
"Sayang!" ujar Alga sambil mengulurkan tangannya begitu mereka turun dari mobil.
Mayu tersenyum dan menyambut dengan senang hati uluran tangan kekasihnya.
Alga balas tersenyum dan langsung mengeratkan genggaman tangan mereka.
"Semua pasti akan baik-baik saja, selama tangan kita saling bergenggaman. Jadi kamu jangan pernah lepaskan genggaman tangan ini, ok!" ujar Alga.
"Iya Kak," ujar Mayu mantap. Mereka kembali sama-sama tersenyum kemudian melangkahkan kaki bersama ke arah ballroom hotel.
Mayu refleks mengeratkan genggaman tangan mereka begitu mereka sampai pintu masuk. Mayu juga berusaha memperlihatkan senyum terbaiknya begitu panita menyambut kedatangan mereka dan mempersilahkan mereka masuk.
Mayu seketika menatap takjub begitu melihat ballroom hotel yang sudah dihias sangat cantik dan didominasi dengan warna pink pastel. Begitu juga dengan tamu yang datang, hampir semunya memakai dress code pink pastel, persis seperti apa yang dipakai Mayu.
Padahal baru acara lamaran tapi perayaannya sudah semewah ini, benar-benar lamaran impian hampir setiap pasangan.
"Kamu tenang saja Ay, nanti lamaran kita juga akan aku buat semewah ini bila perlu lebih." bisik Alga tiba-tiba seakan tahu apa yang dipikirkan Mayu.
Mayu seketika menoleh pada kekasihnya dan Alga menatap tersenyum padanya.
"Apaan sih Kak? Masih lama juga." ujar Mayu tersenyum malu.
"Kata siapa masih lama Ay? Jodoh dan maut itu rahasia Allah. Bisa saja bulan depan aku tiba-tiba melamar kamu."
"Itu tidak mungkin. Udah ah dari pada omongan kita makin ngaco lebih baik kita duduk saja!" ujar Mayu dan kembali menatap sekelilingnya. Mayu mencari sosok yang dirindukannya dan siapa lagi kalau bukan David Antonius.
"Duduknya kita tunda dulu Ay, kita sapa mami dan yang lainnya dulu!" ujar Alga. Alga tidak mau gara-gara dia telat menyapa keluarganya, maminya kembali menyalahkannya. Maminya kan paling senang mencari-cari kesalahannya.
"Iya Kak," nurut Mayu.
Mereka kembali melangkah ke arah keluarga inti Pratama yang mana mereka semua sudah berdiri di depan kursi masing-masing dan bersiap menunggu kedatangan calon mempelai laki-laki dan keluarganya yang sudah mau memasuki tempat acara.
Dira seketika buang muka begitu melihat kedatangan Alga dan Mayu. Dia benar-benar malas melihat wajah Mayu. Apalagi saat melihat penampilan Mayu yang sama kompaknya dengan penampilannya dan keluarganya yang lainnya.
'Segitu niatnya ingin dianggap jadi bagian dari keluarga Pratama. Ingat Mayu, walaupun penampilan kamu sama dengan penampilan kami, tapi sampai kapan pun kamu bukanlah bagian dari kami.' batin Dira kesal.
Untuk saat ini Dira harus menahan rasa kesal. Ini adalah acara spesial anaknya dan Dira tidak mungkin merusak momen sakral ini.
"Mi," panggil Alga begitu sampai depan maminya.
__ADS_1
Dira hanya milirik sebentar padanya dan kembali buang muka lagi.
Alga tetap berusaha tersenyum meski sikap maminya tidak bersahabat sama sekali. Alga kembali menatap Mayu.
"Kita ke papi saja Ay!" ujar Alga dan kembali menarik tangan Mayu ke arah papinya.
Mayu ngikut saja kemana Alga membawanya dan berusaha bersikap sebiasa mungkin walau pandangan semua mata menatap tidak suka padanya, kecuali pandangan seseorang yang berdiri di belakang Pratama dan siapa lagi kalau bukan David Antonius.
Mayu tidak bisa menyembunyikan perasaan senangnya begitu dia dan daddynya saling menatap meski hanya beberapa detik saja. Rasa rindu Mayu yang sangat besar, sedikit terobati begitu melihat wajah daddynya.
David buru-buru mengalihkan tatapannya. David bukan tidak mau menatap Mayu lebih lama lagi, hanya saja dia tidak mau orang-orang sekitar mereka jadi curiga padanya. Apalagi ada kamera juga yang mengabadikan setiap momen mereka. Walau begitu David juga tidak kalah senang senangnya dari Mayu. Akhirnya setelah sekian lama dia bisa melihat wajah putrinya lagi.
Mayu juga mengalihkan tatapannya ke yang lain, dia juga harus tetap fokus. Jangan sampai karena dia tidak bisa menjaga sikapnya keluarga Alga jadi berpikir yang tidak-tidak padanya.
Apalagi aura sugardaddy David itu bukan kaleng-kaleng, ngeri saja kalau Mayu sampai dituduh mau merayu David. Padahal David adalah daddynya sendiri.
Mayu juga sangat sadar kalau Naura dan maminya tidak melepas sedikit pun pandangannya pada Mayu karena itu Mayu harus ekstra berhati-hati.
"Kita duduk di samping om David saja Ay!" ujar Alga begitu dia selesai menyapa papinya.
Mayu tampak terkejut medengarnya, meski begitu Mayu hanya menundukkan kepalanya sebagai jawaban.
Mayu lagi-lagi terkejut mendengarnya. Jika Mayu jalan duluan itu berarti Mayu yang akan duduk di samping daddynya. Bukankah Alga yang harusnya duduk di sana?
