
"Mayu!" teriak Lora semangat.
Mayu yang hendak mengirim pesan pada Alga seketika menoleh begitu mendengar teriakan sahabatnya.
"Lo ke-"
Belum sempat Mayu menyelesaikan ucapannya Lora sudah menarik pundaknya dan mengecup pipi kiri dan kanan Mayu, membuat Mayu seketika melotot dan memberikan tatapan protesnya.
Mayu masih normal dan dia tentu saja lebih suka dicium Alga dari pada Lora.
"Hihi ...." lora tertawa giring membalas pelototan dari Mayu.
"Heh Lora, lo masih waras kan?" protes Mayu.
"Hihi ... tentu saja gue masih waras Mayu. Waras banget malah. Apalagi setelah apa yang gue alami kemarin." ujar Lora masih dengan wajah bahagianya.
"Memangnya apa yang lo alami kemarin?" tanya Mayu penasaran. Setelah mereka berpisah kemarin, mereka tidak sempat lagi bertemu. Alga dan Mayu juga memutuskan pulang duluan karena tidak tega meninggalkan nenek Iroh sendirian di rumah.
Lora tidak langsung menjawab, tapi dia mendekatkan mulutnya di telinga Mayu.
"Kak Rangga nembak gue May, dan cara nembaknya sangat romantis lagi. Gue benar-benar suka May. Akhirnya May, gue enggak jomblo lagi." ujar Lora dengan wajah bahagianya.
"Serius? Dia nembak lo saat di pantai kemarin?" tanya Mayu antusias.
Lora mengangguk mantap.
"Iya May, dia bahkan sudah menyiapkan makan malam spesial untuk kami, dan di situlah dia dia nembak gue May hehe ...." cerita Lora.
"Cara nembaknya gimana?" tanya Mayu lagi dan samakin antusias. Dia senang kalau ada kabar baik begini.
"Pertama-tama gue enggak sadar dulu itu May, karena kan pas kami selesai makan, pelayannya memberikan hidangan penutup pada kami. Dan hidangan itu ada 3 jenis, yang pertama membentuk huruf I, nah yang kedua bentuk love dan yang ketiga bentuk u. Gue awalnya bertepuk tangan gitu May karena cantiknya itu hidangan. Eh Kak Rangga tiba-tiba mendekat pada gue terus bertanya apa jawabnya. Gue semula masih bingung, jawab apaan. Kak Rangga kemudian memberi kode pada hidangan itu terus mengucapkan I love you dengan mesranya. Lo tahu enggak May, gue mau teriak saat itu juga sengking senangnya. Enggak nyangka banget gue kalau Kaka Rangga ternyata bisa seromantis itu." cerita Lora dengan bahagianya.
"Ah so sweet. Ikut senang deh gue. Selamat ya untuk kalian berdua. Akhirnya teman gue yang satu ini laku juga. Langeng pokoknya untuk untuk kalian berdua." ujar Mayu ikut bahagia untuk sahabatnya.
"Terima kasih May, lo juga langgeng ya dengan kak Alga."
"Iya. Sini peluk!" ujar Mayu kemudian merentangkan tangannya.
Lora mengangguk dan dia kemudian memeluk Mayu dengan eratnya.
"Hei gue ikutan dong!" ujar Shinta yang baru datang dan langsung berlari ke arah Mayu dan Lora kemudian memeluk kedua sahabatnya itu. Mereka bertiga kemudian berpelukan dengan wajah bahagianya.
__ADS_1
Naura yang memperhatikan mereka hanya memperlihatkan wajah malasnya dan tanpa komentar apa-apa. Sejak hari itu, Naura memang tidak mau lagi membuat masalah dengan Mayu. Naura bahkan sudah memutuskan mau menyerah saja pada Alga, setidaknya sampai mereka lulus kuliah.
***
Hari demi hari berlalu dan hari pernikahan Vivi tiba juga waktunya.
Mayu yang termasuk salah satu tamu undangan, dari siang sudah mempersiapkan dirinya. Dan berhubung ini adalah hari yang spesial, Mayu jugu memilih pergi ke salon untuk membantunya merias wajahnya.
Mayu tersenyum melihat pantulan dirinya di kaca. Hasil tangan ajaib mbak salon memang tidak pernah mengecewakan. Mayu selalu terlihat berbeda dan sudah pasti hasilnya membuat Mayu lebih cantik tentunya.
Setelah selesai dengan make upnya, Mayu kemudian mengganti bajunya dengan gaun yang sudah di persiapkannya.
Mayu lagi-lagi tersenyum begitu melihat penampilanya di kaca. Gaun panjang warna pink pastel terlihat pas melekat di tubuhnya. Mayu jadi terlihat semakin cantik dan elagan. Auranya juga terlihat mahal. Tidak salah memang gaun pilihannya dan Mayu yakin penampilannya kali ini pasti tidak kalah dengan para tamu undangan Vivi yang lainnya.
"Sangat cantik Mbak." ujar Mbak salon begitu Mayu keluar dari tempatnya mengganti baju.
