
"Tante," ujar Alga begitu dia masuk rumah Sindi.
Alga sengaja menemui David terlebih dulu sebelum dia pulang. Alga ingin meminta pendapat David. Alga benar-benar tidak ingin salah dalam mengambil keputusan, dan saat ini pendapat David adalah salah satu yang terpenting untuk dia.
"Alga akhirnya kamu datang juga. Kenapa kamu bisa kena gosip sih Alga? Naura sampai marah-marah itu, dia kasihan sama Mayu." ujar Sindi langsung to the poin.
"Biasa lah Tante, ini semua gara-gara mami, dan tante pastinya sangat tahu mami seperti apa. Dia senang sekali mengganggu hubunganku dengan Mayu." jawab Alga.
"Benar juga dan Tante juga tadinya sempat mendukung dia. Maafkan tante ya Alga, Tante enggak bisa berbuat banyak untuk membantu kamu." ujar Sindi dan kali ini ada rasa bersalah di hatinya.
"Iya Tante tidak apa-apa, Alga sangat mengerti, tapi kalau boleh Alga meminta untuk kali ini jangan lagi membantu mami ya Tante. Tante enggak boleh ikutan kompor." pinta Alga.
"Itu sudah pasti Alga, tanpa kamu minta pun Tante tidak akan ikut-ikutan mami kamu lagi, dan kali ini Tante bersungguh-sungguh Alga. Tante akan berdiri dipihak kamu dan Mayu. Tante juga bersedia membantu kalian jika kalian butuh bantuan Tante." ujar Sindi bersungguh-sungguh.
"Terima kasih Tante." ujar Alga. Ada perasaan senang di hatinya, Sindi akhirnya memilih berdiri dipihaknya dan Mayu, tentu itu sangat berarti bagi Alga.
"Iya Alga sama-sama. Ayo kita masuk, David sudah menunggu kamu."
Alga mengangguk kemudian mengikuti langkah Sindi.
"Om," ujar Alga begitu melihat David duduk di sofa bersama Naura.
"Iya Alga, duduk Alga!" ujar David mempersilahkan Alga, dan raut wajahnya terlihat tenang seolah tidak terjadi apa-apa. Alga harus mengakui kalau perasaannya sedikit lebih baik begitu melihat wajah tenang David. David memang cukup ahli soal yang satu itu, mau ada masalah atau tidak, dia begitu pintar menyembunyikan ekspresi wajahnya. Tidak seperti Alga yang langsung kelihatan kalau ada masalah. Alga memang harus belajar lebih banyak lagi dari calon mertuanya itu.
"Terima kasih Om," ujar Alga kemudian duduk di sofa depan David.
"Maaf Om," ujar Alga lagi.
"Maaf untuk apa?" tanya David.
__ADS_1
"Untuk gosip yang sedang ramai Om. Gosip itu enggak benar Om. Alga dijebak sama mami dan Rahel."
David mengangguk mengerti.
"Sebenarnya kamu enggak perlu minta maaf soal itu Alga, justru om yang harusnya berterima kasih pada kamu. Gara-gara rumor kamu, saham Pratama Group jadi naik dan itu karena para investor kita semakin optimis terhadap kondisi pasar. Permintaan produk kita juga meningkat tajam hanya dalam hitungan jam." jelas Pratama.
"Alga tahu Om karena rumor itu memang membawa keuntungan tersendiri untuk perusahaan, tapi tidak untuk hubunganku dengan Mayu, Om. Aku benar-benar tidak mau mengorbankan Mayu untuk kepentingan perusahaan. Selain itu, untuk kenaikan saham perusahaan juga bukan tanggung jawabku Om. Aku hanya anak magang, aku belum sampai ke tahap itu. Aku memang calon pewaris Pratama group tapi aku tapi aku pribadi tidak akan pernah memanfaatkan rumor-rumor tidak jelas demi menaikkan harga saham, masih banyak cara lain yang bisa aku lakukan." jelas Alga.
David kembali menganggukkan kepalanya. Dia tidak menyangka kalau Alga semakin dewasa cara berpikirnya dan sudah mulai mengerti cara membela dirinya. Alga memang butuh semua itu karena jika dia sudah jadi peminpin nanti terkadang orang-orang yang ingin menjatuhkannya tidak hanya dari saingan bisnis mereka saja, tapi dari dalam perusahaannya juga karena musuh dalam selimut itu dimana-mana ada.
"Bagus Alga, Om sangat setuju dengan kamu dan kamu harus bisa mempertahankan pendapat kamu itu. Kamu enggak boleh goyah meski akan ada banyak orang ingin mempengaruhi kamu termasuk mami kamu, om kamu atau para petinggi perusahaan yang lainnya." seru David.
