
Alga dan tamu yang lainnya bangun dari duduknya, begitu MC mempersilahkan pengantin memasuki tempat acara.
Mayu refleks tersenyum begitu melihat Vivi melangkah perlahan bersama suaminya. Vivi terlihat begitu cantik dan anggun dengan guan mewahnya dan sangat cocok dengan suaminya yang terlihat begitu ganteng dan gagah.
"Mbak Vivi benar-benar cantik ya Kak dan auranya sangat sangat berbeda. Terlihat sekali kalau dia sangat bahagia dengan pernikahannya." ujar Mayu dekat telinga Alga.
"Kamu juga tidak kalah cantiknya kok Ay, apa lagi kalau kamu tampil percaya diri, Mbak Vivi mah lewat." balas Alga.
"Iya, maksud Kak Alga lewat depan kita sebentar lagi?" ujar Mayu lagi yang tidak mau kegeeran karena perkataan kekasihnya.
"Bisa saja kamu Ay," ujar Alga dan mereka kemudian sama-sama tersenyum.
David yang mendengar pembicaraan mereka, diam-diam tersenyum tipis. Dia merasa senang juga lega melihat Mayu terlihat lepas, meski dalam benaknya penuh dengan tanda tanya soal apa yang sudah dilakukannya. Sedangkan Naura dia hanya memperlihatkan wajah kesalnya. Dia benar-benar tidak suka melihat kekompakan Alga dan Mayu, dan parahnya lagi dia tidak mungkin protes atau memberikan kata sindiran karena dia sudah membuat perjanjian waktu itu.
Alga dan Mayu tampak melambaikan tangan semangat, begitu Vivi dan yang lainnya mau lewat depan mereka.
"Mbak selamat ya!" ujar Mayu dan ada senyum di wajahnya.
Vivi juga melambaikan tangannya dan tersenyum lebar pada Alga, Mayu dan yang lainnya.
"Eh Kak Alga, ayo kita buat love!" pinta Mayu kemudian mengangkat tangan kanan dan membentuk setengah love.
Alga menganggu. Dia juga mengangkat tangannya dan membentuk setengah love. Alga dan Mayu menyatukan love mereka dan menunjukkan pada pengantin baru itu.
Senyum Vivi semakin mengembang lagi, begitu juga dengan suaminya. Dia bahkan mengacungkan jempolnya pada Alga dan Mayu.
"Norak!" sindir Naura dengan suara pelan, dan karena pelannya hanya dia dan David saja yang mendengarnya.
David hanya menatap sebentar pada anak bungsunya dan menarik nafas pelan. Dia sangat tahu dengan rasa cemburu Naura, tapi dia tidak akan berbuat apa-apa untuk membantu anaknya. Justru dia juga sengaja membawa Naura mendekat pada Alga dan Mayu, supaya dia sadar kalau bahagianya Alga itu adalah Mayu dan bukan Naura atau gadis yang lainnya.
__ADS_1
David melakukan itu bukan karena dia pilih kasih tapi karena Alga memang mencintai Mayu, dan Naura harusnya sadar akan hal itu.
Begitu juga dengan David yang ingin mempercepat rencananya untuk membongkar rahasia besarnya. Tujuannya tentu bukan untuk kebaikan Mayu saja tapi untuk kebaikan Naura juga. David benar-bebar tidak ingin Naura menjadi Sindi kedua. Karena biar bagaimana pun rasa sayang Davin, sama besarnya pada Naura dan Mayu dan dia benar-benar berharap kedua anaknya bisa hidup bahagia dengan pasangannya masing-masing dan yang mencintai mereka dengan tulus.
Alga dan Mayu refleks menurunkan tangan Mereka begitu Dira dan yang lainnya juga lewat di depan mereka.
Baik Alga atau Mayu masih tetap tersenyum. Begitu juga dengan Dira, dia juga berusaha memperlihatkan senyum terbaiknya, meski senyum itu terlihat berbeda begitu dia melihat Naura dan Mayu.
'Benar yang dikatakan Sindi. Naura dan Mayu memang memakai perhiasan yang sama persis dan itu tidak hanya satu tapi semuanya. Sudah pasti itu bukanlah suatu kebetulan, tapi karena ada pengaturan di dalamnya.' batin Dira.
Jika saja ini bukan acara spesial anaknya sudah pasti Dira akan langsung bertindak. Sayangnya Dira benar-benar harus menahan diri karena tidak ingin merusak momen sakral anak sulungnya.
Mayu dan yang lainnya kembali duduk di kursi mereka begitu penganti dan orang tua mereka duduk di pelaminan.
Mayu dan Alga kembali saling tersenyum, mereka merasa senang melihat momen bahagia itu.
***
"Kak, kita kapan mengucapkan selamat pada Mbak Vivi?" tanya Mayu. Sebenarnya Mayu masih betah melihat Vivi juga bintang tamu yang sedang bernyanyi untuk menghibur para tamu. Hanya saja Mayu sudah tidak tahan dengan tatapan Sindi yang begitu tajam padanya dan itu dari dia ikut gabung di meja yang sama dengan Mayu dan yang lainnya.
"Nanti saja Ay, kalau tamunya sudah sepi, kita masih lama di sini dan itu sampai acara selesai nanti." ujar Alga apa adanya. Ini acara kakaknya satu-satunya dan Alga tidak mungkin pergi duluan meninggalkan acara. Bisa-bisa maminya mengamuk padanya.
"Begitu ya Kak?"
"Iya Sayang. Kenapa apa kamu mau kita makan dulu?" tanya Alga.
