Kekasih Bayaran Tuan Muda

Kekasih Bayaran Tuan Muda
Tetap Bahagia


__ADS_3

"Kak ... Kak!" panggil Mayu dengan suara seraknya. Ini sudah azan subuh dan saatnya mereka melakukan sholat subuh. Walau mata Mayu sangat berat tapi dia tidak mau melewatkan momen subuh pertamanya bersama Alga.


Alga belum juga membuka matanya dan tidurnya sangat lelap. Mayu judi tidak tega membangunkannya tapi Mayu juga tidak ingin Alga kecewa, karena sebelum tidur mereka sudah membicarakannya dan Alga juga memiliki keinginan yang sama dengan Mayu.


"Kak!" panggil Mayu lagi sambil menggoyangkan pelan tubuh Alga. Tanpa sadar Mayu tersenyum tipis begitu melihat Alga yang sangat ganteng saat dia tidur. Kulit wajahnya yang bersih, alisnya yang tebal, hidungnya yang mancung dan bibirnya yang kecupable.


Tanpa sadar tangan Mayu bergerak menyentuh bibir suaminya. Dia jadi teringat dengan c*uman mereka dan entah sudah berapa kali mereka melakukannya dan itu terhitung sejak meraka sah saja. Semalam saja sebelum mereka tidur Alga masih memintanya. Sebagai pengganti malam pertama katanya.


"Jangan disentuh saja Ay, kiss dong!" ujar Alga tiba-tiba membuat Mayu terkejut dan salah tingkah.


"Masih pagi Kak, jangan aneh-aneh deh!" ujar Mayu dan buru-buru menjauhkan tangannya.


Alga tersenyum tipis melihat reaksi istrinya. Pagi-pagi istrinya sudah buat gemas saja.


"Tidak aneh Ay. Apa salahnya seorang suami minta kiss pada istri? Ingat loh Ay menolak keinginan suami itu dosa." ujar Alga lagi membuat Mayu seketika menatap padanya. Pintar sekali ini suaminya membuat dia tidak bisa menolak.


"Ay kenapa menatapku seperti itu? Kamu tidak mau ya? Ya sudah tidak apa-apa. Jangan salahkan aku ya Ay kalau dosa kamu tambah banyak. Kali ini aku tidak ma-" ujar Alga lagi dan seketika terhenti begitu Mayu mengecupnya cepat.


"Cup! Ayo kita sholat!" ujar Mayu mengecup cepat bibir suaminya dan langsung turun dari ranjang. Mayu belum terbiasa mengecup Alga duluan, dia masih suka malu.


Alga menyentuh bibirnya yang dikecup istri tercintanya. Ada senyum di wajahnya. Alga yakin mulai hari ini paginya pasti akan lebih menyenangkan lagi.


Sebelum mengambil wudhu. Mayu menyempatkan melihat neneknya terlebih dulu. Keadaan nenek Iroh masih sama seperti sebelumnya, belum ada perkembangan yang signifikan.


"Selamat pagi Nenek." ujar Mayu. Mayu mengecup perlahan kening neneknya.


Setelah mengambil wudhu, Mayu memakai mukenanya dan menyiapkan sajadah untuknya dan Alga. Tanpa sadar Mayu kembali tersenyum mengingat Alga yang akan kembali menjadi imamnya. Saat mereka pacaran beberapa kali mereka sempat melakukannya, hanya saja kali ini rasanya jadi sedikit berbeda dan itu lebih membahagiakan.


"Sudah siap Ay?" tanya Alga begitu dia sudah berdiri di atas sajadahnya.


"Iya sudah Kak," ujar Mayu.


Mereka kemudian sholat bersama dan sholat dengan khusyu. Setelah selesai tidak lupa juga mereka berdoa untuk rumah tangga mereka serta kesembuhan nenek Iroh.


"Amin," kompak mereka.


Alga menoleh ke belakang dan dan memberikan tangannya untuk disalim Mayu. Selanjutnya Alga juga mengecup dalam kening istrinya. Tidak hanya sampai di situ saja. Alga juga mendoakan istri tercintanya dan diakhiri dengan mengecup kening Mayu kembali.


Alga dan Mayu saling menatap mesra kemudian saling tersenyum.


"I love you istri," ujar Alga.


"I love you too suami." balas Mayu dan mereka lagi-lagi tersenyum.


"Kak Alga kalau mau lanjut tidur lagi, silahkan saja Kak!" ujar Mayu sambil melihat mukenanya. Mayu bisa melihat wajah Alga yang terlihat lelah. Mayu pastinya tidak mau suaminya jadi ikutan sakit.


"Terus kamu enggak mau tidur lagi?" ujar Alga. Nenek Iroh juga masih tidur. Tidak ada salahnya mereka juga melanjutkan tidur mereka.


Mayu menggelengkan kepalanya.