"Iya Om, terima kasih, tapi Alga pasti akan kalah suara kalau misalkan masalah ini dibawa ke dalam miting." ujar Alga dan sangat sadar akan posisinya.
"Kalau itu juga sudah pasti karena mereka-mereka itu tentunya tidak akan mau menyia-nyiakan kesempatan bagus ini, karena disini mereka semua yang diuntungkan termasuk aku, dan itu tanpa perlu bekerja lebih keras lagi. Sementara kamu adalah korbannya dan kalau kamu tidak pintar, kamu akan masuk perangkap mereka tanpa kamu sadari. Dunia bisnis itu sangat kejam Alga, apa saja bisa dikorbankan demi mendapat keuntungan yang besar." jelas David dan Alga hanya diam saja karena apa yang David katakan memang benar adanya.
"Sebenarnya Alga, Ok juga sudah dihubungi om kamu, direktur pemasasaran dan para petinggi yang lainnya. Kalau para om kamu, mereka tidak begitu memaksa dan itu karena mereka tahu kalau Mayu itu adalah anak om. Sementara para petinggi yang lainnya meminta Om kalau kita jangan sampai menyia-nyiakan kesempatan ini, karena ini kesempatan yang langka dan bagus. Bahkan ada juga yang minta supaya kita menyuruh orang untuk menemui Mayu agar memutuskan hubungannya dengan kamu, bila perlu beri Mayu uang." ujar David lagi dan Alga langsung menegapkan tubuhnya.
"Ya dan itu sudah biasa sekali di dunia bisnis tapi kamu tenang saja, Om tidak akan pernah melakukan itu. Om tidak akan pernah mengorbankan Mayu demi kepentingan bisnis dan Om juga sudah membicarakan ini dengan papa kamu. Mas Pratama juga ikut om saja katanya. Hanya saja situasi sekarang ini memang cukup rumit untuk om pribadi. Jika Om membantu kamu menyangkal gosip yang sedang berkembang, maka sudah pasti dampaknya akan ke perusahaan lagi. Bahkan harga saham kita yang semula stabil bisa turun, kerana dianggap mempermainkan publik. Selain itu, para petinggi yang lainnya juga pasti akan komplain ke Om. Bahkan mami kamu sendiri bisa jadi kompor dan minta Om turun dari jabatan om yang sekarang karena dianggap tidak becus dan terlalu mementingkan kepentingan sendiri di atas kepentingan perusahaan." jelas David lagi membuat Alga menghela nafasnya.
"Berarti dampaknya bisa kemana-mana ya Om? Dan aku enggak mau kalau sampai Om turun dari jabatan Om yang sekarang." ujar Alga tulus.
Alga sudah masuk di perusahaan dan menurut Alga hanya David yang benar-benar pantas menduduki jabatan itu. Selain dia pintar soal bisnis, dia juga juga jujur soal keuangan perusahaan, dan itu sulit sekali didapatkan zaman sekarang ini, dan itu juga salah satu alasan kenapa Pratama group bisa berkembang. Para petingginya enggak ada berani yang korupsi karena kalau berani korupsi, David tak akan memberi ampun.
"Ya Alga, mami kamu itu sangat pintar, dia tidak hanya menjebak kamu tapi dia juga sengaja menjebak Om, dan itu karena dia tahu kalau om pasti akan berdiri di pihak kamu dan Mayu. Apalagi kemarin om melihat dia menemui direktur pemasaran, Om yakin mami kamu ada menjanjikan sesuatu padanya, makanya dia begitu mendukung gosip yang sedang berkembang saat ini." ujar David lagi membuat Alga lemas. Semakin banyak dia tahu, semakin tidak berdaya dia, dan dia juga sudah bisa merasakan sendiri begaimana kejamnya dunia bisnis itu yang selama ini dia tahu hanya sekedar teori saja.
"Jangan langsung lemas begitu Alga, itu bukan sosok peminpin. Mau sebesar apa pun masalahnya kamu harus tetap tenang karena hanya dengan sikap tenang, kita bisa berpikir dengan baik. Lagian kamu tenang saja, mau sebesar apa pun usaha mami kamu itu untuk menyingkirkan Om, dia tidakakan bisa. Om punya seribu satu cara untuk Om tetap bisa bertahan. Om tidak segampang itu dia singkirkan." ujar David lagi membuat Alga menegapkan tubuhnya kembali.
"Iya Om, maaf Om. Mental Alga belum sekuat mental Om. Alga berjanji akan berusaha lebih keras lagi Om." ujar Alga mantap.
__ADS_1
"Bagus."
"Terus apa rencana Om selanjutnya?"
