
Alex menggelengkan cepat kepalanya. Dia harus secepatnya menjelaskan pada Bima, supaya Bima tidak salah paham.
"Maksud pacar gue, kami memang pertama kali bertemu di hotel dan itu saat ada acara, bukan yang lain-lain." ujar Alex cepat.
"Yakin bukan yang lain-lain?" ujar Bima menatap Alex penuh arti. Secara Naura cantik juga ada kesan seksinya tentu sebagai cowok normal, pikiran Bima tidak bisa lurus-lurus saja. Apalagi dia juga sudah mau 25 tahun, sudah termasuk laki-laki dewasa. Laki-laki dewasa bertemu di hotel bersama seorang perempuan, ngapain saja ayo? Bima tidak sepolos itu.
"Yakin Bima, pikiran lo jangan langsung mengarah ke yang iya-iya deh! Pacar gue cewek baik-baik dan dia juga putri dari seorang CEO ternama. Selain itu lingkungan pertemanannya juga pekerja keras semua, tentu dia juga pastinya lebih menjaga sikapnya dan bukan seperti yang lo pikirkan." jelas Alex.
"Seriusan putri CEO, CEO mana?" tanya Bima penasaran.
"Pratama group." jawab Alax mantap.
"Pratama group, pak David dong. Berarti kamu pemilik Maga Wear?" tanya Bima antusias. Bima tahu soal David dan begitu juga dengan maga Wear.
"Bukan Maga Wear Kak, tapi saya Maga Beauty. Maga Wear itu milik kakak saya." ujar Naura apa adanya.
"Pantas saja, keren kamu." ujarnya dan beralih pada Alex.
"Hebat juga lo cari pacar. Lama menjomblo sekalinya dapat langsung produk unggulan. Jangan sampai lepas lagi kali ini!" ujar Bima pada temannya.
"Tentu saja tidak akan gue lepas lagi. Sekarang lo percaya kan kalau kami bertemu di hotel juga hanya sekedar menghadiri acara?" ujar Alex.
"Iya Alex." ujar Bima.
Naura diam-diam kembali tersenyum. Naura benar-benar tidak bisa menyembunyikan perasaan senangnya karena mendapat pujian dari Bima. Selain itu hatinya juga menghangat karena sikap Alex yang seakan sangat bangga memiliki pacar seperti dia. Naura benar-benar merasa disepesialkan dan baru kali ini Naura mengalami hal seperti ini dalam hidupnya. Ternyata benar kata Mayu dan teman-temannya, sebagai perempuan kita akan merasa lebih bahagia jika dicintai dari pada mencintai.
"Eh Lex, ayo kita temui teman-teman yang lain!" ujar Bima.
"Ayo," ujar Alex dan beralih menatap Naura.
"Ayo Baby!" ujarnya.
"Iya Kak." ujar Naura. Mereka bertiga kemudian melangkah bersama.
Baik Alex dan Bima sama-sama melambaikan tangan mereka begitu melihat teman-teman mereka. Tidak hanya teman-teman Alex tapi ada mantannya juga karena mereka memang sekelas waktu SMA.
"Kenan, Ella!" panggil Bima.
Tidak hanya Kenan dan Ella yang menoleh tapi teman mereka yang lain serta mantan Alex juga ikut menoleh.
Teman-teman Alex tampak tersenyum lebar, begitu juga dengan mantannya Alex. Tampak bahagia di wajahnya akhirnya bisa bertemu dengan mantannya lagi. Alex adalah mantan terindahnya dan dia benar-benar menyesal sempat selingkuh dari Alex karena ternyata selingkuhannya tidak lah lebih baik dari Alex. Sayangnya Alex langsung menghilang sejak lulus SMA. Dia jadi tidak punya kesempatan untuk minta maaf pada Alex.
"Hei Alex, akhirnya datang juga lo. Kemana saja lo hah?" seru Kenan dan langsung memeluk Alex ala cowok.
__ADS_1
Alex tersenyum lebar dalam pelukan sahabatnya. Jujur saja Alex rindu pada teman-temannya, tapi karena masalah percintaannya dia terpaksa menghindar dari mereka.
"Maaf bro, gue baru muncul, gue terlalu sibuk mengejar cita-cita. Lo tambah ganteng saja." balas Alex dan Kenan langsung melepas pelukannya.
"Hei Bro, gue masih normal ya, jangan sampai gara-gara lo pernikahan gue jadi batal." protes Kenan membuat Alex mengangkat alis.
"Serius lo mau nikah? Dengan siapa, kasihan sekali cewek itu punya pacar badboy seperti lo." balas Alex lagi.