"Terima kasih Mbak. Apa penampilan sayang masih ada yang kurang Mbak?" tanya Mayu sambil berputar.
"Tidak ada Mbak, semuanya sudah sempurna menurut saya. Mbak benar-benar cantik seperti princess." ujarnya membuat Mayu tersenyum.
"Si mbaknya bisa saja. Ngomong-ngomong terima kasih loh Mbak."
"Sama-sama Mbak."
"Iya Mbak."
Mayu kemudian melakukan pembayaran dan setelah selesai, dia kemudian keluar sambil membawa tasnya.
"Ay!"
Mayu yang hendak menghubungi Alga refleks menoleh begitu mendengar suara yang tidak asing baginya.
"Cantiknya," seru Alga tanpa sadar membuat Mayu seketika tersenyum malu.
"Apaan sih Kak," ujar Mayu.
"Serius Ay, kamu benar-benar cantik dan buat pangling." ujar Alga apa adanya. Alga memang sudah beberapa kali melihat Mayu memakai make up tapi baru kali ini make up Mayu terlihat berbeda dan sangat pas dengan gaun yang dipakainya.
"Terima kasih Kak, Kak alga juga sangat tampan hari ini." ujar Mayu balas memuji kekasihnya. Tidak hanya Alga, Mayu juga selalu terpesona kalau Alga memakai setelan jas.
"Terima kasih juga Ayang? Sudah siap berangkat?" tanya Alga.
__ADS_1
"Iya sudah Kak," jawab Mayu.
Alga kemudian memberikan lengannya untuk Mayu gandeng dan Mayu menyambutnya dengan senang hati.
Mereka juga sama-sama tersenyum manis sebelum mereka melangkahkan kakinya.
"Silahkan Tuan Putri," ujar Alga begitu dia membukakan pintu untuk untuk kekasihnya.
"Terima kasih Tan Muda." balas Mayu membuat Alga tersenyum.
"Bisa saja kamu Sayang." ujar Alga dan seperti biasanya Alga menyempatkan mengecup pipi Mayu sebelum dia menutup pintu. Hari ini kekasihnya sangat cantik, sayang kalau tidak diberikan stempel bibir.
"Sudah siap berangkat?" tanya Alga lagi begitu dia sudah duduk di kursi kemudinya.
"Sebentar Kak." ujar Mayu.
Mayu kemudian mengeluarkan tas kecil dari dalam tasnya.
Alis Alga sampai terangkat begitu melihat tas merek Celine, dan setahu Alga itu adalah salah satu merek tas ternama. Alis Alga semakin terangkat lagi begitu melihat Mayu memakai anting dan kalung dan cincin. Alga yakin perhisan yang dipakai Mayu itu juga pasti dari merek ternama.
Alga tahu semua barang itu pasti Mayu dapatkan dari David, dan lagi-lagi dia tidak menyangka kalau David benar-benar mempersiapkan Mayu, supaya terlihat sama dengan para tamu yang hadir. Calon ayah mertuanya itu memang sangat bisa diandalkan dia sangat tahu apa yang terbaik untuk anaknya.
"Ay, kenapa kamu memakai perhiasannya di sini?" tanya Alga penasaran.
Mayu yang hendak mengambil jam tangan refleks menoleh.
"Aku tak ingin orang-orang di salon itu melihatku memakai perhiasan mahal ini Kak. Aku merasa tidak enak pada mereka. Kesannya gimana gitu, dan aku juga belum sepercaya diri itu, memakai perhiasan semahal ini. Ini juga karena permintaan daddy saja, kalau enggak aku tidak akan memakainya." ujar Mayu apa adanya.
Alga mengangguk mengerti. Dia sangat tahu kekasihnya bukanlah sosok yang suka pamer.
"Iya Ay aku mengerti, memang sebaiknya kamu tidak usah memakai perhiasan semahal itu kalau di tempat umum, terlalu berbahaya juga untuk kamu. Zaman sekarang ini, kejahatan ada dimana-mana. Kamu cukup memakai perhiasan itu saat bertemu denga keluargaku saja. Supaya tidak ada lagi alasan bagi mereka untuk merendahkan kamu." ujar Alga.
"Itu juga yang disampaikan Daddy, Kak. Dan semoga saja setelah mereka melihatku memakai ini, mereka tidak lagi memandangku rendah ya Kak."
"Iya Ay, itu juga yang aku harapkan. Ah iya, kamu terlihat sangat cantik dan auranya semakin mahal setelah memakai perhiasan itu. Pilihan daddy kamu sangat cocok untuk kamu."
"Terima kasih Kak,"
"Sama-sama Sayang. Apa sekarang kita sudah bisa berangkat?"
"Iya sudah bisa Kak."
__ADS_1
"Ok, ayo kita let's go!" semangat Alga. Alga juga tidak sabar memamerkan kekasihnya pada mereka semua. Alga ingin membuktikan pada mereka semua, kalau kekasihnya ini juga mampu bergaya seperti mereka dan ini bukan karena bantuan Alga tentunya, tapi itu karena Mayu sendiri. Bahkan bisa dibilang seribu perak pun tidak ada uang Alga di dalamnya.