Kekasih Bayaran Tuan Muda

Kekasih Bayaran Tuan Muda
Persiapan Launching Maga Wear


__ADS_3

Hari demi hari berlalu Mayu dan teman-temannya semakin disibukkan dengan persiapan launching Maga Wear. Mayu benar-benar tidak menyangka kalau produk Maga Wear akan mereka kerjakan seserius ini. Mulai dari pemilihan bahan sampai ke pemasaran semuanya dikerjakan dengan begitu serius.


Mayu kadang masih suka tidak menyangka kalau dia akhirnya bisa punya brand pakaian dalam sendiri. Mayu memang sudah pernah menghayalkan itu sebelumnya, hanya saja dia tidak menyangka kalau itu semua bisa terjadi secepat ini.


Apa lagi saat melihat setokan Maga Wear yang sudah menggunung memenuhi lantai 1 dan 3 rumahnya, Mayu kadang masih suka terharu kalau melihat itu. Meski Mayu juga tidak bisa membohongi dirinya sendiri kalau ada perasaan khawatir di hatinya, takutnya Maga Wear tidak laku di pasaran.


Mayu bukan takut rugi, karena Mayu sudah cukup kebal dalam dunia perdagangan dan untung rugi itu soal biasa saja baginya. Hanya saja Mayu tidak ingin teman-temannya kecewa terutama Rangga dan Yudha, karena Rangga dan Yudha lah yang paling bekerja keras. Kadang mereka pulang sampai jam 12 malam demi Maga Wear. Enggak kebayang Mayu gimana kecewanya mereka kalau sampai hasinya tidak sesuai dengan yang mereka harapkan.


"Mayu! Hei Mayu! Kamu ngapain di situ? Bertapa kamu!" ujar Rangga sambil sambil meletakkan dus berisi Maga Wear.


Mayu seketika menoleh kemudian tersenyum tipis.


"Enggak kok Kak, Mayu hanya sedang memeriksa setokan kita saja. Kira-kira ini habisnya berapa minggu ya Kak?" ujar Mayu.


"Enggak akan sampai berminggu-minggu Mayu. Saya yakin hanya dalam hitungan hari, pasti akan habis itu semua. Kamu enggak perlu khawatir kalau masalah itu, dan kalau pun nanti tidak habis, ya kita jual lagi sampai habis hehe ...." ujar Rangga dengan santainya.


"Kak Rangga gimana sih, sebelumnya bilang yakin tapi akhirnya malah jadi ragu." protes Mayu.


"Saya tidak ragu Mayu, saya masih sangat yakin kalau Maga Wear ini pasti akan terjual habis dalam waktu dekat." ujarnya mantap.


"Misalnya enggak habis terjual dalam waktu dekat, Kak Rangga bakal kecewa enggak?" tanya Mayu.


"Ya kalau kecewa sih pasti ada, namanya kita sudah berjuang mati-matian dan hasilnya tidak sesuai harapan, bohong kalau saya bilang tidak kecewa. Hanya saja saya pribadi tidak akan berlarut-larut dalam rasa kecewa itu, saya akan lebih bekerja keras lagi. Selama masih ada jalan saya akan terus berusaha dan saya percaya usaha maksimal kita, tidak akan menghianati hasil. Kalau kamu sendiri gimana?" jelas Rangga.


Ada kelegaan tersendiri di hati Mayu setelah mendengar penjelasan Rangga. Rangga ternyata sosok yang kuat dan tidak gampang patah semangat. Mayu jadi tidak perlu terlalu menghkawatirkannya.


"Mayu sendiri udah biasa kecewa di dunia dagang sih Kak, jadi Mayu sudah kebal hehe ... Dan Mayu juga sama dengan Kak Rangga, Mayu tidak akan menyerah begitu saja, selama masih ada kesempatan, Mayu akan terus berjuang sekuat tenaga Mayu."


"Mantaplah kalau begitu. Tos dulu dong kita!" ujar Rangga kemudian mengangkat tanganya.


Mayu menyambut dengan senang hati tos Rangga.


"Semangat untuk kita Kak!" ujar Mayu mantap.


"Ya, semangat!" balas Rangga dan mereka sama-sama tersenyum.


"Ah iya May, sepanduknya sudah selesai dipasang, sebaiknya kamu priksa dulu. Sekalian yang lainnya juga kamu periksa dulu, takutnya masih ada yang kurang. Kita harus mempersiapkan semuanya sebaik mungkin sebelum acara launching besok." ujar Rangga.


"Iya Kak, kalau begitu Mayu turun dulu."


