
Mayu menatap Alga dan Mayu bisa melihat ketulusan di sana.
Mayu menarik nafas pelan.
'Semoga jawabanku adalah yang terbaik ya Allah.' batin Mayu.
"Iya Kak, Mayu mau jadi pacar Kak Alga dan Mayu bersedia berjalan bersama Kak Alga, melewati jalan yang penuh liku hingga kita mencapai garis finish bersama nantinya." jawab Mayu mantap. Mayu tidak ingin membohongi kata hatinya kalau dia ingin bersama Alga dan dia tidak rela kalau harus kehilangan perhatian Alga.
Senyum di wajah Alga seketika mengembang. Senyum yang begitu tulus yang jarang sekali terlihat di wajah Alga.
Alga kembali membawa Mayu ke dalam pelukannya.
"Terima Mayu, terima kasih sudah mau menerimaku. Aku mencintai kamu Mayu." ujar Alga mengungkapkan cintanya dan langsung mengubah panggilannya jadi aku dan bukan lagi saya.
"Iya Kak," ujar Mayu dan ada kelegaan tersendiri di hatinya.
Alga melepas pelukannya dan menatap tersenyum pada Mayu.
Alga merapikan anak rambut Mayu yang mengenai wajah Mayu.
Deg deg deg
Jantung Mayu kembali berdebar dengan cepatnya. Tidak jauh berbeda dengan Alga.
"Kak Alga jangan tatap Mayu seperti itu!" ujar Mayu malu dan wajahnya terasa panas ditatap sedekat itu sama Alga.
"Kamu cantik Mayu, jadi pengin kiss, eh!" ujar Alga pura-pura terkejut. Alga sangat suka menatap Mayu sedekat ini dan hatinya benar-benar bahagia juga lega, akhirnya gadis yang dicintainya sudah resmi jadi miliknya.
"Kak Alga!" seru Mayu dan wajahnya berubah merah. Mayu benar-benar malu.
Alga lagi-lagi tersenyum melihat tingkah Mayu yang begitu menggemaskan.
"Cup,"
Alga yang sudah tidak tahan akhirnya mengecup kening Mayu.
"Kak Alga!" seru Mayu lagi semakin malu dan menutup wajahnya dengan tangannya. Wajah Mayu sudah seperti kepiting rebus dan terasa sangat panas. Hanya saja Mayu juga tidak bisa membohongi dirinya sendiri kalau dia suka dengan perlakuan Alga padanya.
__ADS_1
Senyum Alga semakin lebar lagi. Jika saja ini bukan di kampus Alga pasti akan mengecup Mayu lagi. Dia benar-benar gemas.
Jika Alga tersenyum lebar, beda halnya dengan Naura yang menatap mereka dari kejauhan. Naura menggenggam kuat ponselnya yang sedang merekam apa yang dilakukan Alga dan Mayu. Naura memang tidak mendengar jelas apa yang mereka katakan tapi dari ekspresi Alga dan Mayu itu jelas ekspresi jatuh cinta dan bukan putus cinta.
'Sialan kamu Mayu!' batin Naura kesal. Naura benar-benar tidak suka melihat pemandangan itu.
Sama halnya dengan Dira yang baru saja menerima dan melihat video yang dikirimkan Naura padanya.
"Kur*ng ajar kamu Mayu, berani-beraninya kamu mengabaikan perintah saya. Lihat saja Mayu saya tidak akan main-main atas apa yang saya katakan!" marah Dira. Dira kemudian mematikan cepat videonya dan menghubungi orang suruhannya.
Tut tut
"Hallo Nyonya," jawabnya.
"Kamu datangi pemilik kontrakan Mayu. Bilang padanya kalau kita ingin kontrak rumah itu jauh lebih mahal dari Mayu, bila perlu beli saja rumah kontrakan itu!" perintah Dira dengan wajah penuh amarah.
"Baik Nyonya," ujar orang suruhannya.
Tidak sampai setengah jam ponsel Dira berdering, telepon masuk dari orang suruhannya.
"Maaf sekali Nyonya. Pemilik kontrakan itu tidak ada niatan menjual kontrakannya berapa pun harganya, dan katanya pacarnya Mayu sudah membayar sewa kontrakan itu untuk 2 tahun ke depan. Sewa kontraknya juga tanda tangan di atas materai, jadi dia tidak mau ambil resiko walau kita mampu bayar sangat mahal sekali pun Nyonya." jelas orang suruhanya.
"ALGA!" seru Dira dan tanpa sadar teriak menyebut nama anaknya. Dia sangat kesal, kenapa anaknya bisa seroyal itu pada gadis kampungan itu.
Dira tidak bisa diam saja. Setelah ini dia harus bicara dengan Alga.
Dira tidak tahu saja, setelah Alga tahu apa yang dilakukannya pada Mayu, Alga langsung gerak cepat menyelamatkan rumah kontrakan Mayu karena Alga yakin, tujuan maminya selanjutnya pasti rumah kontrakan itu. Alga juga sebenarnya ingin beli tapi alasan pemilik kontrakan tetap sama, kontrakannya tidak dijual, karena itulah Alga memilih bayar sewa kontrakan 2 tahun ke depan dan membuat perjanjian sewa kontrak. Jadi maminya tidak akan bisa menyentuh rumah kontrakan Mayu.
***
"Kak Alga, Mayu pamit pulang dulu." ujar Mayu sambil mengulurkan tangannya pada Alga.
Setelah resmi jadian dengan Alga. Mayu jadi wajib lapor kalau kalau dia mau pulang atau pergi kemana pun itu.
