
Selama di Bali, Mayu dan yang lainnya benar-benar menikmati masa liburan mereka. Terkadang mereka menikmati sunset sambil berjemur di pinggir pantai. Kadang mereka melakukan permainan air seperti berenang, jetski, snorkeling dan lain sebagainya. Terkadang mereka juga bermain volly pantai dan sejenisnya.
Tidak hanya itu, kadang mereka juga kulineran sambil belanja dan Nenek juga tak pernah ketinggalan, meski dia lebih sering duduk di kursi roda karena tak sanggup jalan jauh. Sama dengan Vivi yang tengah hamil muda, dia juga lebih sering di kursi roda karena suaminya tidak mau dia kecapekan.
Di sela-sela mereka menikmati liburannya Mayu dan timnya tentunya juga tidak lupa melakukan fotoshoot seperti yang mereka rencanakan. Kadang mereka juga membuat tiktok bersama tentunya sekalian promo produk Maga Wear. Terkadang mereka juga membuat video lucu serta ada juga video romantis dan tentu saja itu semua tujuannya untuk promosi Maga Wear.
"I'ts a wrap!" kompak Mayu dan teman-temannya begitu mereka selesai melakukan fotoshoot dan membuat video. Mereka sangat puas dengan hasilnya kali ini. Mayu dan yang lainnya juga saling berpelukan dengan wajah bahagianya.
"Selamat untuk kita teman-teman dan semoga saja hasilnya sesuai dengan yang kita harapkan." ujar Rangga selaku peminpin.
"Amin." kompak Mayu dan yang lainnya.
Mereka semua kembali bergabung dengan David yang lainnya yang tengah bersantai di pinggir pantai sambil menikmati makanan yang sudah mereka pesan.
"Daddy!" kompak Mayu dan Naura.
David menoleh dan langsung merentangkan tangannya begitu melihat kedua anak gadisnya berlari padanya.
Mayu dan Naura tersenyum lebar dan mereka kemudian memeluk David erat.
Davit mengecup rambut kedua anaknya bergantian.
"Udah selesai fotoshootnya?" tanya David begitu dia melepas pelukannya.
"Udah dong Dad dan hasinya keren-keren deh Dad. Mayu sangat suka." ujar Mayu.
"Baguslah kalau begitu, Daddy senang mendengarnya, dan Daddy doakan semoga Maga Wear semakin sukses."
"Amin." kompak Mayu dan Naura.
David tersenyum dan mengacak gemas rambut kedua anaknya. Naura dan Mayu juga ikut tersenyum.
"Naura, Mayu, sini duduk! Kalian makan dulu! Ini ada lobster besar kesukaan kalian." ujar Sindi.
"Ok Mom," kompak Mayu dan Naura.
Naura dan Mayu mengecup pipi Sindi kemudian ikut duduk bersama yang lainnya.
Naura memilih duduk di samping mommynya sedangkan Mayu menyempatkan mengecup pipi neneknya kemudian duduk diantara nenek Iroh dan Alga. Mayu juga tidak lupa tersenyum pada neneknya dan langsung dibalas senyum manis nenek Iroh.
Mayu langsung membuka mulutnya begitu Alga menyapinya lobster.
Mayu mengacungkan jempolnya karena rasanya yang sangat enak dan Alga membalasnya dengan senyum manisnya.
"Setelah ini apa kalian masih ada kerja lagi?" tanya Vivi sambil memakan rujak buahnya.
"Enggak Mbak, kerjaan kami sudah selesai tinggal jalan-jalannya saja." jawab Mayu.
"Baguslah kalau begitu. Besok kita bisa jalan-jalan ke Bali bird park, kalian mau enggak?" tanya Vivi lagi.
"Mau banget Mbak, Kemana pun itu Mayu pasti mau." ujar Mayu semangat. Mayu masih sangat penasaran dengan Bali dan menurut Mayu Bali benar-benar indah. Pantas saja orang menyebutnya surganya wisata.
__ADS_1
"Ok, kalau begitu besok kita ke Bali Bird Park." ujar Vivi.
"Siap Mbak," ujar Mayu semangat dan kembali menerima suapan dari Alga.
Mayu benar-benar senang dan Mayu juga harus mengakui jalan-lalan bersama keluarga Alga dan Naura benar-benar menyenangkan dan serba mewah juga tentunya terutama fasilitas dan makanannya. Mayu sangat betah jalan-jalan ke Bali dan dia pastinya ingin mengulanginya lagi. Apalagi nenek Iroh juga terlihat sangat suka dan menikmati acara jalan-jalannya. Tentu itu menjadi kebahagiaan tersendiri di hati Mayu.
***
Sepulang dari Bali, Mayu dan yang lainnya kembali ke rutinitas mereka.