Alga juga sangat tahu dengan tatapan tajam Sindi yang ditujukan pada Mayu, dan Alga sangat paham akan arti tatapan tajam itu. Hanya saja Alga juga tidak ada alasan untuk pergi meninggalkan meja mereka. Alga merasa tidak enak pada David. Serba salah memang posisi mereka. Satu sisi Alga ingin Mayu duduk bersama keluarganya, tapi sisi lain Alga juga tidak suka dengan cara Sindi menatap Mayu, dan di sisi yang lainnya lagi Alga juga cukup maklum kenapa Sindi menatap Mayu seperti itu.
Secara ya kan, wanita mana yang senang duduk satu meja dengan anak suaminya bersama wanita yang lain. Ditambah lagi dia juga punya banyak masalah dengan wanita itu di masa lalu.
__ADS_1
Alga benar-benar pusing dengan situasi ini dan yang membuat dia lebih pusing lagi, kenapa David sendiri yang melakukan semua itu? Sebenarnya apa yang ada dalam benak David? Alga bisa mati penasaran dibuatnya. Beginilah akibatnya kalau menyimpan rahasia dalam rahasia. Alga harus bersikap ekstra berhati-hati.
"Iya boleh, deh Kak. Mayu juga sudah lapar." ujar Mayu dan itu tentu saja sebuah kebohongan. Mayu hanya ingin pergi jauh dari Sindi, meski dia juga sebenarnya masih ingin dekat daddynya. Mayu benar-benar dilema dalam situasi yang dihadapinya.
"Ya sudah, ayo kita makan." ujar Alga dan beralih pada David dan yang lainnya.
"Om, Tante, Naura, kami ingin makan dulu." ujar Alga.
"Iya Alga, silahkan!" ujar David.
"Iya Om, duluan ya Om."
"Iya." ujar David. Sedangkan Mayu dia memilih diam saja. Dia hanya tidak ingin Sindi semakin curiga padanya meski itu percuma saja. Dilihat dari tatapan Sindi yang ingin menelannya hidup-hidup, Mayu yakin, Sindi pasti sudah tahu sesuatu soal dia dan David. Dan Mayu harus lebih berhati-hati lagi. Mayu juga berharap dia ada kesempatan bicara dengan David setelah ini. Mayu ingin Tahu, apa maksud David melakukan semua ini?
Mayu tampak lega begitu mereka sudah menjauh dari Sindi, akhirnya dia bisa bebas juga dari tatapan tajam itu, meski hatinya belum bisa sepenuhnya tenang.
Sepeninggal Alga dan Mayu, suasana di meja David dan keluarganya tampak hening dan tidak ada satu pun yang bersuara. Davin cukup maklum dengan situasi ini dan dia juga sangat paham dengan kemarahan di wajah istrinya, dan parahnya lagi, Sindi masih harus menahan amarahnya karena keadaan tidak mendukungnya.
Sindi tidak mungkin marah di sini karena itu sudah pasti hanya akan mempermalukan keluarga mereka saja.
"Naura mau makan?" tanya Davin akhirnya memilih bersuara juga.
"Boleh deh Dad. Naura juga ingin makan yang banyak." ujar Naura dengan wajah kesalnya.
"Yakin Naura mau makan yang banyak? Memangnya Naura tidak takut gemuk? Nanti enggak ada cowok yang mau loh. Daddy beritahu satu hal, kebanyakan cowok itu suka sama cewek yang langsing, termasuk Daddy. Makanya itu mommy kamu rajin sekali olahraga biar badannya tetap langsing." ujar David berusaha bercanda dengan anaknya. David juga tidak perduli dengan tatapan Sindi yang semakin tajam.
"Naura enggak lagi perduli mau langsing atau gemuk Dad. Naura langsing saja Kak Alga enggak suka sama Naura, dan dia juga lebih memilih si Mayu jelek itu. Padahal dilihat dari sisi manapun Naura lebih baik dari pada si Mayu itu." ujar Naura dengan nada kesal dan manjanya.
David menarik nafas pelan mendengarnya. Dia tidak setuju dengan kata-kata Naura, dan ini bukan karena pilih kasih. Jika dia di posisi Alga pun dia pasti akan lebih memilih Mayu dari pada Naura. Naura memang terlihat sempurna bagian luarnya tapi Mayu itu sempurna bagian dalamnya dan Alga yang notabennya cowok baik-baik dan tidak banyak tingkah, tentu dia akan lebih memilih yang sempurna bagian dalamnya.
__ADS_1
"Naura sayang dengarkan Daddy. Daddy sangat paham kalau kamu merasa marah atau kecewa karena Alga lebih memilih Mayu dari pada kamu. Hanya saja kamu tidak seharusnya menyalahkan Mayu, karena Mayu itu tidak salah. Satu lagi, yang namanya perasaan itu tidak bisa dipaksakan. Jika hati Alga sudah memilih Mayu, ya kita bisa apa. Jadi menurut Daddy, alangkah lebih baiknya kalau Naura belajar melupakan Alga saja. Masih banyak laki-laki di luar sana yang bisa membuat Naura jatuh cinta dan ya bisa membalas cinta Naura. Jadi Daddy harap Naura sebaiknya move on saja dari Alga, atau Naura mau Daddy kenalkan sama anak teman Daddy yang sesama CEO? Siapa tahu kalian jodoh nantinya." jelas David dan berusaha menyadarkan anaknya.
"Boleh deh Dad, tapi Naura maunya yang ganteng dan yang sama kayanya dengan Kak Alga." ujar Naura akhirnya dan yang lagi-lagi membuat David menghela nafas. Inilah salah satu perbedaan terbesar antara Naura dan Mayu, dan David harus benar-benar belajar memahami kedua anaknya.