
"Ehem!" Yuna sengaja berdehem keras membuat Naura yang sedang merapikan penampilannya menoleh.
Naura tampak terkejut begitu melihat Yuna lah pelakunya, tapi dalam hitungan detik dia kembali bersikap biasa dan tersenyum tipis pada Yuna.
"Hai Kak," ujar Naura sebisa mungkin bersikap biasa. Dia sangat tahu gadis yang saat ini sedang berdiri di sampingnya adalah mantan Alex, karena sebelumnya Alex pernah menunjukkan fotonya pada Naura, itu juga karena Naura yang maksa. Dia sangat penasaran dengan paras mantan Alex dan Naura harus mengakui kalau dia memang cantik dan pempilannya juga terlihat lebih dewasa dari Naura.
"Sudah berapa lama pacaran dengan Alex?" tanya Yuna langsung to the poin dan tanpa membalas sapaan Naura.
Naura kembali menatap Yuna. Dia harus jawab apa? Haruskah dia bohong? Tapi bagaimana kalau kebohongannya ketahuan? Bisa-bisa dia ditertawakan sama mantan Alex.
"Tanyakan saja pada Mas Alex karena saya pribadi tidak terlalu suka mengubar soal asmara saya pada orang lain, terutama orang yang baru saya kenal." ujar Naura akhirnya menemukan jawaban yang tepat juga. Dia juga jadi tidak perlu berbohong.
"Perasaan saya hanya tanya kapan dan bukan bertanya yang aneh-aneh soal asmara kamu. Jangan-jangan kamu memang bukan pacarnya Alex ya?" ujar Yuna lagi membuat Naura lagi-lagi menatap padanya. Pintar juga ini mantannya Alex memancing dia.
"Mau saya pacarnya mas Alex atau bukan itu tidak ada urusannya dengan Kakak. Lagian kok Kakak kepo sekali sama mantan, kenapa? Belum bisa move on atau masih ngarep? Ini udah 2023 oy, udah enggak zaman balikan sama mantan, kayak enggak ada cowok lain saja!" balas Naura. Naura dulunya si tukang bu*ly tentu dia tidak ada rasa gentar sedikit pun menghadapi Yuna.
"Wow ternyata kamu tidak sekelam yang saya pikirkan. Kamu juga sepertinya gadis yang sombong." balas Yuna tidak mau kalah.
"Seratus buat Kakak, tentu saja saya bukan cewek kalem, sejak kapan saya jadi cewek kalem? Begitu juga dengan sombong, saya dulunya memang gadis paling sombong. Hanya saja, saya memilih memperbaiki diri saya karena terjadi sesuatu dalam hidup saya dan saya juga akhirnya sadar kalau sombong itu tidak ada gunanya. Begitu juga dengan Kakak, tidak ada gunanya berharap pada masa lalu Kak. Apalagi masa lalu Kakak itu sudah memilih move on. Jangan sampai mas Alex merasa sedih untuk kedua kalinya gara-gara Kakak. Kasihan mas Alex, karena perjuangan mas Alex untuk bisa sampai ketitik yang sekarang juga tidak mudah. Dia bahkan tidak mau membuka hatinya untuk waktu yang lama karena tidak ingin dikecewakan lagi." jelas Naura membuat Yuna terdiam.
"Saya yakin Kakak adalah orang baik. Untuk itu biarkan mas Alex bahagia dengan hidupnya yang sekarang ya Kak. Saya pribadi juga ikut mendoakan yang terbaik untuk Kakak. Percaya pada saya Kak, saat kita mengiklaskan orang yang kita sayang, bahagia dengan pilihannya dan kita juga berusaha memperbaiki kualitas diri kita, kelak kita juga pasti akan dipertemukan dengan sosok orang baik dan yang bisa membuat kita lebih bahagia lagi. Ini saya bukan hanya sekedar teori Kak, tapi ini adalah pengalaman hidup saya pribadi dan saya sangat bahagia akhir saya dipertemukan dengan orang sebaik mas Alex." ujar Naura lagi membuat Yuna menatap padanya. Ternyata dia salah dalam menilai Naura.
Naura ternyata gadis yang baik dan walau umurnya masih sangat muda tapi pemikirannya sudah dewasa. Pantas saja Alex bisa jatuh cinta padanya.