"Enak saja kasihan, gue sudah tobat ya. Gue bahkan enggak sampai 6 tahun menyelesaikan S2 gue dan gue lebih cepat dari lo." ujar Kenan mantap.
"Bagus dong kalau begitu, terus dimana calon isteri lo, apa dia ikut?" tanya Alex ikut senang atas pencapaian temannya. Dulunya dia dan Kenan satu grup band. Alex pemain drum dan Kenan gitaris.
"Ikut dong, itu dia!" ujar Kenan dengan bangganya menunjuk seorang gadis yang sangat Alex kenal.
"Ella, calon lo?" tanya Alex seakan tidak percaya. Alex sangat tahu Ella. Ella adalah anak beasiswa sekaligus anak pembantu di rumah Kenan. Walau begitu mereka berdua itu enggak pernah akur dan ribut terus, dan sekarang sudah jadi calon istri saja, sungguh jodoh itu benar-benar misteri.
"Yoi. Hebat kan gue bisa gebet cewek terpintar di kelas kita." ujar Kenan dengan bangganya.
"Ya, untuk kali ini gue akui kehebatan lo." ujar Alex kemudian beralih pada Ella.
"Ella selamat ya untuk lo dan semoga lo enggak menyesal." ujar Alex.
"Tentunya enggak dong, Kenan itu sudah takluk sama gue, dia bahkan jadi cowok paling bucin sekarang." ujar Ella kemudian salaman dengan Alex.
"Nah itu dia," ujar Ella.
Alex masih lanjut memeluk temannya yang lain begitu juga dengan mantannya. Alex tetap mau salaman dengannya dan ada rasa bahagia di hatinya karena di saat dia bertemu dan salaman dengan Yuna mantannya, rasanya benar-benar sudah biasa. Tidak ada amarah juga di sana. Dengan itu Alex mengambil kesimpulan kalau dia memang beneran sudah move on.
"Cie cie yang akhirnya ketemu lagi dengan mantan setelah sekian lama, gimanakah rasanya? Apakah masih ada rasa berdebar-debar dalam hati." goda Radit teman Alex yang lain.
Alex tampak biasa saja, beda halnya dengan mantannya yang senyum-senyum tidak jelas.
"Ah Iya dimana Deva dan Bayu?" tanya Alex sengaja mengalihkan pembicaraan dan tidak mau membahas soal mantannya.
Bayu adalah sahabat terdekatnya yang dulunya sudah merebut Yuna dari dia. Alex sengaja mencarinya bukan karena mau marah, tapi dia hanya ingin berterima kasih, karena tidak bisa dipungkiri gara-gara masalahnya dengan Bayu dan Yuna, dia akhirnya bisa sukses dalam pendidikannya dan akhirnya bertemu dengan Naura. Gadis yang kini membuat hari-harinya jadi penuh berwarna dan lebih bahagia tentunya.
"Bayu sudah nikah Lex dan dia tinggal di Bali sekarang, makanya enggak bisa datang karena anaknya juga masih kecil dan kembar lagi." jawab Kenan.
"Seriusan dia sudah nikah, cepat sekali?" ujar Alex seakan tidak percaya, tapi dia juga tidak heran mengingat temannya itu adalah playboy, makanya Yuna juga sempat jatuh dalam pesonanya.
"MBA dia Lex, sempat heboh juga waktu itu karena orang tua cewek sempat nuntut dan mau memenjarakannya. Hanya saja karena dia janji akan berubah dan mamanya Bayu juga sampai memohon sambil nangis jadilah mereka menikah. Kasihan dia sekarang, dia hanya jadi pelayan di restoran milik mertuanya." cerita Radit lagi.
Alex sampai tidak bisa berkata-kata, sungguh cerita teman-temannya sangat mengejutkan untuk Alex.
__ADS_1
"Lalu bagaimana dengan Deva?" tanya Alex lagi.
"Dia sudah jadi penyanyi terkenal sekarang, dan sebentar lagi dia yang akan tampil di sini." jawab Bima.
Alex kembali dibuat terkejut oleh teman-temannya. Deva pernah jadi musuh bebuyutannya, tapi di akhir semester mereka malah jadi dekat dan itu karena Alex patah hati berat dan Devalah salah satu orang yang sudah menghiburnya.
"Wow ini benar-benar kejutan yang tidak disangka-sangka. Padahal Bima yang jadi vokalis kita, tapi malah Deva yang jadi penyanyi." ujar Alex.
Alex benar-benar tidak menyangka hanya dalam waktu 6,5 tahun banyak sekali yang berubah pada teman-temannya.