"Iya May."


Mayu melangkahkan kakinya perlahan menuruni anak tangga, dan seperti biasanya dia akan menyapa ramah para pekerja yang dilewatinya dan tak lupa juga mengucapkan kata semangatnya.

__ADS_1


Mayu berhenti tepat di depan rumahnya. Mayu menoleh ke atas. Mayu refleks tersenyum begitu melihat sepanduk besar itu. Tulisan Maga Wear terpampang besar di sana dan itu langkap dengan fotonya juga foto Alga. Mereka jadi terlihat seperti pasangan caleg saja.


"Mayu, apa sudah ok?" tanya Yudha dari lantai 2.


"Ok banget Kak. Sepanduknya keren." ujar Mayu mengacungkan jempolnya.


"Tentu saja, pilihan saya tidak akan pernah salah." ujar Yudha dengan percaya dirinya.


"Mulai lagi deh narsisnya. Ya sudah Mayu masuk dulu ya Kak."


Gantian Yudha yang mengacungkan jempolnya.


Mayu sengaja masuk dari bagian toko pakaian dalam Maga Wear. Mayu ingin memeriksanya kembali. Begitu masuk langsung muncul tulisan selamat datang di toko Maga Wear. Ada juga foto besar Alga dan Mayu yang terlihat hot di bagian kiri dan kanannya, serta sudah dipasang pita juga.


Hari ini toko Maga Wear memang sengaja mereka tutup. Mereka mau fokus untuk persiapan launcing Maga Wear.


Mayu menoleh ke sisi kanannya.


Mayu seketika tersenyum begitu melihat Maga Wear sudah terpajang rapi di sana. Mulai dari kolor dan bh semuanya sudah lengkap dan ada banyak pilihan model, warna serta ukuran. Pajangannya juga terlihat lebih menarik, karena mereka tidak hanya asal pajang, tapi untuk warna diatur semenarik mungkin dan ukurannya juga berurutan, mulai dari ukuran paling kecil sampai ukuran paling besar.


Mayu kembali melanjutkan langkahnya dan kali ini Mayu berhenti tepat di depan patung manekin cowok dan cewek yang sudah dipakaikan Maga Wear. Mayu kembali tersenyum tipis, patung manekin itu jadi terlihat lebih hot saat memakai Maga Wear.


Sebelum melangkah masuk rumah, Mayu kembali menatap sekeliling tokonya. Semuanya sudah pas dan tidak ada lagi yang kurang.


'Terima kasih juga Dad, sudah mewujudkan impian Mayu. Doakan Mayu ya Dad semoga besok acaranya berjalan sesuai dengan yang kita harapkan. Walau daddy tidak bisa datang tapi Mayu yakin daddy pasti memperhatikan Mayu dari kejauhan. I miss you and i love you Dad.' batin Mayu lagi dan seakan ada ikatan batin diantara mereka, Mayu seketika tersadar dari pikirkannya begitu mendengar ponselnya berbunyi.


Mayu kemudian merogoh sakunya kemudian mengambil poselnya.


Mayu tampak antusias begitu melihat ada pesan masuk dari nomor baru. Jika orang lain suka was-was jika telepon atau pesan dari nomor baru, maka Mayu kebalikannya karena seringnya nomor baru yang menghubunginya adalah daddynya.


[Assalalamualaikum Mayu, ini Daddy. Daddy sudah dengar dari Alga kalau besok Maga Wear akan launching. Selamat ya Mayu, Daddy sangat bangga pada kamu. Daddy doakan semoga acaranya berjalan lancar dan Maga Wear sukses dipasaran dan maafkan Daddy kalau Daddy tidak bisa membantu melariskan dagangan kamu. Bukan Daddy tidak mau, tapi keadaan Daddy yang tidak mendukung, dan sebagai permintaan maaf Daddy, Daddy akan kirimkan bunga serta makan siang untuk kamu dan tim kamu. Semangat Mayu. Sukses Mayu. I love you Mayu.]


Air mata Mayu tanpa sadar terjatuh begitu membaca pesan dari daddynya. Mayu benar-benar merasa terharu.


"Terima kasih banyak Dad dan Mayu janji akan selalu semangat Dad. I love you so much Dad." monolog Mayu.


Lain Mayu lain juga dengan Sindi orang terdekat David yang lain.


Sindi tampak berbinar bahagia begitu dia mendapatkan kiriman bunga dari suaminya. Ini benar-benar momen langka. Biasanya mana pernah David mengirimkan bunga untuknya atas inisiatif David sendiri. Selalu Sindi yang mengingatkan juga memaksanya. Apa ini berarti David sudah mencintainya sepenuhnya?