"Iya Naura, terima kasih ya. Benar kata kamu, saya memang tidak ada niatan ingin merebut Alex dari kamu, saya hanya ingin mamastikannya saja kalau saya sudah tidak ada harapan pada Alex. Ternyata benar, harapan itu memang sudah tidak ada. Saya ikhlas kalau Alex memang sudah bahagia dengan kamu dan kalau saya meminta, jangan kecewakan Alex ya! Semoga kalian juga selalu bahagia dan saya tunggu kabar baiknya." ujar Yuna membuat Naura merasa lega. Ternyata Yuna bisa bersikap dewasa dalam kasus mereka.
"Iya Kak, saya tidak akan mengecewakan mas Alex, terima kasih ya Kak sudah mengikhlaskan mas Alex. Semoga Kakak juga secepatnya bertemu dengan jodohnya. Semangat Kak!" ujar Naura menunjukkan kepalan tangannya.
"Iya, saya pasti akan selalu semangat. Ah iya tolong sampaikan permintaan maaf saya pada Alex ya, saya tahu ini memang sudah sangat terlambat, tapi saya merasa kalau saya masih ada utang maaf padanya." pinta Yuna.
"Iya Kak, saya pasti akan menyampaikannya pada Mas Alex." ujar Naura mantap.
"Terima kasih Naura."
"Sama-sama Kak, kalau begitu saya duluan." ujar Naura dan Yuna menganggukkan kepalanya.
Naura melangkahkan kakinya dengan langkah ringan. Hatinya benar-benar lega, ternyata Yuna tidak sejahat yang dia pikirkan. Selain itu Naura juga kasihan padanya karena di mejadi korban laki-laki buaya darat.
"Baby!" panggil Alex tiba-tiba membuat Naura terkejut dan memegang dadanya.
__ADS_1
"Eh Mas, kaget aku." seru Naura dan seketika menghentikan langkahnya.
"Maaf Baby aku tidak sengaja, kamu baik-baik saja kan?" tanya Alex menatap dalam Naura.
"Tentu saja aku baik-baik saja Mas, aku hanya dari toilet ini. Mas ngapain di sini?" tanya Naura.
"Aku sengaja menunggu kamu, aku khawatir pada kamu." ujar Alex apa adanya membuat Naura menatap bingung padanya.
"Khawatir kenapa?" tanya Naura.
"Aku melihat Yuna nyusul kamu ke toilet , dia tidak berkata yang aneh-aneh kan pada kamu?" tanya Alex membuat Naura tersenyum. Senang dia melihat perhatian Alex.
"Enggak kok Mas dia tidak ada berkata aneh-aneh padaku. Dia hanya bertanya tentang kita saja dan dia juga minta maaf pada Mas, untuk kesalahannya di masa lalu." jawab Naura.
"Yakin hanya itu saja?" tanya Alex lagi tidak puas dengan jawaban Naura.
"Yakin Mas. Lagian kalau dia berkata yang aneh-aneh juga, aku akan dengan mudah membalasnya. Mas pastinya masih ingat kan dengan ceritaku kalau aku dulunya adalah gadis sok berkuasa dan merasa paling hebat." ujar Naura lagi membuat Alex merasa lega. Benar juga apa kata Naura. Naura kan bukan termasuk cewek lemah.
"Benar juga ya, baguslah kalau begitu aku lega mendengarnya"
"Iya Mas. Ah iya Mas, mantannya Mas sempat mendoakan untuk kebahagian kita juga loh." ujar Naura lagi.
"Sangat serius Mas,"
"Aku amin kan kalau begitu. Selain itu apalagi yang dia katakan?" tanya Alex jadi antusias.
"Ditunggu kabar baiknya katanya." ujar Naura lagi sengaja kode. Setelah bicara dengan Yuna, tutu Naura juga ingin memperjelas statusnya dengan Alex.
"Jangan bilang ini kode biar aku ngelamar kamu Baby?" goda Alex.
"Ihh enggak ya Mas, kalau soal lamaran masih jauh. Tamat S1 saja belum." protes Naura. Naura inginnya pacaran dulu seperti Mayu dan yang lainnya.