"Kalau menurut Om, kita biarkan saja gosipnya. Hanya saja kalau misalkan ada yang minta wawancara atau yang menanyakan soal gosip itu, kita harus bungkam terutama kamu. Selain itu Om juga akan menolak keras, misalkan pihak perusahaan meminta kamu dan Rahel melakukan sesuatu atau minta kalian muncul bersama di hadapan publik. Pokoknya sebisa mungkin mulai hari ini kamu jangan lagi buat interaksi dengan Rahel, mau sekecil apa pun itu, karena kalau ada interaksi sudah pasti akan jadi gosip lagi. Bila perlu kamu juga keluar saja dari rumah kamu. Karena om juga ada melihat gosipnya, katanya hubungan kamu dan Rahel itu sudah mengarah ke serius, dan karena itu Rahel juga tinggal di rumah kamu. Akan sangat berbahaya kalau sampai wartawan bisa membuktikan itu. Khusus kompleks ini memang enggak sembarangan orang bisa masuk, tapi Om takut saja mami kamu itu sengaja mengundang wartawan. Sampai di sini kamu sudah paham?" jelas David.
"Iya Om, alga sangat paham. Alga juga sebenarnya udah enggak betah tinggal di rumah Om, tapi Alga juga khawatir misal Alga tinggal di apartemen, terus Rahel sengaja datang ke apartemen, bukankah itu akan lebih bahaya lagi Om, dan dia pastinya gampang saja melakukan itu karena ada mami yang mendukungnya." ujar Alga lagi.
"Kamu boleh tinggal di sini saja kalau kamu mau. Rumah ini masih banyak kamar kosong, kamu tinggal pilih saja, dan menurut Om juga, kamu akan lebih aman tinggal di rumah ini." saran David.
"Alga mau Om, terima kasih sudah membantu Alga, Om." ujar Alga dan menerima dengan senang hati penawaran David.
"Iya Alga. Pokoknya untuk sementara ini, diam itu ada emas, dan mau sebesar apa pun usaha mereka memancing kamu untuk bersuara, kamu harus tetap diam, karena hanya itu satu-satunya cara yang paling aman untuk kamu saat ini. Om juga yakin mami kamu itu akan terus berusaha begitu juga dengan Rahel, dia pastinya tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini, karena sudah pasti dia akan kebanjiran job karena gosip ini. Hanya saja itu semua enggak akan bertahan lama kalau kamu diam dan tidak mendukungnya. Lama-lama orang itu juga akan bosan sendiri kalau hanya Rahel saja yang muncul, bahkan bisa jadi itu akan jadi bumerang untuknya karena hanya dari pihaknya saja yang selalu memberi klarifikasi. Dia bisa saja dituduh mengarang cerita dan lain sebagainya." ujar Laki-laki paruh baya Itu.
"Iya Om, Alga mengerti. Terima kasih sekali lagi untuk sarannya Om. Alga benar-benar enggak tahu harus gimana lagi kalau bukan om David yang jadi papanya Mayu. Sudah pasti posisi kami akan semakin terjepit, dan Alga enggak yakin masih bisa mempertahankan hubungan kami, karena Alga juga enggak ingin Mayu menderita karena Alga." ujar Alga apa adanya.
"Iya Alga, Om sangat paham itu, dan jadikan semua ini pengalaman berharga untuk kamu. Supaya kamu makin kuat lagi setelah ini." ujar David. David jadi teringat soal masa lalunya, dan dia gagal waktu itu karena tidak ada yang memberi dukungan padanya. Untuk itu, kali ini dia akan berjuang sekuat tenaganya, demi kebahagiaan anaknya. Anaknya tidak boleh mengalami nasib yang sama seperti dia dan mendiang mamanya.
"Itu sudah pasti Om." ujar Alga mantap.
"Semangat Kak Alga, Naura juga siap membatu Kak Alga." ujar Naura yang diam saja dari tadi. Naura juga jadi dapat pelajaran penting setelah mendengarkan pembicaraan daddynya dan Alga. Ternyata hidup ini tadi semudah yang dia pikirkan.
"Iya Naura, dan berhubung kamu siap membantu, temani aku mengambil barang-barangku, karena aku yakin, kamu pasti bisa membalas omongan mami. Aku benar-benar lelah adu mulut dengannya." pinta Alga.
"Siap Kak Alga." ujat Naura mantap.
"Tetap semangat juga dari Tante, Alga, dan tante juga pastinya akan membantu kamu sebisa Tante." ujar Sindi tidak mau kalah.
"Terima kasih Mommy," ujar Naura mewakili Alga. Dia benar-benar senang, akhirnya mommynya berdiri di pihak Mayu dan itu atas kemaunnya sendiri tentunya.
__ADS_1
"Sama-sama," ujar Sindi dan dia semakin mantap hatinya untuk memberi dukungan pada Mayu, dan itu bukan karena Naura lagi tentunya, tapi itu karena kemauan dia sendiri. Kasihan memang anak itu, nasibnya enggak jauh berbeda dengan mendiang ibunya.