
"Kak Alga!" sapa Mayu ceria begitu Alga keluar dari ruang BEM.
"Eh Ay, kamu belum pulang?" ujar Alga.
Biasanya Mayu begitu selesai jam kuliah akan langsung pergi tapi ini tumbenan Mayu masih bertahan di kampus. Padahal setahu Alga, Mayu hanya satu mata kuliah hari ini dan itu sudah selesai dari 2 jam yang lalu.
"Mayu tadi sudah pulang sebentar Kak, dan balik lagi ke kampus. Mayu mau pergi ke suatu tempat. Apa Kak Alga sibuk? Kak Alga mau menemani Mayu?" tanya Mayu.
Mayu ingin menceritakan tentang ayah kandungnya pada Alga. Mayu tidak mau Alga jadi salah paham soal papa kandungnya.
"Tentu saja aku tidak sibuk Sayang dan aku pasti mau menemani kamu kemana pun itu. Apa sih yang enggak buat kamu?" ujar Alga manis membuat Mayu seketika tersenyum malu.
"Apaan sih Kak Alga?" ujar Mayu.
Jantungnya langsung berdebar cepat karena Alga.
Alga juga ikut tersenyum dan mengacak gemas rambut Mayu.
"Ya sudah Kak, ayo kita pergi, mumpung belum sore!"
"Iya Ay," ujar Alga dan kembali menoleh ke dalam ruang Bem.
"Rangga, Yudha, gue pulang sama Mayu." ujar Alga pamit pada temannya.
"Iya hati-hati kalian dan jangan terlalu mesra saat di jalan! Kasihan orang jomblo di sekitar kalian." ujar Rangga.
"Siap!" ujar Alga sambil mengacungkan jempolnya, sedangkan Mayu hanya tersenyum dan menggelengkan kepalanya.
Mayu refleks menoleh saat Alga meraih tangannya dan menggenggamnya.
"Kak! Ini kampus." ujar Mayu mengingatkan.
"Kenapa memangnya kalau ini kampus? Kita hanya berpegangan tangan Ay, bukan melakukan hal m*sum dan sebagainya. Santai saja!" ujar Alga cuek dan tetap melanjutkan langkahnya.
"Baiklah tuan Muda." ujar Mayu memilih mengalah.
Alga tersenyum
"Gitu dong nurut, kan jadi makin sayang sama Neng Mayu." ujar Alga menoleh pada Mayu dan tidak lupa mengedipkan matanya, membuat Mayu lagi-lagi salah tingkah.
"Kak Alga!" protes Mayu. Makin ke sini ini pacar gantengnya makin pintar saja ngegombalnya.
__ADS_1
"Haha ...." Alga tertawa senang melihat wajah salah tingkah kekasihnya. Alga jadi makin gemas saja dibuatnya. Sayangnya ini di kampus kalau tidak pasti habis itu pipi Mayu.
"Kak, hari ini Kak Alga saja ya yang bawa motornya." ujar Mayu sambil memberikan kunci motornya.
"Ok Ay, tidak masalah." ujar Alga dengan senang hati. Alga juga lebih suka dia yang bawa motornya.
"Kak kita ke kafe Mutiara ya!" ujar Mayu lagi sambil memakai helmnya.
Alga yang hendak naik motor seketika menoleh.
"Ke kafe Sayang?" tanya Alga seakan tidak percaya. Ini tumbenan lagi Mayu ngajak ke kafe.
Alga tahu seperti apa Mayu, dan Mayu sudah pasti merasa rugi kalau harus nongkrong di kafe. Dan Alga juga tidak mungkin membayar makanan mereka. Dia benar-benar harus berhemat. Apalagi pagi tadi maminya sudah memperingatkan Rangga dan Yudha supaya tidak lagi memberikan uang padanya. Sementara uang di kantong Alga tinggal sejuta. Alga tidak tahu, dia bisa bertahan sampai kapan dengan uang itu. Hidupnya benar-benar susah sekarang, tapi dia tidak akan menyerah dan dia juga tidak akan menunjukkannya pada Mayu.