Mayu dan teman-teman juga semakin sibuk mempersiapkan launcing bikini Maga Wear serta pindahan ke tempat baru. Tempat yang Alga belikan untuk mereka sudah jadi. Oleh karena itu sebagian barang sudah bisa dipindah ke sana dan mereka juga harus belanja peralatan atau bahan tambahan tentunya.
Selain sibuk mengurus Maga Wear. Mayu juga tidak lupa menyiapkan neneknya yang mau berangkat ke tanah suci. Sebelum pergi, Mayu membawa neneknya periksa ke dokter dan belanja barang apa saja yang dibutuhkan neneknya selama ke sana. Tidak lupa juga membeli obat-obatan buat jaga-jaga, takutnya neneknya masuk angin atau merasa pusing.
Selain itu mereka juga menyempatkan mengadakan suyukuran di salah satu panti jompo dan tidak lupa juga mengadakan pengajian di rumah mereka.
Hingga tidak terasa hari keberangkatan nenek Iroh pun tiba. Ada 10 orang yang akan berangkat bersamanya. Selain orang tua teman-teman Mayu, tambah satu orang tetangganya dulu. Ada juga orang tua Rangga dan Yudha serta budhe yang kerja di rumah Naura tentunya, dan mereka akhirnya bisa ikut karena saran dari Mayu. Semula Mayu mendengar cerita dari Rangga kalau ibunya juga ingin sekali pergi umroh, makanya Mayu memberanikan diri minta izin pada Dira dan untungnya Dira langsung setuju.
Ibunya Rangga sampai memeluk erat Mayu saat itu karena bahagianya. Dia tidak menyangka akhirnya mendapat izin pergi umroh dan yang membuatnya lebih senang lagi, semua biaya Dira yang menanggunya. Tidak bisa dipungkiri, Dira terilhat semakin baik akhir-akhir ini. Walau masih suka marah-marah tapi rasa perdulinya semakin tinggi. Tentu itu adalah kabar yang sangat bagus untuk pekerja di rumahnya.
Tepat jam 7 pagi Mayu beserta rombongan sudah sampai di bandara. Nenek Iroh dan yang lainnya akan terbang jam setengah sepuluh.
Dari mereka sampai di bandara, Mayu tidak sedetik pun melepaskan genggamannya pada nenek. Dia pasti akan sangat merindukan neneknya, tapi dia juga sangat senang karena dia bisa melihat nenek pergi ke tahah suci.
"Pokoknya Nenek selama di sana enggak boleh telat makan ya, dan kalau ada apa-apa langsung bilang saja pada budhe Sumi dan yang lainnya. Mereka semuanya akan dengan senang hati membantu nenek." ujar Mayi.
"Iya Nak, Nenek pasti akan makan tepat waktu dan tidak akan sungkan-sungkan minta bantuan mereka."
"Bagus dan Nenek juga harus sering-sering hubungi Mayu ya! Nenek minta bantuan budhe Tuti dan yang lainnya saja. Mereka semua sudah menyimpan nomor Mayu. Biar mereka saja yang menghubungi Mayu via video call." ujar Mayu lagi.
"Sama satu lagi Nek, Mayu juga titip doa ya!" ujar Mayu lagi.
"Iya Nak, tanpa kamu minta pun Nenek pasti akan mendoakan semua yang terbaik untuk kamu. Nenek juga berharapnya semoga kamu juga secepatnya bisa menyusul Nenek datang ke sana."
"Amin." ujar Mayu dan langsung memeluk erat neneknya.
Nenek Iroh juga balas memeluk erat cucunya.
"Nenek pasti akan merindukan kamu." ujar nenek Iroh sambil mengusap sayang punggung cucunya.
"Mayu lebih merindukan Nenek lagi, tapi Mayu juga sangat senang Nek." ujar Mayu apa adanya.
"Sama Nak, Nenek juga."
Mayu melepas pelukannya begitu mendengar panggilan pesawat untuk nenek Iroh dan yang lainnya.
Mayu kemudian mengecup dalam kening dan pipi nenek dan tidak lupa salim. Alga yang ikut bersamanya juga tidak lupa salim pada nenek Iroh. Begitu juga dengan yang lainnya mereka semua saling pamitan.
"Hati-hati dan sampai bertemu lagi." kompak Mayu dan yang lainnya sambil melambaikan tangannya.
Nenek Iroh dan yang lainnya juga melambaikan tangannya dan tampak senyum di wajah mereka.
__ADS_1
***
Hari demi hari berlalu, Nenek Iroh sudah pulang dari ibadah umrohnya dan dia kembali menjalankan aktivitasnya seperti biasanya. Hanya saja wajahnya terlihat semakin bahagia dan itu karena semua impiannya sudah kesampaian.
