Kekasih Bayaran Tuan Muda

Kekasih Bayaran Tuan Muda
Akad Nikah


__ADS_3

"Cantiknya," seru Sindi begitu Mayu selesai didandani dengan kebaya warna putihnya serta disanggul modern ala Aurel. Makeupnya juga terlihat sangat elegan dan tidak norak sama sekali.


Mayu tersenyum mendengarnya.


"Apaan sih Mom? Cantiknya biasa saja." ujar Mayu malu-malu.


"No Mayu, cantiknya kamu tidak biasa sama sekali. Auranya sangat keluar dan buat pangling? Iya kan Dad?" ujar Sindi lagi minta dukungan pada suaminya.


Mereka berdua memang sengaja menemui Mayu terlebih dulu dan memastikan tidak ada yang kurang dengan penampilan Mayu. Mereka mau Mayu tampil secantik mungkin di hari yang paling bersejarah baginya.


David menganggukkan kepalanya. Dia mengakui kalau penampilan Mayu kali ini sangat bebeda dari biasanya. Aura ayu yang yang menurun dari ibunya, serta wajah ganteng berkharisma dari daddynya, terlihat jelas di sana. Mayu benar-benar perpaduan antara Marisa yang cantik serta David yang ganteng.


"Benar kata mommy kamu Mayu, kamu sangat cantik dan Daddy yakin Alga pasti terpesona melihat kamu." tambah David.


"Tanpa Mayu dandan secantik itu pun, Kak Alga pasti terpesona Dad. Kak Alga kan cinta mati sama Mayu. Mau seperti apapun tampilan Mayu, tetap terlihat cantik di matanya." seru Naura yang sangat tahu seperti apa calon kakak iparnya itu. Jika sudah ada Mayu, matanya susah berpaling dari Mayu.


"Itu berarti Mayu memang sudah menemukan jodoh yang tepat Naura. Sama seperti Tante, Tante juga selalu terlihat cantik di mata om kamu itu." ujar kakak sepupu Sindi.


"Bilang Iya saja Mayu, biar cepat." ujar Naura lagi dan langsung mendapat pukulan gemas dari tantenya. Sedangkan Mayu dan yang lainnya hanya tersenyum saja.


"Ngobrolnya sebaiknya udahan dulu, sebentar lagi acara sudah mau mulai, kita sebaiknya bersiap-siap. Naura, sepatu Mayu belum diganti itu!" ujar tante Naura yang lain.


"Siap, Aunty." ujar Naura kemudian mengganti sepatu Mayu dengan sepatu akad yang sudah mereka siapkan.


Mayu diam-diam tersenyum melihat perhatian Naura. Naura benar-benar melakukan tugasnya sebagai bridesmaid dengan baik. Dia yang selalu siap siaga membantu menyiapkan semua kebutuhan Mayu.


"Udah cantik sempurna deh." ujar Naura setelah dia mengganti sepatu Mayu.


"Terima kasih Nau,"


"Sama-sama kakak Mayu yang paling cantik." ujar Naura membuat Mayu tersenyum.


"Bisa saja lo."


"Iya dong."

__ADS_1


"Eh Nau!"


"Kenapa?"


"Tolong awasi nenek selalu ya. Takutnya dia butuh sesuatu atau merasa kecapekan." ujar Mayu yang selalu saja khawatir pada neneknya.


"Kalau soal itu lo enggak perlu khawatir Mayu. Kami sudah menyiapkan tim khusus yang siap menjaga nenek selama 24 jam. Jadi lo sebaiknya fokus pada diri lo sendiri saja, soal nenek dan yang lainnya lo enggak usah pikirkan!" ujar Naura mantap.


"Iya Nau, sekali lagi terima kasih ya Nau. Lo memang adik terbaik Nau."


"Iya Mayu, Naura gitu loh." ujar Naura dan mereka tersenyum bersama.


***


Mayu berulang kali menarik nafas pelan. Rasa gugupnya semakin lama semakin menjadi. Acara sudah dimulai, itu berarti sebentar lagi acara akad nikah akan dilaksanakan.


"Minum dulu May!" ujar Lora sambil menyodorkan air mineral.


Mayu mengangguk dan meminum sedikit, air pemberian Lora.


"Belum, malah semakin menjadi." ujar Mayu apa adanya. Apalagi saat ini detak jantungnya juga berdebar dengan cepatnya.