"Aku mau menemani Nenek, Kak." ujar Mayu apa adanya. Walau neneknya masih tidur. Mayu mau merawat neneknya. Membatu membersihkan tangan atau kakinya dan mengolesinya minyak. Biasanya Mayu suka melakukan itu kalau neneknya lagi sakit dan nenek Iroh menyukainya.


"Baiklah," ujar Alga dan tidak berusaha menahan istrinya. Alga tidak akan menghalangi apa pun keinginan Mayu selama itu membuat Mayu merasa tenang dan nyaman.

__ADS_1


"Ay!" panggil Alga lagi, begitu Mayu sudah menyimpan peralatan sholat mereka dan Alga juga sudah naik ke atas ranjang bekas dia tidur dengan Mayu.


"Kenapa Kak?"


"Sini deh!" ujar Alga sambil mengode istrinya supaya mendekat padanya.


"Iya," nurut Mayu.


"Ada apa?" tanya Mayu lagi.


"Kiss dong!" ujar Alga dengan santainya membuat Mayu seketika tersenyum malu. Sejak sah, Alga jadi makin genit saja. Sepertinya dia balas dendam karena selama pacaran, mereka tidak pernah melakukannya kecuali saat preweed kemarin.


"Kelamaan," ujar Alga tidak sabaran dan langsung menarik pinggang istrinya dan menyatukan bibir mereka.


"Selalu manis dan buat candu. Terima kasih Ay." ujar Alga setelah beberapa menit mereka melakukannya.


"Iya Kak. Salamat tidur suamiku." balas Mayu membuat senyum Alga kembali mengembang. Walau gagal malam pertama tapi itu tidak mungurangi sedikit pun rasa bahagia Alga.


"Iya istriku." balas Alga dan mereka berakhir dengan tertawa bersama karena merasa geli sendiri dengan panggilan baru mereka.


Alga kemudian merebahkan tubuhnya dan Mayu membantu menarik selimut untuknya. Setelah Alga tidur dengan nyaman, Mayu beralih pada neneknya yang masih setia memejamkan matanya.


***


"Selamat pagi pengantin baru. Kasihan pengantin baru kita, harus tidur di rumah sakit." ujar Sindi begitu Alga membuka matanya.


"Pagi juga Mommy," ujar Alga dengan suara seraknya dan langsung mengedarkan pandangannya mencari keberadaan istrinya.


Alga dengan bangun dari tidurnya begitu tidak menemukan Mayu dalam ruangan itu. Kemana istrinya?


"Oh," ujar Alga dan kembali menatap Sindi.


"Mommy datang sama siapa? Sendiri?" tanya Alga.


"Enggak Al, Mommy datang sama David, dia lagi menerima telepon di luar. Al!" panggil Sindi.


"Kenapa Mom?"


"Kamu yang sabar ya dan harus tetap semangat juga pokoknya! Satu lagi yang terpenting, kamu harus mengerti posisi Mayu. Posisinya saat ini pasti sulit Al dan kamu tahu kan sepenting apa nenek Iroh bagi dia?" ujar Sindi.


Sindi tidak mau anak dan menatunya jadi berantem karena masalah ini. Apalagi semua rencana mereka kemungkinan akan gagal total, tetutama rencana bulan madu mereka yang jadwalnya akan berangkat siang ini.


"Iya Mom, aku pasti sabar dan berusaha mengerti posisi istriku. Lagian aku juga sayang nenek Iroh dan bagiku nenek Iroh jauh lebih penting dari bulan madu. Bulan madu kapan saja bisa kami lakukan sedangkan merawat nenek Iroh tidak." ujar Alga apa adanya dan tidak ada masalah sama sekali, mereka membatalkan perjalanan bulan madu mereka demi merawat nenek Iroh.


"Pemikiran yang bagus Al, kamu memang lelaki yang sangat baik dan sangat pantas untuk Mayu." ujar Sindi merasa senang dengan apa yang dikatakan Alga.


Rasa sayang Sindi pada Mayu memang sudah sampai ditahap tulus, karena itu dia juga sangat memikirkan kebahagiaan Mayu selayaknya Naura.


"Tentu saja Mom, Alga gitu loh." ujar Alga kumat narsisnya membuat Sindi tersenyum. Bisa saja ini menantunya. Menatu idaman yang diinginkannya dari dulu dan sekarang sudah menjadi kenyataan.


***


"Ak lagi Nek!" ujar Alga sambil menyuapi nenek Iroh.

__ADS_1


Nenek Iroh kembali membuka mulutnya dan menerima suapan Alga.


"Pintarnya," puji Alga.


Nenek Iroh hanya menatap sayu pada cucu menantunya. Badannya begitu lemas mau tersenyum saja susah rasanya.


