Kekasih Bayaran Tuan Muda

Kekasih Bayaran Tuan Muda
Jangan Asal Tuduh


__ADS_3

"I-ini, bagaimana mungkin, Mayu tidur dengan kak Alga dan mereka saling berpelukan." seru Naura tidak terima.


Posisi itu adalah keinginan terbesarnya tapi kenapa malah Mayu yang mendapatkannya?


Apa yang sudah dibayangkan oleh Naura ternyata kenyataannya sangat jauh berbeda. Niatnya ingin mengejek dan menertawakan Mayu, tapi malah dia yang dibuat syok.


Naura tanpa sadar mengepalkan kuat tangannya. Ini benar-benar tidak bisa dibiarkan ini.


Naura kemudian mengambil ponselnya, jika dia sulit memisahkan Alga dan Maya maka dia akan menyerahkannya pada orang yang lebih ahli. Naura tidak bisa kalau begini terus. Dia harus segera bertindak sebelum terjadi sesuatu yang tidak diinginkan. Naura benar-benar tidak bisa membayangkan, bagaimana kalau Mayu sampai hamil anak Alga, maka hancur sudah keinginan Naura jadi nyonya besar Alga Putra Pratama.


"Loh Nau kok lo malah ambil foto mereka? Memangnya lo enggak cemburu Nau?" tanya Ira heran. Dia saja sangat cemburu melihanya.


"Tentu saja gue cemburu, tapi gue juga enggak mau jadi orang bodoh karena cemburu. Gue mau menjadikan foto ini sebagai alat untuk memisahkan mereka nanti." ujar Naura mantap. Untuk kali ini, Naura tidak mau gagal lagi. Alga dan Mayu pokoknya harus pisah.


"Kalau itu gue setuju Nau dan gue juga sangat mendukung lo. Ide lo memang selalu keren Nau." ujar Ira memberi dukungan.


"Tentu saja," ujar Naura dan kembali menyimpan ponselnya.


Naura menatap tidak ikhlas Alga yang tengah memeluk Mayu dengan eratnya.


"Kak Alga, Mayu bangun!" teriak Naura dekat telinga Alga.


Alga dan Mayu refleks membuka matanya. Alga dan Mayu sama-sama melotot begitu sadar dengan posisi mereka dan mereka refleks saling menjauh.


Naura yang sebelumnya sangat kesal sampai mengerutkan kening begitu melihat reaksi Alga dan Mayu. Bukankan mereka harusnya bersikap biasa saja, mengingat mereka adalah pasangan kekasih?


"A- Eh!" Belum juga selesai keterkejutan Mayu, dia kembali terkejut saat Alga tiba-tiba menariknya cepat dan merangkulnya. Mayu lagi-lagi melotot melihat tangan Alga yang melingkar di pundaknya.


Sementara Alga, dia juga sebenarnya tidak kalah terkejutnya, tapi dia cepat tanggap situasi. Alga tentu tidak mau Naura jadi curiga padanya dan Mayu.


"Kenapa kamu membangunkan kami, apa ini sudah terang?" tanya Alga sebisa mungkin bersikap biasa dan tangannya juga sengaja mengode Mayu supaya diam saja.


"Tentu saja sudah terang. Kak Alga kenapa bisa tidur di sini? Apa Kak Alga mau pamer kemesraan gitu? Ingat Kak, Kak Alga itu ketua, Kak itu harusnya memberi contoh yang baik, bukan contoh yang tidak baik. Ini juga Mayu, jadi perempuan kok murahan banget. Gue pikir polos, enggak tahunya suhu." ujar Naura kembali kesal.

__ADS_1


Mayu seketika melotot mendengarnya, dia tidak terima dengan ucapan Naura. Sedangkan Alga menarik nafas pelan dan berusaha bersikap tenang menghadapi Naura. Alga juga sadar ini memang salahnya, karena tidak seharusnya di tidur satu kasur dengan Mayu. Hanya saja Mayu juga sedang sakit, dan Alga tidak mungkin membiarkan Mayu tidur sendirian.


