Kekasih Bayaran Tuan Muda

Kekasih Bayaran Tuan Muda
Dira vs Alga dan Vivi


__ADS_3

Alga membawa Mayu ke area yang cukup sepi tidak jauh dari kolam renang.


Alga menatap Mayu dalam sedangkan Mayu balas menatap Alga bingung. Sikap Alga sungguh membuat Mayu bertanya-tanya.


"Kak Alga kenapa menatapku seperti itu? Apa ada yang salah dengan wajahku." tanya Mayu penasaran.


Alga menggelengkan kepalanya.


"Tidak ada yang salah dengan wajah kamu Ay. Aku hanya penasaran, kamu kemana saja? Kenapa kamu lama sekali kembali? Kamu tahu, aku sempat mencari kamu ke toilet dan aku tidak menemukan kamu di sana. Aku juga menghubungi kamu dari tadi, tapi kamu tidak mengangkat teleponku. Aku khawatir pada kamu, aku takut terjadi sesuatu yang tidak diinginkan pada kamu." ujar Alga mengungkapkan apa yang dirasakannya.


Mayu seketika menelan ludahnya, dia mulai sadar akan kesalahannya dan ada perasaan tidak enak pada Alga. Parahnya lagi Mayu juga tidak mungkin berkata jujur kalau dia habis bertemu dengan daddynya. Takutnya Alga curiga kalau daddynya masih ada hubungannya dengan keluarga Pratama.


Beberapa menit yang lalu, semua terjadi sesuai dengan yang diharapkan Mayu. Saat Mayu mau masuk toilet David muncul di belakang Mayu dan mengatakan supaya Mayu mengikutinya tapi dengan catatan Mayu harus jaga jarak.


Mayu tentu saja menuruti keinginan daddynya karena itu juga yang diinginkannya.


David membawa Mayu ke arah sebuah lorong kemudian masuk kamar yang sudah disiapkannya. Mayu juga tidak menyangka kalau Daddynya benar-benar sudah menyiapkan semuanya serapi mungkin.


Begitu sampai kamar, David dan Mayu tidak menyia-nyiakan waktu mereka. Mereka langsung berpelukan erat melepas kerinduan yang harus mereka tahan selama beberapa bulan belakangan ini.


Mayu sangat senang akhirnya bisa melepas rindu dengan daddynya. Semua kesedihan yang sempat dia pendam seketia meluap begitu saja setelah merasakan hangatnya pelukan daddynya.


Mayu juga sempat mengobrol dengan daddynya dan sebelum berpisah mereka kembali berpelukan erat, karena kemungkinan besar mereka belum bisa bertemu lagi dalam waktu dekat. Dan seperti biasanya setiap kali David bertemu dengan anaknya, David tidak mau dengan tangan kosong. David kembali memberikan 2 perhiasan mahal dan 1 jam tangan mewah pada Mayu.


Setelah itu David keluar terlebih dulu, beberapa menit setelahnya barulah Mayu ikut keluar. Hanya saja sebelum kembali ke ballroom, Mayu singgah di toilet, saat mau keluar toilet, Mayu melihat tante Alga mau masuk toilet. Mayu yang tidak ingin disindir oleh tante Alga memutuskan bersembunyi di bilik toilet, karena itulah Mayu lama kembali ke ballroom.


"Maaf Kak, Mayu tidak bermaksud membuat Kak Alga khawatir. Hanya saja Mayu memang sengaja tidak langsung ke ballroom karena Kak Alga sedang melakukan sesi foto bersama. Mayu tidak mau duduk sendirian di sana. Mayu tidak nyaman dengan pandangan tidak bersahabat keluarga Kak Alga. Sekali lagi maafkan Mayu ya Kak, Mayu janji tidak akan mengulanginya lagi." ujar Mayu tidak sepenuhnya berbohong.


Alga menarik nafas pelan.


"Iya Ay tidak apa-apa, aku mengerti, tapi seenggaknya lain kali ponsel kamu diangkat dong Ay! Jadi aku bisa tahu kamu dimana dan memastikan kamu baik-baik saja."


"Itu juga aku minta maaf Kak, aku memang sengaja membisukan panggilan WAku. Jadi aku tidak mendengar panggilan dari Kak Alga. Maaf Kak." jawab Mayu lagi. Mayu terlalu senang karena sudah bertemu dengan daddynya, sehingga lupa dengan ponselnya.

