
"Mami mau bicara apa?" tanya Alga.
Dia dan kedua orang tuanya beserta Vivi sudah duduk di ruang keluarga.
Dira membuka tasnya dan mengeluarkan semua foto Mayu yang sudah dicetaknya.
"Kamu bisa lihat dulu semua itu!" ujar Dira sambil meletakkan foto-fotonya di atas meja di depan Alga.
Tidak hanya Alga yang melihat fotonya tapi Vivi juga.
Alis Vivi seketika terangkat dan menatap pada adiknya. Sedangkan Alga malah menatap bingung foto-foto itu. Apa maksud maminya menunjukkan foto Mayu padanya? Menurut Alga tidak ada yang aneh dengan foto itu.
"Kamu sudah lihat bukan bagaimana kelakuan gadis kamu itu di belakang kamu? Dia itu suka keluar masuk hotel Alga? Dia juga suka main sama om-om kaya di belakang kamu. Pantas saja dia punya banyak uang, dia mencari uang dengan cara tidak halal. Dan kamu harusnya berterima kasih pada Mami sudah berhasil memergoki pacar kamu itu. Sekarang kamu mau alasan apalagi untuk membela dia? Jangan sampai kamu malah menuduh Mami edit foto itu. Foto itu benar-benar asli Alga, dan kalau kamu tidak percaya, kamu juga bisa tanya Sindi." ujar Dira dengan semangat membara.
Dira sangat yakin kali ini usahanya untuk memisahkan Alga dan Mayu pasti berhasil. Laki-laki mana yang mau pacaran sama perempuan tidak benar iya kan, kecuali kalau laki-lakinya juga tidak benar.
Alga meletakkan kembali foto-fotonya dan menatap pada maminya.
"Iya Mi, Alga sangat percaya kalau foto-foto ini sangat asli dan bukan editan. Terima kasih ya Mi, Mami sudah mau capek-capek mengambil foto kekasihku. Foto ini jadi bisa mengobati sedikit rasa rinduku padanya. By the way hasil foto Mami lumayan ok juga." ujar Alga santai.
Dira seketika melotot pada anaknya bahkan Vivi juga sampai menatap pada adiknya.
"Maksud kamu berkata seperti itu apa Alga? Apa ini cara kamu untuk membela pacar tidak tahu diri kamu itu lagi? Di sini jelas-jelas pacar kamu kelakuannya tidak benar Alga, dan kamu harus marah padanya. Perempuan tidak benar seperti itu sangat tidak layak menjadi bagian dari keluarga kita Alga. Dia hanya akan membuat malu keluarga kita. Apa kamu mau nama baik keluarga kita hancur gara-gara pacar tidak tahu diri kamu itu." ujar Dira kesal. Dira benar-benar tidak bisa terima melihat sikap Alga yang kelewat santai.
"Mami benar Alga. Kalau kelakuan Mayu sudah separah ini sih menurut Mbak sebaiknya kamu akhiri saja hubungan kalian. Apa kamu mau bekas orang? Bekas om-om lagi Alga. Kamu itu ganteng Alga dan hidup kamu itu bisa dibilang hampir mendekati sempurna. Kamu sangat layak mendapatkan gadis yang lebih segalanya dari Mayu, Alga. Kamu berhak bahagia Alga." ujar Vivi akhirnya angkat bicara.
__ADS_1
Sebagai seorang kakak tentu dia juga ingin yang terbaik untuk adiknya, dan dia sudah pasti tidak akan terima kalau adiknya pacaran dengan gadis yang suka main dengan om-om.
Sedangkan Pratama, dia hanya diam. Dia tidak pernah mau ikut campur masalah percintaan anaknya. Anak-anaknya sudah dewasa tentu mereka tahu apa yang terbaik untuk mereka.
Alga menghembuskan nafas kasar. Sepertinya mbaknya salah paham karena foto itu, dan wajar juga kalau dia salah paham, Alga juga kalau misalkan Mayu tidak cerita padanya, dia pasti akan salah paham. Secara Mayu hanya penjual kolor dan bh, dia ngapai masuk hotel bintang lima dan bicara sama om-om. Sudah pasti kita akan berpikir jauh dan tidak-tidak.
"Begini ya Mi, Mbak. Kalian berdua tidak seharusnya menyimpulkan yang tidak-tidak soal Mayu hanya kerena foto atau melihat Mayu dengan laki-laki lain, hanya dalam waktu 5 menit. Apalagi sampai menuduh Mayu yang tidak-tidak. Itu fitnah namanya dan fitnah itu lebih kejam dari pembunuhan." ujar Alga.
"Mami tidak fitnah Alga. Jelas-jelas Mami melihat sendiri Mayu di hotel itu dan dia juga sampai tersenyum pada laki-laki itu. Kamu itu kalau jatuh cinta jangan jadi orang bodoh Alga! Heran Mami, entah apa yang ada di otak kamu itu, bisa-bisanya kamu masih membela pacar tidak tahu diri kamu itu. Apa jangan-jangan kamu sudah dipelet sama dia?" ujar Dira cepat dan tidak terima atas apa yang dikatakan anaknya.
"Mami tidak perlu heran Mi dan jangan menuduh Mayu memelet Alga juga. Alga tentu saja membela Mayu karena apa yang mami tuduhkan itu tidak benar. Alga sangat tahu Mayu ngapain di hotel itu. Dia bisa ke hotel itu juga karena rekomendasi dari Alga. Dan tujuan Mayu ke hotel itu juga karena ingin membahagiakan neneknya. Neneknya itu punya impian menginap di hotel dan makan di restoran mewah, dan berhubung Mayu ada dapat rejeki, tidak ada salahnya bukan dia mewujudkan impian neneknya? Apalagi neneknya juga sudah sangat berumur dan mungkin hidupnya tidak akan lama lagi. Mayu tentu tidak ingin menyesal di kemudian hari karena tidak bisa mewujudkan impian neneknya. Justru sebagai pacar, Alga sangat bangga padanya. Dia benar-benar mendahulukan kepentingan neneknya di atas kepentingannya sendiri. Alga semakin jatuh cinta saja padanya." jelas Alga.