"Nenek kenapa menatapku seperti itu? Aku tampan banget ya Nek? Tentu saja. Aku kan suaminya dari Mayu, cucu nenek yang paling cantik. Nanti kalau aku enggak tampan, dia enggak mau Nek." ujar Alga yang berusaha menghibur nenek Iroh dan kali ini berhasil membuat nenek Iroh tersenyum tipis.


Mayu yang berdiri di samping suaminya dan melihat senyum itu juga ikut tersenyum lebar. Ada perasaan lega di hatinya melihat neneknya sudah mau makan meski hanya beberapa sendok saja.


"Bu-bukan ti-dak mau Nak Al-ga. Mayu hanya ti-dak mau sua-minya kalah tam-pan dengan daddynya." ujar nenek Iroh dengan susah payah.


"Benar juga ya Nek ya. Om David sih, kegantengannya dia atas rata-rata, mana makin tua makin ganteng lagi. Bisa kalah Alga. Hanya saja itu tidak akan terjadi Nek dan itu karna istri Alga adalah Mayu. Alga sangat yakin, Alga pasti makin ganteng kalau dirawat istri seperti Mayu. Benar tidak Nek?" ujar Alga membuat Mayu tersenyum sedangkan David yang duduk di sofa hanya menggelengkan kepalanya.


"Iya Nak Alga," jawab nenek Iroh lagi.


"Mantap Nek. Ak lagi Nek!" ujar Alga dan nenek Iroh kembali membuka mulutnya. Berkat candaan mereka nenek Iroh jadi makan banyak tidak seperti tadi pagi yang hanya makan 3 sendok saja.


"Yey, Nenek makannya banyak, hebat deh Nenek. I love you Nenek." ujar Mayu dengan cerianya sambil mengusap sudut bibir neneknya.


"Iya Nak. Udah Nak." ujar Nenek Iroh minta udahan.


"Iya Nek, tidak apa-apa. Ini juga sudah lumayan sekali. Cepat sembuh ya Nenek, semangat dan semangat!" ujar Mayu.


Mayu kemudian membantu neneknya minum obat dan tidak lupa memberikan senyum terbaiknya karena senyum Mayu juga termasuk obat paling ampuh untuk neneknya.


Nenek Iroh mengangkat tangannya perlahan dan mengusap pelan pipi cucunya.


"Maaf," lirih nenek Iroh. Ada perasaan bersalah di hatinya. Gara-gara dia pesta pernikahan cucunya hampir saja berantakan.


Mayu menggelengkan kepalanya dan menempelkan tangannya dengan tangan neneknya.


"Enggak ada yang perlu dimaafkan Nenek. Nenek tidak salah apa-apa dan Nenek juga tidak perlu memikirkan apa pun itu. Mayu dan kak Alga tidak apa-apa Nek dan kami sangat bahagia saat ini karena yang terpenting, kami sudah sah di mata hukum dan agama dan nenek baik-baik saja." ujar Mayu.


"Benar kata Mayu, Nek. Nenek enggak perlu memikirkan apa pun itu. Kami bahagia dan kami akan lebih bahagia lagi kalau Nenek sembuh dan bisa pulang ke rumah. Jadi Nenek lebih baik fokus pada kesehatannya saja ya!" tambah Alga.


Alga juga pastinya tidak mau nenek Iroh terbebani karena itu hanya akan menghambat penyembuhannya saja.


"Iya Nak Alga, terima kasih." ujar Nenek Iroh dan ada sedikit kelegaan di hatinya. Semangatnya untuk sembuh juga kembali lagi.


"Sama-sama Nenek, I love you Nenek." ujar Alga dan itu berhasil membuat nenek Iroh tersenyum kembali. Dia merasa lucu sekaligus senang dengan apa yang dikatakan Alga.


"Nenek kenapa senyum-senyum saja? Balas dong Nenek!" pinta Alga.


"I love you too Nak Alga," balas Nenek Iroh dan Alga menyambutnya dengan senyum manisnya.


"Mayu enggak Nek, Mayu juga mau dong! I love you Nenek." protes Mayu dan Alga hanya menggelengkan kepalanya. Enggak mau kalah sekali ini istrinya.


"I love you too Mayu." ujar Nenek Iroh dan diikuti olah Alga membuat Mayu tersenyum lebar.


"Terima kasih Nenek dan Kak Alga." ujar Mayu.


Alga tersenyum dan mengusap sayang rambut istrinya.

__ADS_1


David dan Sindi yang sedari tadi memperhatikan mereka juga ikut tersenyum. Senang mereka melihat kekompakan cucu dan nenek itu dan mereka bertiga memang sepertinya sudah ditakdirkan bersama.


"Alga memang sosok suami yang sangat pantas untuk kamu Mayu. Dia bukan laki-lagi egois dan sangat mengerti keadaan kamu. Daddy doakan semoga kalian bersama selamanya." monolog David.


__ADS_2