__ADS_1


"Ya sudahlah tidak apa-apa, semua sudah terjadi mau bagaimana lagi, tapi lain kali kamu harus sering-sering mengecek posel kamu saat kita tidak bersama Ay. Aku benar-benar tidak ingin kejadian hari ini, terulang kembali." ujar Alga mengingatkan.


"Iya Kak, aku pasti ingat pesan Kak Alga." jawab Mayu mantap.


"Bagus." ujar Alga.


Alga kembali menatap dalam kekasihnya. Sebenarnya dia sangat penasaran, apakah Mayu sempat bertemu dengan David atau enggak? Hanya saja dia tidak mungkin menanyakan itu. Sesusah ini ternyata kalau sama-sama saling menyimpan rahasia.


"Kak! Kak Alga kenapa Kak Alga menatap Mayu seperti itu? Kak Alga masih marah ya sama Mayu?" ujar Mayu.


"Ah enggak kok Ay, kenapa aku harus marah pada kamu? Aku enggak punya alasan untuk itu. Ya sudah ayo kita masuk, aku mau ajak kamu foto dengan calon pengantin." ujar Alga beralih menggenggam tangan kekasihnya.


Mayu refleks menahan tangan Alga dan menatap Alga.


"Foto dengan mbak Vivi maksudnya Kak?" tanya Mayu memastikan.


"Tentu saja Ay, siapa lagi calon pengantinya kalau bukan dia?" ujar Alga mantap.


"Tapi Kak, bagimana kalau dia menolak foto dengan Mayu?"


"Dia tidak mungkin melakukan itu Ay. Dia itu calon pengantin jadi siapa pun tamunya yang mau foto dengannya, dia tidak mungkin menolak. Lagian yang mau foto juga adik dan calon adik iparnya, gila saja kalau dia menolaknya. Dan siapa tahu juga nih Ay, setelah kita foto bersama, bisa menular pada kita dan kita secepatnya menyusul mereka." ujar Alga dan diakhiri dengan senyum menggodanya membuat Mayu seketika melotot kepadanya.


"Ih ... Kak Alga jangan ngaco deh. Tamat kuliah saja belum, apalagi kerja. Nanti Mayu mau dikasih makan apa kalau kita menikah?"


"Dikasih makan cinta dong." ujar Alga dengan percaya dirinya.


Mayu refleks tersenyum dan menatap gemas pada Alga. Bisa banget ini Alga jawabnya.


Alga juga ikut tersenyum kemudian mencubit gemas pipi Mayu.


"Aku hanya bercanda Sayang. Udah ah, ayo kita masuk!" ujar Alga lagi dan kembali menarik tangan Mayu. Kali ini Mayu tidak lagi menahannya dan dia ngikut saja kemana Alga membawanya.


Alga benar-benar membuktikan omongannya, begitu mereka masuk ballroom, dia minta foto sama mbaknya, dan Vivi juga mengabulkannya dengan senang hati. Selain itu Alga juga minta pada fotografernya, supaya mengambil foto mereka berdua. Tentu sang fotografer juga tidak menolak.

__ADS_1


Mayu sampai merasa tidak enak pada beberapa keluarga Alga yang diam-diam menatap tidak suka pada mereka. Terutama Dira dan Naura, tatapan mereka terlihat sangat marah, tapi Mayu juga tidak mungkin menolak keinginan Alga karena jarang-jarang juga Alga minta foto duluan, biasanya Mayu duluan yang minta foto padanya.


Dira meletakkan kasar sendok makanannya begitu melihat Alga kembali mengajak Mayu dan calon pengantin wefie menggunakan ponselnya. Mereka berempat juga tersenyum manis ke arah kamera. Dira semakin marah saja melihatnya.


Maksud Alga apa melakukan itu? Sebelumnya Alga langsung kabur saat mereka sesi foto keluarga, tapi sekarang dia duluan yang minta foto. Apa dia mau pamer? Cewek gembel begitu, tidak pantas untuk dipamerkan.


Dira yang sudah tidak tahan akhirnya bangun dari duduknya dan menghampiri Alga.


"Alga!" panggil Dira dengan suara tertahan dan menatap tajam anaknya.


"Kenapa Mi? Apa Mami mau ikut foto juga bersama kami?" tanya Alga santai dan wajah tanpa dosanya.


