuji pacar gantengnya.
"Terima kasih Kak. Ah iya hampir lupa Mayu. Sebenarnya daddy juga sudah memberikan modal untuk Mayu, ada 2 perhiasan dan 1 jam tangan yang bisa dijual. Hanya saja Daddy minta diberikan jarak kemarin dan jangan buru-buru dijualnya. Ini biar tidak ada yang curiga soal pertemuan kami. Ditambah lagi kita juga sudah mau ujian, kata kak Rangga kami mulai fokus buka usahanya setelah selesai ujian saja, biar benar-benar bisa fokus dan waktunya cukup banyak." jelas Mayu.
Alga mengangguk mengerti dan terjawab sudah semua rasa penasarannya. Dan lagi-lagi Alga harus belajar banyak pada David. Dia benar-benar pintar mengatur semuanya. Jadi tidak akan ada yang curiga dengan gerak-geriknya. Mainnya slow tapi hasilnya sangat pasti.
"Baguslah kalau begitu Ay, berarti itu barangnya aku jual kalau kita sudah selasai ujian saja?"
"Benar sekali Kak." jawab Mayu mantap.
"Siap Sayang, printah siap dijalankan. Selamat ya Sayang sebentar lagi kamu akan jadi pengusaha."
"Belum kali Kak, masih jauh itu."
"Harusnya diaminkan saja Ay, ingat ucapan itu adalah doa!"
"Benar juga ya Kak? Berarti kalau begitu, Kak Alga ulangi kembali ucapannya!"
Alga tersenyum dan memggelengkan kepalanya, tapi dia tetap menuruti keinginan Mayu.
"Siap Sayang. Selamat ya Ay, sebentar lagi kamu akan jadi pengusaha hebat."
"Amin." ucap Mayu sangat mantap dan mereka berakhir dengan tertawa bersama.
Alga kemudian menyatukan kepalanya dan kepala Mayu kembali. Senang dia bisa mengobrol banyak dengan Mayu.
__ADS_1