
Mayu meletakkan bukunya di atas meja kantin dan menempelkan pipinya di sana. Dia jadi tidak semangat karena gosip tentang Alga semakin menjadi dan itu karena Rahel dan Dira menghadiri sebuah acara di televisi, dan Rahel dengan senang hati menceritakan sikap romantis Alga padanya. Bagaimana dulu Alga yang mengatakan cinta duluan padanya. Bagaimana Alga yang selalu memberi perhatian padanya dan lain sebagainya.
Rahel juga sengaja memperlihatlan wajah pura-pura malunya, membuat orang di sekitarnya terutama para penggemarnya senyum-senyum tidak jelas. Dan Dira juga tentu saja sangat siap membantu Rahel.
"Huh! Kok ada ya seorang artis sepercaya diri ini. Ok, kak Alga dulu memang cinta padanya, tapi kan sekarang mereka sudah putus. Apa dia enggak malu gitu memanfaatkan mantannya demi ketenarannya?" ujar Lora begitu dia selesai menonton wawancara Rahel.
"Ya namanya juga dunia artis, dunia tipu-tipu. Mereka akan menghalakan cara apa saja supaya tetap eksis. Apa lagi zaman sekarang ini, prestasi hanya nomor sekian saja, sansasi itu nomor satu. Makanya enggak heran artis zaman sekarang kebanyakan mengejar sensasinya daripada mengejar prestasinya." ujar Shinta.
"Benar juga ya dan pada akhirnya artis yang hanya mengandalkan prestasi akan semakin terbelakang. Hingga tidak jarang juga dari mereka yang ikut-ikut cari sensasi karena kalau enggak begitu, mereka tidak akan dapat tawaran kerja. Sementara kita sangat tahu tuntutan gaya hidup para artis itu pastinya jauh lebih besar dari kata." ujar Lora lagi.
"Nah itu dia faktor utamanya, tuntutan gaya hidup yang mewah, makanya ada juga yang sampai rela jual diri. Walau begitu masih banyak kok artis yang memang murni mengandalkan prestasi saja, tapi kembali lagi, mereka akan susah naiknya karena masyarakat juga umumnya lebih suka sama artis yang banyak gosip dan banyak sensasi, seperti lo contohnya." ujar Shinta menunjuk Lora.
"Heh Shinta, gue enggak suka ya artis yang banyak sensasi. Artis kesukaan gue saja hanya Rayanza alis Cipung, mana mengerti cari sensasi dia, tahunya cuma bola. Gue sampai melihat gosip juga karena Rahel saja dan itu juga karena ada hubungannya dengan Mayu dan kak Alga. Gue penasaran, apa saja yang Rahel katakan soal Kak Alga, dan harus gue akui ini Rahel memang pintar sekali acktingnya. Sebel banget gue, dan menurut gue, dia ini benar-benar mantan yang egois. Kalau hanya namanya yang terangkat ya enggak masalah, tapi ini gara-gara cerita karangannya, Mayu juga kena imbasnya. Mayu tidak hanya harus menahan rasa cemburunya, tapi dia juga kena bullyan para penggemarnya Rahel terutama penggemar shippernya bersama Kak Alga." jelas Lora.
Shinta menghembuskan nafasnya kasar.
"Iya sih, gue juga sempat baca itu tadi, dan parahnya lagi mereka sampai memaksa kita supaya mengeluarkan kak Alga jadi model Maga Wear. Kata mereka kak Alga itu enggak level dijadikan model barang murahan. Padahal mereka tidak tahu saja kalau kak Alga mau melakukan itu demi mendukung kekasihnya. Jadi kesal sendiri gue kalau melihat komentar dari para shipper itu. Mereka bersikap seolah Kak Alga itu hanya milik Rahel seorang, enggak tahu saja mereka cerita sebenarnya seperti apa." balas Shinta.
"Itu dia Shin dan gue benar-benar kasihan pada Mayu." ujar Lora dan beralih menatap Mayu yang duduk di sampingnya.
Lora mengusap punggung Mayu.
"Harus tetap kuat dan sabar ya May, gue tahu ini pasti berat buat lo, tapi gue yakin kok, ini tidak akan bertahan lama. Lama-lama orang-orang juga bosan sama gosipnya. Gue juga kalau bisa ingin sekali membela lo May, tapi gue juga enggak ingin lo jadi tambah dapat bullyan." ujar Lora.
__ADS_1
"Iya Lora gue mengerti dan gue juga pasti kuat. Gue akui gue memang cukup kesal, karena gosip-gosip itu gue akhirnya tahu kisah cinta masa lalu kak Alga, tapi satu hal yang patut gue syukuri, gue juga akhirnya tahu kalau kak Alga sudah benar-benar move on dari pacarnya. Gue cukup lega untuk itu." ujar Mayu apa adanya.