"Itu tidak mungkin, itu pasti tidak benar. Kamu pasti bohong kan Alga?" ujar Dira masih bersikukuh dengan pendiriannya, sedangkan Vivi, dia memilih tidak lagi berkomentar. Ternyata apa yang sudah dipikirkannya salah besar.
Tut tut
"Assalamualaikum Kak," jawa Mayu sambil melambaikan tangannya.
"Waalaikumsalam Ay. Maaf Ay, aku mengganggu waktu kamu dengan Nenek. Aku hanya ingin memastikan kamu baik-baik saja dan tidak kekurangan suatu apapun di sana." ujar Alga merasa tidak enak pada kekasihnya karena sudah mengganggu, tapi disisi lain dia juga senang karena bisa melihat wajah Mayu.
Apalagi Mayu juga memakai gaun yang Alga berikan padanya. Alga jadi makin rindu saja pada kekasihnya.
Alga juga segaja tidak memberitahukan soal Dira karena tidak ingin membuat Mayu kepikiran dan mengacaukan hari bahagia Mayu.
"Kami baik-baik saja kok Kak dan tidak kurang suatu apa pun. Nenek juga sangat senang hari ini dan dari tadi dia tidak berhenti tersenyum Kak. Kata nenek, dia juga merasa muda lagi hehe ...." cerita Mayu dengan santainya dan seperti biasanya.
__ADS_1
Alga juga tersenyum mendengarnya dan sangat berbeda dengan Dira yang terlihat sangat kesal di wajahnya.
"Baguslah kalau kalian sangat senang, aku juga ikut senang mendengarnya Ay. Ya sudah nikmati waktu kalian dan hubungi aku kalau kamu sudah mau tidur. Selamat bersenang-senang untuk kalian Ay."
"Iya Kak, dah Kak." ujar Mayu dan kembali melambaikan tangannya sebelum sambungan video call dimatikan.
Alga kembali menatap maminya.
"Udah jelas kan Mi, apa yang Mayu lakukan di hotel sana? Mayu itu gadis baik-baik Mi. Kami pacaran memang belum lama tapi aku sangat tahu seperti apa dia. Bagaimana polosnya dia, semangatnya dia, dan kuatnya dia dalam menghadapi setiap masalah. Dan aku benar-benar butuh sosok seperti dia dalam hidupku Mi." ujar Alga mantap.
"Iya kamu memang butuh sosok seperti dia, tapi dia tidak butuh kamu tuh. Buktinya saat dia bersenang-senang, dia hanya ingin bersenang-senang dengan neneknya dan kamu sama sekali tidak dianggap olehnya. Pacar apaan begitu? Oh iya apa mungkin karena kamu lagi kere sekarang, makanya dia tidak membutuhkan kamu?" ujar Dira yang masih saja menjelekkan Mayu.
Alga kembali menghembuskan nafasnya kasar.
"Mami salah besar Mi, Mayu jelas bukan orang seperti itu. Justru Mayu sudah lebih dulu meneraktir Alga di kafe. Mami masih ingat bukan soal Alga makan di kafe itu, yang Mami sampai menuduh Alga menjual barang-barang berharga Alga? Mayu juga sempat menawarkan jalan-jalan dengan Alga. Hanya saja Alga bukanlah tipekal laki-laki yang mau memanfaatkan uang kekasihnya, seperti halnya Mayu yang tidak pernah mau memanfaatkan uangku. Makanya Mami itu salah kalau berpikir Mayu akan menyerah padaku, saat aku tidak punya apa-apa. Justru Mayu bisa semakin dekat denganku karena aku tidak punya apa-apa lagi Mi. Mayu juga tidak segan-segan lagi padaku. Dia dengan bebas mengutarakan semua keluh kesah padaku dan secara tidak langsung karena Mami mencabut semua fasilitasku, itu semakin mendekatkanku dengan Mayu. Itulah faktanya Mi." jelas Alga.
"Mami tidak percaya, kamu pasti sengaja berkata seperti itu supaya Mami mengembalikan fasilitas kamu lagi kan? Jangan harap Alga! Sampai kapan pun Mami tidak akan mengembalikannya selama kamu masih pacaran dengan gadis gembel itu. Udah ah Mami mau tidur. Ayo Pi, kita ke kamar saja, percuma saja bicara panjang lebar dengan Alga. Dia tidak pernah mau mendengarkan kita." ujar Dira kemudian pergi dengan hati kesal.
Rencananya benar-benar berakhir dengan gagal total, tapi Dira penasaran, apa mungkin uang Mayu sebanyak itu? Rasanya masih tidak bisa dipercaya seorang pedagang kolor dan bh pinggir jalan bisa menginap di hotel mewah.
Apa untung Mayu sebanyak itu?
Dira masih sangat yakin kalau yang memberikan uang itu pasti Alga, jangan-jangan Alga minjam uang temannya demi Mayu. Kenalan Alga anak konglemerat kan banyak. Kalau hanya minjam uang 100 juta, pasti mudah saja bagi mereka memberikannya. Secara Alga itu adalah pewaris utama Pratama, tentu teman-temannya juga akan percaya padanya. Dira harus menyelidikinya lebih dalam lagi.
Jika sampai Alga berani meminjam uang demi Mayu, lihat saja, Dira pasti akan segera memberi pelajaran pada gadis gembel itu, bukan pada Alga.
__ADS_1