"Iya Kak kafe. Udah lama sekali Mayu mau nongkrong di kafe, dan katanya kafe Mutiara cocok untuk anak muda. Sesekali enggak apa-apa lah ya Kak kita nongkrong di sana. Hari ini, Mayu ingin merasakan jadi mahasiswa yang sesungguhnya Kak. Bisa nongkrong santai setelah pulang kuliah." ujar Mayu apa adanya.
Alga menatap kekasihnya dengan pandangan sedih. Kasihan memang Mayu, yang notabennya seorang mahasiswi tapi tidak pernah melakukan sesuatu yang jadi kebiasaan para mahasiswa dan mahasiswa. Mayu tahunya hanya cari uang dan uang setelah pulang kuliah.
"Iya Ay, aku mengerti keinginan kamu, tapi kafe itu tergolong untuk anak-anak kelas menengah ke atas Ay. Paling tidak kita pasti habis 50 ribu kalau nongkrong di sana, itu juga kalau pesan minum saja. Jujur saja Ay, aku memang ada uang tapi aku harus berhemat dan aku yakin kamu juga pastinya punya uang, tapi kan kamu yang selalu bilang padaku kalau kamu harus berhemat." jelas Alga yang tidak ingin mematahkan semangat kekasihnya.
Mayu tersenyum menatap Alga.
"Iya Kak Alga, Mayu tahu itu, tapi spesial untuk hari ini, Mayu mau traktir Kak Alga, makanya Mayu mau kita makan di tempat yang spesial. Mayu habis dapat rejeki Kak. Mayu juga sudah merencanakan mau meneraktir Nenek, dan sekarang adalah giliran Kak Alga." ujar Mayu dengan wajah cerianya.
"Kak Alga mentang-mentang mau diteraktir baru bilang Mayu cantik, kalau begitu Mayu mau ditraktir setiap hari ah, biar dipanggil cantik setiap hari." ujar Mayu.
Alga lagi-lagi tersenyum bisa saja ini kekasihnya.
"Jangan Ay, aku tidak mau kamu bangkrut gara-gara aku. Cukup aku saja yang bangkrut gara-gara kamu." canda Alga.
"Kak Alga bisa saja," ujar Mayu dan mereka sama-sama tersenyum.
***
"Loh Nau, bukankah itu yang baru masuk Kak Alga dan Mayu?" ujar Ira begitu melihat Alga dan Mayu.
Naura dan Yuli menoleh.
"Iya benar, itu Kak Alga dan Mayu. Bukankah Kak Alga sedang dihukum dan hukumannya semakin berat? Lalu dapat uang dari mana mereka makan di kafe?" ujar Naura bertanya-tanya.
"Mungkin Mereka hanya sekedar nongkrong dan beli minum saja Nau. Kalau hanya beli minum paling seberapa. Apa lagi kalau minumannya hanya air mineral." ujar Yuli.
__ADS_1
"Sepertinya begitu, mungkin itu cara Mayu buat menghibur kak Alga. Kalau beli makanan jelas tak sangguplah mereka. Mayu kan hanya pedagang kolor dan bh. Bisa-bisa gara-gara makan di kafe, dia harus puasa selama seminggu." ujar Ira menatap ke Mayu dengan pandangan mengejek.
"Pastinya begitu." ujar Yuli sambil mengajak tos Ira dan Ira menyambutnya dengan senang hati.
Naura hanya diam dan memperhatikan mereka. Naura benar-benar kesal saat Alga yang tidak pernah sedetik pun melepaskan tangan Mayu dari genggamannya. Terlebih saat Alga merapikan anak rambut Mayu dan menatap mesra pada Mayu. Ingin rasanya Naura menarik kuat Mayu dan melemparnya ke planet lain.
'Apa menariknya sih itu Mayu? Cantikan juga aku kemana-mana.' batin Naura merasa kesal.
"Ah iya Nau, gue ada ide, gimana kalau kita pesan makanan yang banyak terus kita berikan pada Kak Alga, dengan catatan Mayu tidak boleh ikut makan memakannya." ujar Ira.