"Benar juga sih May, tapi menurut gue, lo juga harus tetap waspada dan enggak boleh lengah. Jangan sampai itu si Rahel semakin nekad menggoda Kak Alga. Apalagi setelah melihat banyaknya orang yang memberi dukungan pada hubungan mereka, gue yakin dia pasti makin besar kepala itu." ujar Lora lagi.
"Dia tidak akan punya kesempatan lagi menggoda kak Alga, justru karena gosip ini, Kak Alga semakin menjauh dari dia, kak Alga bahkan sudah keluar dari rumahnya gara-gara Rahel." jelas Mayu.
"Serius Kak Alga sampai keluar rumah, May?" tanya Lora dan Shinta kompak.
Mayu mengangkat kepalanya kemudian mengangguk.
"Kak Alga sudah pindah ke rumah Naura. Dia benar-benar berusaha enggak mau ada interaksi dengan Rahel, biar gosipnya enggak semakin menjadi." jawab Mayu kemudian beralih mengambil air minumnya dan meminumnya dengan perlahan.
"Bagus doang kalau begitu. Eh tapi gue jadi penasaran deh, jika Rahel sudah tahu begitu kenapa itu dia makin nekad saja pamer pada semuanya kalau dia memang benar-benar menjalin hubungan spesial dengan kak Alga? Apa karena mamanya kak Alga yang mendukungnya atau karena ada maksud tertentu? Bukankah kalau dia ketahuan bohong maka karirnya yang akan jadi taruhannya? Apa dia enggak sayang gitu sama karirnya." ujar Shinta.
"Setuju gue, selain demi cuan dan ketenaran, dia pasti punya maksud lain itu, tapi semoga saja enggak Kak Alga lagi deh yang kena. Kasihan Kak Alga, dia enggak salah apa-apa loh, tapi hidupnya jadi enggak tenang gara-gara mantan. Memang itu mantan harusnya dibuang ke sungai saja biar dimakan buaya sekalian." ujar Shinta lagi membuat Mayu tersenyum.
"Doa lo jahat sekali Shinta." ujar Mayu.
"Hehe ... Habisnya gereget gue sama mantan."
Sementara itu Alga yang mereka bicarakan sudah ada di ruang miting bersama para petinggi lainnya. Mereka akan mau miting soal saham mereka yang terus mengalami kenaikan dan mereka tentunya ingin mempertahankan trand positif itu.
"Ini benar-benar kabar bagus. Saya berharap kamu tidak menyia-nyiakan kesempatan emas ini Alga, karena di sini tidak hanya perusahaan yang diuntungkan tapi nama kamu juga semakin dikenal dan itu tanpa embel-embel nama papi kamu tentunya. Kamu juga tidak perlu melakukan hal aneh-aneh dan tinggal mengikuti alur saja, maka nama perusahaan akan semakin besar dan keuntungan juga pastinya akan semakin besar." ujar direktur pemasaran.
__ADS_1
"Maksudnya mengikuti alur gimana Pak, saya tidak mengerti?" ujar Alga dengan bahasa formalnya.
"Begini Alga. Kami semua tahu kalau kamu sudah punya pacar, tapi tidak ada salahnya kalau kamu sembunyikan dulu pacar kamu untuk sementara dan bersikap pura-pura pacaran dengan Rahel selaku brand ambassador kita. Kamu juga tidak perlu melakukan wawancara atau sejenisnya. Cukup dengan kamu muncul berdua dengan Rahel di depan publik saja saya rasa sudah cukup. Dengan begitu publik akan semakin membicarakan kalian." jelasnya.
"Setuju saya Pak. Bila perlu untuk bagian promo bersama brand ambassador nanti, Alga saja yang menangani. Ini benar-benar kesempatan langka untuk kamu Alga. Harusnya kamu memanfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin. Ingat Alga ini adalah dunia bisnis, yang mana kita harus pintar-pintar mencari celah untuk meningkatkan saham kita. Dan cara ini tidak hanya perusahaan kita saja yang melakukannya, tapi perusahan lain di luar sana juga sering sekali memanfaatkan romor demi meningkatkan saham mereka. Menurut saya juga sah-sah saja selama tidak merugikan orang lain." ujar manager keuangan.
Alga menghembuskan nafas pelan dan beralih menatap David. David hanya diam saja, dia sudah bisa menebak akan hal ini. Mereka semua berkata demi kebaikan Alga, padahal ini semua demi kepentingan mereka, dan Alga sendirilah yang mereka korbankan di sini. David hanya bisa berharap kalau Alga tetap pada pendiriannya, seperti apa yang kemarin Alga katakan padanya.