"Naura jaga omongan kamu ok dan Mayu tidak seperti yamg kamu tuduhkan. Kenapa kami bisa tidur di sini, itu karena Mayu sedang sakit. Kemarin dia tenggelam di kolam, tubuhnya sampai menggigil dan dia juga masuk angin parah. Makanya saya membawanya tidur di sini supaya bisa tidur dengan nyaman dan cepat sembuh." jelas Alga.


Tatapan kesal Naura, berubah melunak begitu mendengar penjelasan Alga. Dia kembali teringat atas apa yang sudah dilakukannya, tapi bukankah kata Lia tidak boleh ada yang tahu soal Mayu tenggelam, lalu kenapa Alga bisa tahu? Siapa gerangan yang sudah mengadukannya pada Alga? Naura benar-benar kesal, rencananya benar-benar gagal total.


"Mayu tenggelam Kak, kenapa dia bisa tenggelam, apa dia berenang malam-malam? Wajar sih namanya juga kampungan, pantang kalau lihat kolam renang bagus, pasti bawaannya pingin renang terus." ujar Naura pura-pura tidak tahu apa-apa dan sengaja menyindir Mayu supaya Alga tidak curiga padanya.


"Gue tidak sebodoh itu berenang malam-malam, Naura. Apalagi itu sudah tengah malam. Gue bisa tenggelam itu karena didorong oleh seseorang dan seseorang itu pasti lo, iya kan? Pasti lo atau teman lo kan, yang sudah dorong gue ke kolam, ngaku deh lo!" ujar Mayu yang sudah tidak tahan dan tanpa basa basi langsung menuduh Naura.


Naura melotot mendengar dan tubuhnya tidak bisa mengelak, gestur takut terlihat di sana. Bisa gawat kalau Alga sampai tahu kalau dia lah pelakunya. Begitu juga dengan Ira dan Yuli, mereka saling menatap dan menelan ludah gugup. Gawat kalau mereka sampai ketahuan lalu dihukum.


"Heh Mayu, jangan asal tuduh sembarangan ya lo! Lo tenggalam saja gue tidak tahu dan gue juga tidak ada di tempat kejadian ya? Fitnah itu lebih kejam dari pembunuhan Mayu!" ujar Naura membela diri.


"Bohong banget lo enggak tahu gue tenggelam. Ira jelas-jelas ada saat gue mengalami tenggelam kemarin. Dia bahkan ikut antar gue ke kamar Riana, hanya saja gue enggak tahu dia kapan perginya karena gue memang lagi lemah banget kemarin, dan sebagai teman yamg baik, gue yakin Ira pasti mengatakan apa yang gue alami pada lo." tuduh Mayu lagi.


Alga refleks menatap ke arah Naura juga Ira. Dia baru tahu kalau Ira tahu soal Mayu tenggelam.


Naura menelan ludah gugup, tapi bukan Naura namanya kalau mau ngaku begitu saja terutama depan Alga.


"Naura benar Mayu, gue tidak ada cerita apa-apa soal lo pada Naura, memangnya siapa lo sampai-sampai gue harus menceritakan soal lo pada Naura? Lo itu enggak penting banget tahu Mayu. Lagian lo itu harusnya berterima kasih pada gue, kalau bukan karena gue yang melihat lo duluan dan teriak minta tolong, lo pasti sudah membeku di dalam kolam sana. Baru tahu juga gue ternyata lo orangnya enggak tahu berterima kasih, nyesal gue menolong lo." ujar Ira membantu Naura. Ira juga tentunya tidak mau mereka sampai ketahuan.


"Gue bukan tidak tahu terima kasih dan asal tuduh, tapi apa yang lo lakukan itu cukup mencurigakan buat gue. Terlebih lagi gue juga sangat tahu seperti apa hubungan kita selama ini. Jadi sangat wajar bukan kalau gue menuduh kalian bertiga?" balas Mayu.


"Tentu tidak wajar Mayu. Gue tahu hubungan kita memang tidak baik, tapi bukan berarti gue tidak punya hati dan membiarkan lo mati dalam kolam renang itu! Gue tidak sejahat itu Mayu!" ujar Ira setenang mungkin supaya Mayu dan Alga yakin atas apa yang dikatakannya.


Mayu terdiam. Ada benarnya juga apa yang dikatakan Ira, dan tidak seharusnya dia asal tuduh saja tanpa ada bukti.