"Percuma Ira, yang ada gue yang akan rugi besar. Lo kayak enggak tahu Mayu saja, dia kan muka tembok, yang ada nanti makanannya Mayu yang habiskan bukan kak Alga." ujar Naura.
"Benar juga. Eh tapi tunggu deh. Mereka pesan minumnya jus dan ada es krim juga. Makanannya juga banyak itu. Berarti mereka punya banyak uang dong? Dapat uang dari mana mereka? Jangan-jangan kak Alga menjual salah satu barang berharganya lagi? Barang-barang Kak Alga kan harganya mahal semua." ujar Ira lagi saat melihat 3 orang pelayan kafe meletakkan pesanan mereka.
"Setuju gue. Lo harus laporkan itu pada tante Dira, Nau!" ujar Yuli.
Naura mengangguk.
"Iya rencana gue juga begitu. Ini tidak bisa dibiarkan ini. Kak Alga tidak boleh jadi orang jahat karena pengaruh ceweknya yang tidak tahu diri itu. Bisa-bisanya dia menyuruh Kak Alga jual barangnya, demi mereka bisa makan di kafe mahal." ujar Naura kemudian mengambil ponselnya dan mengambil video Alga dan Mayu.
Sementara itu Alga masih tidak percaya dengan makanan yang dipesan oleh Mayu. Alga yakin Mayu memang bisa menghabiskan semua makanan ini, tapi kan sayang uangnya. Alga hitung harga makanan dan minuman mereka bisa mencapai 200 ribu dan itu sudah cukup buat biaya makan Mayu dan neneknya selama 4 hari.
"Kak Alga kenapa bengong saja? Ayo makan, itu es krimnya keburu cair loh!" ujar Mayu sambil makan es krimnya dengan nikmat. Akhirnya dia bisa merasaknan nongkrong di kafe sambil makan es krim. Mayu akan jadikan ini sebagai salah satu kenangan indah dalam hidupnya yang bisa dia ceritakan pada anak dan cucunya nanti. Kalau dia juga pernah merasakan jadi mahasiswa yang sesungguhnya.
"Iya Ay, tapi ini apa kamu tidak sayang beli makanan sebanyak ini Ay. Harga di kafe ini sama yang di pinggir jalan lebih 2 kali lipat loh Ay, dan ada pajaknya lagi." ujar Alga meniru apa yang sering Mayu katakan padanya.
"Tidak apa-apa Kak sesekali ini. Anggap saja ini sebagai bentuk terima kasih kita buat diri sendiri. Bukankah makan di kafe ini rasanya sangat nyaman? Mayu sangat suka suasana ini Kak. Apa lagi ditemani oleh honey bunny sweety. Lengkap banget kebahagiaan Mayu hari ini." ujar Mayu dengan wajah senangnya membuat Alga juga ikut tersenyum.
"Bisa saja kamu Ay. Baiklah aku juga akan menikmatinya seperti apa yang kamu lakukan." ujar Alga.
"Nah gitu dong. Kita harus menikmati momen manis ini sebaik-baiknya Kak. Jarang-jarang kita bisa pacaran seperti orang normal, biasanya jualan sambil jualan kolor dan bh terus." ujar Mayu lagi membuat Alga lagi-lagi tersenyum.
"Benar juga, dari pada pacarannya berdesak-desakan di tanah abang, tentu ini jauh lebih menyenangkan." tambah Alga.
"Nah itu dia," ujar Mayu dan mereka kembali sama-sama tersenyum.
"Tapi aku penasaran Ay, kamu dapat rejeki dari mana? Apa tiba-tiba ada yang borong jualan kamu?" tanya Alga penasaran.
Mayu menatap Alga dan menggelengkan kepalanya, ini saatnya dia cerita pada Alga.
"Bukan Kak, aku habis bertemu dengan papa kandungku dan dia yang memberikan uang lumayan banyak padaku dan jumblahnya lebih dari seratus juta." ujar Mayu apa adanya.
__ADS_1
Alga yang hendak makan es krim tidak jadi dan refleks menatap Mayu.
"Papa kandung kamu Ay?"