"Ay ayo!" ujar Alga lagi.
"Ah iya Kak," ujar Mayu kemudian jalan duluan di depan Alga.
Reaksi David tidak jauh berbeda dengan Mayu begitu Mayu berdiri tepat di samping kirinya. David mulai berpikir jauh, jangan-jangan Alga tahu sesuatu tentang dia dan Mayu? Tapi bagaimana Alga bisa mengetahuinya? Selama ini David dan Mayu begitu berhati-hati menyimpan rahasia mereka. Mayu juga pernah bilang padanya kalau Alga tidak terlalu kepo soal ayah kandungnya, dan Alga juga sangat menghargai privasi Mayu soal ayah kandungnya.
'Mungkin hanya kebetulan saja,' batin Davin. Walau begitu David lagi-lagi tidak bisa menyembunyikan perasaan senangnya karena seharusnya seperti inilah posisi yang pas. David berdiri diantara istri dan anak sulungnya.
Baik David atau Mayu sebisa mungkin bersikap biasa, meski sebenarnya hati hati mereka mereka merasa senang dan sedikit gugup juga. Ini adalah momen bersejarah bagi mereka, yang mana mereka bisa berdiri berdampingan menghadiri sebuah acara. Dan Mayu benar-benar berharap ini bukan yang terakhir tapi ini adalah permulaan.
Suara MC kembali terdengar dan mengatakan calon mempelai laki-laki dan keluarganya sudah mau memasuki ballroom.
Perhatian semua mata langsung tertuju ke arah pintu masuk dan termasuk Alga juga. Hanya saja Mayu lebih memilih menatap menatap ke arah daddynya dan David juga monoleh pada Mayu.
Mayu sekuat tenaga menahan dirinya agar tidak tersenyum sama halnya dengan David. Hati mereka benar-benar senang bisa saling menatap dengan jarak yang begitu dekat. Mayu bahkan bisa mencium aroma parfume daddynya yang begitu membuatnya nyaman.
__ADS_1
Mayu juga tidak bisa memungkiri dengan posisinya sekarang ini, Mayu jadi bisa melupakan semua tetapan tidak suka itu. Mayu juga sangat berterima kasih pada Alga karena sudah membawanya ke acara yang sangat spesial ini.
Sementara Alga juga diam-diam melirik mereka dari ekor matanya, Alga juga ikut tersenyum dalam diamnya.
Alga merasa senang bisa berbuat sesuatu yang sangat berarti bagi Mayu tanpa Mayu sadari. Sebesar itu memang cintanya pada Mayu dan apapun akan dia lakukan demi kebahagiaan Mayu.
***
Acara demi acara terus berlangsung dan Mayu benar-benar betah duduk di kursinya. Kapan lagi ya kan Mayu bisa duduk diantara dua laki-laki yang sangat berarti dalam hidupnya.
Sesekali Mayu ngobrol dengan Alga dan sesekali Mayu curi pangang pada daddynya. Jika ada orang sadar dengan apa yang dilakukan Mayu, mereka bisa berpikir Mayu adalah gadis yang tidak benar. Bisa-bisanya Mayu duduk di samping pacarnya tapi malah curi-curi pandang pada laki-laki lain. Parahnya lagi laki-laki itu sudah berumur dan memiliki istri. Meski tidak bisa dipungkiri, untuk saat ini kharismanya David masih jauh di atas Alga. Apalagi David memang turunan Indo, aura sugardaddynya benar-benar tidak bisa terbantahkan.
"Ay aku foto sebentar ya." ujar Alga begitu MC menyuruh mereka untuk melakukan sesi foto keluarga.
"Iya Kak, Mayu juga mau ke toilet sebentar." ujar Mayu sedikit lebih keras. Siapa tahu daddy mau manyusulnya. Mayu benar-benar tidak cukup kalau hanya sekedar memandang saja. Mayu ingin bicara dengan daddynya walau hanya sebentar saja.
"Iya Ay," ujar Alga dan mereka kemudian bangun sama-sama dan kembali melangkahkan kakinya bersama.
Dira seketika memperlihatkan muka garangnya begitu melihat Alga dan Mayu jalan bersama. Apa mayu mau ikut foto juga bersama mereka? Ini tidak bisa dibiarkan ini, Mayu harusnya sadar dengan posisinya. Statusnya hanya pacar dan bukan menantu keluarga pratama. Mayu tidak berhak ikut foto sesi keluarga.
"A-"
Dira yang hendak menegur anaknya tidak jadi begitu melihat Mayu pergi ke arah yang berbeda.
'Baguslah kalau si gembel itu tahu diri, dia memang tidak seharusnya berada di sini.' batin Dira.
Dira kembali memperlihatkan wajah tersenyumnya kemudian beralih pada Naura.
"Naura sini, kita foto bersama!" ujar Dira.
"Naura ikut foto tante?" tanya Naura.
"Iya setelah kami selesai, kami mau lanjut foto dengan kamu. Kamu itu calon menantu keluarga pratama, jadi sudah sepantasnya kamu ikut foto dengan kami." ujar Dira.
Alga tampak kesal mendengarnya, tapi untunglah Mayu memilih pergi, jadi dia tidak perlu mendengar kata-kata menyakitkan itu.
Alga tampak tersenyum tipis begitu melihat David ikut menyusul Mayu. Hanya saja senyum Alga seketika memudar begitu melihat Sindi ikut bangun dari duduknya dan pergi ke arah toilet.
Ini benar-benar gawat. Bagaimana kalau Sindi memergoki Mayu dan David?
__ADS_1