Kekasih Bayaran Tuan Muda

Kekasih Bayaran Tuan Muda
Merasa Beruntung


__ADS_3

Mayu menggandeng tangan Alga begitu mereka sampai di villa tempat mereka akan mengadakan acara. Villa yang sangat luas dan bisa menampung lebih dari 100 orang.


Mayu tersenyum pada teman-temannya. Bukan maksud Mayu mau pamer tapi dia melakukan ini semua demi Alga. Supaya cewek-cewek yang suka tebar pesona bisa sadar diri kalau Alga sudah punya kekasih dan Alga bisa merasa aman.


Shinta dan Lora balas tersenyum gemes juga menujukkan wajah mupengnya.


"Beruntung banget si Mayu, ya Shin. Walau awal pacarannya tanpa cinta, tapi kak Alga benar-benar memperlakukannya dengan baik. Kak Alga bahkan rela membayari Mayu supaya bisa ikut makrab. So sweet banget sih dia." ujar Lora.


"Iya. Kapan ya kita punya pacar seperti kak Alga? Mana Kak Alga auranya terlihat berbeda lagi saat bersama Mayu. Wajahnya seperti lebih bersahabat gitu. Sepertinya dia sudah mulai jatuh cinta deh sama Mayu. Mayu memang cantik sih jadi wajar saja kak Alga jatuh cinta padanya." tambah Shinta.


"Mayu cantik? Prett ... Wajah kusam tak terawat begitu dibilang cantik. Lo berdua katarak ya?" ujar Naura dengan sadisnya.


Lora dan Sihnta seketika menoleh padanya.


"Tentu saja Mayu cantik. Apalagi cantiknya itu alami, bukan hasil permakan. Bila dibandingkan lo, wajah Mayu memang terlihat kusam dan tidak terawat, tapi inner beautynya itu enggak bisa bohong. Para cowok baik-baik di luar sana termasuk kak Alga, pasti bisa melihat itu." ujar Lora tidak terima temanya dikatai.


"Inner beauty apaan? Bilang saja dia emang habis dari dukun. Makanya kak Alga sampai nurut padanya. Udahlah, lo itu sekelompok dengan Mayu, gue udah paham gimana busuknya otak lo itu. Penampilanya doang sok polos, tapi dalamnya sangatlah jahat, lebih jahat dari seorang penjahat." ujar Naura tidak mau kalah.


Lora dan Shinta sampai menatap kesal padanya. Jelas-jelas mulut Naura yang jahat tapi malah nuduh mereka yang jahat. Bingung mereka dengan jalan pikiran Naura.


"Heh Naura, ja-" Lora tidak jadi meneruskan kata-katanya karena panitia kembali memberi pengarahan pada mereka.


"Untuk semuanya silahkan berbaris. Untuk perempuan berbaris depan Lia dan untuk laki-laki baris depan Yudha. Sebentar lagi kunci kamar akan dibagikan, dan satu kamar itu jumblahnya ada 3 orang, perempuan dengan perempuan dan laki-laki dengan laki-laki. Jadi kalian bisa baris, berdekatan dengan teman kamar masing-masing!" ujar Rangga.


"Baik Kak!" seru para mahasiswa dan mahasiswi kompak.


"Kak, saya gabung dengan teman-teman saya ya!" ujar Mayu minta izin.


"Iya, tapi nanti saat makan kamu hampir saya!"


"Ok Kak," ujar Mayu dan langsung berlari menghampiri Shinta dan Lora.


Shinta dan Lora tersenyum tersenyum lebar menyambut kedatangan Mayu.


"Cie cie yang habis berduaan sama ayang." goda Shinta.


"Apaan sih, enggak berduan juga kali, dari tadi ramai-ramai terus ya." ujar Mayu tidak terima.


"Iya di busnya memang ramai-ramai tapi kan di bangkunya duduk berduaan dong. Duduk dempet-dempetan lagi dan sampai tetawa ngakak juga. Jadi mau deh. Pasti asik banget ya May duduk di samping kak Alga? Mana dia wangi banget lagi, dan wanginya itu loh, mahal." ujar Shinta semakin menggoda temanya. Shinta sampai menyenggol pelan bahu Mayu.


