
Mayu sampai menahan nafasnya begitu melihat beberapa foto Alga dan Naura yang dikirim padanya.
Ada foto mereka yang sedang berpelukan atau lebih tepatnya Naura yang memeluk Alga. Ada juga foto mereka yang makan bersama dalam satu meja dan ada juga foto Naura menyuapi Alga.
Mayu membuang nafasnya kasar. Dia tidak suka melihat foto itu. Hanya saja Mayu tidak akan marah dan sampai cemburu buta. Mayu ingat pesan Alga sebelumnya kalau dia tidak boleh gampang terpancing karena begitu banyak orang di sekitar Alga yang ingin memisahkan mereka.
Mayu juga sangat yakin kalau yang mengirim foto itu pasti keluarga Alga, yang mana tujuannya membuat Mayu cumburu dan marah pada Alga. Sayangnya Mayu tidak segampang itu cemburu karena dia percaya pada kekasihnya.
Mayu kemudian mengirim semua foto itu pada Alga.
[Assalamualaikum. Kak, Mayu dikirim beberapa foto Kak Alga dan Naura dari nomor baru. Bisa Kak Alga jelaskan tentang foto ini! Kak Alga tidak macam-macam kan di sana? Kak Alga bisa Mayu percaya kan?]
[Foto dikirim.]
[Foto dikirim.]
[Foto dikirim.]
Mayu sengaja mengirim cepat fotonnya, supaya Alga tahu kalau ada yang diam-diam mengambil fotonya dan Alga bisa menjaga sikapnya selama di pesta. Di sisi Lain Mayu juga tidak ingin menerima foto lebih banyak lagi. Dia benar-benar ridak suka melihat foto-foto itu.
Ditempat berbeda dan diwaktu yang sama, Alga menghentikan obrolannya begitu merasakan getaran ponselnya. Alga kemudian mengambil ponselnya dan memeriksa siapa yang mengirimpesan padanya.
Alga tersenyum tipis begitu melihat Mayu yang mengirim pesan, tapi beberapa menit kemudian matanya tampak membesar begitu melihat semua foto yang dikirim Mayu.
Alga menghembuskan nafasnya kasar. Dia sudah bisa menebak ini sebelumnya, keluarganya pasti akan menghalalkan segala cara untuk memisahkannya dengan Mayu. Sayangnya cara mereka terlalu basi.
Alga kemudian buru-buru membalas pesan kekasihnya.
[Waalaikumsalam Ay. Kamu harus tetap percaya padaku, seperti apa yang aku katakan sebelumnya Ay. Saat Naura datang dia langsung memelukku Ay, tapi aku tidak membalas pelukannya. Begitu juga saat aku makan, Naura datang ke mejaku, dia juga memaksa ingin menyuapiku. Aku terpaksa menerima suapannya karena tidak ingin dia malu, itu saja Ay. Jangan marah ya Ay, percayalah yang ada di hati dan pikiranku hanya kamu, Ay.] balas Alga.
Tidak lama setelahnya Mayu kembali membalas pesannya.
[Iya Kak, Mayu percaya kok, tapi kalau bisa jangan dekat-dekat Naura ya Kak! Mayu tidak cemburu, tapi hati Mayu juga tidak bisa sepenuhnya tenang memikirkan apa yang terjadi di sana.]
Alga kembali tersenyum tipis membaca pesan balasan dari Mayu.
[Siap Ay, aku pasti akan cari cara supaya tidak dekat Naura terus. Biar kamu juga bisa tenang jualannya di sana. I love you Ay.]
[I love you too Kak.]
__ADS_1
"Kak Alga, jangan main ponsel terus dong, di sini ada Naura loh. Naura jangan dicuekin dong Kak." ujar Naura manja.
Alga menyimpan ponselnya kembalin dan menatap pada Naura.
"Maaf Naura saya tidak bisa, saya tidak mau gara-gara kamu, saya jadi berantem dengan pacar saya." ujar Alga dan langsung to the poin.
Padahal sebelumnya Alga ada niatan ingin bicara dengan Naura hanya untuk mengorek informasi lebih dalam soal kalung itu atau masa lalu David. Alga masih penasaran dengan semua kebetulan-kebetulan itu. Hanya saja setelah mengetahui adanya kamera jahat, Alga tentu tidak mau karena rasa penasarannya malah merusak hubungannya dengan Mayu.
"Kenapa begitu Kak, kita hanya ngobrol biasa kok? Saya juga sangat tahu kalau Kak Alga itu pacaran dengan Mayu. Saya juga tidak ada niatan merusak hubungan kalian. Mayu itu harusnya jangan terlalu posesif, bicara biasa saja masa tidak bisa. Kalau saya ogah ya punya pacar yang posesif begitu. Hidup saya bukan untuk dia saja." protes Naura.
Alga menghembuskan nafasnya pelan.
"Mayu itu bukan posesif Naura. Dia juga tidak melarang kita bicara, tapi dengan catatan, tidak pakai mata-mata dan mengambil foto setiap aktivitas kita." ujar Alga.
"Maksud Kak Alga foto apa?" tanya Naura pura-pura tidak mengerti.