Sindi tanpa sadar tersenyum lebar begitu dia memikirkan akan hal itu. Sindi juga sangat mencintai suaminya.


"Senyum-senyum saja kamu Sin, dapat kiriman bunga dari siapa?" tanya Dira yang kebetulan berkunjung ke rumahnya.

__ADS_1


"Ini Mbak dari David." ujar Sindi dan masih ada senyum di wajahnya.


Alis Dira seketika terangkat dan menatap tidak percaya pada Sindi.


"Seriusan itu kiriman bunga dari David?"


"Serius Mbak. Lihat ini ada nama David tertulis jelas di sini. Lagian David mamang banyak berubah akhir-akhir ini. Dia bahkan sudah 2 kali memberikanku perhiasan atas inisiatifnya sendiri." ujar Sindi lagi.


Dira terlihat tidak senang mendengarnya dan itu bukan karena dia sirik tapi karena dia ada rasa curiga. Biasanya laki-laki itu suka tiba-tiba bersikap romantis atau lain dari biasanya karena sedang menyembunyikan sesuatu dan kemungkinan besar itu adalah perempuan. Dira yakin itu dan dira bisa seyakin itu karena sudah pernah mengalaminya.


"Sin sebentar deh, ini bukan maksud Mbak menuduh David, tapi melihat perubahan sikap David, itu mengingatkan Mbak pada mas Pratama. Dulu mas Pratama juga suka tiba-tiba mengirimkan mbak bunga, dia juga suka memberikan Mbak paket liburan ke luar negeri. Eh enggak tahunya dia memang sengaja melakukan itu supaya Mbak tidak curiga dan dia juga punya waktu lebih banyak dengan selingkuhannya. Untung Mbak cepat curiga, hingga diam-diam menyuruh seseorang untuk mengikutinya. Kecurigaan Mbak akhirnya terbukti dan Mbak akhirnya menangkap basah mereka di sebuah hotel." ujar Dira.


"Benar juga ya Mbak, tapi David kayaknya enggak mungkin selingkuh deh Mbak. Dia kemana-mana selalu ditemani bodyguard kepercayaanku. Ponselnya juga selalu aku periksa begitu juga dengan pengeluaran kartu kreditnya. Sampai sejauh ini tetap aman dan tidak ada yang mencurigakan. Lagian kalau David mau selingkuh juga pasti mikir-mikir lah Mbak, semua aset atas namaku. Jika kami pisah, dia akan jatuh miskin. David mana bisa hidup miskin." balas Sindi.


"Iya aku tahu itu Sindi, tapi alangkah lebih baiknya kalau kamu berjaga-jaga bukan? Ingat Sindi sepintar-pintarnya kita, suami kita itu jauh lebih pintar dari kita. Kalau mereka tidak pintar, mereka tidak akan bisa membuat bisnis sebesar itu."


"Iya Mbak, aku mengerti."


"Bagus. Ah iya dimana Naura?"


"Mbak ada apa mencarinya?"


"Adalah, panggilkan Naura sebentar Sindi!"


"Baik Mbak." ujar Sindi kemudian masuk rumahnya.


Tidak lama kemudian Sindi datang bersama dengan Naura dan masih dengan muka bantanya. Selama libur semester kerjaan Naura hanya liburan bersama teman-temannya dan selebihnya malas-malasan di rumah.


"Selamat sore Tante, kenapa?" tanya Naura kemudian duduk di kursi sebelah Dira.


"Iya sore juga, pasti baru bangun ini." ujar Dira sambil merapikan rambut panjang Naura yang berantakan.


"Iya Tante, Naura baru sampai rumah tadi pagi dan Naura capek beget." jawab Naura.


"Iya tante tahu. Gimana liburan kamu seru?"


"Seru banget Tante, Naura benar-benar betah liburan di luar negeri. Kapan-kapan kita liburan bersama ke luar negeri ya Tante."


"Iya Naura, Tante juga rindu liburan ke luar negeri, tapi karena Tante sedang sibuk mempersiapkan acara pernikahan Vivi, Tante jadi tidak bisa ikut dengan kamu. Ah Iya Naura sebenarnya Tante ada tugas untuk kamu." ujar Dira teringat dengan tujuannya datang ke rumah Sindi.


"Apa itu Tante?"


"Ini soal Mayu, apa kamu sudah mendengar kalau besok dia mau launching Maga Wear?"

__ADS_1


"Maga Wear? Apa itu Tante?"


__ADS_2