Kekasih Bayaran Tuan Muda

Kekasih Bayaran Tuan Muda
Alga Jadi Miskin


__ADS_3

"Ok Alga, Mami mengaku salah, Mami tidak akan mengganggu Mayu lagi dan kamu juga harus menjaga jarak dengan Mayu lagi!" ujar Dira membuat penawaran.


Alga menggelengkan kepalanya.


"Sudah terlambat Mi. Hari ini Alga sudah mengatakan cinta pada Mayu dan Mayu juga sudah menerimanya. Hari ini kami resmi jadian Mi dan Alga sangat bahagia Mi. Terima kasih Mi, berkat Mami, Alga akhirnya bisa bersatu dengan gadis yang sangat Alga cintai." ujar Alga dengan wajah bahagianya.


"Tidak bisa begitu Alga, kamu tidak boleh pacaran dengan gadis gembel itu Alga. Dia benar-benar tidak pantas untuk kamu Alga!" seru Dira.


"Iya tidak pantas menurut Mami tapi sangat pantas menurut Alga, dan Alga merasa sangat beruntung bisa memilikinya." ujar Alga tidak mau kalah.


"Beruntung dari mananya? Kamu itu jangan jadi bodoh Alga. Pokoknya kamu harus segera putus dengannya, tinggalkan dia Alga! Mami benar-benar tidak menyukainya." ujar Dira emosi.


"Sayangnya Alga sangat menyukainya dan akan melakukan apa pun demi dia." ujar Alga bersikukuh.


"Alga! Tidak bisa begitu Alga, tinggalkan dia Alga!" ujar Dira semakin emosi.


"Tidak akan Mi, percuma Mami mau teriak sampai suara Mami habis. Alga sudah maju dan sampai kapan pun Alga tidak akan mundur lagi." ujar Alga mantap.


Dira menatap kesal anaknya.


"Ok kalau itu mau kamu. Sekarang kamu berikan pada Mami semua kartu kredit, atm dan kunci mobil kamu, biar kamu jadi gembel sekalian sama seperti si gembel itu. Mami benar-benar tidak sudi uang Mami atau suami Mami kamu gunakan untuk gadis tidak tahu diri itu." ujar Dira menatap kesal anaknya dan menengadahkan tangannya.


"Tidak masalah kalau Mami minta semuanya, tapi ingat ya Mi, jangan coba-coba Mami ganggu Mayu jualan lagi. Jika Mami masih melakukannya, aku nikahi Mayu saat itu juga dan pergi meninggalkan Mami dan Papi. Ini aku tidak main-main Mi." balas Alga.


"Tidak masalah juga, lagian Mami sangat yakin si gembel itu tidak akan mau sama kamu saat kamu tidak memiliki apa-apa, dia kan cintanya hanya sama uang kamu saja. Mami sangat paham gadis seperti itu. Mereka hanyalah pecinta uang dan uang." ujar Dira dengan percaya dirinya dan seakan berkata pada dirinya sendiri.


"Terserah Mami mau menuduh Mayu seperti apa, yang jelas Alga yabg sangat tahu dia seperti apa." ujar Alga sambil menyerahkan kartu kredit, atm dan kunci mobilnya pada Dira.


***


"Gue sudah jadi miskin Ngga, dan menurut lo apa yang gue lakukan saat ini apakah sudah benar atau justru malah salah besar?" tanya Alga pada Rangga.


Inilah alasan kenapa dulu Alga menahan perasaannya pada Mayu. Alga sudah bisa menebak akan hal ini, karena itu juga dia waktu itu berharapnya bertemu Mayu saat mereka sudah dewasa dan sama-sama kerja. Jadi saat Dira minta semuanya dari dia, dia sudah punya penghasilan sendiri.


Rangga menatap kasihan pada tuan mudanya.

__ADS_1


"Kalau menurut gue, selama lo merasa senang dan nyaman, tentu saja apa yang lo lakukan sudah benar. Gue juga pasti akan selalu mendukung, dan gue sangat bersedia berbagi jajan dan kendaraan dengan lo." ujar Rangga.


"Jajan lo kan tidak seberapa Ngga, ditambah lagi mulai bulan besok, gue tidak mungkin lagi transfer gaji untuk lo."


"Tenang saja, gue masih punya uang tabungan, kalau kita sama-sama berhemat, untuk 6 bulan ke depan masih cukup lah itu, tapi nanti kalau lo sudah kembali kaya lagi, lo ganti 2 kali lipat, ok!" ujar Rangga sambil mengacungkan jempolnya dan menaikturunkan alisnya.


Alga tersenyum.


"Dasar lo, kalau masalah uang enggak pernah mau rugi. Tenang saja kalau gue sudah jadi CEO, mau lo minta gue ganti 10 kali lipat pun tidak masalah." ujar Alga.


"Benaran ya Al. Eh tapi kalau lo masih bertahan sama Mayu, apa lo masih bisa jadi CEO utama pratama group? Nyonya Dira kan kadang kelakuannya suka melewati batas dan tidak terduga Al, lo masih ingat dengan apa yang dialami Mbak Vivi(Kakak kandung Alga) setahun lalu, dia juga pernah dihukum, sama seperti lo, hanya karena dia pacaran dengan karyawan biasa. Dia dipecat dari perusahaan Pratama group, padahal posisinya sudah manager saat itu. Sampai akhirnya pacarnya mbak Vivi menyerah karena mbak Vivi tidak lagi kerja dan sulit mendapatkan pekerjaan baru dan itu karena ulah nyonya Dira. Untunglah endingnya mbak Vivu bertemu dengan pacarnya yang sekarang, yang seorang dokter sekaligus anak dari pemilik rumah sakit. Makanya Nyonya Dira setuju dan hukumannya dihentikan." ujar Rangga mengingat nasib yang menimpa kakak kandung Alga.