"Udah deh Naura kamu tidak perlu bersikap pura-pura tidak tahu. Harusnya dari awal saya susah curiga kenapa kamu selalu mendekati saya, dan bersikap sok romantis pada saya. Kamu pasti kerja sama dengan mami saya kan? Kalian sengaja menyewa fotografer yang bisa mengambil foto kita diam-diam, lalu foto itu kalian kirim pada Mayu." seru Alga.
Naura seketika menelan ludah gugup. Bagaimaba Alga bisa tahu rencana mereka?
"E-enggak kok Kak Alga, Naura sama sekali tidak tahu tentang foto itu. Untuk apa Naura melakukannya Kak Alga?" gugup Naura.
Naura terdiam dan menundukkan kepalanya. Apa yang Alga katakan memang benar, dia berhak bahagia tapi bagi Naura satu-satunya laki-laki yang bisa, membuatnya bahagia adalah Alga. Alga yang hidupnya hampir mendekati sempurna dan sangat cocok dengan dia.
"Naura, kamu kenapa?" ujar Dira kemudian duduk di kursi yang sebelumnya diduduki Alga. Dira bisa melihat wajah marah Alga saat dia pergi meningggalkan Naura, karena itulah dia langsung menghampiri Naura.
"Kak Alga sudah tahu Tante kalau kita diam-diam menyewa fotografer. Makanya dia marah pada Naura." jawab Naura pelan.
Dira tampak terkejut mendengarnya.
"Bagaimana Alga bisa tahu?" tanya Dira cepat.
"Saya juga tidak tahu Tante, yang jelas setelah Kak Alga memainkan ponselnya dia langsung menyinggung masalah foto. Sepertinya ada seseorang yang memberitahunya soal fotografer itu." jawab Naura.
Dira seketika lemas mendengarnya, gagal lagi deh rencananya membuat Alga dan Mayu berantem.
***
Alga memilih pergi ke area outdoor. Alga malas berada di dalam sana. Pembicaraan mereka benar-benar tidak ada yang menarik bagi Alga, apa lagi mengingat apa yang sudah dilakukan oleh maminya. Alga benar-benar semakin tidak habis pikir pada maminya. Ada saja ulahnya yang membuat Alga kesal.
__ADS_1
Padahal kekesalan kemarin juga belum sembuh, ini ditambah lagi dengan kekesalan baru. Entah kapan maminya itu bisa berubah dan mau menerima Mayu?
Alga kemudian mendudukkan bokongnya di salah satu bangku dan menatap lurus ke depan.
Alga tiba-tiba menegapkan tubuhnya begitu teringat dengan kecurigaannya.
'Jika Mayu beneran anak om David apa mami masih tetap akan menolaknya? Bukankah itu berarti Mayu dan Naura adalah kakak, adik?' batin Alga.
Alga menghembuskan nafasnya kasar. Sekali pun Mayu anaknya David belum tentu maminya mau menerimanya, karena maminya itu sayangnya hanya pada Sindi dan Naura bukan pada David. Ditambah lagi status Mayu sebagai anak haram, tentu itu akan semakin ditentang oleh maminya.
Di sisi lain Alga juga takut posisi Mayu akan semakin terancam kalau itu memang benar. Sudah pasti Sindi dan Naura akan sangat membenci Mayu. Setelah itu akan semakin banyak yang ingin menghancurkan Mayu, tentu itu akan sangat berbahya untuk Mayu.
Alga tanpa sadar menghela nafas, Alga jadi pusing memikirkan semua kemungkinan-kemungkinan itu.
Srett
Alga seketika menoleh saat ada yang menarik kursi.
Alga tampak terkejut saat melihat David lah pelakunya.
'Om david ngapain keluar?' batin Alga.
Alga menahan nafasnya dan turun dari kursinya sepelan mungkin karena tidak mau David melihatnya.
Alga kemudian bersembunyi di bawah kolong meja dan dari sana dia memperhatikan apa yang dilakukan David.
David tampak sibuk mengetik di ponselnya. Dia bahkan sempat tersenyum tipis.
Alga sampai menutup mulutnya.
'Apa jangan-jangan om David berselingkuh. Aku jarang sekali melihatnya tersenyum dan senyum itu terlihat begitu alami.' batin Alga.
Pikiran Alga semakin tidak terkendali dan tidak jelas arahnya tapi satu yang pasti semua itu hanya menyangkut satu orang dan itu adalah David Antonius.
Hampir 15 menit David memainkan ponselnya. Setelahnya dia mengeluarkan kartu SIM cardnya kemudian mematahkannya.
David menatap sekitarnya. Dia tidak melihat siapa-siapa. David kemudian melangkah ke arah pot bunga dan memasukkan kartu SIM cardnya ke dalam tanah. Setelahnya dia kembali masuk ke dalam restorant.
Mata Alga sampai membesar melihatnya. Apa yang David lakukan benar-benar sangat mencurigakan.
__ADS_1
Setelah memastikan David benar-benar masuk restoran, Alga berjalan cepat ke arah pot bunga. Alga sangat penasaran David mengirim pesan pada siapa. Selingkuhannya kah atau jangan-jangan Mayu lagi?