Alga beralih menatap direktur pemasaran dan yang lainnya. Padahal sebelumnya Alga cukup suka pada mereka karena sambutan mereka waktu itu cukup baik pada Mayu, tapi itulah dunia bisnis, jangankan mengorbakan perasaan seorang pacar, mengorbankan perasaan seorang anak saja sering mereka lakukan. Makanya tidak heran sering terjadi pernikahan bisnis, yang mana seorang pebisnis hebat menjodohkan anaknya dengan anak pebisnis lain, dan itu demi kepentingan bisnis tentunya.
"Maaf sekali Bapak-bapak semua. Di sini tidak setuju dengan saran dari kalian semua. Terserah mau bilang saya munafik atau egois dan lain sebagainya. Di sini saya hanya mau menyuarakan isi hati saya selaku pemuda 21 tahun yang sedang merasakan indahnya jatuh cinta. Saya tahu selaku pewaris Pratama group saya memang harus bekerja keras, tapi bukan berarti saya harus mengorbankan kebahagiaan saya dan pacar saya. Bagi saya antara Pratama grup dan pacar saya adalah sama pentingnya, dan terserah juga mau bilang saya bucin atau apa pun itu karena saya memang sangat mencintai pacar saya dan saya tidak malu mengakuinya. Dan sekali saya tekankan saya hanya seorang mahasiswa yang mana tugas utama saya adalah belajar, bukan meningkatkan saham atau sejenisnya. Bisa gila saya kalau dilimpahkan tanggung jawab sebesar itu, karena saya memang belum waktunya masuk ke tahap itu. Sekian saja dari saya, dan saya harap kalian semua bisa menghargai keputusan saya." ujar Alga menyuarakan isi hatinya.
"Saya setuju dengan kamu Alga, belum saatnya kamu bekerja untuk meningkatkan saham perusahaan, walau kamu mungkin sudah mendapatkan kesempatan itu. Hanya saja masih banyak hal yang harus kamu pelajari, karena urusan meningkatkan saham itu bukanlah hal yang mudah, sedikit saja kamu salah langkah bisa jadi bumerang untuk kamu sendiri. Apalagi kamu ini masih sangat muda yang mana emosi kamu juga masih suka naik turun, dan akan sangat membahayakan kalau kamu dapat masalah besar. Saya takut kamu jadi trauma, karena mental kamu juga pastinya belum sekuat kami semua yang ada di sini. Untuk itu saya minta kamu lebih baik fokus pada apa yang haurusnya kamu pelajari saja. Soal saham dan gosip enggak jelas itu biar menjadi urusan kami dan kamu enggak perlu ikut-ikutan." ujar David.
"Kenapa begitu Pak David? Kita enggak mungkin tiba-tiba menghentikan atau menyangkal gosip itu. Bisa-bisa saham kita langsung turun." ujar direktur keuangan.
"Kita tidak akan menghentikan atau menyakal, kita biarkan saja soal gosip itu, dan misalkan ada yang yang menanyakan kita tinggal no komen saja karena kita memang tidak seharusnya ikut campur gosip murahan begitu. Saya yakin kalau kita diam, lama kelamaan gosipnya akan hilang sendiri." ujar David lagi.
"Pasti lama hilangnya Pak, mengingat Rahel adalah brand ambassador kita dan kita juga tidak mungkin memecatnya. Bisa jadi saham kita langsung turun banyak, kalau itu sampai kita memecat Rahel." ujar yang lain.
"Kita memang tidak akan memecatnya, dan saya juga tidak ada rencana melakukan itu. Hanya saja saat ini yang harus kita lakukan adalah bekerja keras demi mempartahankan harga saham juga mencari cara kalau misalkan tiba-tiba ada gosip enggak jelas lagi. Dan saya juga sangat berharap kerja sama kalian semua di sini. Saya benar-benar tidak mau lagi ada yang membahas gosip Alga dan Rahel, bila perlu nanti saya yang akan bicara dengan Rahel supaya berhenti membicarakan soal Alga. Saya benar-benar tidak suka dengan caranya kali ini." tegas Alga membuat para direktur dan manager terdiam.
Mereka benar-benar tidak menyangka kalau David membela Alga. Padahal apa yang terjadi saat ini tentu saja sangat menguntungkan untuk dia. Di sini Alga yang munafik atau David? Tapi tidak bisa dipungkiri juga David memang tidak pernah memanfaatkan rumor untuk meningkatkan saham atau sejenisnya. Dia juga terkenal dengan peminpin yang bersih, makanya enggak heran Pratama sangat percaya padanya dan selalu menghormati apapun keputusannya.
__ADS_1