"Ih Shinta enggak gitu ya. Udah ah jangan goda gue lagi!" ujar Mayu. Mayu habis kata kalau digoda sama teman-temanya, karena apa yang mereka lihat itu bukanlah kenyataan, itu hanya dunia tipu-tipu. Hubungan Mayu dan Alga tidak seperti apa yang mereka pikirkan.


"Kenapa tidak mau digoda, malu ya May? Cie cie Mayu udah tahu malu juga." ujar Lora ikutan menggoda Mayu.

__ADS_1


"Enggak gitu Lo-"


Buk!


Mayu tidak jadi meneruskan kata ada dorongan keras di belakangnya. Untung pertahan Mayu kuat, kalau enggak bisa jatuh dia.


Mayu menoleh ke belakang. Tatapan Mayu langsung tajam begitu melihat Naura lah pelakunya.


"Ayo maju, jangan ngobrol terus lo!" seru Naura dan balas menatap tajam Mayu.


"Iya," ujar Mayu menahan rasa kesalnya.


Naura hanya tersenyum sinis saat Mayu kembali membelakanginya.


"Eh May, katanya ini villanya ada kolam renang pribadinya juga loh." ujar Shinta.


"Keren dong, tapi kan gue enggak bisa renang, sama saja bohong." ujar Mayu. Dia tidak jadi semangat karena teringat akan kelemahanya. Mayu senang renang di kolam renang, tapi tahunya gaya batu doang. Jika hanya Lora dan Shinta di sini, Mayu pasti akan berenang, tapi ini orangnya sangat Banyak. Mayu takut diejek.


Sementara itu Naura yang sedari tadi menguping pembicaraan mereka tampak tersenyum penuh arti. Ide baru langsung muncul di benaknya.


Naura menoleh ke belakang dan membisikkan idenya pada Ira dan Yuli. Mereka bertiga kemudian saling tos dan tersenyum senang.


"Semuanya sudah kebagian kamar kan?" tanya Rangga.


"Bagus, kalian bisa masuk kamar masing-masing dan nanti jam dua belas, kita kumpul bersama di sini. Kita akan makan siang bersama terlebih dulu, sebelum memulai kegitan kita." ujar Rangga lagi.


"Siap Kak." kompak para mahasiswa dan mahasiswi.


***


Setelah selesai makan siang, Mayu dan teman-temannya diberikan waktu untuk melaksanakan sholat terlebih dulu. Selesai sholat para panitia langsung membagi kelompok, mereka akan mengadakan lomba.


Berhubung persertanya lebih dari 100 orang, maka masing kelompok terdiri dari 10 orang, dan itu campur laki-laki juga perempuan.


"Mayu kita satu kelompok Mayu!" ujar Irpan sangat senang, akhirnya dia ada waktu juga berdekatan dengan sang pujaan hatinya.


"Iya Pan, senang banget." ujar Mayu dengan cerianya dan tanpa sadar memeluk Irpan.


Deg deg deg


Jantung Irpan langsung berdebar dengan cepatnya, dan hatinya langaung bersorak demgan bahagianya. Rasa sakit yang sebelumnya sempat singgah karena melihat Mayu yang terus-terusan bersama Alga, seketika hilang entah kemana?


Irpan sangat suka dipeluk Mayu, dan berharap suatu saat nanti pelukan Mayu akan jadi miliknya seutuhnya.

__ADS_1


Rangga yang melihat itu sampai mengangkat alisnya dan beralih menatap Alga. Alga yang semula menatap Mayu dan Irpan seketika mengalihkan pandanganya. Tidak bisa dipungkiri ada satu sisi dalam dirinya, tidak suka dengan pemandangan itu.


Rangga kembali menatap Mayu dan Irpan. Dia laki-laki dan dari tatapan serta bahasa tubuh Irpan, dia sangat yakin kalau Irpan ada hati pada Mayu.