"Enggak sudi Mami. Alga kamu itu kerjanya, jangan mempermalukan Mami saja ya! Bukankah Mami sudah bilang kalau kamu harus mengikuti papi kamu menyapa tamu kita yang lain, tapi kenapa kamu malah sama si gembel ini terus?" ujar Dira mengomel tapi dengan suara sepelan mungkin.


Dira pastinya tidak mau kalau ada keluarganya atau keluarga calon besannya yang mendengar dia mengomel pada anaknya.


"Namanya Mayu, Mi bukan si gembel dan enggak ada ceritanya itu Alga mempermalukan Mami hanya karena Alga tidak ikut papi menyapa keluarga kita. Alga belum berkeluarga dan Alga rasa mereka juga pasti maklum kalau Alga punya acara sendiri. Mami kayak enggak pernah muda saja. Udah ah, malas Alga mendengar omongan tidak jelas Mami." ujar Alga dan kembali menarik tangan Mayu.


"Ayo Ay, kita pergi! Aku lapar, kita sebaiknya makan saja." ujar Alga dan tanpa menatap maminya lagi Alga pergi meninggalkan Dira, Vivi dan calon suaminya.


Untuk kali ini Alga tidak akan menuruti maminya lagi, Alga tidak akan meninggalkan Mayu sendirian. Tempat ini terlalu bahaya untuk Mayu. Alga memang terlihat cuek saja, tapi dia juga sangat tahu bagaimana pandangan tak suka keluarganya pada Mayu. Untuk itu dia harus memberi perlindungan pada Mayu. Apalagi ada David juga yang diam-diam memperhatikan mereka, Alga tentu saja tidak ingin calon mertuanya itu kecewa padanya.


Dira menatap marah padanya anaknya. Makin kesini ini anak bungsunya makin berani saja melawannya.


"Lihatlah itu adik kamu Vivi, dia bukannya menuruti printah Mami tapi lagi-lagi dia memilih pergi sama si gembel itu. Kamu juga, kenapa malah mau foto sama dia? Apa kamu tidak takut ketularan gembelnya?" ujar Dira beralih mengomel pada anak sulungnya.


"Mi, Alga tidak salah loh Mi. Dia itu masih sangat muda, jadi wajar saja kalau dia punya acara sendiri. Dulu Vivi juga begitu dan Mami tidak pernah melarang Vivi. Harusnya Mami bisa bersikap adil dan jangan buat Alga makin tidak nyaman dengan sikap Mami. Satu lagi, Mayu juga tidak gembel. Dia punya rumah harga 2,5 milyar. Dia punya usaha dan dia juga kuliah di universitas ternama. Dia cantik dan pintar. Dia bahkan masih sangat muda. Vivi yakin saat dia seusia Vivi, dia pasti tidak kalah suksesnya dari Vivi, dan Vivi rasa dia tidak terlalu buruk untuk Alga. Mami itu harusnya jangan melihat Mayu dari sisi kekurangannya saja, tapi sesekali lihatlah sisi kelebihannya. Mayu itu punya banyak sekali kelebihan loh Mi dan Alga juga sangat bahagia saat bersamanya." ujar Vivi berusaha membela Mayu dan Alga.


Vivi sudah banyak mendengar cerita tentang Mayu dari Alga, dan Vivi mulai mengerti kenapa adiknya itu lebih memilih Mayu daripada Naura.


Dira beralih menatap tidak suka pada Vivi.


"Kamu berani membela mereka? Apa ini karena kamu sudah mau menikah? Ingat ya Vivi, dulu juga kamu melakukan kesalahan yang sama seperti adik kami itu. Kamu salah dalam memilih laki-laki, tapi lihatlah sekarang, berkat larangan Mami, kamu akhirnya mendapatkan jodoh yang tepat yang bisa membuat kamu bahagia. Harusnya kamu juga melakukan hal yang sama pada adik kamu itu, bukannya malah mendukungnya. Mami kecewa pada kamu." ujar Dira kemudian pergi meninggalkan anak dan calon menantunya.

__ADS_1


Vivi menatap serba salah kepergian maminya. Apa yang maminya katakan memang benar adanya. Hanya saja antara mantannya dan Mayu jelas sekali perbedaannya. Dan Vivi juga harus mengakui kalau kelebihan Mayu sangatlah banyak, makanya dia diam-diam juga memberi dukungan pada adiknya, karena Vivi hanya ingin adiknya bahagia, seperti halnya dia yang kini sudah menemukan kebahagiaannya.


__ADS_2