"Itu dia Lex, kami juga sempat tidak menyangka waktu Deva muncul di kompetisi menyanyi dan dia ternyata bisa melangkah jauh hingga akhirnya bisa jadi penyanyi. Padahal gue saja gagal waktu itu dan hanya bertahan sampai 20 besar." cerita Bima.
"Kasihan," ujar Alex dan Bima langsung memberi pukulan di lengan temannya.
"Gue enggak sekasihan itu Alex. Gue juga sadar kalau takdir gue memang bukan jadi penyanyi." balas Bima.
"Benar juga. Ah iya berhubung gue sudah mendengar banyak kabar mengejutkan hari ini. Gue juga ingin membawa kabar bahagia untuk lo semua." ujar Alex kemudian menarik Naura mendekat padanya.
"Perkenalkan ini Naura pacar gue." jawab Alex mantap membuat teman-temannya terkejut temasuk mantannya dan kecuali Bima tentunya karena Bima sudah tahu. Sedangkan Naura yang sedari tadi hanya diam tersenyum manis pada mereka.
"Seriusan pacar lo Lex? Gue pikir pacar Bima." tanya Radit seakan tidak percaya. Katanya Alex belum bisa move on, kok tiba-tiba sudah punya pacar saja.
"Tentu saja serius Radit, gue enggak mungkin bawa pacar orang lain ke sini. Ah iya Baby, kenalkan mereka adalan teman-temanku!" ujar Alex beralih pada Naura.
"Hallo semua saya Naura, senang bertemu dengan kalian. Salam kenal." ujar Naura berusaha seramah mungkin. Naura bisa melihat tatapan tidak biasa teman-teman Alex, turutama mantannya dan tatapan itu terlihat tidak suka pada Naura.
Naura berusaha cuek saja dengan tatapan tidak suka itu dan dia merasa seperti dejavu. Hanya saja dulunya Naura yang diposisi itu sekarang malah jadi sebaliknya. Naura lagi-lagi mendapat karmanya hanya saja dia tidak sedih juga takut karena dia yakin kalau dia yang akan jadi pemenangnya.
"Salam kenal juga Naura, wajah kamu seperti tidak asing, saya seperti pernah melihat kamu. Apa kamu seorang model?" tanya Ella penasaran.
"Bukan, saya masih mahasiswi di universitas UI. Hanya saja saya memang memiliki bisnis Maga Beauty dan saya sendiri yang jadi model iklannya." ujar Naura apa adanya.
"Pantas wajah kamu tidak asing, saya sering dengar produk itu tapi saya memang belum pernah mencobanya. Kalau tidak salah masih satu perusahaan dengan Maga Wear kan? Kalau Maga Wear saya tahu, ini tas Maga Wear. Tasnya bagus dan kuat." ujar Ella dan malah berakhir memamerkan barangnya.
"Iya Kak masih satu perusaahaan. Kalau Maga Wear ownernya kakak saya, sedangkan Maga beauty saya yang jadi ownernya. Ngomong-ngomong terima kasih ya sudah mau membeli produk Maga Wear. Seneng deh melihat produk Maga Wear dipakai sama pelanggannya." ujar Naura.
"Sama-sama, saya malah lebih senang bisa bertemu dengan ownernya. Hebat kamu masih muda tapi sudah jadi pengusaha. Tidak salah memang pilihan Alex, tahu saja dia mana yang cantik dan berkualitas." ujar Ella.
"Kalau soal itu hanya bonus saja Ella. Alasan utama gue memilih Naura tentu karena dia cewek setia dan gue sangat nyaman berada di dekatnya. Iya kan Baby?" ujar Alex sengaja, biar mantan tahu kalau dia kini sudah bahagia.
Sedangkan mantannya Alex, dia hanya menundukkan kepalanya. Harapannya untuk bisa bersama Alex sepertinya harus dia kubur dalam-dalam. Apalagi pacarnya Alex juga memiliki kelebihan lebih banyak bila dibanding dengan dia. Hanya saja Yuna ingin memastikannya sekali lagi. Apa benar itu cewek adalah pacarnya Alex, bukan temannya atau gadis yang sengaja Alex bayar supaya bisa menghindar dari dia, karena dia masih sangat yakin kalau Alex masih jomblo.
Mereka semua masih lanjut mengobrol dan teman-teman yang datang menghampiri mereka juga silih berganti dan Alex akan selalu dengan bangganya mengenalkan Naura sebagai pacarnya. Dia juga tidak pernah mau jauh-jauh dari Naura kecuali saat Naura izin mau ke toilet.
__ADS_1
Yuna yang melihat Naura pergi ke toilet juga ikut minta izin pada temannya. Dia benar-benar sudah tidak tahan untuk bertanya pada Naura.