"Gue harus bantu apa lagi dong May?" ujar Lora malah bingung sendiri. Dia ingin sekali membantu Mayu biar tidak gugup.


"Enggak perlu bantu apa-apa lagi Ra, cukup dengan lo berada di samping gue saja!" ujar Mayu.


"Kalau itu sih sudah pasti Mayu. Asal jangan suruh gue menemani lo saat malam pertama lo nanti. Gue sih tidak masalah, tapi ya gue enggak mau saja diusir kak Alga." ujar Lora dan langsung mendapat lirikan dari Mayu.


"Ngomong-ngomong soal kak Alga, kira-kira nanti malam kak Alga mintanya berapa ronde ya?" ujar Shinta ikutan dan seketika membuat wajah Mayu memanas.


"Saya rasa minimal 2 rondelah. Satu, mana cukup." tambah Rani. Membuat wajah Mayu semakin memanas. Memikirkan akadnya saja dia sudah gugup parah ditambah lagi malam pertamanya nanti.


"Udah teman-teman, jangan goda Mayu terus. Takutnya dia pingsan duluan sebelum sah jadi istri kak Alga." ujar Riana berusaha membela Mayu.


"Enggak apa-apa Mayu pingsan, saya siap menggantikan." ujar Lia dan langsung mendapat sorakan dari para bidesmaid yang lain.

__ADS_1


"Dasar cewek gagal move on." canda Naura dan Lia hanya tertawa saja karena apa yang Naura katakan memang benar adanya. Dia bukan berharap pada Alga lagi tapi kalau misalkan ada Alga kedua dia pasti langsung mau dan enggak pakai nolak.


Sementara itu Alga sudah siap di tempat akad. Di depannya sudah ada pak penghulu begitu juga dengan wali hakim yang ditunjuk sebagai wali nikah Mayu. Selain itu ada Pratama dan David juga selaku saksi.


Di sekitar mereka juga, baik itu dari pihak keluarga laki-laki maupun perempuan sudah duduk di kursi masing-masing. Mereka siap menjadi saksi pernikahan Alga dan Mayu.


Alga juga tidak bisa menyembunyikan perasaan gugupnya serta rasa tidak sabarnya yang ingin segera melihat wajah kekasihnya yang sebentar lagi akan menjadi istrinya


Alga sampai menggenggam kuat tangannya sendiri dan itu karena perasaan gugup.yang semakin menjadi.


Deg deg deg


Jantung Alga mau lompat rasanya begitu MC mempersilahkan calon pengantin perempuan masuk tempat acara.


Alga memilih bangun dari tempat duduknya dan menunggu dengan gugup calonnya datang.


Alga benar-benar tidak bisa menahan rasa harunya begitu melihat Mayu jalan perlahan ke erahnya bersama Naura dan Lora selaku pendampingnya.


Mayu terlihat sangat berbada. Dia begitu cantik dan anggun. Alga sampai terpesona, hanya saja perasaan gugup dan harunya lebih mendominasi.


Tes


Air mata Alga tiba-tiba jatuh tanpa bisa dia cegah dan itu karena dia benar-benar merasa terharu melihat kekasihnya.


'Kamu sangat cantik Ay. Kecantikan kamu benar-benar terpancar dari hati kamu yang cantik. Aku sangat bangga bisa memiliki kamu.' batin Alga kemudian menghapus air matanya.


Alga kemudian menarik kursi untuk Mayu begitu Mayu sampai di tempat akad mereka. Untuk beberapa detik mereka saling menatap penuh kagum, sampai akhirnya Mayu memutus pandangan mereka kemudian duduk di kursi yang ditarik Alga. Mayu bahkan belum berani tersenyum pada Alga sengking gugupnya.


Alga juga ikut duduk di samping Mayu, sedangkan Naura dan Lora juga kembali ke tempat duduk mereka.


Baik Mayu atau Alga sama-sama diam dan sama-sama tegang. Walau begitu mereka juga tidak sabar menanti ijab kabul itu diucapkan.


Acara demi acara kembali dilanjutkan.


"Saya terima nikah dan kawinnya Mayuki Anggerini putri binti Alm.Hidayat dengan mas kawin satu buah villa dan seperangkat alat sholat dibayar tunai." ujar Alga mantap dan dalam satu kali tarikan nafas saja.

__ADS_1


"Bagaimana para saksi apakah sah?" tanya pak penghulu.


__ADS_2