"Iya Baby aku mengerti dan aku pasti akan sabar menunggu kamu. Ya sudah ayo kita gabung lagi dengan yang lain." ujar Alex membuat Naura mengerucutkan bibirnya. Naura kesal karena Alex tidak peka dengan kodenya.
"Baby kenapa bibirnya? Jangan bilang kamu minta dikiss? Boleh saja sih Baby, bibirku ini juga sudah mau karatan karena udah lama sekali enggak dapat vitamin." ujar Alex dengan santainya dan Naura langsung protes.
"Ihh enggak ya! Mas Alex jangan aneh-aneh deh!" protes Naura mebuat Alex tersenyum.
"Aku hanya bercanda Baby. Udah ah ayo kita gabung sama yang lain!" ujar Alex beralih menarik tangan Naura dan menggenggamnya erat.
__ADS_1
Naura tidak protes karena dia juga suka dengan genggaman Alex.
Alex kembali mengajak Naura ngobrol dengan teman-temannya dan berhubung acara sudah dimulai mereka seru-seruan bersama. Ada yang membuat conten tiktok, ada juga foto bersama dan lain sebagainya.
Alex dan teman bandnya waktu SMA juga diminta untuk menyumbangkan satu buah lagu dan Naura sampai tersenyum malu karena lagu yang mereka nyanyikan dipersembahkan spesial untuk Naura.
Teman-teman Alex juga sampai menggoda mereka berdua dan Naura lagi-lagi tidak bisa menyembunyikan perasaan bahagianya karena dia merasa begitu disepesialkan oleh Alex.
Begitu Alex turun dari panggung, Alex mengajak Naura dansa karena kali ini lagu yang dinyanyikan adalah lagu romantis.
Naura semula menolak, tapi karena melihat Kenan dan Ella ikutan dansa dan begitu juga dengan teman-teman Alex yang memiliki pasangan ikutan dansa, Naura akhirnya mau dan jadilah mereka dansa bersama yang lain.
Selama mereka dansa, Alex tidak melepas padangannya dari Naura membuat Naura tersenyum malu. Naura belum terlalu terbiasa dengan sisi romantis Alex, tapi dia juga sangat menyuksinya.
"Mas, jangan lihatin Naura terus!" ujar Naura akhirnya protes juga.
"Loh kenapa?" tanya Alex.
"Aku malu Mas," ujar Naura manja membuat Alex tersenyum.
"Enggak usah malu Baby, kamu kan pakai baju. Lagian kamu benar-benar cantik malam ini, sayang kalau dibiarkan begitu saja." ujar Alex membuat Naura semakin malu dan wajahnya jadi panas.
"Apaan sih Mas, gombal saja deh!"
"Aku enggak gombal Baby. Aku berkata apa adanya."
"Terima kasih kalau begitu." ujar Naura akhirnya karena enggak tahu lagi haris jawab apa.
"Sama-sama Baby. Boleh kiss kening enggak?" tanya Alex. Dia benar-benar gemas pada Naura jadi susah menahan dirinya.Hanya saja karena dia sadar status mereka belum jelas, tentu dia juga tidak berani kiss Naura walau hanya sekedar kiss kening.
Naura menatap Alex kemudian menggelengkan kepalanya.
"Kenapa tidak boleh, kamu jijik ya padaku?" tanya Alex.
"Bukan jijik Mas, aku kan bukan pacar Mas, status kita saja tidak jelas." unar Naura kembali memancing Alex. Apalagi keadaannya juga saat ini sangat mendukung, siapa tahu Alex peka.
"Bagaimana kalau kita perjelas?" ujar Alex.
"Maksudnya?" tanya Naura pura-pura tidak mengerti dan bersikap sok jual mahal.
__ADS_1
"Kita pacaran sungguhan Baby. Naura, aku tidak tahu sejak kapan perasaan ini mulai tumbuh di hatiku, yang jelas sejak pembicaraan kita malam itu, aku sangat bahagia dan aku tak pernah bisa berhenti memikirkan kamu. Aku juga selalu menunggu waktu kapan kita akan bertemu lagi karena saat bertemu dengan kamu adalah saat paling bahagia dalam hidupku. Naura amalia, maukah kamu jadi pacarku dan mengukir hari-hari indah bersamaku?" ujar Alex mengungkapkan perasaannya.