Alga menyambut dengan senang hati uluran tangan Mayu. Alga senang-senang saja Mayu salim padanya.
"Iya Ay, kamu hati-hati ya Ay, dan kabari aku kalau kamu sudah sampai rumah atau kemana pun itu." ujar Alga dan kembali mengubah panggilannya pada Mayu.
__ADS_1
"Kak Alga apaan sih?" ujar Mayu tersenyum malu, sedangkan Rangga yang duduk di samping Alga langsung cie cie in mereka.
Alga juga ikut tersenyum. Walau hanya hal sederhana tapi hati Alga terasa hangat dan bahagia, apalagi saat melihat senyum di wajah Mayu, Alga sangat menyukainya dan Alga ingin terus melihat senyum itu.
"Kak Rangga dan semuanya, Mayu duluan." ujar Mayu kemudian pergi meninggalkan ruangan bem.
"Iya Ayang, hati-hati di jalan Ayang!" goda Rangga dan Alga langsung memberikan tatapan tajamnya.
"Haha ...." Rangga tertawa ngakak dan tidak perduli sama sekali dengan pelototan Alga. Rangga senang dengan keputusan Alga yang akhirnya mengungkapkan rasa cintanya pada Mayu. Harusnya dari awal saja begitu, jadi Alga tidak perlu galau lama-lama.
Sementara itu Lia yang duduk tidak jauh dari Alga tampak menahan rasa kesalnya. Padahal selama ini di sudah senang karena tidak pernah lagi melihat Mayu datang ke ruangan bem, eh sekali datang langsung panggil ayang-ayangan. Panggilannya benar-benar alay, dan Lia yakin Alga jadi alay begitu pasti karena pengaruh Mayu.
"Jangan ketawa saja lo Rangga! Cepat kerjakan yang gue suruh!" seru Alga.
"Iya Ayang," ujar Rangga santai dan kembali fokus pada layar laptopnya.
Alga hanya memberi tatapan tajamnya dan ikut melakukan hal yang sama. Alga dan teman-temannya sedang sibuk membuat program pertandingan olahraga antar jurusan, karena itu waktunya cukup tersita di sela-sela kegiatan belajarnya.
***
"Alga tunggu, Mami ingin bicara!" seru Dira begitu Alga menginjakkan kaki di rumah mewahnya.
Alga menatap maminya dan menuruti apa kata maminya.
"Ada apa Mi?" tanya Alga santai seolah tidak terjadi apa-apa. Alga memilih duduk di sofa depan maminya.
"Ada apa kamu bilang? Maksud kamu apa membayari uang kontrakan Mayu selama 2 tahun hah? Ingat Alga, Mayu itu hanya pacar kamu dan bukan istri kamu. Satu lagi, uang yang kamu pakai itu adalah uang Mami dan papi, Mami benar-benar tidak ikhlas, uang kami, kamu gunakan untuk memenuhi kebutuhan gadis gembel itu." marah Dira dan langsung to the poin.
Alga tetap menatap santai maminya dan menarik nafas pelan.
"Alga sangat tahu Mi tidak seharunya Alga membayari kontrakan Mayu dan itu tanpa sepengetahuan Mayu, tapi Alga terpaksa melakukan itu semua karena Mami. Apa maksud mami membayar semua pelanggan Mayu supaya tidak lagi belanja pada Mayu, begitu juga dengan lapak tempat jual Mayu. Gara-gara Mami, Mayu diusir dari tempat itu. Perbuatan Mami sangat jahat tahu enggak Mi." balas Alga.
"Oh jadi kamu sudah tahu kalau Mami yang melakukan semua itu? Apa gadis gembel itu yang mengatakannya pada kamu? Memang dasar gadis miskin sukanya main ngadu saja." ujar Dira tidak mau kalah.
"Mami salah kalau Mami berpikir Mayu yang mengatakannya pada Alga. Mayu tidak pernah sekali pun mengadu pada Alga, Mi. Mayu bukan gadis seperti itu. Alga bisa tahu karena Alga sendiri yang mencari tahunya dan asal Mami tahu ya, sebenarnya hubungan Alga dan Mayu itu sebelumnya tidaklah seperti yang Mami pikirkan. Kami hanya pura-pura pacaran. Bahkan sampai jam 10 hari ini hubungan kami hanya pura-pura. Alga memang sudah lama suka padanya, tapi Alga berusaha menahannya dan membuang jauh-jauh perasaan Alga, karena Alga sadar perbedaan kami sangat jauh. Hanya saja karena ulah Mami waktu itu yang ingin bertemu dengan Mayu, Alga terpaksa bertemu lebih sering lagi dengan Mayu. Dari situ perasaan Alga semakin besar lagi padanya tapi Alga masih tetap bertahan menahan perasaan Alga. Hingga akhirnya Mami berbuat sesuatu yang membuat Mayu sampai menangis, dari situ Alga sudah tidak bisa bertahan lagi Mi. Alga ingin melindungi Mayu secara terang-terangan dan Alga mau membuat Mayu tersenyum, bukan lagi menangis seperti apa yang Mami lakukan. Jadi Mami jangan salahkan Alga kalau Alga akan merusak semua rencana Mami yang ingin membuat Mayu menderita." jelas Alga.
Dira melotot mendengarnya. Dia tidak menyangka kalau dia sudah melakukan kesalahan fatal. Andai saja dia tidak minta bertemu Mayu waktu itu, maka semuanya tidak akan seperti ini jadinya.
__ADS_1