"Ya kalau gue tidak bisa jadi CEO Pratama group ya gue jadi CEO toko kolor dan bhnya Mayu."


"Dan gue jadi manager keuangannya ya Al?"


"Nah itu dia."


"Haha ...." Alga dan Rangga akhirnya tertawa ngakak seolah tidak ada beban.


Dira yang kebetulan lewat depan kamar anaknya sampai menghentikan langkahnya.


***


"Assalamualsikum Ay," ujar Alga begitu Mayu mengangkat video callnya.


"Waalaikumsalam Kak," ujar Mayu dan berusaha menyembunyikan rasa malunya. Padahal Mayu biasanya memiliki rasa percaya diri yang sangat tinggi, tapi entah kenapa saat berhadapan dengan Alga, terlebih setelah sah jadi pacar Alga, Mayu jadi suka malu-malu kucing.


"Kamu lagi ngapain?" tanya Alga.


"Ini Kak, lagi membereskan barang dagangan Mayu. Mayu baru saja selesai jualan di tiktok Kak." ujar Mayu apa adanya.


"Gimana jualan live hari ini, ramai?" tanya Alga. Hari ini Alga memang tidak sempat menonton live Mayu karena harus mengerjakan tugas kuliahnya yang semakin hari semakin menumpuk. Ditambah lagi sebentar lagi Alga mau magang, banyak hal yang harus dia persiapkan.


"Allhamdulillah Kak laku 3 dan penonton Mayu juga sudah mulai ramai lagi Kak." ujar Mayu senang.

__ADS_1


"Syukurlah." ujar Alga merasa lega.


"Iya Kak."


"Mayu!"


"Kenapa Kak?"


"Kamu manis, semanis madu."


"Ih Kak Alga, jangan ngaco deh!" seru Mayu tersenyum malu dan pipinya terasa panas.


Senyum Alga mengembang. Sungguh Alga sangat suka melihat wajah malu-malu Mayu, itu benar-benar menggemaskan.


"Aku enggak ngaco Mayu, aku hanya berkata apa adanya. Lagian kamu berubah, biasanya juga kamu paling jago bicaranya. Padahal aku rindu loh mendengar gombalan ala Mayu." seru Alga.


Mayu menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Mayu juga bingung kenapa dia bisa mati gaya begini depan Alga. Apa ini karena Mayu sudah mulai merasakan perasaan cinta itu?


"Mayu!" panggil Alga lagi.


"Kenapa Kak?"


"Aku sudah miskin sekarang, apa kamu masih mau sama aku?"


Mayu refleks menatap fokus pada Alga.


"Maksudnya Kak?" tanya Mayu bingung. Alga kan kaya tujuh turunan, enggak mungkin rasanya dia tiba-tiba jadi miskin dalam hitungan jam.


"Iya Mayu, aku sudah jadi miskin. ATM, kartu kredit dan mobil sudah diambil sama Mami." jawab Alga.


"Apa itu karena aku Kak?" tanya Mayu cepat.


"Ya begitulah tapi kamu enggak perlu khawatir, aku tidak masalah sama sekali walau mami mengambil semuanya dari aku. Aku juga ingin belajar hidup sederhana dan merasakan bagaimana itu hidup sederhana. Hanya saja setelah ini aku tidak mungkin membelanjakan kamu barang mewah lagi, dan kita juga tidak mungkin makan di restoran mewah lagi. Kamu tidak apa-apa kan Mayu?" jelas Alga.


"Tentu saja Mayu tidak apa-apa Kak Alga, Mayu juga tidak pernah mengharapkan dibelanjakan barang mewah sama Kak Alga, begitu juga dengan makan di restoran mewah. Tapi Mayu khawatir pada Kak Alga, jika Kak Alga tidak lagi dapat uang dari mami atau papinya, bagaimana Kak Alga akan kuliah? Kak alga pasti butuh uang untuk jajan dan yang lainnya, belum lagi kak Alga aktif dalam kegiatan bem. Kalian pasti butuh uang lebih karena banyak kegiatan ini dan itu. Mayu juga tidak mungkin membagi uang Mayu pada Kak Alga, tapi kalau misalnya hanya 10 ribu satu hari, enggak apa-apalah Kak Alga. Mayu masih sanggup kalau hanya segitu. Kak Alga juga doakan saja dagangan Mayu laris, nanti Mayu tambah jadi 15 ribu." ujar Mayu dengan polosnya.

__ADS_1


Alga mau tertawa ngakak mendengarnya. Uang 10 ribu sehari, cukup buat apaan, terkhusus untuk Alga yang setiap kali makan di kantin saja bisa habis sampai 100 ribu karena Alga memang kebiasaan membayari makan teman-temannya terutama Rangga dan Yudha. Hanya saja Alga cukup menghargai niatan Mayu, dan itulah salah satu alasan kenapa dia semakin kagum pada Mayu. Maya tidak perduli Alga miskin atau kaya, justru yang dia perdulikan nasib Alga setelah jadi miskin. Salutnya lagi Alga, Mayu bahkan bersedia memberinya jajan walau jumblahnya tidak seberapa.


'Semakin aku mengenal kamu, semakin aku kagum pada kamu Mayu, dan aku sama sekali tidak menyesal harus kehilangan semuanya demi kamu. Kamu sangat layak di perjuangkan Mayu.' batin Alga.


__ADS_2