Rangga kemudian mengangkat bahunya, itu bukan urusannya. Dia tidak ada hubungannya dengan Mayu.


Selesai pembagian kelompok, untuk masing-masing kelompak akan lomba membuat yel-yel, bagi kelompok yang paling kompak dan menarik yel-yelnya akan diberi hadiah dan bagi yang paling tidak kompak akan dihukum.


Mayu dan teman-temannya terlihat begitu bahagia dan antusias, ini benar-benar pengalaman yang sangat menarik bagi mereka, terutama bagi Mayu yamg notabenya jarang sekali bisa pergi main bersama teman-temanya.


"Dan pemenang untuk yel-yel paling kompak dan menarik adalah kelompok Irpan. Selamat untuk kalian dan hadiahnya akan diberikan besok saat acara penutupan." ujar Lia.


"Yey kami menang!" kompak Mayu dan teman-teman begitu bahagia.


Mayu dan teman-tamannya kembali saling berpelukan dengan bahagianya.


"Kita menang Shin, Lora." ujar Mayu dengan cerianya.


"Iya May, kita memang kompak, tos dulu May!" ujar Lora semangat kemudian mengajak Mayu dan Lora tos serta teman-temanereka yamg lain.


Naura dan kelompoknya dan temanya sangat kesal melihatnya.


'Menang dari hasil curang saja bangga.' batin Naura. Padahal Naura dan teman-temannya yang curang. Udah curang masih kalah lagi. Jelas makin kesal dia sama Mayu dan kelompoknya.


Setelah selesai lomba membuat yel-yel, mereka masih lanjut bermain sendok bola estafet, 7 wow, human ladder dan masih banyak permainan lainnya.


Begitu banyak canda dan tawa yang tercipta saat mereka bermain, dan terlihat sekali suasana makrabnya karena masing-masing mereka memang jadi lebih akrab satu sama lain. Bahkan teman-teman Mayu yang tadinya tidak suka pada Mayu jadi terlihat biasa saja. Bahkan teman yang satu kelompok dengannya jadi akrab dqn bisa menerima Mayu. Mereka juga mulai sadar kalau Mayu tidaklah seperti gosip yang beredar. Mayu juga tidak pernah cari perhatian, kasar atau sebagainya, dia juga sangat bisa diajak kerja sama dalam kelompok.


"Capek banget ya, tapi sangat seru juga." ujar Mayu begitu mereka selesai permaian. Panitia sudah menyuruh mereka beristirahat, dan mereka sudah masuk dalam acara bebas.


"Iya May dan lo pasti enggak nyesal kan ikut makrab?" ujar Shinta.


"Benar sekali Shin, dan gue benar-benar berterima kasih pada kak Alga, kalau tidak ada kak Alga, gue tidak akan pernah mengalami pengalaman yang sangat berharga ini. Gue tidak akan melupakan hari ini." ujar Mayu tulus.


Sekarang Mayu jadi merasa sangat beruntung, bisa terpilih jadi kekasih bayaran Alga, walau dia tahu begitu banyak orang yang tidak suka padanya.


"Nah itu dia, dan kami juga ikut berterima kasih pada kak Alga karena berkat kak Alga, kami juga bisa ikut berkumpul dengan lo. Ah iya May, mungkin ini akan jadi pengalaman pertama dan terakhir bagi kita. Ajakin kak Alga foto dong dengan kita, buat kenang-kenang, May." pinta Lora. Dia sangat ingin foto dengan kak senior idolanya itu.


"Benar May, gue juga mau May. Ayolah May ajak kak Alga foto." ujar Shinta ikutan.


Mayu menatap kedua temanya juga Alga bergantian. Dia juga mau, tapi masalahnya, Mayu takut Alga tidak mau, karena sebelumnya juga Alga pernah menolak foto dengannya.


"May ayo buruan May, keburu Kak Alga pergi." pinta Lora lagi.

__ADS_1


__ADS_2