Begitu juga dengan Mayu. Hari-hari yang dilaluinya tiada hari tanpa senyum dan tawa dan itu kerena kuliah dan usahanya berjalan dengan lancar, begitu juga dengan masalah percintaannya. Bahkan bisa dibilang usahanya semakin cepat berkembangnya dan itu berkat bantuan orang-orang terdekatnya tentunya.
Produk Maga Wear semakin banyak. Mereka tidak hanya memproduksi pakaian dalam dan bikini saja, tapi sudah merambat ke baju tidur juga lingering wanita. Tidak hanya itu Mereka juga sudah memiliki rekan kerja dan memproduksi baju Maga Wear serta ada tas Maga Wear. Untuk Maga beauty juga sudah launcing dan Naura juga sedang dalam proses membangun kelinik Maga Beauty pertamanya.
Ruku besar yang jadi impian Mayu dan Naura juga sebentar lagi akan jadi, proses pembangunannya tinggal sedikit lagi, tentu itu menjadi penambah kebahagiaan dan semangat Mayu.
Namun dibalik semua kabar bahagia yang didapatkannya ada satu kabar menyedihkan juga dan itu adalah kabar keberangkat Alga yang akan melanjutkan S2nya di London.
Mayu enggak bisa memungkiri kalau diam-diam hatinya merasa sedih karena akan berpisah dengan Alga. Mayu sangat tahu itu semua memang demi masa depan Alga, tapi Mayu juga sudah terlanjur terbiasa dengan Alga disisinya dan pasti akan terasa sangat sepi dikala Alga tidak lagi bisa menemani hari-harinya.
Hanya saja Mayu tidak pernah memperlihatkan kesedihannya di hadapan Alga karena dia takut Alga berubah pikiran dan tidak jadi berangkat ke London.
Seperti yang sedang terjadi saat ini saat mereka sedang menikmati makan malam terakhir mereka sebelum mereka berpisah. Mayu sebisa mungkin memperlihatkan wajah cerianya.
"Ak lagi dong Kak!" ujar Mayu sambil membuka mulutnya.
Alga tersenyum dan tanpa menunggu lebih lama lagi, dia menyuapi kekasihnya.
"Seperti biasanya, suapan dari tangan Kak Alga rasanya jauh lebih enak." ujar Mayu disela-sela mengunyah makanannya.
"Tentu saja, tapi ingat ya Ay, selama aku tidak ada, janga coba-coba kamu menerima suapan dari tangan laki-laki lain kecuali om David." ujar Alga mengingatkan.
"Iya Kak Alga. Mayu juga enggak suka disuap sama cowok lain selain Kak Alga." jawab Mayu mantap.
"Good pacar." ujar Alga membuat Mayu tersenyum.
"Kak Alga juga jangan coba-coba menerima suapan dari cewek lain atau menyuapi cewek lain. Awas saja kalau Kak Alga melakukannya, aku enggak akan mau menghubungi Kak Alga lagi atau menerima telepon dari Kak Alga." balas Mayu.
"Iya Sayang, percaya padaku, aku pastinya tidak akan mau melakukan itu." jawab Alga tidak kalah mantapnya.
"Beneran ya Kak! Walau secantik apapun ceweknya Kak Alga enggak boleh tergoda." ujar Mayu lagi.
"Soal itu kamu enggak perlu khawatir Sayang, selama ini juga kamu sudah melihatnya, karena bagiku kecantikan hati yang lebih utama."
"Iya Kak, aku percaya pada Kak Alga dan aku sangat berharap Kak Alga tetap menjadi Kak Alga yang aku kenal sampai selamanya."
"Dan aku akan berusaha sekuat tenagaku agar tidak merusak keparcayaan kamu Ay." ujar Alga mantap membuat Mayu tersenyum tipis.
"Terima kasih Kak."
"Sama-sama Sayang." ujar Alga.
Alga kemudian bangun dari duduknya dan memeluk Mayu dari belakang.
"Ay, kamu harus tetap bahagia dan ceria walau tidak ada aku di samping kamu ya! Agar aku juga merasa tenang di sana. Percaya padaku meski ragaku pergi meninggalkan kamu, tapi hatiku akan selalu bersama kamu. Aku sangat mencintai kamu Ay sekarang dan selamanya." ujar Alga kemudian mengecup dalam pipi Mayu.
Untuk beberapa saat Mayu hanya diam dan menikmati kecupan kekasihnya. Mayu kemudian membawa tangan Alga ke bibirnya dan mengecupnya dalam.
__ADS_1
"Aku janji Kak akan tetap ceria walau Kak Alga tidak bersama ku. Kak Alga juga sama ya, harus tetap semangat belajarnya biar cepat lulus. Aku juga sangat mencintai Kak Alga sekarang dan selamanya." balas Mayu.
Alga mengangguk, dia semakin mengeratkan pelukannya dan kembali mengecup dalam pipi Mayu.