Sedangkan Naura diam-diam mengacung jempolnya pada Ira. Pintar ackting juga Ira, Mayu sampai kehabisan kata melawannya.


"Kenapa lo diam, apa lo sudah mulai sadar akan kesalahan lo? Gue ingatkan pada lo Mayu, kalau lo tidak bisa mengucapkan terima kasih, seenggaknya jangan fitnah orang sembarangan lagi. Jangan mentang-mentang lo pacarnya Kak Alga, lo jadi merasa paling hebat. Gue malah curiganya lo sendiri yang sengaja melompat ke kolam karena mau mencari perhatian, terutama perhatian dari kak Alga." ujar Ira lagi dan beralih memojokan Mayu.


"Nah kalau itu gue setuju itu Ra. Mayu ini kan luarnya doang sok polos dan sok baik, tapi dalamnya sangat busuk, dan dia benar-benar memanfaatkan kak Alga yang baik padanya." ujar Yuli ikut memojokkan Mayu.

__ADS_1


Mayu kembali melotot mendengarnya. Apa yang mereka katakan tidak benar sama sekali. Mayu bukan orang seperti itu.


"Gue enggak mung-"


"Mayu stop! kalian juga stop! Pusing saya mendengar perdebatan tidak jelas kalian. Ini masih pagi. Kalian sebaiknya pergi dari sini, Mayu juga bisa bereskan ini!" ujar Alga memotong ucapan Mayu.


Mayu menatap kesal Alga, bisa-bisanya Alga tidak membiarkan membela diri. Sementara itu Naura dan temannya langsung pergi dengan senyum kemenanangan dan tidak lupa memberi tatapan mengejek pada Mayu.


"Kak Alga menyebalkan, Mayu enggak mungkin mau mencari perhatian dengan cara yang bisa membahayakan nyawa Mayu sendiri Kak. Jangankan yang membahayakan nyawa, sakit sedikit saja Mayu sangat takut. Mayu takut sakit bukan karena Mayu malas minum obat, tapi karena Mayu sadar, Mayu ini siapa. Siapa yang akan mengurus nenek Iroh kalau Mayu sampai sakit? Kalian semua benar-benar menyebalkan, manusia tidak punya hati." kesal Mayu mengeluarkan uneg-unegnya.


Alga menarik nafas pelan.


"Mayu saya tahu kamu tidak mungkin melakukan itu, saya percaya pada kamu. Hanya saja perdebatan kalian memang harus dihentikan. Ini sudah pagi, dan sebentar lagi anak-anak yang lain akan bangun. Apa kamu mau mereka semua melihat kita dalam keadaan seperti ini? Kita memang tidak melakukan apa-apa, tapi tidak semua orang bisa percaya itu, mengingat mereka tahunya kita sepasang kekasih." jelas Alga.


Mayu refleks menatap Alga dan tanpa sadar tersenyum tipis. Ada benarnya juga kata Alga, dan ternyata niat Alga baik. Mayu tidak bisa mengelak kalau hatinya merasa senang mendengar perkataan Alga.


"Iya Kak, Mayu mengerti. Maaf Kak Alga." ujar Mayu melunak.


"Iya saya maafkan. Lagian kamu ini baru sembuh juga tapi sudah banyak bacot saja. Heran saya."


"Namanya juga pedagang sejati Kak, kalau enggak ngebacot enggak ya asik Kak. Kami itu bekerja lebih banyak pakai mulut Kak, otak nomor 2 saja." ujar Mayu apa adanya.


Alga hanya menggelengkan kepala pelan, susah menang dia kalau debat sama Mayu.


"Mayu!" panggil Alga.


"Iya Kak?"


"Apa kamu sudah benar-benar sembuh, kalau belum kamu lebih baik istirahat saja. Saya yang akan mengizinkan kamu." ujar Alga.


"Mayu sudah baikan kok Kak dan Mayu mau ikut kegiatan hari ini. By the way, terima kasih banyak ya Kak untuk bantuannya. Kak Alga benar-benar honey bunny sweety yang top markotop." ujar Mayu lebay sambil mengacungkan jempolnya.


"Enggak usah lebay!"

__ADS_1


"Hehe ...."


Alga diam-diam menatap Mayu, dia lega melihat Mayu yang sudah kembali ceria seperti biasanya.


__ADS_2